BMW F10 vs G30

Ada buanyakkk ternyata perbedaan BMW Seri 5 F10 dengan G30. Semprotan kaca depannya bikin baper.

Ini versi nemu dari internet. Saya belom pernah ngamati keduanya secara detail. Dan bisa jadi ini versi luar negeri, gk sama item/printhilan/fiturnya dengan versi Indonesia.

Yang berbeda di G30 dari F10:


  • Enggak ada lagi puteran kontrol temperatur di tengah-tengah diantara lobang ventilasi udara.
  • Indikator dan wiper kini punya “klik” on/off mekanikal.
  • Tidak ada roda kontrol suhu ventilasi udara sentral.
  • Posisi roda kemudi paling rendah tidak serendah F10.
  • Intensitas pencahayaan yang dapat disesuaikan pada lampu atap.
  • Glovebox memiliki volume yang sama tetapi ukuran yang bisa digunakan berkurang.
  • Kotak penyimpanan di konsol tengah lebih kecil.

  • Ada “jari-jari” di lubang tempat gelas sehingga gelas bisa dimasukkan dengan lebih pas.
  • Radio on/off button used to put electrics in stand-by rather than pressing start button once. ~> Yg ini saia gk paham gimana teknisnya.
  • Sekarang enggak lagi pakai pengungkit di bawah tepi depan kap mesin, sekarang pakai tarikan ganda pada tuas pembuka.
  • Tidak ada lapisan lembut di kotak penyimpanan kecil di dekat kemudi.
  • Tidak ada kotak penyimpanan di sandaran tangan belakang.
  • “Sayap” di jok bisa disesuaikan lebarnya.
  • Kursi lebih berkontur daripada F10.
  • Ada sakelar khusus lampu parkir samping kiri/kanan.

  • Tak ada lagi jaring penyimpanan di sisi penumpang, kini dijual sebagai aksesoris terpisah.
  • Molding plastik di sekitar pangkal kursi depan dibuat lebih padat sehingga tidak ada lagi suara berderit.
  • Handel pelipat kursi belakang kini bekerja lebih lembut/halus.
  • Saklar nyala/mati lampu terasa lebih presisi.
  • Fungsi otomatis penghapus (wiper) kaca depan sekarang diaktifkan dengan menggerakkan tuas wiper ke atas.
  • Tidak ada tweeter di pintu depan pada sistem suara versi standar.
  • Spion langsung melipat saat mengunci, tanpa harus menahan tombol kunci ke bawah.
  • Auto-hold pada rem parkir kini bermode aktif secara permanen tanpa harus menekan/mengaktifkannya tiap kalo mobil dinyalakan.
  • Setir kemudi terasa lebih tebal, tapi mungkin ini hanya perasaan subyektif bagi sebagian orang.
  • Ada tiga semprotan air ke kaca depan, bukan dua!
  • Bagasi kini lebih aluminium dan lebih mudah ditutup.

  • Posisi kamera mundur lebih menjauh dari tutup bagasi, jadi gampang kotor.
  • Botol isian air semprotan kaca sekarang pindah ke dekat engsel kap mesin.
  • Kotak penyimpanan di bagasi jadi lebih kecil tapi jadi ada dua.
  • Tidak ada area penyimpanan besar di bawah lantai bagasi.
  • Bagasi sedikit lebih sempit tapi sedikit lebih tinggi.
  • Soket listrik 12V hilang dari bagasi, sekarang jadi opsi.
  • Fitment roda sekarang ber-PCD 5×112 dan center-bore 66.6 sama seperti Mercy atau Audi, sehingga velg BMW generasi sebelum-sebelumnya tak lagi bisa dipasangkan.

Monggo dikoreksi. Matur nuwun.

– FHW

Advertisements

Kini BMW Bervelg Mercy!

Ada sesuatu yg menarik pada BMW generasi kode bodi G. BMW G30 (Seri 5, sedan) atau BMW G11 (Seri 7) misalnya, kini memiliki velg dengan PCD 5 x 112 dengan center-bore 66,6; meninggalkan spesifikasi lama yang 5×120 dengan center-bore 72,6.

Spesifikasi ini persis sis sis sis pleggg dengan spesifikasi PCD dan center-bore Mercy selama ini.

Kalo offset, rata-rata mobil era sekarang sudah pakai offset berangka besar, alias bagian tengah velg berposisi lebih ke-luar.

Dalam bahasa perbeemwean, offsetnya tuh offset Seri 3, bukan lagi offset Seri 5 atau 7 yg terkenal ber-angka kecil.

Suedikittt yg berbeda cuman di gendutnya baut. BMW pakai 1,25 sementara Mercy pakai 1,5. Ini malah enak, bautnya BMW bisa masup sluppp saat dipasangi velg Mercy.

INI berbalik dengan kelakuan VW/Audi. Ada model yg dimelarkan PCD-nya dari 5 x 112 dengan center-bore 57,1 mm menjadi 5×120 dengan center-bore 66,1; ada model yang tetap PCD-nya (%x112) namun dengan center-bore membengkak, dari 67,1 menjadi 66,5.

Biasanya, VW/Audi bisa dipasangi velgnya Mercy namun dengan dibuatkan center-bore ring buat mengepaskan center-borenya. Kini, tampaknya pengguna VW/Audi malah bisa pakai velg (lama) BMW dan tinggal bikinkan ring buat center-borenya.

***

Saat saia telusuri alasan kenapa BMW mengubah PCD dan center-borenya ini, saia belom menemukan informasinya.

Monggo dikomeng jika njenengan menemukan beritanya tentang alasan tersebut.

– Freema Bapakne Rahman.

Ket.: satuan-satuan angka mengikuti satuan baku yg dipakai, di sini adalah mm (milimeter).
Refs.: car.info, wheel-size.com

BMW Motorrad: Kode Sasis

Sebagaimana di mobil BMW era modern yg punya kode bodi, motor BMW (BMW Motorrad) pun juga punya.

Cuman saya bingung ini kode apa, mustinya sih kode sasis. Karena pada kode yg sama bisa jadi model/varian yg berbeda, tergantung mesin dan peruntukannya (road/street, all-road, sport, dll.)

Kayaknya iya, karena kode bodi pada mobil BMW sebenarnya juga mengacu ke sasis, cuman kebetulan ‘sasis yang itu’ langsung ditempeli ‘bodi yg itu’. Jadinya kode bodi.

K50 = R 1200 GS 2011-2018
K51 = R 1200 GS Adventure 2012-2018
K52 = R 1200 RT 2013-2018
K53 = R 1200 R 2013-2018
K54 = R 1200 RS 2014-2018

K25 = R 1200 GS, GS Adventure, HP 2002-2012

K26 = R 900 RT, R 1200 RT 2003-2014
K27 = R 1200 R 2005-2014
K28 = R 1200 ST 2003-2007
K29 = R 1200 S, HP2 Sport 2004-2010

K21 = R nineT 2013-2018
K22 = R nineT Pure 2015-2018
K23 = R nineT Scrambler 2015-2018
K32 = R nineT Racer 2015-2018
K33 = R nineT Urban G/S 2016-2018

K40 = K 1200 S, K 1300 S 2003-2015
K43 = K 1200 R, Sport; K 1300 R 2004-2015
K44 = K 1200 GT, K 1300 GT 2004-2010

K42 = HP4 2011-2014
K46 = S 1000 RR 2008-2018
K47 = S 1000 R 2013-2018
K49 = S 1000 XR 2014-2018
K60 = HP4Race 2017-2018

K48 = K 1600 GT, K 1600 GTL 2010-2018
K61 = K 1600 Bagger 2017-2018

K80 = F 750 GS 2016-2018
K81 = F 850 GS 2016-2018
K70 = F 700 GS 2011-2017
K71 = F 800 S, F 800 ST, F 800 GT 20014-2018
K72 = F 650 GS, F 800 ST, F 800 GT 2004-2018
K73 = F 800 R 2005-2018
K75 = F 800 GS Adventure 2012-2017

E169 = F 650, F 650 ST 1993-2003

R13 = F 650 GS, GS Dakar 1999-2007

K14 = F 650 CS 2000-2005
K17 = C Evolution 2013-2018
K18 = C 600 Sport, C 650 Sport 2011-2018
K19 = C 650 GT 2011-2018
K09 = C 400X 2018-

K02 = G 310 GS 2016-
K03 = G 310 R 2016-

R13 = G 650 GS 2008-2015
R13 = G 650 GS Sertao 2010-2014

K16 = G 450 X 2007-2010
K15 = G 650 X 2006-2009

259 = R 850 GS, R 1100 GS 1993-2006
R21 = R 1150 GS 1998-2003
R21 = R 1150 GS Adventure 2001-2005
259R = R 850 R, R 1100 R 1993-2002
R28 = R 850 R, R 1150 R, Rockster 1999-2007
259 = R 850 RT, R 1100 RT 1994-2001
R22 = R 850 RT, R 1150 RT, R 1150 RS 2000-2006
259 = R 1100 S, R 1100 RS 1992-2005
259C = R 850 C, R 1200 C 1996-2004
259C = R 1200 C Montauk 2002-2004
259C = R 1200 C Independent 2000-2004

K30 = R 1200 CL 2001-2004
K589 = K 1100 RS, K 1100 LT 1989-1999
K589 = K 1200 RS, K 1200 LT 1996-2008
K41 = K 1200 GT, K 1200 RS 2000-2005
C1 = 1999-2003
A73
A40
A61 = 1997-2000
A67 = 2005
A15

– FHW

Indonesia = Gotong Royong

Saya sih gk pernah peduli Indonesia ini mau jadi negara kapitalis, komunis, republik islam, negara federal, republik demokratik, khilafah islamiyah, persemakmuran, protektorat, kerajaan, pilpres/pilkada langsung ataupun mufakat permusyawarakatan perwakilan, diktatorian, proletar, progresif, alternatif, permisif, protektif, sosialis, fasis, borjuis, hedonis, sadis, shadowmasokis, penis, klitoris, kumis, betis, klimis, amis, najis, manis, cookies, sinis, optimis, realistis, feminis, filantropis, pianis, violis, gitaris, agamis, atheis, quranis, hadis, nahdiyin, muhammadiyin, wahabi, khawarij, sunni, syiah, ahmadiyah, robiah, katijah, katenah, romingah, asiyah, aisyah, aisiyah, fatimah, fathonah, patonah, ngalkamdulillah, petekah, sepedah, muhammad, mohammad, mochammad, antek asing, antek aseng, ….. whatever.

Saya cuman takut kalo negara, negeri, bangsa, dan masyarakat Indonesia kehilangan (jiwa, semangat, hakikat, dan kultur) GOTONG-ROYONG.

.

Gotong-royong, akan meleburkan segala jenis beragam macam dan segenap perbedaan yg ada.

Gotong-royong, adalah senjata paling jitu untuk menerjang hambatan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Gotong-royong, adalah solusi jitu menjawab rumus dan formulasi kita hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Gotong-royong, dengan sendiri mebuat kita berdaulat dan berkesatuan.

Bhinneka Tunggal Ika, lima sila Pancasila, adalah manifestasi nyata hakikat, jiwa, semangat, & budaya gotong-royong bangsa dan negara ini, negeri ini.

Apapun paham, pakem, paugeman, paugeran pribadi kita masing-masing; dengan bergotong-royong semuanya akan tetap terjaga di dalam diri kita masing-masing namun bisa luruh dan lebur saat kita bersama-sama.

Bergotong-royong di segala bidang, adalah langkah ampuh dalam memajukan Indonesia.

.

Hilangnya (amanah) gotong-royong, mungkin bisa bikin Indonesia bubrah.

Hilangnya gotong-royong, bisa dimulai dari lunturnya terlebih dahulu.

Melunturkan gotong-royong, bisa diawsali dengan kita cengkrah.

Saya hanya takut satu hal ini saja: negara, negeri, bangsa, dan masyarakat Indonesia kehilangan GOTONG-ROYONG.

– Freema Bapakne Rahman

Selera Saya Rally, Turing Bukan Racing.

Semua orang bebas punya selera. Asal gk melanggar hukum, aturan, norma; asal gk merugikan diri sendiri, orang lain/masyarakat, dan alam-lingkungan.

Jika kebanyakan bimmerfan selera ubahan dari standarnya adalah ceper, velg gedhe, ban profil tipis atau semacamnya;

yg kayak ginilah selera saya:

pakai ban yg siap buat melibas tanah-kerikil; dengan deretan lampu tembak/lampu kabut yg siap menembus malam, menembus gelapnya belantara, menerjang kabut dan angin malam.

Berselera, bukan berarti saya punya. Membayangkan itu semua tuh gk melanggar hukum, aturan, norma; gk merugikan diri sendiri, orang lain/masyarakat, dan alam-lingkungan bukan?

Saya ini supir turing, bukan supir racing. Selera saya adalah rally.

– Freema Bapakne Rahman.

Racing = bahasa kontekstual untuk balapan aspal/sirkuit.

Why BMW Owner Are Fanatics

Fanatically loyal, that is.

They buy a BMW because the car is a great idea. A perfectly practical family sedan and a superb sport car. All in one.

And the the longer they own it, the more enthusiastic they get. Because that great idea is such a great car.

Driving one is a very special exprerience. There is a responsiveness, a smoothness, a precise sureness, in the way a BMW handles that makes driving a real joy.

The car is fast, and incredibly rugged. And because of the sophisticated BMW suspension, it holds the road better than any other car we know of.

Yet for all that, performance is only the beginning. There is the dependability, and the comfort, and the roominess, and the economy.

There is the finish, and the craftsmanship, and the materials.

And most of all, there is the feeling that of all the machinery you may have driven, nothing was put together as beautifully as this.

So sure, BMW owners are fanatics. After all, the’ve got a lot going for them.

Last but not least, mutunya terjamin.

– FHW.
Nemu iklan editan.

Zonasi

Sepintas dari pengamatan kami yg sangat sepintas, berhubung tahun ini si kecil (udah) masuk ke SLTP,

dari pergelutan dan pergulatan ibune si kecil melawan tenggat, berjibaku melawan waktu, pontang-panting ngurusi sekolah anaknya (aku mung dapuk supir, ora ngerti blas apa sing diurus emake thole 😂),

sistem zonasi ini kami rasakan membawa pengaruh yg teramat sangat positif di kota kecil Kediri sini.

Dulu, semua pada berebut masuk SMPN 1 Kediri Kota.

Anak-anak pinter dari pucuk gunung dan luar kota pada berebut bermodal NEM dan kepercayaan tinggi, masuk ke SMPN 1 Kediri Kota. Saia termauk alumnus sana.

Alhasil, sekolah ini sukses bertahun-tahun jadi menara gading yang tak retak.

Segala kejuaraan mereka sabet pialanya. Lomba apapun. Nyaris tak tersisa buat lainnya. Bisa dibilang demikian.

Mulai lomba bidang studi, olah raga, hingga Pramuka dan gerak jalan agustusan.

Kalo bukan SMPN 1 Kediri Kota, maka itu artinya adalah sekolah dengan kasta lebih rendah, di bawahnya.

Kini, dengan sistem zonasi, mendadak semua malik grembyang, berubah 180 derajat, seperti terbaliknya telapak tangan.

Orang tua gk peduli lagi dengan SMP 1 itu.

Semua berlomba mendaftarkan anaknya ke sekolah terdekat.

Dan denger-denger, alhasil sekolah di lereng gunung Kelud sana konon rataan NEM atau NEM tertingginya -entahlah- setanding dengan sekolah di pusat kota. Kami belom pegang data faktualnya untuk ini. Tapi sepintas dari pengamatan siswa yg diterima di sekolah-sekolah terdekat kemarin itu, bisa kami tarik kesimpulan kasar, emang kini kondisi siswa tampaknya lebih merata. Kalo toh belom merata, setidaknya tak lagi terfokus ke satu titik. ~> #future research#

Tampaknya kini orang tua memang lebih mengejar pendidikan untuk anaknya, bukan lagi mengejar sekolah.

***

Beberapa suara sumbang tetep masih saja kami dengar. Alasan yg terungkap antara lain: khawatir sekolah pinggiran kualitas pendidikan dan sarana-prasarananya berbeda dengan di kota, khawatir kualitas gurunya berbeda, dan sebagainya.

Tampak faktual, tapi lebih ke subyektif-diskriminatif rasanya.

Tebakan kami, mungkin mereka kecewa, karena sekolah kota yg jadi tujuannya, tak lagi menjadi sekolah menara gading dan jadinya sama saja dengan sekolah-sekolah lain. Mungkin.

Dan persoalan kualitas guru atau sarana-prasarana, yg okelah taruh kata masih berbeda, mungkin seiring perjalanan waktu bisa akan semakin seimbang.

Mengingat kualitas kemampuan/kompetensi siswa kini bisa dibilang merata dan tersebar.

Who knows aja.

Ini sedikit pengalaman kecil kami.

***

Belakangan kemudian, si kecil milih masuk MTsN ketimbang SMP, yg emang gk ada zonasi & regulasinya ikut kemenag, bukan kemendikbud. Tapi tetep lumayan jadi rebutan juga – nyaris semua MTsN di sini, apalagi yg favorit.

– Freema Bapakne Rahman