Jebol di tol.

Ini adalah (tentang) Audi A4 B5 8D kami.

Mobil ini kami miliki sejak 2012.

Mesinnya pernah di-rebuild oleh lik Abi Bintara sekitar 2016 kemarin.

Mangkal di rumah jakarta, 1-2 taon enggak sempat diurusi oleh adik. Terakhir bener-bener mangkrak bukan karena rusak, namun arena emang beneran enggak sempat keurus.

Pas mau kami bawa pulang ke Kediri, mesin enggak bisa jalan.

Belakangan ketauan pada salah satu cylinder bank-nya dalam ruang bakarnya udah jadi rumah semut, yan masuk via knalpot.

Blok mesin dan piston keropos dan macet karena di-cor oleh asam semut, yang saat kami buka ada kalo semangkuk wedang ronde hasil asam semutnya.

GANTI MESIN.

Keputusan tercepat dan termurah: ganti mesin.

Kami nemu mesin di spesialis penjual mesin copotan.

Demi ngejar waktu, mesin kami cangkokkan/swap langsung tanpa kami belah.

Tes run sederhana: jalan, tapi kompresi pincang.

Pas saya geber di tol, alhamdulillah rontok masih di situ. Jadi towingnya masih itungan dalam jabodetabek.

Kalo rontoknya di kemacetan Cikampek atau yang paling kerasa pas nyampe ruas tol Pemalang misalnya, bisa panjang urusannya. Keluar tol-nya sih ada derek gratisnya. Lantas usai itu gimana?

Dikerjakan di pertengahan ruas Jakarta – Kediri, taruh kata di Pemalang gitu, kami enggak punya kanal sama sekali di sana. Dan ngerjakan kasus berat gitu kalau jauh dari basecamp, baik Kediri maupun Jakarta, pasti ribet.

Di towing kembali ke Jakarta atau lanjut ke Kediri, pasti muahalll ongkosnya. Makanya, dibalik musibah ini, saya masih bersyukur aja: untung macetnya masih di Jakarta.

Entah kenapa itu macetnya. Mungkin karena oli telat naik. Atau kerak dalam mesin rontok. Atau entah apapun itu – karena kami belum mengecek kondisinya, intinya sebenarnya saya melanggar SOP: menjalankan mesin bekas tanpa dibelah terlebih dahulu.

SEMUT LEBIH GANAS KETIMBANG TIKUS.

Mesin bekas yang baru kami beli, dia nyala, cuman kondisi kuotorrrrr banget. Kami hanya sempat mbersihkan sludge-nya di atas head / di bagian cam.

Di bagian crank lumayan bersih, tapi tetep aja penuh kerak karbon.

Sementara mesin asli mobil yang udah di-rebuild sama lik Abi, kondisinya masih buersihhhh saat kami buka.

Dan sejauh ini juga bisa lari kenceng, meski enggak bisa selincah BMW yang gerak belakang.

Apesnya, mesin yang sebagus itu kondisinya, dianeksasi oleh koloni semut.

Jadi,

hati-hati sama semut. Ia menghancurkan.

Lebih dari sekedar tikus yang bisa atau biasa makan satu ruas harness kabel.

JANGAN PERNAH MELANGGAR SOP.

Alhasil mobil kami tinggal lagi di Kebon E30 depok.

Abis lebaran, mesin lama / mesin aslinya mobil akan dicoba direpair oleh lik Brian Vitara dengan kanibalisasi parts dari mesin lama dan baru.

Inilah mestinya S O P yg musti kami lakukan sebelum kami pulang: mesin dibelah dan di-rebuild.

Tapi karena pertimbangan waktu, rencana kemarin kami mau pulang dengan mesin bekas beli baru itu, kemudian me-rebuild-nya -salah satu mesin yang memungkinkan di-rebuild di Kediri/Blitar.

Ternyata enggak klakon.

BELILAH BMW, JANGAN AUDI.

Seperti yang saya bilang sejak lama, bisa di search di angkringan-online ini pun saya tulis di blog sini ini:

jangan beli Audi. Emang ribet. Soale populasinya dikit. Temen sharing-nya enggak ada. Dan emang rancang bangun mesinnya aneh.

Thermostat aja dipasang di balik timing belt.

Cuman buat ganti thermostat doang, musti buka timing belt.

Dan buat buka timing belt, musti lepas kondensor AC dan radiator. Karena ia beraDa di panel depan dan itu space-nya enggak ada sela-selanya sama sekali.

Artinya, cuman buat ganti thermostat, ia musti mbuang freon dan oli kompressor AC.

Maka,

Audi akan ribet buat kita yang enggak kenal desain mesinnya, dan buat kita yang biasa mbetulin parts satu per satu sesuai mana yang rusak.

Mesin Audi enggak dirancang untuk habbit atau behaviour alias kelakuan seperti ini.

Tapi kalo kita mau disiplin: sekali maintenis besar langsung dikerjakan secara komprehensif – dan ini jangka waktunya panjang: ganti thermostat sekaligus timing belt, s-belt, dan drier AC,

maka semua akan kerasa kalo memang seperti inilah desain mesinnya harus kita pahami.


Miara audi, itu bikin miara BMW kerasa jadi guampang banget dan worth it banget.

Tapi inget, gampang bukan berarti murah lho ya!

Ini adalah ruang yang berbeda. 😛

Oleh karena worth it-nya miara BMW setelah saya menjalani langsung gimana rasanya miara Audi,

maka kembali saya tekankan dan pesankan ke kawan-kawan: jangan miara Audi. Piaralah seniyapansa saja. 😛

KESIMPULAN.

  • Jangan pernah sekali-sekali melanggar SOP perbaikan atau perawatan kendaraan. Khususnya untuk critical case. Bisa fatal akibatnya.
  • Yang bilang BMW itu ribet, mungkin karena mereka belum kenal Audi.

Keterangan kecil:

– Audi: merk.
– A4: model.
– B5: kode platform. Karena mobil ini satu platform dengan model dari VW Group lainnya, yakni VW Passat B5. Audi adalah salah satu merk di bawah VW Group.
– D8: kode bodi.

Demikian. Mohon koreksi.

  • Freema Bapakne Rahman.
Jangan piara ginian. Berat.
Jangan miara ginian. Berat.
Jangan miara ginian. Berat.
Mending piara ginian saja. Jauh kerasa lebih enteng.
Advertisements

Dirgahayu 5 tahun BMWCCI Kediri Chapter.

Yang pertama kali mengucapkan selamat ultah kelima BMWCCI Kediri Chapter adalah presiden BMWCCI, Om Asido Regazoni via sebuah komen beliau di sebuah posting IG resmi @bmwccikedirichapter pada 14022019 silam.

14022014 sedianya memang akan dijadikan hari pengukuhan BMWCCI Kediri Chapter. Namun rencana itu tertunda karena sponsor yang katanya komitmen hendak ngasih support ke acara pengukuhan tersebut ternyata batal memberikan dukungannya.

Ndilalah, pas hari itu Gunung Kelud mbledhug. Alhasil, alam seperti menyelamatkan penundaan ini.

Jadilah kemudian acara pengukuhan digeser, rencananya ke 04042014 (de facto) yang secara de jure/administratif baru terlaksana dan diterimalah surat peresmian pada 20042014.

Sejak itu, senantiasa dibikin acara pengingat kelahiran klub ini setiap bulan April. Dari sekedar tumpengan super sederhana secara internal hingga bikin gelaran Bimmercamp sebagaimana terlaksana tahun 2014 kemarin.

April tahun 2019 ini, karena satu dan lain hal yang enggak ada acara khusus untuk memperingati ulang tahun BMWCCI Kediri Chapter. Kalo doa bersama sebagai panjatan syukur dan harapan baik ke depan sih adalah tentunya.

Tapi (meski enggak ada acara khusus) ini bukan alasan bagi saya pribadi untuk terus dan semakin mencintai klub ini, yang memang pada kenyataannya klub ini banyak memberikan banyak hal kepada saya ketimbang saya yang banyak memberi kepada klub ini.

Dirgahayu 5 taon BMWCCI Kediri Chapter.

Semoga klub ini bisa menjadi ajang kegembiraan kepada warganya pada khususnya maupun kepada sesiapa saja pada umumnya.

Semoga klub ini bisa terus memberikan manfaat kepada warganya pada khususnya maupun kepada sesiapa saja pada umumnya.

Semoga klub ini terus bersinar, menyinari, dan di/tersinari; memberikan pencerahan kepada warganya pada khususnya maupun kepada siapa saja pada umumnya.

Semoga klub ini bisa menjadi ajang kumpul maslahat dan sarana buang mudharat.

Semoga klub ini bisa langgeng sepanjang masa, dibimbing oleh BMWCCI sekaligus berkprah kepada BMWCCI.

#

Saya ini asli beneran sungguh enggak punya malu dalam semua hal. Tapi kali ini, pada lima tahun BMWCCI Kediri Chapter ini, saya pribadi justru merasa malu.

Karena saya masih lebih banyak menyusu, meminta, dan menghisap kepada klub ini ketimbang memupuk, merawat, dan membesarkan klub ini.

Lha koq bisa saya merasa seperti ini?

Sebab orang banyak mengenal saya sebagai warga BMWCCI Kediri Chapter, yang artinya saya “menerima” predikat dan identitas dari klub ini; sementara tidak banyak yang bisa saya sumbangsihkan untuk memupuk, merawat, dan membesarkan klub ini.

Ini ucapan selamat sekaligus renungan saya pribadi, pada lima tahun #bmwccikediri #bmwccikedirichapter ini.

#

Selamat ulang tahun BMWCCI Kediri Chapter. Aku mencintaimu sepanjang masa.

  • Freema Bapakne Rahman.

(No) Golput.

Saya menolak mereka yang mengatakan golput itu haram, sesat, dll. dll. dll.

Golput tetaplah pilihan mereka yang memilih golput dengan tidak mencoblos. Golput tidak melanggar konstitusi, tidak melanggar hukum, dan justru golput bisa menjadi bahan masukan serta kritikan kepada semua para politisi; bahwa rakyat masih ada yang memiliki rekues agar kalian bekerja lebih baik dan labih ikhlas lagi demi Indonesia, demi rakyat. Bukan demi golongan kalian sendiri. Saya pribadi juga satu rasa dengan mereka: saya mencintai negara ini namun begitu jengah melihat dominasi politisi yang kayak enggak ada gunanya sama sekali untuk rakyat dan negeri ini.

Namun demikian, golput itu rasanya bagaikan orang yang enggak menyantap hidangan yang disajikan untuknya. Sah, dan legal.

Hanya saja, biasanya tuan rumah atau sesiapapun yang menyajikan hidangan untuk kita, itu akan lega luar biasa jika hidangannya kita santap dan kita habiskan.

Dan melihat para pahlawan pemilu yang berjuang sedemikian kerasnya demi menyalurkan kotak & surat suara ke tempat yang dituju, rasanya dengan masuk ke bilik suara dan mencoblos apapun yang suka-suka Anda coblos, itu adalah bagaikan Anda menghabiskan makanan yang disajikan untuk Anda.

Saya tidak golput. Namun demikian, Insya Allah selamanya saya netral, komitmen yang ingin saya jaga bagi diri saya sendiri semampu saya.


Selamat bagi yang telah mencoblos.

Jangan euforia bagi yang capresnya ntar menang. Dan jangan ngambek buat yang capresnya ntar kalah.

Sebab sesungguhnya, kalo capres Anda menang, itu artinya beban berat lho bagi dia…. Sebab dia harus mengayomi Indonesia, harus membela Indonesia, harus me-positif-kan Indonesia; sesuatu yang sangat enggak sanggup saya bayangkan itu musti bagaimana melakukannya.

Umar bin Khatab, saat menjadi khalifah, konon dia mengucapkan innalillahi instead of alhamdulillah.

  • Freema Bapakne Rahman.

Jalan berlubang.

Pemerintah enggak pernah ngurusi dari mana kita ndapat/nyari uangnya; yang penting saat pajak (kendaraan) harus dibayar, kita wajb mbayar.

Mustinya juga masyarakat enggak perlu ngurusi/turut campur kerjaan pemerintah: pake lapor, komplain, dan segala macam cara, untuk sesuatu yang seharusnya sudah menjadi kewajiban pemerintah. Entah gimana caranya, pemerintah harusnya rutin ngontrol jalan dan segera mungkin nambal jalan rusak. Karena ini urusannya udah sama nyawa.

Satu hari pajak telat dibayar, denda langsung menyergap. Eh berhari-hari berbulan-bulan jalan berlubang, enggak ada ceritanya pemerintah ngasih kompensasi besar-besaran ke rakyat.

Kalo pemerintah taunya pajak kita telah kita bayarkan, mustinya rakyat juga taunya jalan berlubang langsung segera ditambal.

Kalo pemerintah sambat harus nunggu persetujuan ini itu, anggaran masih belum turun, dll. untuk menambal -menambal lho ya bukan meremajakan aspal- jalan berlubang dan masyarakat mau enggak mau harus memahaminya, mustinya masyarakat juga berhak sambat bahwa uang pajak masih kepake biaya pendukung sekolah anaknya, biaya pendukung berobat keluarganya, atau biaya memperbaiki kendaraan sebagai alat pencari nafkah yang rusak karena jalan berlubang.

Lebay enggak sih isi otak saya ini?

Mohon koreksi dan masukannya kalo ini salah dan lebay.

  • FHW.

+ Jalan rusak.
+ Jalan berlubang.
+ Patah as.

Dijual kampak: BMW E34 M60 530i AT 1995 Mauritius Blue Metallic.

Salam.

Yang paling pertama, saya ingin mengatakan dan mohon ini diingat-ingat karena akan berhubungan dengan semua pertanyaan yang akan muncul di benak Anda atau berkaitan dengan seluruh isi postingan ini:

Saya bukan pedagang mobil bekas, saya bukan pedagang barang kampakan/copotan. Saya menjual karena menjual, begitu saja. Bukan menjual karena berdagang.

Kalo Anda masih bingung apa maksudnya, oke ngalir dulu aja.

Ini adalah mobil kami sendiri. Sebuah BMW E34 M60 530i AT 1995 Mauritius Blue Metallic. Bermesin V8 dengan individual coil.

Mesin.

Mesin enggak bisa dibilang sehat. Namun dia masih bisa aja dipacu melewati batas kecepatan maksimal di jalan tol.

Water-pump-nya udah goyang.

Empat biji knocking sensor-nya saya hibahkan temen sejak lama, dan timing pengapiannya saya lock-an di Premium.

Radiator enggak kesumbat, namun plastik sisi samping radiatornya udah kemodif pake logam. Pecah pas dipakai temen dulu itu soale.

Klip radiator ilang satu. Fan-shroud pecah.

Selang-selang jelas semua udah tua, meski masih fungsi. Dan ujung sambungan reservoir-nya udah mulai kritis.

Lainnya itu, thermostat masih normal kayaknya.

Ada bocor pada water-pan di selangkangan V-engine-nya. Ini lagi saya lepas, rencananya mau saya las-kan ke ahlinya ahli. Tapi blionya ahlinya ahli tukang las barusan kena kecelakaan hebat, jadi masih ngangkrak.

Mesin enggak ngebul. Bahkan masih ngembun pagi.

MAF, ICV, dll. masih normal.

Intinya, mesin sih enggak rusak. Normal. Tapi emang perlu maintenis banyak.

Pas banget buat bahan restorasi mesin Anda atau buat bahan swap. Swap ke E30 misalnya.

Transmisi siy enggak njedhag dan enggak terlalu njendul. Katakanlah normal. Komputernya juga masih lihai dan smart banget ngepaskan posisi gigi dan rpm mesin. Cuman memang oli transmisinya perlu ganti. Cocok buat Anda yang perlu ganti transmisi.

AC juga masih dingin. Kompresor enggak ngorok.

Kaki-kaki.

Berani aja kalo buat cruising di tol. Tapi emang waktunya peremajaan semuanya.

Power-brake-nya masih kerasa empuk.

Eksterior.

Jelas sama sekali jauh dari kata mint. Namun overall bodinya mulus, menurut saya. Yang bisa jadi kebalik menurut Anda.

Mobil ini enggak pernah nabrak hebat, kecuali kena trotoar. Jadinya bumper depan udah pernah saya repair. Dan bumper belakang ada bocel-bocelnya. Semua kerusakan bumper ini karena kelakuan orang lain yang pinjem mobil saya.

Plus fender kiri belakang juga ada penyok. Kena pagar oleh kakak ipar yang kaget dengan tenaga mesinnya yang menghentak.

Kap mesin juga udah pudar karena kejemur di luar jadinya kena panas hebat. Dan ada sedikit penyok. Maklum, dia sering diinjek-injek si kecil dulu itu.

Kaca depan ada baret karena kegores tangkai wiper.

Lainnya itu, semua oke. Lis samping pintu masih utuh.

Kover spion kanan jatuh karena dihajar motor yang byayakan. Udah saya belikan kover gantinya, baru dan belum dicat, tapi saya lupa naruhnya dimana.

Leveling-headlamp-nya masih berfungsi normal.

Auto nutup/buka kaca jendela pakai kunci terakhir juga masih normal.

Interior.

Ini bagian yang paling saya demeni di badak saya. Interiornya masih enyak-nyak-nyak.

Interiornya berwarna abu-abu. Kulit asli bawaan BMW sejak barunya mobil. Overall utuh tuh tuh. Hanya ada gripis di pinggiran jok pengemudi. Dengan kondisi yang sudah menua tentunya.

Wood panel mewahnya yang masih komplit, termasuk tuas transmisi dan tatakan lebar di bawahnya. Tuas-tuas, knob, dan kisi-kisi AC semua masih utuh sempurna.

Karpet/alas kaki juga bawaan mobil.

Karena ini bukan versi individual, maka joknya mekanis bukan elektris. Kerai belakang juga manual bukan elektris. Dan tak ada kulkas di balik arm-rest jok belakangnya tentunya.

Nyaris enggak ada bagian dari bawaan mobil yang berganti atau berubah. Kecuali trim pintu yang aslinya bludru udah saya ganti dengan kulit sintetis karena aslinya mengelupas.


Harga.

Terus terang saya enggak tau musti njual geondngan berapa atau njual prethelan-prethelannya berapa.

  • Njual koq enggak tau harganya sih?

Sebagaimana saya bilang tadi, saya hanya mau menjual, bukan berdagang.

Kalo Anda pingin menawar, tawarlah saja. Sukur-sukur Anda bawa referensi dari suatu sumber/link.

Kalo tawaran Anda sreg, saya lepas. Kalo saya enggak sreg, ya mohon maaf saa tolak atau kita negosiasi. Atau bahkan Anda minta gratisan, saya juga enggak keberatan koq asal klausulnya jelas dan sekali lagi: saya sreg.

  • Ah enggak niat jualan nih Lik Freema.

Bodo amat. Kalo Anda enggak mau beli, ya gpp. Silakan cari seller lain yang bejibun di belantara perdagangan dan jual-beli barang copotan/kampakan.

Sekali lagi, saya cuman mau njual. Bukan berdagang. Maaf kalo urusannya sama saya jadi enggak ada aturan dagang-dagangnya blasss.

Catatan.

Oia, harga FOB Kediri. Dan ini yang terpenting: ada empat item yang tidak termasuk atau tidak ada, karena hilang atau mau saya simpen sendiri.

  1. Semua surat: STNK BPKB & buku manualnya enggak termasuk. Mau saya simpen.
  2. Klakson enggak termasuk, mau saya simpen sendiri.
  3. Semua isi toolkit-box enggak termasuk, mau saya simpen sendiri.
  4. Velg. Velg orinnya badak tiga biji ilang dibawa orang. Ini velg kalengnya enggak termasuk, mau saya simpen.

Kalo mau nggeser mobilnya, monggo. Velg bawa dulu. Tapi abis itu balikin. Atau baiknya bawa velg sendiri atau gimanalah bagusnya.

Jadi kayak gitu.

Dan bagi Anda yang nanyak, “Koq dijual lik?”

Biasa, kami lagi BU dan mobil ini udah beberapa tahun enggak kami rawat. Ketimbang semakin rusak, lebih baik kalo jadi uang dan ada manfaatnya buat sesama. Dan kami ada kendaraan lain buat operasional sehari-hari.

Untuk pertanyaan lain silakan komeng di bawah atau WA saya di 0896 9686 7628.

Terima kasih.

  • FHW.
A jet with propeler engine.
Cockpit, control panel.
Target locking knob.
Contra-periscope… a spy set.
Lets feel about a mach…ummm a math… The art of a mach…ummm a math!
One mach controller.
Rudal button.
Wings controller.
“SEKURIT. See the glass. Glass to see.
A man toy… real men’s thing!
A spy set.
Cool-calm-confident flight-signal.
Cool-calm-confident flight-signal.
Flight number.
Angry bird.

Susah bensin.

Saya pernah mendengar langsung pakai kuping saya sendiri; seorang kolega saya yang pengusaha tajir. Doi berkisah ditawari sebuah Lexus LX470 Cygnus. Itu, kembarannya Land Cruiser namun versi premiumnya dan di sini pakai BBM bensin.

Dia mengeluh, “Sebenarnya teman saya tuh mau njual murah ke saya, Mas! Dia lagi BU. Cuman, itu Cygnus V8 dengan cc segitu itu kan minumnya bensin, bukan solar. Berat mas…”

Saya melongo. Ini orang duitnya enggak ada habisnya, usahanya banyak macamnya dan sudah bertahun-tahun dijalani, karyawannya bejibun, masih mengeluh dengan konsumsi BBM Lexus yang memang mobil mewah yang lebih mendahulukan performa serta kenyamanan ketimbang konsumsi BBM-nya.

Saya hanya manggut-manggut mendengar keluh-kesahnya.

Belakangan, doi akhirnya dapet sebuah Land Cruiser 80 VX Turbo, yang setahu saya emang aman buat nenggak solar busuk. Bisa dikata, LC 80 ini generasi terakhir LC yang masih simpel, ala-ala Kijang tapi versi gedhe (dan minumnya solar) gitu pemisalannya.


Yang saya kemudian eggak habis pikir adalah, kalo doi yang pengusaha tajir aja masih merasa berhak mengeluh susah bensin, mengeluhkan konsumsi BBM Lexus yang mewah dan berperforma tinggi gitu; lantas kenapa saya masih denger rumor suara sumbang: “Miara BMW koq enggak kuat ngisi bensin?”

Kenapa?

Apa salahnya? Apa masalahnya?

Lagi pula, BMW yang dikata-katai itu harganya cuman seperenamnya itu Lexus. Alias sebiji itu Lexus bisa dapet enam biji BMW.

Kenapa? Apa citranya BMW itu melekat ke orang yang lebih tajir ketimbang yang beli Lexus?

Kalo saya sih bodo amat sama nyinyiran orang kayak gini. Mau kayak gimanapun orang mau ngoceh, whatever!


Tapi ada sedikit kondisi yang berbeda dengan seorang kolega juga yang punya Land Cruiser FJ40 berbahan bakar bensin (versi dieselnya disebut BJ40 – mesin F atau mesin B untuk sasis J40/41/42 SWB, dengan medium wheelbase-nya menjadi J43/44/46 dan LWB-nya menjadi J45/47), yang mana J40 di sini lebih dikenal dengan slang hardtop;

dan seorang rekan yang menggunakan Jeep CJ7 bensin.

Mereka berdua sama sadarnya tunggangannya itu sama sekali enggak mengenal kata irit dalam seluruh kosakata teknis dan non-teknisnya. Dan mereka juga sadar kalo ngasih minumnya itu berat.

Tapi mereka memilih diam, enggak mengeluh.

Entah karena sabar dan cukup menahan keluhan dalam hati, entah karena memang dompetnya begitu siap untuk konsumsi bensin mereka yang bisa membuat BMW buorosss pun langsung mendadak kerasa irit;

saya kurang ngeh.

– FHW BBM FC.

Oia, LC Bandeirante, atau sederhananya LC generasi itu versi Toyota do Brasil, itu menggunakan mesinnya Mercy, yang kode sasisnya menjadi OJxx (xx = varian jarak sumbu roda/wheelbase dan bentuk bodinya).

Mercury Grand Marquis, grill pongah BMW G11/12 facelift?

Ini adalah Mercury Grand Marquis generasi ketiga (EN114, 1998-2002), model kembar dari Ford Crown Victoria generasi kedua (EN114; 1998–2012).

Masuk di kategori full-sized sedan, dengan mesin yang gaban: 4.6l V8.

Versi sport-nya bernama Mercury Marauder. Versi mewah kembarannya lagi dijual di bawah Lincoln dengan nama Town Car, generasi ketiga (FN145; 1998–2011).

Namun pada Ford Crown Victoria ataupun Mercury Marauder, grill-nya enggak sejenong kayak versi Lincoln Town Car atau Mercury Grand Marquis-nya

Mereka bertiga yang dibangun di atas platform Panther dengan model body on frame alias terpisah antara sasis dan bodinya.

Meski sama-sama dibangun di atas platform Panther, namun dimensi Town Car berbeda. Karena itulah untuk kode bodinya menjadi FN116 (2nd gen facelift 1995-1997) lanjut FN145 (3rd gen 1998–2011).

Ford Crown Vic sering kita lihat sebagai mobil polisi Amerika. Sementara Lincoln Town Car sering dipanjangkan menjadi stretched-limousine.

Lincoln Town Car 1998 – 2002, stretched limousine. Lampu sipit panjang dengan grill jenong.
Lincoln Town Car 1998 – 2002.
1995 – 1997 (FN36) Lincoln Town Car, lampu sipit dan grill jenong.
1998 – 2002 Frod Crown Victoria LX. Grill-nya jenong enggak?

Mercury adalah merk mewah/premium entry-level milih Ford Motor Company (FMC). Merk ini diposisikan diantara Ford dan Lincoln yang premium-luxury. Jika Toyota punya Lexus, saya enggak tahu apakah Lincoln atau Mercury ini yang setara Lexusnya.

Tahun 2011, Mercury ditutup oleh FMC karena FMC memilih konsolidasi kekuatan teknis dan pemasaran untuk Ford dan Lincoln saja. Namun demikian, Mercury tetaplah merk yang menjadi hak milik FMC, setidaknya hingga tahun 2025.

Berlampu agak sipit dan grill yang agak jenong, desain beberapa model Lincoln Town Car, Mercury Grand Marquis, atau Ford Crown Victoria yang bermata sipit dan ber-grill jenong seperti itu untuk era ’90an mungkin sudah tergolong ekstra ataupun berani, meski secara keseluruhan desain mobil masih terlihat konservatif namun lumayan kekinian untuk eranya pada saat itu – khas kendaraan Amerika. Rasanya demikian.

Melihat tampang mata sipit dan grill jenong dari beberapa model Lincoln Town Car, Mercury Grand Marwuis, atau Ford Crown Victoria; mendadak saya langsung teringat BMW Seri 7 G11/12 facelift yang matanya sipit dan grill-nya besar-pongah banget itu.

Nuansa desainnya jelas beda telak antara Lincoln Town Car, Mercury Grand Marquis, atau Ford Crown Victoria dengan BMW G11/12 facelift tersebut. Mereka lahir di generasi yang jauh berbeda.

Akan tetapi itu tadi, saya merasakan seperti ada persamaan sensasi pada kedua kendaraan ini, sesuai pada jamannya masing-masing.

Sayangnya, pada era ’90an saya kelar SD lanjut SMP – SMA dan belom ngeh tentang mobil apalagi tentang itu Mercury Grand Marquis, tentu saya enggak bisa merasakan nuansa kehadirannya seperti apa.

Beda dengan era internet broadband saat ini yang benar-benar membuang jarak dan sekat, mobil yang enggak ada di sini pun bisa kita rasakan feel kehadirannya sekalipun kita enggak menyentuhnya.

Ya meskipun tetap beda antara merasakan dengan melihat dan mendengar dengan menyentuhnya langsung.

Kenapa BMW bisa segitu “nekat” meluncurkan Seri 7 G11/12 facelift yang banyak dikomentari dengan beragam itu, karena saya yakin BMW menawarkan feel dengan sentuhan langsung yang pastinya bakal berbeda dengan hanya dilihat semata.

Dari semua BMW yang pernah saya coba, kekuatan paling terasanya adalah ketika kita merasakannya secara langsung dengan sentuhan: sentuhan badan pada jok, sentuhan tangan pada kemudi, dan sentuhan tapak kaki pada pedal gas. Plus rasaan panca indera pada aroma (baca: sensasi) interiornya, pada “kulit” bodinya, dan semua aspek lain pada si kendaraan. Mungkin seperti inilah semua model BMW dibuat, apapun itu tipe dan variannya: diperlukan feel dengan sentuhan langsung yang pastinya bakal berbeda dengan hanya dilihat semata.

Era 2000an dulu E65/66 dan E60 banyak dicibir karena desainnya yang mendobrak tatanan khas BMW kala itu yang konsisten konservatif. Pakdhe Chris Bangle kabarnya sampe didepak dari kepala desain BMW gara-gara kedua produk ini, padahal pastinya kan desainnya udah pasti disetujui oleh BOD – Board of Directors-nya BMW tho?

Alhasil Lik Adrian Von Hoydonk yang sebenarnya mendesain E65/66 – E60 yang kala itu fruit child-nya pakdhe Chris yang kemudian naik tahta jadi kelapa desain BMW dan mengembalikan F10 dan F01/02 kembali ke nuansa yang lebih konservatif meski grill-nya F01/02 juga aneh kayak gaban.

Namun saat ini, baik E65/66 apalagi E60 tampak begitu mempesona dan malah terlihat semakin/tambah mempesona. Bagaimana bisa para tukang rancang-bangun BMW membuatnya demikian?

ANDA-anda yang mungkin udah gedhe di era ’90an atau bahkan mungkin tinggal di Amerika kala eranya Mercury Grand Marquis generasi ketiga – keempat tersebut, mungkin bisa Anda berbagi gimana perasaan saat melihatnya. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

  • FHW Grand Manggis.
Ford Crown Victoria.
Ford Crown Victoria.
Ford Crown Victoria extended/LWB.