Hati-hati Naik Pahala Kencana

Sabtu, tanggal 8 Januari 2005
Assalamu’alaikum wr. wb.

Hari Sabtu sore, tanggal 8 Januari 2005, kami berdua sedang dalam perjalanan pulang menuju Kediri dengan menggunakan bus malam eksekutif Pahala Kencana dengan nomor tiket YY0410 A 6200168/9. Naik dari terminal Lebak Bulus, kami mendapati ada dua orang penumpang lain selain kami berdua.

Bus kemudian menuju terminal Rawamangun untuk menaikkan kembali penumpang. Kami kurang tahu persis berapa total jumlah penumpang saat itu, yang kami ingat, hanya sekitar tiga baris bangku terdepan yang terisi, itupun satu-dua kursi juga kosong.

Kami membawa barang berupa dua buah tas ransel, satu berisi pakaian dan satunya berisi laptop, serta sebuah tas tangan. Dengan penuh kepercayaan terhadap reputasi bus malam ini, kami beristirahat selama di perjalanan setelah seharian lelah beraktivitas.

Kami telah berkali-kali melakukan perjalanan malam menggunakan berbagai PO (perusahaan otobus) -keseringan kami adalah menggunakan sebuah PO langganan- dan terbiasa membawa laptop ke atas bus, karena selama sekian kali kami melakukan perjalanan kadang kami harus menyelesaikan pekerjaan untuk kami persiapkan keesokan harinya. Dan, selama itu sebenarnya aman-aman saja.

Tak kami sangka, perjalanan ini membawa musibah yang sangat menyedihkan kami berdua. Kala hendak turun di Kediri dan berkemas-kemas, kami baru sadar bahwa laptop, HP, dan sejumlah uang tunai kami telah raib.

Laptop berada di kompartemen utama ransel kami. Pada ransel yang sama, dari kompartemen depan juga amblas power charger warna putih, mice kecil warna biru merk Benq, dan sebuah kabel modem warna abu-abu, bukan orisinal bawaan laptop kami. Laptop kami bermerk Apple iBook, layar 14´ warna putih susu, dengan ciri khusus BILA DILIHAT DARI DEPAN MAKA BATERY MASIH SEDIKIT MENGANGA, TIDAK TERPASANG DENGAN SEMPURNA.

HP dan sejumlah uang berasal dari tas tangan kami.

Yang menjadi pikiran kami, tampaknya pelaku begitu profesional dalam menjalankan aksinya. Ransel tersebut berada di bagian bawah telapak kaki kami, yang cenderung berada di bawah bangku dengan kami (bangku kami berada di baris kedua). Sementara tas tangan berada di antara paha dan dinding bis, terjepit selama perjalanan berlangsung.

HP berada di dompet HP yang berada di dalam tas tangan tersebut. Uang berada di dompet uang bersama beberapa lembar puluhan ribu dan ribuan yang tak dicuri (pencuri hanya menggasak lembaran seratus ribuan kami). Dompet HP kami masih utuh tak sekalian dicuri.

Yang membuat kami marah besar dan merasa terhina adalah, laptop kami diganti sarung bantal bus berisi tiga botol air mineral sedang berisi cairan berwarna putih susu, kuning bening, dan kuning pekat (seperti minuman energi) yang mengeluarkan busa saat dikocok, serta segelas utuh air mineral.

Melihat kondisi yang ada, kami berkesimpulan bahwa pencuri melakukan aksinya secara leluasa. Tidak bisa dengan waktu yang sempit kala pencuri harus mengambil hanya lembaran seratus ribuan dari dompet uang

dan menyisakan nominal uang lainnya serta mengambil hanya HP dari dompetnya dan mengembalikan semua barang tersebut kembali seperti kondisi sebelumnya, dengan kondisi tas tangan tersebut masih terjepit di antara paha dan dinding bis dengan dompet uang dan dompet HP berada di dalamnya sebagaimana semula namun dengan isi yang telah hilang.

Juga entah bagaimana mereka bisa membongkar bantal bis (yang kami tak tahu dikemanakan busa bantalnya) kemudian mengisinya dengan tiga botol air mineral berisi cairan aneh (seperti air minuman energi), kemudian dengan leluasa mereka memeriksa seluruh isi ransel kami, dan hanya mengambil barang-barang yang benar-benar ¨bermanfaat¨ saja dan mengembalikan ransel itu persis pada kondisi sebelumnya.

Ada dua kemungkinan dalam hal ini. Pertama, kami memang benar-benar terlelap sehingga sampai tak sadar bila ada pencuri menggasak barang kami. Kedua, (para) pencuri itu menggunakan semacam ilmu metafisika (seperti hipnotis) sehingga kami membiarkan kejadian itu terjadi.

Bukannya kami membiarkan kejadian ini, akan tetapi sudahlah. Barang telah hilang. Yang membuat kami sedih, laptop tersebut bukanlah merupakan barang/benda kemewahan bagi kami. Alat tersebut merupakan alat kerja bagi kami untuk sekedar menyambung hidup. Kini alat tersebut telah hilang, yang menyebabkan perkerjaan kami berantakan.

Sebuah sepeda motor bisa jadi menjadi sebuah benda kemewahan untuk sebagian pihak. Namun bagi tukang ojek yang harus menghidupi anak-istri, sebuah sepeda motor adalah kehidupan mereka. Bila mana sepeda motor tersebut dicuri, sama artinya si pencuri telah menghancurkan kehidupan keluarga tukang ojek tersebut. Seperti sebuah motor bagi tukang ojek, demikianlah halnya laptop tersebut bagi kami.

Demi Allah, saya mengutuk keras pencurian tersebut!

Kejadian ini telah kami laporkan ke Polresta Kediri dengan nomor laporan: LP/11/I/2005/RestaKdr. Yang jelas kami tak bisa menuntut pihak perusahaan otobus Pahala Kencana karena dalam term dan agreement tertera bahwa semua kehilangan menjadi risiko penumpang. Hanya saja yang kami tak habis pikir, apakah para pencuri tersebut benar-benar beraksi tanpa melakukan gerakan apapun sehingga dari kaca spion internal, baik dari sopir maupun kenek, sama sekali tak terdeteksi adanya pergerakan penumpang yang mencurigakan? BAGAIMANA KALAU KEJADIANNYA BUKAN SEKEDAR PENCURIAN BARANG MELAINKAN LEBIH DARI ITU: PEMBAJAKAN, PENODONGAN, HINGGA PERKOSAAN/PELECEHAN PENUMPANG?

Yang sempat membuat kami bergidik setelah sadar adalah adanya kenyataan bahwa istri saya (Deasy) adalah penumpang perempuan satu-satunya di bus itu. Kami sedikit ¨bersyukur¨ sebab kami baru mengetahui kejadian tersebut saat kami turun. Tak terbayangkan bila seandainya kami memergoki langsung kejadian itu dan ternyata (para) pencuri telah mempersiapkan berbagai senjata tajam di tas yang mereka bawa, bukan tidak mungkin kami akan dilukai/dicederai dengan serius.

Bukan tidak mungkin hal tersebut terjadi, sebab sebagaimana kita ketahui, tak pernah ada pemeriksaan keamanan bagasi saat kita naik bus malam sebagaimana pesawat terbang. Juga tak ada blackbox, kamera pengawas, atau satuan keamanan sebagaimana Brimob di kereta api. Alhasil, bus malam tak ubahnya sebuah ajang kriminalitas yang menggiurkan bagi para pencuri. Bagaimana tidak, meskipun mereka harus berkorban tiket, peluang untuk mencari hasil yang lebih banyak guna menutupi biaya tiket tersebut begitu terbuka lebar karena setiap orang yang bepergian jauh hampir dapat dipastikan akan membawa barang-barang berharganya ke atas (di tas tangan, dll.). Jaman sekarang, minimal HP dan beberapa ratus ribu pasti terdapatkan.

Apalagi, di terminal yang isinya tak lebih dari para calo pemaksa penumpang, bromocorah yang tak pernah serius dibasmi oleh pihak kepolisian (karena polisinya sendiri bisa jadi malah melindungi para jambret/copet, dll.), kawanan perampok profesional ini meskipun bisa jadi wajahnya telah diketahui oleh kru/awak bus, bisa jadi mereka tetap dibiarkan melenggang merajalela.

Yang sempat sedikit terekam dalam ingatan kami, ada beberapa penumpang yang turun di Salatiga. Usai kejadian kami sempat bertanya ke ¨orang pintar¨ perihal kejadian tersebut. Dia mengatakan bahwa pencuri memang berasal dari golongan penumpang dan terjadi di wilayah sebelum Jawa Timur. Barang kami kini susah untuk diketemukan kecuali pihak bus bersedia untuk bertindak. Kepada pihak Pahala Kencana, tak usahlah kita menggunakan logika metafisis, dengan logika rasional kita saja sebenarnya sudah terurai benang merahnya: Anda hanya menaikkan penumpang dari agen dengan tujuan turun yang jelas. Dari tiket yang ada, (seharusnya) Anda pasti punya daftar nama dan alamat penumpang sesuai KTP/ID berlaku. So, di mana susahnya melacak semua penumpang Anda pada hari itu? Bila mana ada alasan bahwa tak ada peraturan yang menyatakan bahwa nama dan alamat penumpang yang tertera di karcis harus sesuai ID, Masya Allah, penumpang Anda ternyata tak ubahnya penumpang Kopaja dan Metromini yang benar-benar sama sekali tak dimanusiawikan.

Beberapa pekan kemudian kami kembali mengulang menggunakan PO Pahala Kencana untuk perjalanan yang sama, Lebak Bulus – Kediri. Bus juga melewati rute yang sama, ke Rawamangun dulu kemudian meneruskan perjalanannya hingga tujuan akhir. Ternyata, kali ini kejadian yang sama terulang lagi, namun bukan kepada kami. Di Solo, sekitar pukul dua dini hari, dua orang penumpang mengaku digeranyangi barang bawaannya oleh orang tak dikenal di daerah Salatiga.

Seorang ibu dan bapak tua yang duduk di bangku terdepan sebelah kiri mengaku terbangun karena seorang penumpang yang hendak turun sempat menggeranyangi tas di bawah kakinya. Posisi penumpang ia laporkan DUDUK DI TANGGA BIS, PERSIS DI SEBELAH SOPIR/DI TEMPAT KENEK. Untung si ibu mengetahui. Namun beliau tak berani berteriak.

Penumpang yang duduk di belakangnya, ia duduk sendirian di bangku deret kedua sebelah kiri, juga mengaku mendapat tamu tak diundang yang hendak mencuri HP yang ia letakkan di folder belakang bangku depannya. Untung ia juga terbangun hingga tak kehilangan HP-nya.

Yang sangat aneh pada kejadian ini, benarkah sopir atau kenek sampai tak tahu tentang kejadian yang terjadi persisi di sebelahnya? Sangat mengherankan.

Kepada khalayak umum, hati-hati bila ada yang menawarkan komputer tersebut kepada Anda. Selain ciri tentang tutup batery yang masih menganga/tidak dapat terpasang dengan sempurna tersebut di atas, informasi lain yang dapat kami sampaikan:

Laptop tersebut menggunakan sistem operasi Macintosh yang tidak lazim bagi kebanyakan komputer di Indonesia, BUKAN DAN TIDAK BISA DIINSTAL DENGAN SISTEM OPERASI WINDOWS sebagaimana kebanyakan komputer yang mungkin Anda kenal/yang ada di Indonesia. Semua aplikasi/software yang bisa diinstallkan juga berversi khusus Mac, tidak bisa diinstal software for Windows. Software tersebut sulit didapatkan di sembarang tempat, hanya bisa didapatkan di tempat khusus.

Tidak ada port/konektor eksternal display VGA, yaitu colokan untuk ke monitor VGA (monitor lazim untuk PC, baik tabung maupun LCD) yang berbentuk seperti jajaran genjang dengan pojok-pojok sisinya membulat dengan dua lubang screw di kiri-kanannya. Laptop tersebut hanya memiliki konektor eksternal mini-DVI display khusus hanya untuk monitor eksternal Apple. Konektor gandengan tersebut masih tersimpan pada kami.

Power charge TIDAK DISERTAI KABEL PERPANJANGAN YANG MENGANDUNG TIGA PIN COLOKAN. Power charge yang tercuri beserta konektor listrik dua pin berbentuk pipih. Pin tersebut dapat dicabut dan dapat ditancapi dengan sambungan kabelnya yang bercolokan tiga (seperti untuk listrik-listrik di luar negeri). Pin gandengan tersebut juga masih tersimpan pada kami.

Kabel modem orisinal Apple (saat ini kami masih menyimpannya berserta tas aslinya) berwarna putih dengan panjang sekitar 50 cm dengan konektor juga berwarna putih dan berbentuk khas, tidak sama dengan kabel modem lainnya.

TAS ASLI, MANUAL BOOK, ORIGINAL SOFTWARE, DAN PHERIPHERAL LAINNYA masih tersimpan pada kami. Barang tersebut tidak ikut tercuri karena memang tidak kami bawa. Apple-Mac kami tersebut diproduksi oleh Apple di pabrik Taiwan.

Bila mana Anda menjumpai barang dengan kondisi tersebut di atas, mohon untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib atau kepada kami.

BILAMANA ANDA DENGAN SADAR DAN SENGAJA MEMBELI BARANG YANG ANDA KETAHUI CURIAN TERSEBUT, DEMI ALLAH KAMI MENGUTUK PERBUATAN ANDA

Kejadian ini sejak lama telah kami laporkan kepada pihak PO Pahala Kencana. Pada hari yang sama kami sampai di Kediri, kami telah menyampaikan langsung kejadian ini kepada perwakilan (seperti yang dikatakan sopir bus) di Blitar. Oleh pihak “perwakilan” tersebut kami disarankan lapor ke Solo (pusat) atau Jakarta. Kami mengubungi Solo susah (kata sang perwakilan di Blitar sih kantornya lagi direnovasi). Kami menghubungi Jakarta, ada jawaban dari pejabat Pahala Kencana dan dikatakan terakhir hendak menemui kami (karena kami tak bisa memenuhi undangan bertemu mereka di kantor Kelapa Gading. Namun, semua itu hanya sekedar jawaban dan ternyata tak ada respon aktif (berusaha menemui kami, dll.) hingga lebih dari tiga bulan ini.

Bagi para calon penumpang, kami himbau untuk berhati-hati bila naik bus malam, khususnya Pahala Kencana. Jangan membeli tiket melalui calo, berikan nama dan alamat Anda sesuai KTP/ID berlaku kepada agen yang menjadi pilihan Anda sebagaimana bila kita membeli tiket pesawat terbang. Juga, JANGAN BERHARAP LAGI bahwa menggunakan bus malam berarti Anda bisa menikmati perjalanan dengan tenang: Anda bisa tidur nyenyak di kursi eksekutif yang lebih mewah dari kursi pesawat kelas ekonomi; Anda bisa menikmati hembusan AC yang lebih dingin dari Lembang atau Kota Batu pukul 4 sore; Anda bisa tenang, berkonsentrasi dan memusatkan pikiran, mengetik dengan laptop dan menuntaskan pekerjaan yang harus Anda presentasikan keesokan harinya; dll.

Bayangan bus malam adalah sebuah tempat yang nyaman untuk beraktivitas ataupun beristirahat sembari menikmati perjalanan telah sirna bagi kami berdua.

Suatu hari ada teman kami berkisah seperti ini: ¨Ada sebuah bus ekonomi (nama ada pada kami) yang memiliki trayek di Jawa Timur. Pada suatu hari, seorang penumpang kelupaan dan tertinggal bawaannya berupa sekantong apel hingga terbawa bus. Si penumpang melaporkan kejadian tersebut ke manajemen bus. Selang beberapa waktu, manajemen bus mengembalikan kembali apel yang hilang tersebut dan kru bus mendapat denda karena lalai memperingatkan penumpangnya.¨

Kepada seluruh perusahaan otobus penyelenggara jasa perjalanan, khususnya PO Pahala Kencana, tirulah kisah di atas. Jangan sampai reputasi dan nama baik yang telah dengan susah payah Anda bangun bertahun-tahun jadi hancur hanya karena terlalu memikirkan untung belaka dan tak mengabaikan keselamatan penumpang. Meskipun mungkin tak ada dalam peraturan: cantumkanlah nama dan alamat penumpang sesuai ID berlaku. Adakan pemeriksaan bagasi, dan depak agen-agen nakal. Berikan juga satuan pengamanan pada setiap perjalanan yang Anda selenggarakan.

Kepada para agen: tolong catat nama dan alamat penumpang sesuai ID. Jujur saja kami katakan, reputasi Anda tergantung pada pelayanan Anda. Anda, yang khususnya berada di terminal, jangan resahi calon penumpang yang hendak memberikan rizki pada Anda dengan ulah calo-calo Anda.

Kepada Polisi, kami tahu kehilangan yang kami derita masih tak seberapa dengan berbagai kasus besar lain yang sedan Anda tangani. Namun, sesuai dengan tugas Anda melayani kami yang membayar pajak ini, jangankan kasus perampokan.pencurian yang menimpa kami, kehilangan kucing pun bila itu dilaporkan kepada polisi, Anda tetap wajib menindaklajutinya. Jangan buat masyarakat semakin bosan karena kerja dan reputasi Anda yang begitu-begitu saja. Jangan patah semangat melayani kami. Ingat, kalian para Polisi adalah segolongan manusia yang (seharusnya) berada di jalan dan pihak yang benar. Usaha keras Anda, Insya Allah pasti didukung oleh-Nya. Nama baik dan restu dari masyarakat yang menghargai usaha keras Anda adalah perolehan terbesar bagi Anda semua yang sedang mengumpulkan bekal akhirat melalui jalan dengan menjadi/sebagai polisi.

Kepada para sopir dan kru/awak bus, sebenarnya pekerjaan Anda mulia karena Anda mengantarkan orang bepergian yang intinya adalah memudahkan urusan orang banyak. Jangan nodai kemuliaan tersebut dengan membiarkan masih berkeliarannya para pencuri yang mungkin telah Anda tengarai. Kami tahu, pekerjaan Anda sangat penuh dengan risiko: preman di tengah jalan, ancaman pembajakan, dll. sementara keluarga di rumah sedang berharap-harap cemas menanti kedatangan Anda dengan membawa gaji yang mungkin masih tak seberapa. Namun, jangan putus asa, keberanian Anda sebenarnya didukung penuh oleh semua masyarakat yang semakin muak oleh aksi para sampah masyarakat itu. Jangan takut dan jangan berkecil hati.

Kepada Menteri Perhubungan, maaf bila sekali lagi kami menambah beban kerja Anda. Bisa jadi, kejadian yang kami alami ini adalah puncak gunung es yang dialami masyarakat pengguna jasa perhubungan, baik darat (bus, kereta api, dll.), laut, maupun udara. Tolong berikan ketegasan kepada semua penyelenggara jasa angkutan untuk melayani keselamatan penumpang dengan baik. Tindak tegas mereka yang cuma mencari untung dengan mengorbankan keselamatan penumpang. Bila belum ada peraturannya, tolong segera keluarkan peraturan yang memaksa penyelenggara jasa perjalanan bus malam untuk mengadakan pemeriksaan bagasi dan pencatanan nama dan alamat penumpang sesuai ID berlaku di tiket. Bila peraturan tersebut telah ada, Anda harus bertanggung jawab karena selama bertahun-tahun kami menggunakan jasa perjalanan bus malam, tak pernah hal ini terlaksanakan. Bila Anda tak sanggup, lebih terhormat bila Anda mundur saja, masih banyak generasi berkompeten yang sanggup menggantikan Anda.

Kepada kawan-kawan pers, besar harapan kami (mungkin juga semua pengguna jasa transportasi, khususnya bus malam) kepada Anda untuk dapat memberikan ulasan tentang seluk-beluk kondisi layanan transportasi ini untuk mengetahui bagaimana kondisi yang sebenarnya. Turutlah mencegah timbulnya korban lebih banyak dengan liputan-liputan Anda.

Kepada kawan-kawan kaum penegak kebenaran dan asma Allah (PKS, FPI, dll.), bukan tidak mungkin memang para pelaku kriminal tersebut menggunakan ilmu-ilmu setan yang tersesat. Mohon tindak proaktif dari Anda untuk melawan dan menangkalnya. Kami sebagai salah satu bagian dari masyarakat, jujur saja, sebenarnya salut atas keberanian Anda membasmi berbagai sampah masyarakat (diskotek, kelab malam, dll.) yang hampir semuanya memang rata-rata menyajikan menu, baik makanan/minuman haram atau tontonan maksiat (seperti tari telanjang/berpakaian minim, dll.) yang masih berlindung nyaman di balik undang-undang. Meskipun bukan simpatisan/partisipan Anda, kami berdua secara pribadi mendukung sepenuhnya pergerakan Anda. Kini saatnya Anda melebarkan perlindungan Anda kepada masyarakat: basmi terus semua pengikut setan di muka bumi ini! But, jangan cuma pinter ngurusin Amerika, diskotek, atau kelab malam belaka. Para pengikut setan lain: rampok, jambret, preman terminal, dll. mohon hajar saja di tempat. Doa dan restu kami menyertai Anda yang bergerak di jalan yang benar. Kami sebagai warga masyarakat sudah jengah hanya dengan omong besar para aparat yang kadang justru membekingi mereka.

Kejadian serupa juga sering dialami penumpang kereta api. Kereta api eksekutif yang tak menaikkan penumpang di sembarang tempat ternyata juga menjadi area kerja para maling. Telah banyak kejadian laptop hilang dan tas mereka diisi bantak kereta.

Kejadian lain, seorang penumpang bus eksekutif Safari dari Lebak Bulus menuju Solo akhirnya dioper ke bus AC-Patas di Rawamangun.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Sekali lagi kami sampaikan bahwa kejadian yang kami alami tersebut kami pandang bukan sekedar peristiwa kehilangan barang, melainkan TELAH TERJADI ANCAMAN KEAMANAN, KESELAMATAN, DAN KENYAMANAN terhadap penumpang.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Freema H. Widiasena/Deasy Widiasena, Ny.

Kepada khalayak ramai, ada mailing-list untuk menyampaikan/bertukar informasi tentang pengalaman perjalanan kita, baik perjalanan darat, laut, atau udara di: [EMAIL PROTECTED]

Jadikan pengalaman berharga kita sebagai bahan pelajaran bagi semua pihak agar kejadian buruk yang telah kita alami tak terulang lagi pada orang lain. Mau lapor pemerintah? Susah, gak ada responnya.*

—————————————
Ada tanggapan dari teman:

From: “adang” <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue Apr 19, 2005 9:37 pm
Subject: Re: [alumnismada] Hati-hati naik Pahala Kencana
[EMAIL PROTECTED]

Hati-hati Naik Bus Pahala Kencana
====================================
Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya turut prihatin juga dengan apa yang anda alami, mudah2an anda senantiasa diberi kesabaran. Pengalaman saya yg sudah hampir 2 tahun ini saya menggunakan jasa bis Pahala Kencana, tiap kali pulang ke Ponorogo 2 minggu sekali, sering kejadian semacam itu saya alami, dan bahkan sudah 3 kali saya menangkap basah mereka saat menggerayangi tas saya untungnya tdk ada barang berharga yg sempat diambil dr tas saya. Yang bisa saya lakukan saat itu hanya mencaci-maki dan mengingatkan penumpang lain agar memeriksa tas masing2 serta menggertak mereka,” Saya akan ingat wajah anda dan ingat jg wajah saya 2 minggu sekali saya naik bis ini” soalnya mereka berdua bahkan bertiga. Sampai akhirnya, saya jg hampir hafal mana type penumpang yg baik dan type yg perlu diwaspadai.

Terakhir kejadian itu saya alami awal bulan januari ‘ 05 , biasanya ketika bis berhenti di rumah makan, bis itu pintunya tidak terkunci (mungkin bis lain spt. harapan jaya penumpang hrs turun dan pintu dikunci), sedang kru bis jg lagi istirahat dan makan kondisi itu dimanfaatkan oleh para ninja untuk memeriksa tas yg mungkin ada barang berharga yg bisa di ambil saat tengah malam kita tertidur. Mereka akan turun tengah malam juga sekitar pukul 2 ~3 setelah mendapat apa yg mereka cari di daerah semarang, boyolali atau salatiga pokoknya sebelum solo.

Maaf bukan cuma bis Pahala kencana saja, tapi Lorena jg hampir sama. Tgl 14 januari ‘ 05 saya coba naik Lorena dgn no tiket 02-LE 905510 kejadian diatas saya alami lagi. Saya sempat ngobrol dgn kru bis, kata mereka,” Misalkan tadi barang mas ada yang hilang atau mereka memukul mas saya jg nggak akan segan2 bantuin mas bawa ke polisi atau ikut berantem sekalian, makanya tadi lampunya saya hidupkan biar penumpang yang lain bangun jg, soalnya kalau ada barang hilang biasanya kru bis jg ukut dicurigai di sangka ada main dgn mereka. Jangankan anda yg penumpang, kru bis saja HP-nya jg ada yg hilang mas, sebenarnya kami jg sudah tahu mana penumpang yg baik dan yg perlu diwaspadai tapi kami tak bisa berbuat apa2 karena mereka jg punya tiket resmi yg dibeli dr agen. Kami juga nggak bisa menghafal semua barang bawaan penumpang mas, jd barang hilang atau rusak ya resiko sendiri.

Jaringan mereka itu cukup rapi dan terorganisasi, misalkan sekarang ditangkap besok mereka sudah bisa keluar karena teman2 mereka akan menebus mereka berapapun harganya. Agar perjalanan bis aman biasanya pengusaha bis membayar uang keamanan kepada bos2 ninja itu atau aparat yg disegani dikalangan mereka. Contohnya di bis harapan jaya saya beberapa kali sebangku dgn seorang pensiunan tentara yg ditugasi untuk mengawal bis itu sampai semarang, biasanya orang tsb memakai topi baret dan jaket tentara kalau kebetulan anda naik ada orang tsb anda akan bisa tidur lebih nyenyak karena dijamin aman.

Tips naik bis malam eksekutif yg biasa saya lakukan:

  1. Berdo’a agar selamat dlm perjalanan & bebas dr kejahatan apalagi yg ada unsur metafisikanya.
  2. Meletakkan barang bawaan ditempat yg mudah dilihat dan diawasi.
  3. Barang berharga selalu tidak jauh dr tubuh kita atau dibawa saja.
  4. Jangan tidur terlalu nyenyak tidur jika sdh sampai tujuan saja, waspada thd fenomena yg terjadi jk sudah tengah malam terutama penumpang yg lg turun.
  5. Waspada thd penumpang yg berkelompok duduk dibangku agak belakang, berpenampilan sok eksekutif, dan selalu ber-sms atau telp saat perjalanan.
  6. Menghafal wajah penumpang dgn agak sering ke toilet atau menoleh ke penumpang bagian belakang.
  7. Semakin sering anda ketoilet atau smoking area pada tengah malam akan semakain menghambat aksi mereka.
  8. Sarankan kpd kru bis sblm berangkat untuk memberikan beberapa kata kpd para penumpang agar hati2 thd barang bawaan, ini yg agak sulit biasanya mereka nggak berani karena ada yg pernah diteror oleh para ninja tsb, kalau sudah begitu kita sendiri yg harus ngomong biar sama2 bisa tidur nyenyak.

Mungkin beberapa pengalaman dan kejadian ini yang bisa saya sharing, agar kita lebih waspada, jangan terlalu banyak berharap kejadian yang meresahkan ini cepat dpt ditanggulangi, kita sendiri yang hrs lebih waspada dan hati2 lakukanlah semampu kita. Besok kamis 21-04-05 spt biasa saya akan naik bis Pahala Kencana lagi menuju Ponorogo jam 4 sore dr rawamangun dan bagi rekan2 yg akan mudik dgn jasa bis malam apapun namanya mudah2an senantiasa waspada dan hati2.

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Adang Fis-2 ‘94

—–

Rhadityo Bhaskoro Arbarim
23 August 2012 00:33:25

assalamualaikum

saya juga pernah mengalami kejadian seperti Bapak. kejadiannya akhir Desember 2011 sebelum hari Natal (saya lupa tanggal pastinya). kebetulan bus yang saya naiki juga sama dengan Bapak tetapi dengan jurusan Bandung-Jogja.

waktu itu bus tidak seberapa penuh, banyak kursi kosong termasuk kursi sebelah saya. seperti biasa bus berangkat dari terminal cicaheum, Bandung jam 7 malam. jalan keluar Bandung sedikit macet seperti biasa. yang aneh adalah bus sempat lewat jatinangor ke arah cirebon.

awalnya saya pikir bus ganti lewat jalur utara karena cukup lama saya tidak naik bus tersebut semenjak lebaran 2011. rute bus seharusnya bandung-cileunyi-nagreg-limbangan-dst.

saya tidak merasa aneh waktu itu.

akan tetapi bus kemudian belok kanan di depan gerbang UNPAD jatinangor kembali ke arah cileunyi. dan saya ingat betul di jalan kembali ke cileunyi, bus berhenti di pinggir jalan yang notabene bukan agen resmi.

dua orang pria naik dan duduk di kursi seberang kiri saya (saya dan dua orang tersebut berada di baris yang sama, hanya terpisah gang).

sampai rumah makan di Tasik saya masih terjaga, tidak ada yang aneh sama sekali. saya pun makan malam, sholat, dll.

usai makan malam bus melanjutkan perjalanan. entah kenapa saya tidur sangat lelap. biasanya saya sering tiba-tiba bangun kalau tidur dalam perjalanan.

saya bangun sekitar jam setengah tiga pagi. bus sudah sampai kebumen dan saya lihat dua pria di seberang saya sudah tidak di kursinya.

jam setengah 5 pagi saya samapai magelang, tempat tujuan saya. dan malangnya, notebook saya hilang.

notebook ada di ransel yang saya bawa ke kabin penumpang, saya sedikit bersyukur hanya notebook yang dicuri. bayangkan saja waktu itu saya bawa uang cash rupiah dan ringgit malaysia dalam jumlah cukup banyak, paspor, dompet berisi KTM, KTP ,SIM, dan surat2 berharga lain. si pencuri pun tidak membawa charger notebook tersebut.

siangnya saya laporkan ke agen di terminal magelang, jawabannya jelas: resiko ditanggung penumpang.

seperti Bapak katakan di atas, ini bukan sekedar masalah nominal. ini masalah hidup. layaknya tukang ojek dengan motornya, begitu pula notebook tersebut dengan saya seorang mahasiswa.

hari keberangkatan saya adalah hari terakhir masa kuliah dan ujian semester ganjil, siangnya saya sempat revisi dan mengumpulkan tugas besar. walaupun tidak sempat back-up file, saya kembali bersyukur karena semua urusan akademis saya di notebook tersebut sudah selesai. bayangkan apabila kejadian ini menimpa saya sehari lebih cepat.

sudah saya ikhlaskan kejadian ini. biarlah Allah yang membalas.

—–

UPDATE: Posting lama, buat warning aja karena sampe sekarang kejadian serupa masih banyak terjadi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s