Triptonic Tiptronic Steptronic Manumatic


Bahkan, penggemar/pengguna biem pun masih buuuanyakkk yg menuliskan steptronic dengan tiptronic. Lebih parahnya lagi, juauhhh lebih buuuanyakkk lagi yg salah menulis dan menulis salah tiptronic dengan triptonic. Googling aja triptonic, maka google akan menyarankan yg benar dg tiptronic.

Udah steptronic salah jadi tiptronic, udah gitu diperparah lagi malah jadi triptonic.

Masih lebih parah lagi, kejadian ini udah berlangsung lama, udah berkali-kali dibahas, eh masih terus aja berulang-ulang ini kesalahan yg sama.

Dan bahkan mungkin sangat suuuedikittt yg ngerti bahasa generiknya: manumatic.

Tuduhan subyektif saya, yg mempopulerkan, melestarikan, dan melanggengkan kesalahan ini adalah para pedagang umum yg lagi jualan biem. Yakni para pedagang sok tau yg mana kelakuan mereka justru kita amini dengan sikap jarang memverifikasi ulang setiap informasi yg masuk ke kita.

Cek aja di setiap post, komen, atau trit di fesbuk; atau lapak dagangan di jual-beli online, berapa yg menuliskan steptronic dan berapa yg menuliskan tiptronic, sori “triptonic”, untuk BMW.

Ternyata “kecanggihan” pengguna BMW belom tentu secanggih mobilnya.

– Freematronic

Advertisements

Kangen BUCKS

Kangen saya sama rekan-rekan BUCKS. Genk awal yg saya kenal pada skup luas pertama kali ya BUCKS ini. Entah taon kapan itu saya meregisterkan diri via email ke BUCKS, dan akhirnya saya masuk list warga bimmer underground ini. Yg jelas, BUCKS kemarin barusan ultah ke-9 saat si Badak Biru udah 8 taon bersama kami.

Orang-orang di dalamnya pada sangat sepintas yg saya kenal, sama aja kayak genk-genk bimmer lain. Ada yg brengsek sampe temen-temennya sendiri jadi malu, ada yg dedikasi dan loyalitasnya luar biasa. Mengabdikan diri ke komunitas nyaris setara mengabdikan diri pada agama, bangsa, dan keluarga.

Dan ini mirip juga dengan kalangan genk-genk bimmer lain;

  • ada yg omongannya (angkawi)kelas berat mlulu: velg mahal, ganti biem, biem ceper, biem kenceng, biem kinclong;
  • ada punya yg karakter kere eh sori, kiri hore persis kayak saya.

Tapi ada satu hal dominan sejauh sekian taon saya (merasa)tergabung jadi warga underground BUCKS selama ini: meski buanyakkk yg guyon “internal sendiri”, yakni guyonan yg susah diikuti atau dimengerti oleh orang lain di luar kalangan; tapi omongan mereka tentang teknis per-bieman itu terasa sangat dominan. Poin ini yg saya sangat suka dengan BUCKS.

Sederhana kata, mayoritas yg saya dapati bukan sekedar: rusak – bawa bengkel, kelar. Masih ada bahasan kalo rusak kayak gini tuh kenapa dan banyak yg ikutan mengupasnya.

Sampai pada suatu malam era akhir 2013 atau awal 2014 mungkin, saya udah lupa waktunya, saya ngobrol dengan beberapa dedengkot BUCKS pas saya lagi di Jakarta: bahwa saya dan rekan-rekan Kedirian ingin membentuk chapter dan bergabung dengan BMWCCI. Tentu secara refleks mereka nanyak, “Kenapa ndhak membesarkan BUCKS saja di sana/di Kediri dan sekitarnya sini?”

Saya perlu waktu setengah malam untuk menjelaskan tentang pilihan kawan-kawan saya di kampung halaman sini.

Pertama, warga Kedirian itu bisa dikata blank total tentang BMW. Sampai hari ini empat taon umur Kediri Chapter, omongannya kalo kopdar ya cuman senang-senang melepas penat pekerjaan saja. Saya rasa cukup minoritas bahasan-bahasan belajar teknis tentang perbieman, meskipun bahasan ini tetap ada dan bukan berarti hilang sama sekali.

Dalam hal seperti ini, kalo Kedirian tidak saya bawa ke klub resmi BMWCCI dan malah seperti pilihan awalnya: jadi klub lokalan saja (bahkan juga bukan BUCKS yg skupnya nasional), maka mau jadi apa Kedirian ntar? Mau jadi paguyuban ngopi?

Temen-temen Blitarian Bimmer, komunitas lokal dimana saya juga tergabung dalam paguyuban ini pun bisa ngeh teknisnya biem karena kebetulan ada lik Abi aja yg sangat paham biem. Tanpa ada manusia yg satu ini, niscaya mereka bakal cuman jadi paguyuban biem terlantar yg mungkin bakal terlunta-lunta miara biemnya.

Dan semoga semakin besok warga Kediri Chapter benar-benar menjadi bimmerfan yg memahami biem, setidaknya biemnya sendiri-sendiri masing-masing. Tinggal pengurus dan warga punya semangat untuk bersama-sama menuju arah ini atau ndhak. Pun dengan rekan-rekan Blitarian, mumpung ada ilmu yg bisa diserap, ayo seraplah sebanyak-banyaknya buat bekal miara biem dengan baik dan benar (serta murah).

Beda ama BUCKS. Mereka-mereka yg melahirkan BUCKS karena sebelumnya udah punya kemaniakan terhadap BMW. Mereka sangat mengenali biemnya, dan cinta mati ama biem, meskipun hariannya pakai mobil Jepangan sejuta umat. πŸ˜€

Alhasil, ketika BUCKS mereka ciptakan, dasar kemaniakan terhadap biem inilah yg jadi kultur besar mereka. So, bagi BUCKS, bisa dimaklumi kalo ber-sistem atau mengsistemkan diri itu justru mungkin malah akan menghambat soliditas komunitas ini.

Jadi itulah kenapa saya memilih menolak ide lik Ardian “Boeng” Satriyadi dkk. yg awalnya pinginnya menjadikan Kedirian ini sebagai klub lokalan independen saja dan setengah malam itu juga di Kediri saya mati-matian meyakinkan ke kawan-kawan Kedirian agar kami bergabung ke BMWCCI, sebuah organisasi dg sistem, agar ada pegangan sistemik yg bisa menjadi arah langkah kumpulan ini.

Agar ayam-ayam tanpa indukan ini punya satu pegangan arah untuk melangkah.

Kedua, lainnya itu di (setengah) malam itu di Jakarta, saya mengulangi janji pada internal temen-temen Kedirian ke temen-temen BUCKS: bahwa Kedirian akan menjadi chapter yg taat regulasi tapi sekaligus tidak akan pernah menghilangkan nilai keguyuban dan kecairannya pada siapa saja untuk selamanya! Sebagaimana guyub dan cair pada siapa saja inilah semangat awal mula terkumpulnya Kedirian.

Bagi saya pribadi, mengajak rekan-rekan Kedirian menjadi chapter BMWCCI bukan berarti saya bakal meninggalkan BUCKS, yg mana inilah salah satu dimana sumber wawasan perbieman saya berasal. Dengan tetap menjadi BUCKSer sekaligus warga Kediri Chapter, maka saya akan (ingin) menjadi pribadi yg lebih luas lagi berpandangan, berteman, berwawasan, dan berpola pikir; menambah teman-teman baru, menambah pergaulan baru, tanpa harus mengubah gaya hidup(baru) sedikitpun. Ini harapan saya pribadi.

Alhamdulillah temen-temen bisa memahami.

2011 kami pertama kali ikut turing bersama temen-temen Blitarian (kala itu masih bernama Tuner) ke Pantai Prigi, Trenggalek. 2012 kami dan temen-temen Madiunan ikut hadir pada acara pengukuhan BMWCCI Malang Chapter.

2012 juga ada kopdar pertama temen-temen Madiun, Kediri, Blitar, Malang di Simpang Lima Gumul, Kediri yg dihadiri oleh Lik Catur.

2013 kami ikutan turing dari Jakarta bersama temen-temen BUCKS dateng ke ID Bimmerfest, Yogya.

2014 BMWCCI Kediri Chapter terbentuk. 2015 ikutan liat ID Bimmerfest di Jakarta.

Puncaknya sejauh ini, Februari 2017 kemarin saya berkesempatan hadir di syukuran ultah Amazin9 BUCKS di Bawen, Jawa Tengah. Kembali bertemu, berkumpul, dan bercengkrama dengan para dedengkot BUCKS serta rekan-rekan lainnya yg sedikitpun ndhak pernah luntur keguyuban dan keakrabannya yg terasa begitu cair.

SEDIKIT flashback, era 2010-an Kedirian sudah berteman sangat akrab dengan temen-temen Madiunan. Era 2011, Kediri+Madiun pernah mengajukan diri jadi chapter BMWCCI dengan nama chapter Mataraman. Dan tentu saja usulan nama ini ditolak.

Akhirnya ide tersebut kami pending. Dan nama itu sempat diteruskan juga jadi nama angkringan-online ini, yg semangatnya angkringan-online adalah menyatukan beragam asal-usul menjadi satu kebersamaan tanpa sekat dan batas, borderless friendship, unlimited silaturahmi

Belakangan, kini Kediri dan Madiun masing-masing udah jadi chapter BMWCCI.

Karena dari awalnya semangat Kedirian ini adalah borderless friendship & unlimited silaturahmi, maka inilah kenapa macam saya pribadi jadi sangat enjoy berteman dengan siapa saja, mengenal siapa saja, dan duduk bergabung dengan rekan-rekan dari bendera mana saja.

Saya dengan bangga bisa menyebut diri saya sebagai warga Kediri Chapter, warga BUCKS, atau warga Blitarian Bimmer. Termasuk warga-online di angkringan-online tercinta ini.

Dan manusia macam Lik Sugik, bimmer independen paling independen seindonesia itu dengan santainya juga bisa cangkrukan dengan Ki Lurah Kedirian Risky Mujiono​​ atau rekan-rekan dari BMWCCI Malang Chapter. Cair sekali.

Manusia macam Lik Catur di sini, mbah dan manusia yg kita sesepuhkan untuk jadi pengayom kita semua di angkringan-online ini pun juga adalah sesosok manusia merdeka & independen yg kebimmerannya bisa dibilang “bebas agama”. Lik Catur adalah manusia yg bisa dimiliki oleh semuanya tanpa terkecuali, bukan manusia yg mengibarkan satu bendera bimmer tertentu. Kecuali urusan rumah tangga, maka doi cuman milik keluarganya semata.

Atau juga Cak Rizal, doi adalah bimmerfan yg juga telah “bebas agama”. Saat ini, loyalitas kebiemannya hanyalah pada guru Semar Lik Sugik semata. Eh… πŸ˜€

Dan inilah angkringan-online ini kemudian memutuskan tetap jadi angkringan-online belaka. Angkringan-online Bimmerfan Mataraman ini bukanlah klub atau komunitas. Namun demikian kita punya kepala pemerintahan virtual di sini, yakni lae camat-online Naulinet yg bercokol di Padangsidimpuan saja.

Cair, akrab, guyub, bebas sekat. Semuanya indah sekali bukan?

So kalo ada member klub manapun yg ndhak bisa loyal ke klub/komunitasnyanya atau sekaligus menolak untuk cair dengan bimmerfan siapapun dari manapun, menurut saya ini adalah tipikal bimmerfan alay.

– Freema HW,
kangen BUCKS.

Rawon Eh Pecel Eh Mobil Setan

Habis Dodge Challenger Hellcat, muncul lagi varian paling gaharnya: Dodge Challenger SRT(c) Demon.

Korona di mata (baca: dual-headlamp) Dodge Challenger ini mengingatkan Anda pada sesuatu? Yup, mirip BMW Angel Eyes yg kondnag itu. πŸ˜€ Cuman kalo itu orang Eropa pake nama malaikat (BMW Angel Eyes), itu orang Amerika pake nama setan (Hellcat, Demon).

Ini umpama kalo dari Indonesia, mustinya nama-nama kayak gini mustahil dipakai resmi sama pabrikan.

Bayangkan kalo ada Toyota FT86 Demit; Lexus IS300 Setan Edition; Nissan Patrol V8 Gendruwo Limited; Suzuki Every Pocong Cekli – Urban Style Lincah; Daihatsu Tuyul Pickup – Jagoan Cari Duit; Nissan Kuntilanak – Lovely Family Van; apa ndhak gimana gitu kalo sama empunya dibawa jumatan ke masjid? πŸ˜€

Tapi ndhak ah, dari Eropa juga banyak nama setan: Lamborghini Diablo (devil); The Red Devil; Rolls-Royce Ghost; dll tambahkan dong…

Mirip varian pecel sama rawon era kekinian ya?

– Freema HW

Segera Hapuskan Premium & Solar!

Pertamina mengklaim bahwa minat masyarakat terhadap Premium turun. Well, saya ndhak bermaksud membela atau menghujat Pertamina sama sekali. Tapi pada kenyataannya, kalo kita mau ngitung secara cermat dan teliti, pake Premium itu justru break-down-nya mahal, khususon buat kendaraan yang sudah lumayan modern: kompresi tinggi, injeksi tekanan tinggi, dan sebagainya.

Apalagi era sekarang ini, rata-rata kubikasi mesin tinggal setengahnya untuk mencapai tenaga yang sama dengan mesin-mesin era satu-dua apalagi tiga dasawarsa kemarin.

Apalagi denger-denger, BBM dengan oktan setara Premium itu udah lenyap di muka bumi ini, konon tinggal segelintir-dua gelintir negara yang masih pakai.

SEJAK sekian tahun lama, sejak jaman SBY, saya mencermati banyak penggemar otomotif ini malah berharap Premium dan Solar dihapus, agar ada unsur keterpaksaan bagi pengendara untuk membeli BBM dg oktan lebih tinggi, yang memang harganya kerasa lebih mahal namun pada kenyataannya break-down-nya lebih murah.

Kalo masih ada yang beralasan premium masih dibutuhkan oleh rakyat miskin bla bla bla, ya gimanalah caranya mereka dikasih uang mentah aja ketimbang membakar Premium/Solar yang bikin emisi sangat tinggi di jalanan dan mesin-mesin mereka malah mahal biaya perawatannya.

Atau yang paling bagus lagi, mereka diberdayakan secara intensif sehingga tidak lagi terus terjebak pada -maaf- mentalitas miskin yang harus disuapi subsidi individual secara langsung. Karena subsidi itu masih diperlukan untuk kebutuhan komunal.

Well, di mata saya yang juga sering ndhak pegang uang ini, ndhak punya duit itu keadaan. Namun (merasa) miskin itu adalah mentalitas. Bangsa ini akan susah maju kalo mentalitas (merasa) miskin ini terus dipeli hara, entah oleh siapapun untuk tujuan apapun.

Tapi inget lho, menolak (mentalitas) miskin bukan berarti (harus berkelakuan) sok kaya! Jelas koq ini bedanya!

***

Sekarang malah bagusan Pertamina ngeluarkan Pertamax Turbo. Ini jenis BBM yg paling dicari oleh kalangan otomotif. Harganya Pertamax Turbo itu mahal banget lho, tapi bikin mesin lebih optimal tingkat kerusakan/keausannya bisa dibilang lebih rendah, dan optimasi tenaga mesinnya tercapai.

Kalo kita perhatikan era sekarang ini, rata-rata kubikasi mesin tinggal setengahnya untuk mencapai tenaga yang sama dengan mesin-mesin era satu-dua apalagi tiga dasawarsa kemarin.

Jatuh-jatuhnhya: semua akan kerasa malah relatif lebih murah.

Jadi jangan dianggap mereka yang beli BBM oktan tinggi itu orang kaya yang enteng menghamburkan uang. Buktinya, BBM oktan tinggi dibeli oleh mereka-mereka justru untuk berhemat secara ekonomis: yakni agar biaya perawatan kendaraan sesuai dengan jangkanya, bukan lebih cepat ketimbang jangkanya.

Apalagi sekarang udah masuk era mobil listrik. Masih banyak kontroversi, yang saya lebih membacanya sebagai tantangan ketimbang kontroversi. Antara lain anggapan bahwa mobil listrik itu hanya memindah energi fosil ke sentra pembangkit listrik alih-alih mereduksi apalagi menghilangkannya; plus masih belum layaknya mobil listrik untuk mengganti mobil berbahan bakar fosil/minyak, terutama dari sisi jarak tempuh dan kecepatan recharging.

Tapi liat saja nanti, cepat atau lambat niscaya mobil listrik akan serupa mobil berbahan bakar fosil/minyak: jarak tempuhnya panjang dan baterenya bisa di-charge dengan cepat, atau semacam di-replace gitu dengan batere penuh daya tatkala yang nempel di mobil sudah (mulai) habis. Dan sentra pembangkit listrik pun mungkin juga akan berganti ke teknologi yang lebih ramah lingkungan, entah dengan sel surya yang makin murah atau bentuk lain.

Industri akan segera menciptakannya, karena mereka memang juga perlu barang baru sebagai sarana investasi baru untuk menciptakan keuntungan/profit baru yang terus-menerus dan tak pernah putus.

Dan saya cuman asyik jadi penonton saja ketimbang ikutan terjun di dalamnya untuk menimbun kapital dengan wahana perubahan ini.

***

MASIH berangggapan Premium/Solar untuk menyelamatkan orang miskin dan BBM oktan tinggi itu hanya sanggup dibeli oleh orang kaya-raya yang serba kelebihan duit?

Itu sudah bukan lagi teori basi, melainkan emang kenyataan basi. Mudah-mudahan demikian.

Dan jangan dikira kalo saya sanggup posting demikian ini artinya saya enteng banget beli bensin. Sebaliknya, ini malah matii-matian bermotor demi menghindari mbensini mobil terus-terusan. Ngerti po ra?

– Freema Bapakne Rahman
V8

Lebar Velg, Velg Kaleng

Sejak 2014 kemarin velg Si Badak Biru kami ganti pake velg kaleng. Dari bawaan aslinya Rim 15″ kami ganti dengan velg kaleng Rim 17″. Lebih keren?

Saya ndhak nyari kerennya. Saya murni nyari fungsinya. Sengaja saya ganti kaleng, kalo kena aspal berlobang lagi, bisa langsung digetok di pinggir jalan. Kalo pake velg alloy bawaannya atau velg lain yg serupa, musti dibawa ke tukang speialis repair velg. Biasanya velg bakal dipanasi dulu trus dikenteng pelan-pelan atau di-press pake mesin.

Sekian tahun menjalani waktu bersama si Badak Biru, sampe bosen dapet peyang di velg gara-gara kejedat lobang tajam di aspal, biasanya pas jalan AKAP, di kawasan Pantura gitu.

Kalo pake velg kaleng, peyang kena lobang parah di jalanan tinggal bawa minggir dan getok aja di tukang ban terdekat.

Ini kaleng yg kami dapet, kalo ndhak salah punyanya Hyundai Santa-Fe ato Tucson gitu yg generasi lawas. Saya pasang pake adapter 2 cm. Tapi tenang, asal adapternya bener, lari kenceng juga aman. Itu yg turun Nyentul, adapternya malah sampe 3 cm, larinya kaya halilintar semua itu.

***

Velg kaleng rata-rata lebar velgnya umum aja. Beda sama velg aslinya BMW, meski Rim 15″, lebar velgnya 7″ dan ban standarnya bertapak 205, atau tepatnya 205/65-15.

Di mobil lain velg Rim 15″ lebar velgnya palingan 6,5″ dengan tapak ban paling 195, atau tepatnya biasanya 195/65-15.

Selisih lebar tapaknya mungkin cuman 10 mm, tapi harga di paarannya sudah beda seratus-dua ratus ribu pada merk/varian murmer yg sama. Kalikan empat ban aja biar kerasa perbedaan harganya. 😦

Jadi biar ukuran Rim kecil, velg standar BMW masih pantes-pantes aja diliat, karena tapaknya yg lebih lebar itu tadi. πŸ˜€ Plus harganya yg berbeda itu tadi. 😦

Lha begitu saya kasih kaleng yg lebarnya standar, makanya jadi ndhak enak kalo cuman saya kasih Rim 16″. Dulu sebelom dapet yg Rim 17″ ini sempat saya pasangi kaleng RIM 16″ dengan lebar 6″ atau 6,5″ gitu kalo ndhak salah, lupa saya, dan males liat lagi di balik velgnya. πŸ˜€

Malah lebih bagusan bawaannya yg Rim 15″ dilihatnya ketimbang kaleng Rim 16″, karena setelah saya amati: beda di lebarnya itu tadi.

SETELAHNYA saya telateni hunting kaleng Rim 17″. Entah berapa lama saya nyanggong di forum online. Sekian bulan kayaknya, saya lupa, udah tiga tahun silam juga. Dapetnya dari Jakarta, COD pas saya ke sana.

Keren? Meskipun besarnya Rim 17″, ternyata lebar velgnya sama kayak velg Rim 15″ bawaan BMW: sama-sama 7″! Hiks…. 😦

Yaaakh paling ndhak lumayan bisa dilihat mata lah ketimbang yg lebar 6,5″ apalagi yg cuman 6″ buat ukuran Badak. πŸ˜€

***

Tapi ternyata, ada mobil rekan yg dikasih kaleng Rim 15″ tapi lebarnya di-double, jadi 8″ atau 9″ gitu lebarnya, ternyata juga ciamik banget.

Cuman ndhak tau tuh, berapa duit buat beli ban-nya, yg tentunya tapaknya lebar banget. Seperti kita ketahui, semakin lebar tapak ban apalagi semakin tipis profilnya, harganya semakin melejit!

Maka kesimpulan saya, kadang cakepnya velg itu bukan karena gedhenya rim-nya belaka, melainkan juga dibanding dengan proporsi lebarnya. Bukan makin besar Rim-nya yg makin keren, tapi kalo saya liat-liat: makin lebar velg-nya itu yg bikin tambah makin keren!

Dan rata-rata velg bawaan BMW lebarya melebihi rata-rata velg pada umumnya.

Maklum, dia musti dikasih ban dengan tapak lebih lebar dari kebanyakan mobil lainnya, untuk menampung tenaga mesin & traksi-nya, agar bisa enak di-kickdown dan ndhak ngepot ke sana kemari bokongnya. Mungkin demikian. πŸ˜€

Mohon dikoreksi kalo saya ada salah pendapat, data, dan fakta.

– Freema HW
tapak lebar.

Bengkel Khusus Kaki-Kaki

Untuk menyiasati masalah (khusus) kaki-kaki, kalo kita blank sama sekali, pasrahkan aja ke bengkel spesialis kaki-kaki; yg kalo di Jakarta macam Jantra atau Lili.

Saya sih lebih suka ke Lili. Ndhak tau kenapa. Kayaknya siy ongkos kerjanya sedikit lebih murah ketimbang Jantra, tapi saya ndhak pernah membandingkan langsung, cuman perasaan aja πŸ˜€ Cuman ndhak tau aja, saya koq lebih sreg ke Lili sejauh ini. Hasil kerjanya: Audi kami yg udah 5 tahun di tangan, dua kali kami pasrahkan ke Lili.

Yg pertama ganti total kaki-kaki. Yg kedua repair sepasang shock dan sebiji bushing doang, yg jebol karena kejedhog parah di Pantura.

Dulu pertama kali ngangkat juga kami rekondisikan total kaki-kaki. Dikerjakan oleh mekanik di pusat onderdil, parts belanja sendiri. Jatuhnya rasanya sama aja siy dengan masrahkan ke bengkel spesialis kaki-kaki. Cuman kalo macam di Jantra atau Lili, mereka ngasih garansi setahun. Kalo beli parts sendiri dan dikerjakan oleh mekanik spesialis kaki-kaki, ndhak ada gransinya. Entah kepake atau ndhak itu garansi, at least bikin ati ayem aja siy…

Lili ada di Haji Nawi atau BSD. Kalo Jantra malah ada di beberapa kota di seantero Jawa. Di kota kecil Kediri sini Jantra juga ada. Tapi rasanya bukan karena pasarnya, melainkan karena empunya Jantra berasal dari Kediri sini, tepatnya Tunglur/Badas, Pare.

Se-blank apapun kita ama kaki-kaki, mereka -baik Jantra maupun Lili- 99,999999% fair ngasih advisnya & ngerjakannya, pun ongkosannya. Kalo toh kerasanya mahal, karena memang habisnya ya segitu.

Maklum, kadang menyelesaikan masalah di kaki-kaki itu musti komprehensif. Maksudnya, pada case tertentu, parts yg kondisinya 50% bahkan masih 70% pun wajib diganti ketika parts pasangannya udah ancur. Karena jika tidak, malah akan segera timbul masalah baru karena beban kerja yang tak imbang karena disparitas kondisi parts yg mustinya bekerja simultan gitu.

Nah, bengkel kaki-kaii biasanya bisa memberikan saran atas kondisi demikian ini. Pun biasanya mereka mematok harga paket. Bushing misalnya, meski yg ancur empat dari total enam biji misalnya, akan mereka ganti semuanya. Tapi kalo cuman sebiji doang karena case khusus, seperti sebiji bushing yg pecah karena kejedhog parah di pantura, ya mereka ganti cuman sebiji aja.

***

Ini khusus masalah kaki-kaki.

Tapi bukan berarti asal bengkel spesialis kaki-kaki bisa ngerjakan kaki-kakinya BMW atau mobil Eropa lainnya. Belom tentu.

Belom tentunya bukan karena masalah skill, melainkan karena mereka ndhak nyetok parts-nya; karena beberapa parts ada yg bisa direpair, misalnya bushing atau joint atau mungkin juga shock – kalo mereka memang sanggup ngerepair dengan skill/proses tinggi, ada yg rasanya musti ganti, misalnya support/guide-shock.

Seperti di Kediri sini, ada bengkel kaki-kaki super kondang karena pengerjaannya rapi, presisi, dan harganya juga menginjak bumi. Nyaris semua penggemar otomotif kenal bengkel tersebut.

Tapi kalo udah merestorasi kaki-kaki BMW, sering ditolak. Karena mereka tak ada cadangan/stok parts-nya. Sementara untuk mobil lain, kebanyakan bengkel kaki-kaki sekarang kadang justru lebih suka nyetok/nge-replace si parts ketimbang ngerepair, seperti bikin bushing sendiri atau membuka dan mengganti lapisan teflonnya joint dan menutupnya kembali dengan rapi. Maklum, proses seperti ini kan ngabiskan waktu kerja. Sementara replacement parts di pasaran aftermarket sekarang jumlahnya udah pada melimpah dengan harga yg semakin terjengkau dan kualitasnya sangat layak diterima, udah kualitas OEM semuanya banyakan.

Dan juga bukan berarti bengkel spesialis tak pantas mengerjakan kaki-kaki. Asal kita tau dan percaya pada kapabilitas dan reputasi mereka, it’s ok koq! Intinya siy: jangan sampe ada salah analisis, sehingga parts yg mustinya masih sangat layak dipakai tanpa menimbulkan dampak jadi ikutan terganti atau sebaliknya parts yg mustinya diganti jadi kelewatan sehingga masalah kaki-kaki belom tuntas dan malah bikin dua kali kerja (plus ongkosnya). Kan ginian ini makan waktu dan buang uang jadinya.

BENGKEL SPESIALIS

Kalo di Depok, Anda bisa masrahkan biem Anda, termasuk kaki-kaki, ke bengkel kebon.

Di BSD, untuk sektor mesin bisa ke Pakpuh Purwa Prayitna yg ada di BSD Autoparts, yg sebelahan blok sama Lili yg di Sentral Onderdil BSD.

Sementara yg di kawasan Bintaro, saya sangat merekomendasikan Mas Irwan Engine-Elektro di BTC. Mas Irwan ini sebenarnya spesialis kelistrikan mobil, tapi untuk kasus-kasus lain doi juga sanggup nangani, karena pynya mekanik juga. Dan doi nerima bukan cuman BMW, melainkan semua merk, terutama merk aneh-aneh, dari Jaguar sampe Maserati pun doi atasi.

Kalo di Blitar, jelas langsung aja ke Karya Timur Autowroks.

Di Kediri, Anda bisa kontak sama Bang Rico.

Di Surabaya bisa hubungi Pak Rudi atau Mas Nur (N-Motor).

Yogya bisa ke Pakdhe Bambang OB atau Lik Sapto Kesen. Kalo AC bisa lari ke Lik Defri juga selain mereka berdua. Ada juga bengkel speialis BMW lain yg juga direkomendasikan oleh banyak teman lain, tapi saya belom mengenalnya. Ingat, saya belom kenal bukan berarti bengkelnya tidak rekomended lho!!! Kayak macam apa aja… πŸ˜€

Bandung ke Om Eko Garasibmw.

***

JADI intinya sekali lagi, kalo kita blank dengan kaki-kaki, bawalah ke bengkel spesialis kaki-kaki, atau bengkel speialis BMW yg udah saya sebut di atas, yg mana dalam hal ini saya pribadi merekomendasikan Jantra atau Lili (meski saya lebih suka ke Lili).

Ini semua cuman IMHO alias penilaian saya pribadi, mohon di-CMIIW.

– Freema HW

Senjata Makan Tuan

Hyundai dan KIA awalnya adalah dua (dari) perusahaan otomotif Korea, yg kemudian merger jadi satu group, meski KIA jadinya adalah divisi dari Hyundai bersama Genesis, sub-brand yg diangkat jadi merk mewahnya Hyundai.

Memperbaiki diri, mereka “memindah” pusat risetnya ke Jerman. KIA membajak lik Peter Schreyer, direktur desain VW Group -doi mimpin desainnya VW, Audi, dan Bentley- buat jadi kepala desain KIA;

dan Hyundai membajak lik Thomas BΓΌrkle, desainernya BMW untuk jadi kepala desainnya. Juga Lik Christopher Chapman yg nggambar BMW X5 buat ditaruh di Kalifornia, sononya Kaligawe.

Bukan cuman itu, Hyundai juga nyulik pakdhe Albert Biermann, bos teknisnya BMW-M buat mbikin mobil Hyundai-N yg mau nandingi BMW-M!

Senjata makan tuan?

YANG pasti, atas langkah revolusioner nyomoti tukang-tukang gambar pabrik-pabrik mobil kondang-mapan itu, kini Hyundai Motor duduk di posisi tiga besar pabrik mobil dunia.

Di mata saya pribadi, Hyundai Grup bukan lagi pabrikan mobil Kroya. Mereka adalah pabrikan mobil Jerman, bermerk Kroya. Itu!