Persiapan 2019

Ada sebuah akun. Mengomentari kubu lawannya dengan “2019 masih jauh woy! Udah pencitraan aja!”

Pas saya becandai, saya diblok.

Sementara dari kubunya sendiri, tampaknya persiapan 2019 juga udah mulai dilakukan.

Bullshit, semuanya!

Ndhak usah tutup mata, 2017 ini, pada kenyataannya semua pihak udah siap-siap menyambut 2019. Dan sebenarnya bukan sejak 2017 ini, sejak hajatan Pilpres 2014 kemarin kelar, semuanya pasti akan langsung berkoordinasi untuk mulai menyambut 2019.

Dan kembali peristiwa 2014 akan terulang: kedua belah pihak akan adu kuat: adu kuat inkonsistensinya. Saya menggaransi ini terjadi, garansi untuk diri saya sendiri. Garansi tidak berlaku untuk Anda.

Inkonsistensi, dari KEDUA belah kubu. Alias semua kubu.

2019 nanti peta sementara akan mirip Pilkadal DKI kemarin. Kubu Jokowi akan semakin kuat. Dan kubu SBY/Prabowo akan pakai strategi mirip pilkadal DKI: ada calon utama dan ada calon untuk pemecah suara.

Kemarin itu, dengan kesadaran saking kuatnya Ahok kalo “dilawan sendirian”, alhasil dipasanglah Anies sebagai calon utama, dan Agus sebagai pemecah suara.

Berhasil!

Plus ditambah kampanye “di luar sistem”. Macam Ahok yg ditekan dengan cap penista agama. Yg bahkan suara Buya Syafi’i Ma’arif yg dengan tegas mengatakan bahwa apa yg dilakukan Ahok bukanlah penistaan agama, dengan segala cara akan dikesampingkan.

Dua faktor ini sukses mengantarkan Ahok terdepak dari kancah politik DKI. Dan setidaknya, langkahnya untuk terus tampil ke muka bumi perpolitikan Indonesia sukses terhambat.

Jokowi kayaknya akan dibeginikan juga, entah dengan cara apa. Pemanasan yg ada, Jokowi udah mulai dicap dengan stempel “musuh Islam”. Namun langkah ini agak sulit karena NU “menghambat”.

Biar bagaimana kekuatan NU masih sangat diperhitungkan di negri ini. Apa dhawuh kyai, masih menjadi langkah komando yg ajib untuk menggerakkan jutaan massa NU.

Maka tampaknya, kini NU yg musti dirongrong dari dalam. Entah ada yg disusupkan ke dalam NU atau dijebak untuk memecah NU atau dirongrong secara sistematis lain, saya kurang paham. Tapi langkah ini logis untuk diupayakan.

Atau sambil jalan, mungkin tim komando dan tim intelijen masing-masing kubu sudah menyiapkan dan merangkai beberapa langkah strategis maupun langkah taktis lain demi saling menjegal lawan. Mustahil tidak.

Semuanya demi politik.

Semuanya adalah politik.

Dan warganet terus bersorak riuh tempik-sorai menyatakan semuanya sebagai kebenaran, keadilan, apapunlah namanya.

Dan inilah cerminan politik negeri ini, di mata pandang saya pribadi. Tidak berlaku untuk Anda.

***

MAKA, saya pun juga siap-siap dengan 2019.

Kini saya mulai meng-unfollow fanpage atau grouppage yg konon bilangnya keagamaan atau kebangsaan tapi di dalamnya berisi politik. Entah kepada kubu siapapun dia berpihak. Karena selama dia berpihak dan tidak universal, saya pribadi menganggapnya bukan kebangsaan dan bukan keagamaan.

Kalo dari kaum kebangsaan masih “enteng” buat dijawab umpama saya di-counter sama mereka. Kalo dari kaum keagamaan, ini yg repot. Sebab dari kemarin hingga detik ini, cara untuk meng-counter adalah sama sekali ndhak pake otak, sesuatu yg dianugerahkan-Nya untuk kita gunakan.

Cara mereka meng-counter biasanya pake stempel. Barangsiapa tidak sama dengan pandangan mereka, maka kita adalah kafir, sesat, laknat, liberal, sekuler, dll. Atau kalo kalah opini, pasti pake senjata jauhi perdebatan kusir. Padahal sesungguhnya ini adu otak, bukan debat kusir tanpa dasar tanpa logika.

Yawsudahlah.

***

SELAIN fanpage atau groupage, yg sudah lama saya lakukan sejak tahun-tahun silam adalah me-remove akun-akun sektarian begitu. Bukan karena saya benci mereka secara perorangan, melainkan murni karena saya ndhak ingin “terlibat”, meskipun cuman membaca posting statusnya, dalam perkubuan ke mana saja.

Bukan karena saya benci mereka. Sama sekali bukan. Saya hanya ndhak kuat mengisi waktu dengan membaca gituan. Maka lebih adil dan bijak, dalam sudut pandang saya sendiri, jika akun-akun demikian saya remove.

Saya akui, saya dalam konteks ini jauh dari kehebatan istri saya yg cerewet minta ampun itu. Istriku adalah sedikit dari kaum istri yg cerewetnya level 30 kalo di ukuran Boncabe.

Saya lagi geletakan mau berangkat kopdar ama temen-temen aja, dia udah berkali-kali nanyak. “Kamu ndhak kopdar? Ndhak jadi berangkat tho?”

Padahal itu kopdar bukanlah sekolah. Mau saya kopdar atau ndhak, ndhak ada urusannya dengan naik-turunnya keimanan, kondisi negara, apalagi stabilitas harga pangan.

Plus saya sedang ndhak janjian dengan siapa-siapa. Jadi kalo saya jadi kopdar, itu asyik karena menambah silaturahmi. Kalo saya ndhak jadi kopdar, itu juga asyik karena saya bisa istirahat di rumah.

Eh pas saya males njawab, malah saya jadinya yg salah, “Diajak ngomong gitu doang diem terus!”

Bayangkan coba, kuping lelaki mana yg ndhak illfeel dengan gituan? Dan apapun alasan saya, laki-laki pasti akan salah di mata perempuan. Pasti!

Ini baru satu contoh. Yg ndhak saya ingat-ingat mungkin bakalan ndhak cukup seharian atau semingguan saya ketikkan di sini. Nyaris saban hari bray! 😦 Hiks…

Tapi saya ndhak ngingat-ngingat. Ini bukan sekedar masalah saya mencintainya sepenuh hati sehingga ndhak mau ngingat-ngingat yg ginian. Ini kayaknya murni cuman karena saya laki-laki yg ndhak pernah bisa ngingat-ngingat hal ginian.

Bahkan mbawa handuk pas mandi aja sering lupa. Alhasil saya teriak minta tolong istri ngambilkan handuk. Dan alhasil kembali kuping ini kena semprot. “Udah berkali-kali mandi ketinggalan handuk, masih aja terus lupa!”

Lucunya, dia tetap ngambilkan handuk ke saya bray! Begitu terus berulang-ulang tiap kali saya lupa mbawa handuk pas mandi. Eits bukan cuman saya, juga si kecil.

Dan kasihan dia, kecil-kecil udah kena semprot ibunya. “Kamu itu jan persis bapakmu!”

Kadang si kecil bingung, kadang dia meringis. Mungkin batin dia, “Apa sih salahku?”

TAPI dia istriku itu hebat. Saya cek di dinding(ratapan) alias wall FB-nya, ada dua kubu politik yg rajib banget update status. Timeline-nya malah sepertinya berisi 80% politis dan 20% kehidupan universal ~> itu pun masih dibagi antara pendidikan anak dan kucing sama kuliner dan sedikit traveling.

Atau kalo angkanya kegedhean, baiklah 60% politis dan 40% kehidupan universal. Atau baiklah, saya ngelihatnya pas momen tertentu barangkali, jadi ini ndhak mewakili kondisi keseluruhan.

(Tapi kayaknya “momen tertentu” gitu koq sering banget ya di FB gitu? Kayak selalu ada terus gitu…)

Tapi pas saya nanyak, kenapa ini akun yg berkubu-kubuan ndhak kamu unfollow aja?

Dia bilang, “Mereka semua teman saya, dan kebetulan saya bisa cuek mendapati posting-posting mereka.”

Hebat! Suaminya dicereweti, teman-temannya malah dicueki.

Harusnya kalo dia sayang sama saya suaminya ini, suaminya dimanja-manja, dan cerewetilah itu temen-temenmu yg menjadikan FB sebagai ruang pubik bersama sebagai ajang kampanye masing-masing kubu.

Entahlah.

Saya ndhak mau melanjutkan posting ini.

Abis ini telingaku pasti kena semprot lagi.

Demikian dari kemarin, hari ini, hingga seterusnya.

Hiks… Nasib…

“Lho Mas, perempuan itu cerewet kepada orang yg disayanginya, itu karena pertanda cinta.”

Baiklah, ini cinta.

Baiklah. Saya juga mencintainya dari kemarin, hari ini, hingga seterusnya.

Tapi tetap saja, kuping ini, hiks…

– Freema Bapakne Rahman.

Rawon Eh Pecel Eh Mobil Setan

Habis Dodge Challenger Hellcat, muncul lagi varian paling gaharnya: Dodge Challenger SRT(c) Demon.

Korona di mata (baca: dual-headlamp) Dodge Challenger ini mengingatkan Anda pada sesuatu? Yup, mirip BMW Angel Eyes yg kondnag itu. 😀 Cuman kalo itu orang Eropa pake nama malaikat (BMW Angel Eyes), itu orang Amerika pake nama setan (Hellcat, Demon).

Ini umpama kalo dari Indonesia, mustinya nama-nama kayak gini mustahil dipakai resmi sama pabrikan.

Bayangkan kalo ada Toyota FT86 Demit; Lexus IS300 Setan Edition; Nissan Patrol V8 Gendruwo Limited; Suzuki Every Pocong Cekli – Urban Style Lincah; Daihatsu Tuyul Pickup – Jagoan Cari Duit; Nissan Kuntilanak – Lovely Family Van; apa ndhak gimana gitu kalo sama empunya dibawa jumatan ke masjid? 😀

Tapi ndhak ah, dari Eropa juga banyak nama setan: Lamborghini Diablo (devil); The Red Devil; Rolls-Royce Ghost; dll tambahkan dong…

Mirip varian pecel sama rawon era kekinian ya?

– Freema HW

Begal

Raden Moncrot Darsono adalah begal magang yang beroperasi di hutan Suralaya, masih di wilayah kerajaan Majapahit.

Suatu ketika, ada seorang rakyat jelata melintas mengendarai BMW, berjenis Badak Biru.

Merasa dapat mangsa empuk, Raden Moncrot Darsono langsung menyergapnya.

Entah kenapa itu supir BMW keliatan ikhlas saja nyerahkan mobilnya.

***

Pas setor Badak ke Lik Sugik Butoceking, pimpinannya, Raden Moncrot Darsono langsung kena tempeleng habis-habisan. Kata itu Lik Sugik Butoceking sang bos begal, “Kamu itu jadi begal mbok mikir dikit! Dikit aja ndhak usah banyak-banyak!”

“Loh, ini kan BMW bos, mobil mewah!”

“Mewah dengkulmu semplah! Siapa mau nadahi mobil ginian, hah??? Sana cari seniyapansa! S-e-n-i-y-a-p-a-n-s-a! Bukan BMW! Pekok koq dipiara!”

“Jadi bos, saya lolos magang ndhak nih?”

“Enak aja! Magang lima taon lagi!”

“Bos jahap!”

“Kalo ndhak jahap, ya kita namanya bukan begal! Lagian coba, sapa suruh mbegal BMW, mana delapan silinder lagi!!!”

Akhirnya itu si begal magang langsung insaf dan nyantri trus milih jadi petani.

Belakangan ia terkenal sebagai tokoh kondang(an) dengan julukan Ki Ageng Wijayakarta.

T-A-M-A-T

– Efhawe.

Iseng

Ultra Luxury

MERK/TYPE CC HP RB
Bentley Continental GT W12 5.993 560 5.177.000
Bentley Flying Spur W12 5.998 560 5.380.000

Full-Size Premium/Luxury

MERK/TYPE CC HP RB
Mercy S300 L 2.996 231 1.599.000
BMW 730Li 2.996 258 1.688.000
Audi A8L FSI Quattro 3.000 290 1.900.000
MERK/TYPE CC HP RB
Mercy S600 L 5.513 510 3.399.000
BMW 760Li 5.972 544 3.348.000
600h L 4.969 394 2.728.000

Mid-size Premium/Luxury

MERK/TYPE CC HP RB
Mercy E200 CGI 1.796 184 799.000
BMW 523i Business 2.497 204 788.000
Audi A6 2.8 FSI 2.773 204 985.000
Volvo S80 2.5 A/T 2.521 200 885.000
MERK/TYPE CC HP RB
Mercy E300 Avantgrade 2.996 231 1.089.000
BMW 535i 2.979 306 1.228.000
Audi A6 3.0 TFSI Quattro 2.995 300 1.190.000
Lexus GS 300 2.995 245 1.233.500

Compact Premium/Luxury

MERK/TYPE CC HP RB
Mercy C180 CGI Style 1.796 156 529.000
Mercy C200 CGI 1.796 184 549.000
BMW 320i Sport 1.997 184 599.000
Audi A4 1.8 T FSI PI 1.798 160 557.500
MERK/TYPE CC HP RB
Mercy C300 Avantgrade 2.996 231 759.000
BMW 335i Luxury 2.996 306 849.000
Lexus IS300 2.995 288 1.119.000

Tukune nganggo duit kabeh kuwi, belinya pake duit semua tuh ya?

– FHW
Sumber: AutoBild

Kebenaran Ilusi, Ilusi Kebenaran

Kadang-kadang orang enggan mendengar kebenaran, karena tak ingin ilusi mereka hancur berantakan. -Friedrich Nietzsche-

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu uirittt puolll, ndhak kayak BMW V8 yang buorosss puolll.

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu larinya beneran kuencanggg, ndhak kayak biem (318i) tipe yang sama-sama empat silinder kayak seniyapansa tapi itu biem memble menggos-menggos.

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu muat tujuh penumpang, di bagasinya bisa bawa galon lagi. Ndhak kayak biem kebanyakan yang cuman muat lima penumpang, udah gitu bagasinya ndhak bisa bawa galon lagi :O

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu safety-nya tinggi: dia punya airbag! Ndhak kayak E34 atau beberapa model E36 yang computerized canggih: lampu plat nomornya mati aja keluar warning-nya, punya parking-lamp yang nyala sebelah, bumpernya kadang sanggup ngalahkan tembok, spionnya kadang menang lawan motor ugal-ugalan, headlight-nya bisa disetel naik-turun ketinggiannya; eh apaan tuh biem malah ndhak ada airbagnya! -_-

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu spareparts-nya super melimpah, gampang ditemukan di mana aja, mana harganya murah-meriah lagi; ndhak kayak biem yang parts-nya musti pesen ke kota besar dan nunggu sehari – beberapa hari untuk pengirimannya, mana harganya alamak bujubuneeeng!

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu dijual lagi harganya masih super tinggi dan cuepettt wal gampang lakunya; ndhak kayak biem kadang lebih dari setaon juga belom tentu laku, laku-laku pun harganya super mengenaskan 😦

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran seniyapansa karena anak-anak biem tak ingin ilusi mereka tentang: biem itu kuenceng puolll, nyuaman puolll, nikmat puolll, canggih puolll dll. jadi hancur berantakan 😛

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo nyata-nyata biem itu cuman mobil mewah, sementara seniyapansa itu jelas-jelas mobil mahal.

– FHW,
minggat.

*Poto nemu dari internet, hak cipta ada pada masing-masing pendesain.

Lik Sugik

Anda kira Om Abi itu orang yang segala tahu, wikibmwedia berjalan, paham banyak hal tentang biem, menguasai berbagai bidang perbieman, mahir ngoprek elektrikal, lihai remap ECU, punya tingkat hafalan yang super tinggi, gila melahap jutaan referensi;

paham karakteristik semua mesin biem, tau banyak spek biem, handal ilmu fisiokimia otomotif, ngelontok catatan historikal BMW, baik hati dan ndhak songong, suka polah-raga, rajin menyabung, dan sangat expert matematika – fisika – astronomi?

Anda kira Bung Arnold Jonathan itu orang yang segala tahu, wikipedia berjalan, paham banyak hal apapun, menguasai berbagai bidang keilmuan, mahir fotografi, mengerti dunia industri, punya tingkat hafalan yang super tinggi, gila melahap jutaan referensi;

paham karakteristik semua mesin & elektris, tau banyak spek perangkat, handal ilmu kimia-nutrisi, ngelontok catatan sejarah (baca: PSPB), baik hati dan ndhak sotong, suka polah-raga, rajin menyambung, dan sangat expert bidang geologi – fisika – astronomi?

I don’t think so!!! Never!!! Khayal!!! Mustahil!!!

Itu semua karena Anda ndhak pernah kenal secara filosofis siapa itu Lik Sugik!

***

Lik Sugik adalah orang yang tahu sama segala hal meski segala hal ndhak tempe sama dia.

Lik Sugik adalah wikibmwedia berjalan(pelan, super lemot, dan nyaris berhenti), paham banyak hal tentang biem(acakadut), menguasai berbagai bidang per(kawatan)bieman, punya tingkat hafalan(pengkawatan) yang super tinggi, (beneran ndhak waras alias)gila melahap jutaan referensi (ngakali biem);

paham karakteristik semua mesin(ancur) biem, tau banyak spek biem(brodhol), handal ilmu sosiokimia otomotif, ngelontok catatan historikal BMW(nya sendiri, BMW-nya sendiri juga pada ngelontok), baik hati dan tidak sombong, suka polah-raga, rajin menabung, dan sangat mengerti ilmu geofisika (menengarai hujan) dan astronokonomi! (Bulik Astro, Lik Eko, dan Lik Nami)

Lik Sugik adalah satu-satunya pakar aerokawatikal dan telepatika (matematika dengan telepati alias ngira-ngira). Kapabilitas keilmuan dan kompetensi keahliannya maksyur. Rilis (tak)ilmiahnya begitu mengagumkan. Tesisnya: “Pemanfaatan Oli Copotan dan Minyak Seken Secara Sempurna Untuk Melanjutkan Kehidupan Maroon”. Sementara desertasinya: “Metode Aman Penggunaan Air Ledeng/PAM untuk Rehidrasi Radiator”.

Kita semua tau, saking panasssnya matahari, tak ada satupun manusia yang sanggup pergi ke sana. Kecuali Lik Sugik.

Dia berangkatnya malam hari. Jadi aman ndhak kepanasan.

Anda kagum dengan kemampuan seseorang? Think again, and (don’t ever) think Lik Sugik!

***

JUJUR saya akui, saya ini pengagum pemikiran Lik Sugik nan brilian. Dia adalah kepala keluarga kecil dengan cewek dan cowok imut nan lucu. Meski hidup apa adanya dan bukan adanya apa, setiap kali saya menjumpai Lik Sugik pun keluarganya, yang ada dan terpancar hanyalah aura bahagia dan kebahagiaan.

Saya yakin, dibalik itu semua, pasti ada kerikil-kerikil masalah rumah-tetangga dan tantangan kehidupan sebagaimana semua keluarga mengalaminya dalam bentuk masing-masing. Namun setidaknya, saya ndhak pernah menjumpai langsung atau menemukan sendiri adanya dahan dan ranting basah semua persoalan rumah-tetangga Lik Sugik, apalagi sampe keluar apalagi menyebar ke mana-mana. Tak gendong…♪♪♫♫

Inilah sesungguhnya berumah-tangga. Saat suka dan duka bisa dijalani bersana dan membuat semua saling menguatkan, terus memberi dan menerima, menjalani suka dan menghadapi duka: bersama.

Inilah Lik Sugik, yang mana lika-liku rumah-tetangganya -biasanya siy ceritanya cuman berputar-putar seputar nota bengkel vs sudip (sutil/spatula) istrinya- dia ungkapkan sebagai untaian inspirasi yang berlaku universal, dan bukan mengumbar jeroan dapur rumah-tetangga apalagi mempublikasikannya secara massif dan sistematis. Emangnya dia artis(shitnetron)?

MESKI pake biem – mobil yang sering dituduh sebagai mobil mahal oleh banyak orang padahal aslinya biem itu cuman mobil mewah, Lik Sugik ndhak malu mengakui kalo belom tentu dia sanggup ngopeni biem dan bergaya hidup sebagaimana standar kaum ber-uang yang biasa beli parts mihil dan beli aksesoris/pernak-pernak kelas atas. Prinsipnya ini yang sungguh menginspirasi saya.

Ndhak kayak saya yang aliran kere kiri, tapi masih belagu suka lirak-lirik seolah bingung mau mbuang velg standar dan galau mau ganti pake Alpina, ACS, Hartge, Breyton, dll. yang harga sekennya juga masih setara motor pasaran baru.

Seringkali biem Lik Sugik BENERAN kehabisan bensin dan itu si Maroon cuman bisa bubuk pulas (baca: sekarat) di kandangnya sehingga dia harus cukup bermotor kemana-mana. Tak gendong…♪♪♫♫

Cuman, dari seluruh kekaguman saya itu, satu hal saja yang saya ndhak pernah menyetujui kelakuannya Lik Sugik. Yakni kalau dia ngajak kedua anak lucunya bermotor ratusan kilometer: didera panas dan dingin, dilanda terik dan hujan, diserang ngantuk dan lelah, diterpa angin dan asap tebal kendaraan lain yang tak pernah peduli kesehatan bersama dan cuman mementingkan kepentingan dirinya sendiri dengan dalih mahalnya harga parts dan membiarkan asepnya terus tebal plus pemerintah yang banci (ndhak)bersikap tegas terhadap kendaraan-kendaraan berasap tebal yang mengganggu kesehatan bersama ini.

Woalah Lik…

***

Yen pancen mobil lagi ora ana bensine kan kepeksa motoran, mbok anakmu dititpke dulurmu apa kepriye ngono… Asli Lik, sing kaya mangkono – nggawa anak motoran pirang-pirang jam lan adhoh banget/atusan kilometer ngono, kuwi jenenge ora nyenengke anak ning malah berpotensi nyilakani.

Siji-sijining polahmu sing ora bakal dhaksarujuki salawase urip ki mung ngejak anakmu motoran ratusan kilometer ngono kuwi Lik!

Yen kowe arep ngawati biemmu mbok arepa kepriye amrih bisaning terus ambegan, aku ora peduli. Malah yen ana sing ngenyek, dhakunen-unenane wonge! Ning nggawa anak, loro pisan, motoran ratusan kilometer: no way!!!

Kaya anakmu koajak motoran Madiun – Semarang, Madiun – Malang PP ngana kae, asline kabeh ki dha ngenes Lik! Yen pancen lagi ora ana bensin lan (sepurane) ora ana pentinge, mbok ning ngomah wae… Ora usah meksa motoran Madiun – Malang nggawa cah lucu loro ngono…

Amit-amit, aku ora ngarepke apa-apa, ning yen nganti ana apa-apa krana anakmu koajak motoran adhoh, piye perasaanmu jal? Getun ki anane tansah aneng mburi Lik…

Kalo emang mobil lagi ndhak ada bensinnya dan terpaksa harus motoran (demi berhemattt), mbok anakmu dititipkan sodara/famili atau gimana gitu… Sungguh Lik, yang kayak gitu itu: mbawa anak bermotor berjam-jam dan jauh banget – ratusan kilometer gitu, itu namanya bukan lagi menyenangkan anak, sebaliknya malah berpotensi mencelakakan! 😦

Satu-satunya kelakuan ente yang ndhak pernah aku setujui sepanjang hidup ini ya kalo ente ngejak anak-anakmu bermotor ratusan kilometer gitu Lik!

Kalo ente mau ngawati biem, biemu mau ente (akali kayak) gimanakan demi menyambung nafasnya, aku ndhak ambil pusing. Malah kalo ada yang menghina ente, aku sanggup ngata-ngatai sesiapapun dia orangnya! Tapi kalo mbonceng anak, dua lagi, bermotor ratusan kilometer: no way!!!

Kayak kala anakmu ente ajak motoran Madiun – Semarang, Madiun – Malang PP gitu, sesungguhnya kita semua ini nelangsa banget Lik… Kalo emang lagi ndhak ada bensin lan acaranya (maaf) ndhak penting banget, mbok di rumah aja… Ndhak usah nekat ngeyel ngotot bermotor Madiun – Malang mbonceng dua bocah imut dan lucu gitu…

Amit-amit, aku ndhak pernah mau mbayangkan yang ndhak-ndhak, tapi kalo sampe ada apa-apa karena anak-anakmu ente ajak bermotor juauh gitu, gimana perasaanmu coba?

Penyesalan tuh selalu datengnya belakangan Lik… Sebab kalo dateng di depan, itu namanya pendaftaran.

***

Itulah Lik Sugik. Bahwa kita semua tau; karena saking panasssnya matahari maka tak ada satupun manusia yang sanggup pergi ke sana, cuman Lik Sugik yang sanggup. Dia berangkatnya malam hari. Jadi aman ndhak kepanasan.

Anda kagum dengan seseorang? Think again, and (don’t ever) think Lik Sugik!

Bai nde wei, du yu ‘nnow wott ai min? Plis tel mi bikows ai sendiri dont ‘nnow wott ai min.

– FHW,
diiringi tokekan nyaring si Franky. Dan entah dimana si Zulfikar sekarang, biasanya si Franky di balik bupet dan si Zulfikar di balik lemari.