Honda MogePro 3.0l 32-Valves V8 218ps 290Nm

Dear Honda,

Kami telah berhasil dan sukses memodifikasi sebuah Honda MogePro menjadi bermesin 3.0l 32-valves V8 dengan keluaran tenaga mencapai 218 ps (212 hp) dan torsi 290 Nm .

Namun untuk keselamatan jalan raya, kecepatan motor ini tetap kami batasi secara elektronis pada 100 kpj saja.

Kami juga telah berhasil mengubah transmisi manual ceklac-ceklic pada motor ini menjadi transmisi 7 kecepatan step tronic.

Sedikit penyeuaian lain yg kami lakukan adalah penambahan electronic-spoiler di bagian belakang (belakangnya motor, agak jauh ke sono).

Front-difuser juga telah kami tambahi wiper dengan opsi speed-sensing, namun rain-sensor telah kami lepas mengingat ini tetaplah sebuah motor, mau semahal apapun tetap saja kehujanan, oleh karena itu mending beli biem bekas ndhak kehujanan ndhak kepanasan ketimbang beli kalo tidak Ninja tidak cinta kalo bukan FU ndhak ai loop yu.

Semua fitur ini terintegrasi dengan Engine-DME Bosch(oc) version 6.9 terbaru dari pasaran loakan.

Oia, instrumen-cluster juga telah kami sempurnakan dengan paket android yg detachable, sehingga bisa diupgrade dan ditambahi aplikasi.

Semua proses modifikasi ini dikerjakan langsung sendirian saja oleh bengkel Sugitech di kawasan Bunderan Serayu, Madiun yg merupakan bagian dari Group SukurCom.

Bengkel ini termasuk salah satu bengkel kaliber internasional bahkan antar planet dan antar galaxy – mulai galaxy s sampai galaxy s-cond. Karena selain mennangani modifikasi segala jenis kendaraan baik BMW, Mitsubishi Colt T, Suzuki Truntung, Vespa, hingga motor besar jenis MogePro; Sugitech juga menangani segala servis elektronik mulai VCD Compo, speaker aktif, blender, kulkas, dispenser, rice-cooker dan er-er lainnya.

Juga yg terutama adalah SukurCom ini melayani segala kebutuhan cetak-mencetak Anda, mulai undangan manten (terserah mantenannya Anda atau siapapun), kertu nama, kertu siapa, dan kertu apa, hingga kertu mana. Beneran ini!

Jika Anda tertarik dengan karya otentik modifikasi anak bangsa(t) ini, silakan komeng dimari https://m.facebook.com/photo.php?fbid=178525259391423

***

JUGA tak lupa kami ucapkan hai dunia, lihat dan saksikanlah, inilah kami anak-anak BMW. Mosok pake motor cuman 150cc? Apaan tuh?

Namanya kami anak BMW, jelas kami ndhak terima dong dengan fakta menyedihkan ini!

Oleh karena maka daripada itu adapun kemudian akhirnya diperkenankanlah perkenalan modifikasi yang daripadamananya telah mengubah mesin 150cc tersebut menjadi mesin gahar sekaliber badak buas beringas nan kesetrum wabah kejang leher sehingga susah belok.

Maka saksikanlah apa yang mana daripadanya sebuah mahakarya tralala dari kami semua ini begini kapan kenapa seperti sebagaimana ininyalah: Honda MogePro 3.0l V8!

Tepuk tangan semua! Prok prok prok!

Demikian persembahan luar bi(n)asa dari kami hanya untuk Anda sedunia. Semoga berita gembira ini bisa bermanfaat mengendorkan saraf-saraf kaku dan hampir kram di otak Anda semua.

Akhirul kalam, jalesveva jayamahe, sekali di udara tetap di udara. Salam Wuling!

– Freema V8

Advertisements

Persiapan 2019

Ada sebuah akun. Mengomentari kubu lawannya dengan “2019 masih jauh woy! Udah pencitraan aja!”

Pas saya becandai, saya diblok.

Sementara dari kubunya sendiri, tampaknya persiapan 2019 juga udah mulai dilakukan.

Bullshit, semuanya!

Ndhak usah tutup mata, 2017 ini, pada kenyataannya semua pihak udah siap-siap menyambut 2019. Dan sebenarnya bukan sejak 2017 ini, sejak hajatan Pilpres 2014 kemarin kelar, semuanya pasti akan langsung berkoordinasi untuk mulai menyambut 2019.

Dan kembali peristiwa 2014 akan terulang: kedua belah pihak akan adu kuat: adu kuat inkonsistensinya. Saya menggaransi ini terjadi, garansi untuk diri saya sendiri. Garansi tidak berlaku untuk Anda.

Inkonsistensi, dari KEDUA belah kubu. Alias semua kubu.

2019 nanti peta sementara akan mirip Pilkadal DKI kemarin. Kubu Jokowi akan semakin kuat. Dan kubu SBY/Prabowo akan pakai strategi mirip pilkadal DKI: ada calon utama dan ada calon untuk pemecah suara.

Kemarin itu, dengan kesadaran saking kuatnya Ahok kalo “dilawan sendirian”, alhasil dipasanglah Anies sebagai calon utama, dan Agus sebagai pemecah suara.

Berhasil!

Plus ditambah kampanye “di luar sistem”. Macam Ahok yg ditekan dengan cap penista agama. Yg bahkan suara Buya Syafi’i Ma’arif yg dengan tegas mengatakan bahwa apa yg dilakukan Ahok bukanlah penistaan agama, dengan segala cara akan dikesampingkan.

Dua faktor ini sukses mengantarkan Ahok terdepak dari kancah politik DKI. Dan setidaknya, langkahnya untuk terus tampil ke muka bumi perpolitikan Indonesia sukses terhambat.

Jokowi kayaknya akan dibeginikan juga, entah dengan cara apa. Pemanasan yg ada, Jokowi udah mulai dicap dengan stempel “musuh Islam”. Namun langkah ini agak sulit karena NU “menghambat”.

Biar bagaimana kekuatan NU masih sangat diperhitungkan di negri ini. Apa dhawuh kyai, masih menjadi langkah komando yg ajib untuk menggerakkan jutaan massa NU.

Maka tampaknya, kini NU yg musti dirongrong dari dalam. Entah ada yg disusupkan ke dalam NU atau dijebak untuk memecah NU atau dirongrong secara sistematis lain, saya kurang paham. Tapi langkah ini logis untuk diupayakan.

Atau sambil jalan, mungkin tim komando dan tim intelijen masing-masing kubu sudah menyiapkan dan merangkai beberapa langkah strategis maupun langkah taktis lain demi saling menjegal lawan. Mustahil tidak.

Semuanya demi politik.

Semuanya adalah politik.

Dan warganet terus bersorak riuh tempik-sorai menyatakan semuanya sebagai kebenaran, keadilan, apapunlah namanya.

Dan inilah cerminan politik negeri ini, di mata pandang saya pribadi. Tidak berlaku untuk Anda.

***

MAKA, saya pun juga siap-siap dengan 2019.

Kini saya mulai meng-unfollow fanpage atau grouppage yg konon bilangnya keagamaan atau kebangsaan tapi di dalamnya berisi politik. Entah kepada kubu siapapun dia berpihak. Karena selama dia berpihak dan tidak universal, saya pribadi menganggapnya bukan kebangsaan dan bukan keagamaan.

Kalo dari kaum kebangsaan masih “enteng” buat dijawab umpama saya di-counter sama mereka. Kalo dari kaum keagamaan, ini yg repot. Sebab dari kemarin hingga detik ini, cara untuk meng-counter adalah sama sekali ndhak pake otak, sesuatu yg dianugerahkan-Nya untuk kita gunakan.

Cara mereka meng-counter biasanya pake stempel. Barangsiapa tidak sama dengan pandangan mereka, maka kita adalah kafir, sesat, laknat, liberal, sekuler, dll. Atau kalo kalah opini, pasti pake senjata jauhi perdebatan kusir. Padahal sesungguhnya ini adu otak, bukan debat kusir tanpa dasar tanpa logika.

Yawsudahlah.

***

SELAIN fanpage atau groupage, yg sudah lama saya lakukan sejak tahun-tahun silam adalah me-remove akun-akun sektarian begitu. Bukan karena saya benci mereka secara perorangan, melainkan murni karena saya ndhak ingin “terlibat”, meskipun cuman membaca posting statusnya, dalam perkubuan ke mana saja.

Bukan karena saya benci mereka. Sama sekali bukan. Saya hanya ndhak kuat mengisi waktu dengan membaca gituan. Maka lebih adil dan bijak, dalam sudut pandang saya sendiri, jika akun-akun demikian saya remove.

Saya akui, saya dalam konteks ini jauh dari kehebatan istri saya yg cerewet minta ampun itu. Istriku adalah sedikit dari kaum istri yg cerewetnya level 30 kalo di ukuran Boncabe.

Saya lagi geletakan mau berangkat kopdar ama temen-temen aja, dia udah berkali-kali nanyak. “Kamu ndhak kopdar? Ndhak jadi berangkat tho?”

Padahal itu kopdar bukanlah sekolah. Mau saya kopdar atau ndhak, ndhak ada urusannya dengan naik-turunnya keimanan, kondisi negara, apalagi stabilitas harga pangan.

Plus saya sedang ndhak janjian dengan siapa-siapa. Jadi kalo saya jadi kopdar, itu asyik karena menambah silaturahmi. Kalo saya ndhak jadi kopdar, itu juga asyik karena saya bisa istirahat di rumah.

Eh pas saya males njawab, malah saya jadinya yg salah, “Diajak ngomong gitu doang diem terus!”

Bayangkan coba, kuping lelaki mana yg ndhak illfeel dengan gituan? Dan apapun alasan saya, laki-laki pasti akan salah di mata perempuan. Pasti!

Ini baru satu contoh. Yg ndhak saya ingat-ingat mungkin bakalan ndhak cukup seharian atau semingguan saya ketikkan di sini. Nyaris saban hari bray! 😦 Hiks…

Tapi saya ndhak ngingat-ngingat. Ini bukan sekedar masalah saya mencintainya sepenuh hati sehingga ndhak mau ngingat-ngingat yg ginian. Ini kayaknya murni cuman karena saya laki-laki yg ndhak pernah bisa ngingat-ngingat hal ginian.

Bahkan mbawa handuk pas mandi aja sering lupa. Alhasil saya teriak minta tolong istri ngambilkan handuk. Dan alhasil kembali kuping ini kena semprot. “Udah berkali-kali mandi ketinggalan handuk, masih aja terus lupa!”

Lucunya, dia tetap ngambilkan handuk ke saya bray! Begitu terus berulang-ulang tiap kali saya lupa mbawa handuk pas mandi. Eits bukan cuman saya, juga si kecil.

Dan kasihan dia, kecil-kecil udah kena semprot ibunya. “Kamu itu jan persis bapakmu!”

Kadang si kecil bingung, kadang dia meringis. Mungkin batin dia, “Apa sih salahku?”

TAPI dia istriku itu hebat. Saya cek di dinding(ratapan) alias wall FB-nya, ada dua kubu politik yg rajib banget update status. Timeline-nya malah sepertinya berisi 80% politis dan 20% kehidupan universal ~> itu pun masih dibagi antara pendidikan anak dan kucing sama kuliner dan sedikit traveling.

Atau kalo angkanya kegedhean, baiklah 60% politis dan 40% kehidupan universal. Atau baiklah, saya ngelihatnya pas momen tertentu barangkali, jadi ini ndhak mewakili kondisi keseluruhan.

(Tapi kayaknya “momen tertentu” gitu koq sering banget ya di FB gitu? Kayak selalu ada terus gitu…)

Tapi pas saya nanyak, kenapa ini akun yg berkubu-kubuan ndhak kamu unfollow aja?

Dia bilang, “Mereka semua teman saya, dan kebetulan saya bisa cuek mendapati posting-posting mereka.”

Hebat! Suaminya dicereweti, teman-temannya malah dicueki.

Harusnya kalo dia sayang sama saya suaminya ini, suaminya dimanja-manja, dan cerewetilah itu temen-temenmu yg menjadikan FB sebagai ruang pubik bersama sebagai ajang kampanye masing-masing kubu.

Entahlah.

Saya ndhak mau melanjutkan posting ini.

Abis ini telingaku pasti kena semprot lagi.

Demikian dari kemarin, hari ini, hingga seterusnya.

Hiks… Nasib…

“Lho Mas, perempuan itu cerewet kepada orang yg disayanginya, itu karena pertanda cinta.”

Baiklah, ini cinta.

Baiklah. Saya juga mencintainya dari kemarin, hari ini, hingga seterusnya.

Tapi tetap saja, kuping ini, hiks…

– Freema Bapakne Rahman.

Rawon Eh Pecel Eh Mobil Setan

Habis Dodge Challenger Hellcat, muncul lagi varian paling gaharnya: Dodge Challenger SRT(c) Demon.

Korona di mata (baca: dual-headlamp) Dodge Challenger ini mengingatkan Anda pada sesuatu? Yup, mirip BMW Angel Eyes yg kondnag itu. 😀 Cuman kalo itu orang Eropa pake nama malaikat (BMW Angel Eyes), itu orang Amerika pake nama setan (Hellcat, Demon).

Ini umpama kalo dari Indonesia, mustinya nama-nama kayak gini mustahil dipakai resmi sama pabrikan.

Bayangkan kalo ada Toyota FT86 Demit; Lexus IS300 Setan Edition; Nissan Patrol V8 Gendruwo Limited; Suzuki Every Pocong Cekli – Urban Style Lincah; Daihatsu Tuyul Pickup – Jagoan Cari Duit; Nissan Kuntilanak – Lovely Family Van; apa ndhak gimana gitu kalo sama empunya dibawa jumatan ke masjid? 😀

Tapi ndhak ah, dari Eropa juga banyak nama setan: Lamborghini Diablo (devil); The Red Devil; Rolls-Royce Ghost; dll tambahkan dong…

Mirip varian pecel sama rawon era kekinian ya?

– Freema HW

Begal

Raden Moncrot Darsono adalah begal magang yang beroperasi di hutan Suralaya, masih di wilayah kerajaan Majapahit.

Suatu ketika, ada seorang rakyat jelata melintas mengendarai BMW, berjenis Badak Biru.

Merasa dapat mangsa empuk, Raden Moncrot Darsono langsung menyergapnya.

Entah kenapa itu supir BMW keliatan ikhlas saja nyerahkan mobilnya.

***

Pas setor Badak ke Lik Sugik Butoceking, pimpinannya, Raden Moncrot Darsono langsung kena tempeleng habis-habisan. Kata itu Lik Sugik Butoceking sang bos begal, “Kamu itu jadi begal mbok mikir dikit! Dikit aja ndhak usah banyak-banyak!”

“Loh, ini kan BMW bos, mobil mewah!”

“Mewah dengkulmu semplah! Siapa mau nadahi mobil ginian, hah??? Sana cari seniyapansa! S-e-n-i-y-a-p-a-n-s-a! Bukan BMW! Pekok koq dipiara!”

“Jadi bos, saya lolos magang ndhak nih?”

“Enak aja! Magang lima taon lagi!”

“Bos jahap!”

“Kalo ndhak jahap, ya kita namanya bukan begal! Lagian coba, sapa suruh mbegal BMW, mana delapan silinder lagi!!!”

Akhirnya itu si begal magang langsung insaf dan nyantri trus milih jadi petani.

Belakangan ia terkenal sebagai tokoh kondang(an) dengan julukan Ki Ageng Wijayakarta.

T-A-M-A-T

– Efhawe.

Iseng

Ultra Luxury

MERK/TYPE CC HP RB
Bentley Continental GT W12 5.993 560 5.177.000
Bentley Flying Spur W12 5.998 560 5.380.000

Full-Size Premium/Luxury

MERK/TYPE CC HP RB
Mercy S300 L 2.996 231 1.599.000
BMW 730Li 2.996 258 1.688.000
Audi A8L FSI Quattro 3.000 290 1.900.000
MERK/TYPE CC HP RB
Mercy S600 L 5.513 510 3.399.000
BMW 760Li 5.972 544 3.348.000
600h L 4.969 394 2.728.000

Mid-size Premium/Luxury

MERK/TYPE CC HP RB
Mercy E200 CGI 1.796 184 799.000
BMW 523i Business 2.497 204 788.000
Audi A6 2.8 FSI 2.773 204 985.000
Volvo S80 2.5 A/T 2.521 200 885.000
MERK/TYPE CC HP RB
Mercy E300 Avantgrade 2.996 231 1.089.000
BMW 535i 2.979 306 1.228.000
Audi A6 3.0 TFSI Quattro 2.995 300 1.190.000
Lexus GS 300 2.995 245 1.233.500

Compact Premium/Luxury

MERK/TYPE CC HP RB
Mercy C180 CGI Style 1.796 156 529.000
Mercy C200 CGI 1.796 184 549.000
BMW 320i Sport 1.997 184 599.000
Audi A4 1.8 T FSI PI 1.798 160 557.500
MERK/TYPE CC HP RB
Mercy C300 Avantgrade 2.996 231 759.000
BMW 335i Luxury 2.996 306 849.000
Lexus IS300 2.995 288 1.119.000

Tukune nganggo duit kabeh kuwi, belinya pake duit semua tuh ya?

– FHW
Sumber: AutoBild

Kebenaran Ilusi, Ilusi Kebenaran

Kadang-kadang orang enggan mendengar kebenaran, karena tak ingin ilusi mereka hancur berantakan. -Friedrich Nietzsche-

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu uirittt puolll, ndhak kayak BMW V8 yang buorosss puolll.

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu larinya beneran kuencanggg, ndhak kayak biem (318i) tipe yang sama-sama empat silinder kayak seniyapansa tapi itu biem memble menggos-menggos.

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu muat tujuh penumpang, di bagasinya bisa bawa galon lagi. Ndhak kayak biem kebanyakan yang cuman muat lima penumpang, udah gitu bagasinya ndhak bisa bawa galon lagi :O

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu safety-nya tinggi: dia punya airbag! Ndhak kayak E34 atau beberapa model E36 yang computerized canggih: lampu plat nomornya mati aja keluar warning-nya, punya parking-lamp yang nyala sebelah, bumpernya kadang sanggup ngalahkan tembok, spionnya kadang menang lawan motor ugal-ugalan, headlight-nya bisa disetel naik-turun ketinggiannya; eh apaan tuh biem malah ndhak ada airbagnya! -_-

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu spareparts-nya super melimpah, gampang ditemukan di mana aja, mana harganya murah-meriah lagi; ndhak kayak biem yang parts-nya musti pesen ke kota besar dan nunggu sehari – beberapa hari untuk pengirimannya, mana harganya alamak bujubuneeeng!

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo seniyapansa itu dijual lagi harganya masih super tinggi dan cuepettt wal gampang lakunya; ndhak kayak biem kadang lebih dari setaon juga belom tentu laku, laku-laku pun harganya super mengenaskan 😦

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran seniyapansa karena anak-anak biem tak ingin ilusi mereka tentang: biem itu kuenceng puolll, nyuaman puolll, nikmat puolll, canggih puolll dll. jadi hancur berantakan 😛

Kadang-kadang anak-anak biem enggan mendengarkan kebenaran kalo nyata-nyata biem itu cuman mobil mewah, sementara seniyapansa itu jelas-jelas mobil mahal.

– FHW,
minggat.

*Poto nemu dari internet, hak cipta ada pada masing-masing pendesain.