Everybody Love Maroon

Adakah orang yg sangat mencintai BMW-nya dg segala pengorbanan? Adakah BMW yg dicintai juragannya dg sepenuh hati? Banyak.

Mulai berkorban mbenahi kerusakan yg aslinya kecil tapi jadi berat karena kurangnya daya dukung dompet; atau sampe mengkoleksi barisan velg mewah, yg semua atas nama cinta, pengorbanan, atau … pencapaian!

Adakah orang yg turut mencintai BMW orang lain? Adakah BMW milik sesorang yg juga dicintai orang lain? (Mungkin) ada.

Adakah sebuah BMW yg dicintai semua orang? Ada! Itu si Maroon M3 (Maroon Mawoot Morat-mariit).

Adakah semua orang mencintai sebuah BMW? Ada! Mereka adalah warga angkringan-online Bimmerfan Mataraman, mencintai sebuah BMW bernama Si Maroon.

Angkringan-online Bimmerfan Mataraman bukanlah sebuah klub bukan pula sebuah komunitas. Ini hanyalah sekedar angkringan-online belaka. Namun, Tanpa pengurus, namun kita terurus. Tanpa struktur, tapi kita teratur. Tanpa organisasi, tapi kita rapi. Tanpa bentuk, tapi kita berwujud. Tanpa lokasi, tapi kita eksis. Tanpa rupa, namun kita ada. Nyata.

Borderless friendship, unlimited silaturahmi.

– Freema Bapakne Rahman
V8

Satu Pijak Beda Tabiat

Ini semua adalah murni subyektivitas ngasal dan ngawur saya.

Ada akun yg berbicara tentang hal yg sama. Mereka satu kubu, satu persepsi, satu “pihak” sebenarnya: berdiri di sisi yg sama.

Bedanya, satu berbicara dengan bobot, cerdas, bernas; datanya kuat, faktanya akurat, analisisnya matang, hipotesisnya tajam. Banyak hal yg dirangkum jadi satu butir uraian, jadinya uraiannya padat montok berisi.

yg satu berbicara dengan membabi-buta, penuh emosi, hanya berisi opini subyektif belaka. Sederhananya: tong kosong nyaring bunyinya. Baru tau satu hal, uraiannya berlipat-lipat lebih panjang lagi. Jadinya nggelambir kayak lemak perut saya.

Satu pihak yg sama, satu kubu yg sama, satu persepsi yg sama, satu pijakan kaki pun ternyata (bisa) beda tabiat; bisa terpilah jadi dua item yg sungguh sama sekali berbeda berlainan total telak.

#bersih-bersih fesbuk perlahan-lahan, persiapan 2019: #unfollow puluhan page ndhak jelas yg miskin data, lemah fakta, mentah analisis, dan tumpul hipotesis.

– Freema Bapakne Rahman,
subyektif.