Body-Kit BMW

Cantumin di komen dong Om yg sudah menggunakan spoiler šŸ˜€

Demikian trit di angkringan-online. Dan ndhak ada yg ngomeni.

Well… Kayaknya ndhak banyak yg modif aneh-aneh BMW-nya.

BMW itu emang ndhak kayak mobil Jepang, yg selalu cantik kalo dimodif apapun: bumper dijadikan besar, dikasih wing-spoiler, dikasih side-skirt lebar, dll dll dll.

BMW bisa digitukan, tapi susah untuk sembarangan ngemodif, apalagi kalo modelnya cuman sesuai selera kita aja. Dijamin, pasti jeleknya ketimbang cakepnya,

Ngemodif tampang BMW, biasanya yg dilakukan rekan-rekan adalah beli add-ons dari (single-)tuner, alias tuner yg mengkhususkan diri buat ngemodif BMW; atau tepatnya satu/beberapa-sedikit pabrikan khusus, baik ngemodif tampang atau performanya, tapi biasanya sepaket keduanya sekaligus, karena modifan pada tampang BMW itu buat mendukung peningkatan performa pada sektor dapur pacu atau kaki-kakinya.

Beberapa nama pemain ini antara lain Hartge, Alpina, ACS, Breyton, Racing Dynamics, BBS, dll.

Dan wujud modifan di BMW itu biasanya: sederhana, tak terlalu kentara, “sedikit berubah” saja. Dengan kata lain: susah dibikin ekstrim.

Kenapa?

Saya tak tau jawabnya. Mungkin ini berkaitan dengan bahasa desain produk. Desain BMW, atau kebanyakan mobil Eropa, cenderung konservatif, alias ndhak banyak gurat-gurat perubahan (ekstrim) yg bisa hadir.

Ferrari, dari awal sampe sekarang bentuknya seperti gitu-gitu aja, serasa cuman berubah bentuk lampu aja pada “bodi yg terus sama”.

Porsche, dari awal sampe sekarang ya “gitu terus bentuknya”. Seperti satu mobil yg terus menerus disempurnakan. Bandingkan dengan Nissan GTR generasi awal sampe terbaru, seperti mobil yg selalu baru.

BMW, desain bodinya sebenarnya berubah lumayan drastis. Tapi karena ada ikatan elemen desain yg konsisten: kidney-grill, hofmeister-kink, layered-dashboard, dll. seolah tampangnya seperti di-facelift aja terus-terusan.

Yg agak bikin “males” itu kalo membandingkan Alphard vs Caravelle. Alphard sekali keluar baru, desainnya langsung berubah frontal. Caravelle? Seperti seolah pihak VW ndhak punya desainer lagi dan cuman ngubah dikiiittt aja dari tampang lamanya.

Alhasil, dengan garis desain yg konservatif, desain-desain mobil Eropa jadi lebih timeless; tetep ciamik meski udah tua; bahkan makin tua makin ciamik, khususon yg kerawat dengan baik dan benar (caranya dan duitnya. Hiks…)

Dan di BMW, sebenarnya sebelum ngomongkan body-kit, hal terpenting yg musti diperhatikan sebenarnya adalah kesehatan si mobil duluan: tune-up, perawatan, dan perbaikannya.

BMW yg sehat, segalanya sudah bisa didapat: melaju kencang, stabil, manuver lincah, nyaman melibas asbal growal, dan enteng tatkala kick-down (tancap gas mendadak).

Ditambah AC yg dingin dan segar, lupa deh kalo ini cuman mobil 9seken) yg seharga setengah dari mobil sejuta umat. Bahkan lupa juga deh kita sama add-ons body-kit, apalagi body-kit asal-asalan yg ndhak jelas tampang dan nuansa desainnya gitu.

Itulah kenapa, di jalanan kita susah banget nemui BMW yg pake body-kit “aneh-aneh”: bumpernya gambrot, pake wing-spoiler, pake side-skirt luebar, dll dll dll. Karena kalo bukan (replika) dari single-tuner, dijamin jelek, pasti jelek!

Karena apa?

Sesungguhnya saya ndhak tau kenapa pastinya.

Tapi satu garis kecil yg saya dapati: ketika ada bimmerfan cuman sibuk dengan body-kit (jelas punya duit ini pastinya) dan tak hirau/tak peduli (belajar) gimana ngerawat mobilnya, bisa disinyalir itu biemnya dalam kondisi ancur tak kentara.

Tapi ini cuman garis kecil, bukan garis besar.

– Freema Bapakne Rahman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s