BMacW

Mobil Eropa, salah satunya BMW, dikenal punya konsistensi nuansa desain dari generasi ke generasi, meski sebenarnya garis-garis desain mereka berubah lumayan radikal.

Kidney-grill dan segenap elemen konsistensi lain telah menyatukan beragam perbedaan garis desain pada tiap-tiap generasi BMW. Padahal dimensi desain kidney-grill itu sendiri berubah-ubah lumayan radikal.

Pada komputer, Apple Macintosh juga punya konsistensi semacam ini. Desain menu bar yang konsisten di atas ndhak “pindah-able”, dan suara Mac Chime yang khas meski pitch-nya sedikit berbeda, mungkin dipengaruhi oleh perangkat kerasnya juga.

BTW, Apple = hardware, Macintosh = software. Biasa disebut sepaket karena memang secara baku hardware tersebut diisi oleh software tersebut atau bisa disebut sebaliknya sebaliknya, software tersebut mengisi hardware tersebut.

Saya pertama mengenal/menggunakan komputer era DOS pada masa SMP, awal 90an. SMA, mulai mengenal Windows 3.1. Kuliah mulai mengenal Windows 95 dan 98. Juga Linux, meski belom menggunakannya. Di Windows mulai saya jalankan StarOffice, aplikasi office alternatif kala itu tatkala nyaris se-Indonesia seolah hanya mengenal Microsoft Office.

StarOffice belakangan menjadi OpenOffice.org dan kemudian bertransformasi lagi menjadi LibreOffice; perangkat office baku pada beragam distro Linux.

Lainnya itu saya juga mulai mengenal Mac dari beberapa tempat yang saya kenal.

Akhir masa kuliah, 2001, saya mulai menggunakan Linux dan perlahan menomorduakan Windows. Selanjutnya 2003, saya pertama kali menggunakan Mac.

Kala itu berkali-kali sering ditanya orang, “Mas ini laptopnya pake Windows apa sih, koq cantik tampilannya?”

Mereka terkesima lihat docking yang menari-nari dan meloncat-loncat itu.

Selanjutnya lama saya dan sekeluarga perlahan mengenal dan menggunakan Mac. Prosesnya masih PPC kala itu. Total ada empat biji Mac pada kami sekeluarga. Si kecil pun sudah kemi kenalkan dengan Mac sejak dia masih playgroup/TK.

Mac begitu pas mantab buat kerja. Stabil, bebas virus, konsisten kinerjanya, akurat warnanya.

Windows, selalu terkenal dengan BSOD (blue screen of death) dan suara login yang berubah-ubah pada tiap versi. Tapi dia teramat sangat populer, karena bisa dipasangkan di perangkat keras kelas apa saja. Mulai mainboard seharga 50 dolar hingga 500 dolar bahkan lebih.

Plus bajakannya melimpah. Alhasil semua orang bisa kenal komputer berikut kecanduan (bajakan)nya.

***

Kemudian era Mac keluar dengan Intel, Mac PPC mulai terhenti pemutakhirannya. Mendakan Mac cuman jadi barang koleksi, ndhak bisa dipakai kerja.

Dan mendadak Mac menjadi barang seperti PC Windows biasa, namun yang kelas hi-end; bukan lagi “komputer yang berbeda”.

Mulailah kami berhenti menggunakan Mac.

Saat ini kami sekeluarga pake PC dengan Linux sebagai sistem-operasinya. Windows masih kami pasang, untuk penggunaan tertentu.

***

ENAM tahun setelah menggunakan Mac, saya baru punya BMW. Mobil Eropa pertama yang ada di keluarga.

Awalnya kagok melihat mobil Eropa yang “serba beda semua” gini. Beda cara nananginya, beda (harga dan) spesifikasi-dimensi parts standarnya, beda fotur dan perlakuannya.

Tapi setelah mengingat Mac yang telah sekian lama mengisi dan menghiasi hari-hari kami sekeluarga, rasanya semua “seperti udah biasa” aja.

***

SEKARANG rasanya mulai tipis batas performa dan kecantikan (desain hardware maupun software) antara Windows dan Mac. Windows 10 pada jenis-jenis komputer kelas atas: komputer 2in1 (bisa jadi laptop atau tablet; komputer workstation; dll. begitu kelihatan cantik dan luar biasa peningkatan performanya. Windows 10 (rasanya sejak Windows 8) serasa telah meninggalkan Windows era lama/sebelumnya. Meski masih penuh corak warna, namun Windows 10 udah meninggalkan warna latar yang warna-warni dan bikin pedih mata, malah bikin susah konsentrasi kerja. Ini kalo saya. Ndhak tau kalo Anda.

Mac yang masih konsisten dengan nuansa lamanya, sebenarnya juga mulai berubah lumayan. Mac mulai penuh warna meski tetap ndhak pernah bisa norak kayak Windows. Secara umumnya warna sistem operasinya tetaplah simpel. Karakter warna simpel ini justru sekarang banyak kita temukan di laman web. Yang paling kondang tentunya ya si google itu. Putih mulus sepi corak norak gitu.

Kalo Linux mah, suka-suka yang bikin (distro). Bisa simpel kayak Mac, bisa norak kayak Windows. Namanya aja open-source, bisa dioprek semaunya yang bisa ngoprek.

Linux itu kan “bukan perusahaan” kayak Mac atau Windows. Dia kan kayak paguyuban warga, kayak orang banyak lagi gotong royong, atau mirip-miripnya kayak koperasi lah modelnya.

Koperasi kan juga bisa punya pabrik atau tokok kayak perusahaan gedhe. Tapi ngerti kan bedanya apa antara koperasi vs perusahaan partikelir? Ya kayak gitulah kurang lebihnya. 😀

***

Dan, era internet & koneksi telah membawa mereka semua ke satu fokus: offline-less. “OS”-store telah menjadi kata kunci yang senada sejak era Blackberry, Linux, Android, iOS, dan kemudian Windows serta Mac.

Bahkan perangkat kerasnya pun mulai semakin tipis perbedaannya. Antara ponsel, tablet, dan komputer cuman dibedakan pada sedikit penggunaan khusus aja. Sebab udah lumrah ada komputer atau ponsel seukuran tablet.

MacBook yang judulnya masih laptop itu pun jeroannya juga jeroan henpun.

Dan… BMW pun juga semakin tipis bedanya dengan mobil lain. Apalagi di era mobil listrik yang udah dekat ini. Di dalam BMW udah mulai banyak cup-holder. Dan BMW vs Crown bahkan Camry sekalipun – ndhak perlu harus Lexus, rasanya sudah semakin sedikit dan semakin sedikit perbedaan (kemewahan)fiturnya.

Hanya konsistensi karakter yang membuat Mac dan BMW masih “berbeda” dengan yang lain. Yakni kidney-grill dan konco-konconya serta palang atas berikut suara Mac Chime itu, juga dockingnya

Hal sederhana, namun ternyata menjadi pembeda yang luar biasa. Susah ditandingi lawan-lawannya. Kecuali ntar manajemennya salah langkah, bukan tak mungkin nasib mereka terjungkal.

Semoga Mac dan BMW terus selalu mengusung konsistensi mereka.

– Freemac HW,
pengguna BMacW.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s