Legroom Headroom Seat

Ini tentang mobil (yang ada di keluarga) kami. Ada satu mobil, kalo dilihat sepintas tampak legroom-nya lapang banget. Udah gitu kabinnya kesannya roomy banget. Headroom-nya kayak lega banget.

Tapi setelah diduduki, ternyata legroom ndhak lapang-lapang amat. Headrest juga ndhak lega, malah pada posisi duduk normal di jok belakang, kepala saya nyundul plafon.

Opsi duduknya: saya musti di depan, atau kalo di belakang kepala musti saya tekuk atau bokong agak geser ke depan sehingga punggung bisa sedikit membungkuk dan dengkul terpaksa lebih nekuk lagi.

Koq bisa kalo dilihat atau difoto tampak lega?

Karena tatakan duduk(/hip)nya ternyata pendek, ujung joknya masih “jauh” dari engsel dengkul. Bikin capek kalo duduk di perjalanan panjang. Karena paha seperti menggantung gitu.

Juga sandaran punggunggnya ndhak seberapa tinggi. Headrest pada posisi mentok bawah cuman kena di leher. (Neckrest dong jadinya?) Plus tebal jok+sandarannya tipis. Jadi secara proporsional dia (seolah) tampak lapang+lega kabinnya: legroom-nya seolah lapang, headroom-nya seolah lega, seat-nya seolah lebar. Padahal aslinya malah sempit banget.

YANG di atas itu masih mending, karena pada posisi nyetir, dengkul ndhak ngepres kiri-kanan. Alias selangkangan saya masih bisa sedikt mengankang.

Ada satu lagi mobil masih di barisan keluarga (besar) kami, dia jelas tipikal mobil irit dan yang ini headroom-nya malah lumayan, tapi legroom-nya sama sempitnya dan seat-nya juga pendek banget plus kalo posisi nyetir dengkul saya mentok kiri-kanan. Kaki seperti kejepit dari samping kiri-kanan gitu. Dan yang ini malah yang paling ndhak enak, soale selangkangan jadi ndhak nyaman banget puolll. Hiks…

Sementara mobil satunya, kabinnya malah terkesan ndhak seberapa roomy. Headroom-nya juga ndhak tampak lega. Legroom-nya pun kalo dilihat seperti pas-pasan.

Tapi setelah kita duduk, nyamannya luar biasa. Kaki malah bisa sedikit lebih selonjor, sama sekali ndhak nekuk banget. Headroom di jok belakang pada posisi duduk normal beneran lega banget.

Malah joknya lebih mem-bucket, sehingga badan kayak dipeluk, pas banget.

Koq bisa kalo dilihat atau difoto tampak sempit kabinnya?

Karena tatakan duduk(/hip)nya ternyata panjang, ujung joknya sampe mentok ke engsel dengkul. Bikin nyaman kalo perjalanan panjang. Karena paha ndhak kerasa menggantung gitu.

Sandaran punggungnya juga lebih tinggi. Headrest posisi mentok bawah aja pas di kepala. Plus jok dan sandarannya tebel banget. Jadi secara proporsional dia malah tampak sempit kabinnya: legroom-nya kayak sempit banget, headroom-nya kayak mepet banget, seat-nya kayak buntek gitu. Padahal aslinya lega banget.

Yach, pada saat barunya, keduanya memang mengusung pepatah kekinian: ada harga ada rupa.

Cuman pada saat sekennya, itu mobil yang kabinnya cuman tampak lega padahal aslinya sempit, depresiasi harga jual kembalinya malah rendah alias harga jual kembalinya masih lumayan tinggi dibanding harga barunya.

Karena mesinnya irit, salah satunya karena cc-nya yang kecil plus bodinya yang uentenggg banget. Sehingga mesin ndhak ngoyo untuk membuatnya melesat.

Sementara mobil yang seolah tampak sempit padahal aslinya lega banget depresiasi harga jual kembalinya ekstrim hancur jeblognya. Mungkin karena bensinnya boros, soale perlu mesin besar untuk menggotong bodinya yang berbobot (baca: berat banget).

Well, ternyata, masalah kondisi kabin (baca: kondisi keergonomisan tempat duduk/seat) adalah faktor yang tidak memveto harga jual kembali sebuah mobil menjadi bertahan. Kenyamanan berkendara ternyata tidak membuat depresiasi harga jual kembali bisa dicegah-tangkal dan ditahan kemerosotannya.

Yang diperlukan pasar pada kenyataannya adalah mobil yang irit, bukan yang nyaman. Mungkin karena fisik orang Indonesia kuat-kuat. Sehingga duduk dengan posisi “paha menggantung” pun enak-enak saja rasanya.

Kata orang, kenyamanan itu cuman masalah rasa dan bagaimana kita menerimanya.

Dan bagi saya: mobil ndhak nyaman bagi saya namanya ya tetep aja mobil ndhak nyaman. Bikin pinggang dan punggung mau patah rasanya. Ndhak ada istilah ndhak nyaman itu berubah jadi nyaman hanya karena persepsi (baca: stimulasi dan pengelabuan otak oleh hiburan dari diri sendiri).

Ini bukan karena kami tidak bersyukur. Ini cuman ngomong fakta. Ndhak bersyukur itu kalo saya ndhak mau dan menolak mentah-mentah naik mobil yang ndhak nyaman. Wong pada kenyataannya, dominan jam jalan saya juga di atas motor skutik 110cc atau mobil bersuspensi belakang leaf-spring koq!

Dan terakhir kalo kata orang kenyamanan itu mahal, bagi kami justru berbalik telak: kenyamanan ternyata malah itu murah meriah. Cuman separoh bahkan sepertiga bahkan seperempat harganya dari ketidaknyamanan. 😛 😀

Tidak penting apa merk dan tipe mobil yang saya uraikan di atas. Yang jelas itu semua ada di barisan kendaraan keluarga (besar) kami, dan kami udah menaiki semuanya pada perjalanan yang lumayan panjang yang cukup buat menemukan perbedaan (rasa) masing-masing. Kami hanya ingin mencoba menguraikan komparasi teknisnya secara deskriptif saja, bukan secara definitif.

Sekali lagi, ini tentang mobil (yang ada di keluarga) kami. Bukan ngomongin mobil Anda.

– FHW
punggung & pinggang vs bensin & perawatan.

Advertisements

5 thoughts on “Legroom Headroom Seat

  1. Kalo bmw e34 vs mitsubishi eterna lebih nyaman mana om, terutama utk perjalanan jauh misal Semarang – Malang, terimakasih sebelumnya, syukur2 jika ada review lengkapnya hehehe

    Like

    • Kalo eterna saya belom pernah nyoba. Kalo galant lele pernah.

      Dan maaf, masih jauh enak E34 ternyata. Kecuali tampangnya, mungkin gaul galant.

      IMHO.

      Like

  2. Suwun infonya om..biasanya kalo ganti total kaki2 e34 itu yg diganti apa aja n estimasinya berapa y om? Pas kapan itu liat di olx ada yg nawarin e34 vanos th 93 ato 94 lupa persisnya 45 jt di raerah cilacap, kalo dr foto keliatannya terawat luar dalam cuma ragu apakah kulit jok udah diganti apa belum, hehehe saya masih cari info ttg e34 sebanyak2nya soalnya..

    Like

    • Kalo ganti total kaki-kaki E34, yg diganti mustinya komplit.

      – Bushing
      – Joint/wishbone (sering dibahasakan sebagai arm atau sayap).
      – Shock
      – Support-shock (ini yg sering dilewati, padahal musti ganti)
      – Tierod, long tierod.

      Kalo ganti sebagian, biasanya sebagian lagi akan segera rusak.

      Estimasinya emang mencekik leher, sekitar 7-12jt; tergantung entah berapa sekarang dollarnya.

      Kalo kulit jok, bisa ditanyakan ke sellernya, udah diganti atau masih aslinya.

      Kulit jok E34 taon akhir (94/95) masih banyak yg oke kondisinya, tapi kadang ndhak muncul di permukaan dunia persilatan.

      Hehehehe…

      Like

  3. Wahh matursuwun om jawabannya, salam buat si badak biru hehehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s