Sepatu 41

Sepatunya yang ‘barusan’ berumur setahun udah enggak muat. Solnya sempat terkelupas sedikit – dan sempat kami jahitkan. Namun ujung jempolnya sobek kecil.

Hendak membelikannya, kami tak langsung menuju toko sepatu, yang hari-hari sebelumnya kami udah sempat jalan-jalan dan memperhatikan harga beberapa item sepatu yang cocok untuk si kecil.

Kami buka dulu Lapak Jual Beli Kediri. Salah satu lapak jual beli lokal yang cukup kondang dan terkelola dengan lumayan baik oleh tim adminnya,

Tim admins LJB Kediri meng-setting itu forum dengan status close. Harapannya keliatan: agar seller dan buyer yang bergabung di sana sama-sama serius njual dan nyari barang.

Kalo open, khawatirnya banyak seller yang terlalu bombing post, ngepost banyak-banyak supaya trit/thread-nya di atas terus. Cara yang sah, namun jelas sama sekali enggak etis. Macam serakah ini namanya.

Hal semacam inilah yang membuat sebuah forum jual beli terkesan kumuh, rusak, semrawut, dan kurang jelas kondisinya: banyak anggota dan lalu-lintas postingnya, namun acakadut dan terlalu morat-marit kesan yang kita dapatinya: teramat buanyak trit kembar-kembar yang bukannya menarik perhatian namun malah bikin eneg ngeliatnya.

Sayangnya, meski admin LJB Kediri lumayan tegas memperingatkan seller yang nakal melanggar rule, masih banyak juga seller nakal yang melanggar rule dan masih lolos dari pantauan admin.

Semoga tim admins LJB Kediri bisa semakin berbenah memperbaiki kondisi forum agar benar-benar menjadi forum jual-beli paling berkualitas di area Kediri Raya.

***

Searching pake kata kunci sepatu, muncul beragam trit/lapak. Ada yang jual sepatu bekas, ada yang khusus jual sepatu khusus pantofel; dan kami menemukan sebuah trit sepatu sekolah/olah raga dengan harga dipajang 90RB.

Kami telpun empunya trit, ibu-ibu. Ternyata lokasinya enggak terlalu jauh dari rumah. Langsung kami meluncur.

Sampai di lokasi, si ibu yang punya lapak menyambut kami. Tempatnya di rumahan.

Stok barangnya segunung! Cuman kami amati, modelnya memang enggak terlalu banyak. Tampaknya si ibu beli/konsinyasi sedikit model dengan banyak volume demi ngedapatkan harga kulak murah. So bisa dijual dengan tetep murah tentunya. Dan harga yang tertera di price list emang membelalakkan mata: mulai 60RB hingga termahal 125RB!

Pilah-pilih sana-sini, nyoba sana-sini, kaki si kecil ternyata sudah berukuran 41!!!

Omegod… Ukuran 40 siy muat, cuman terlalu ngepas. Itu juga belom disumpel pake kaus kaki. Alhasil ukuran kami naikkan jadi 41.

Ibu yang punya lapak sama beberapa anggota keluarga yang ada di situ sempat terheran. “Putranya kelas berapa siy Mbak, koq kakinya gedhe banget?”

“Kelas lima, Bu…” Jawab saya pasrah.

“Byuh, lha itu nanti kalo idah SMP, berapa ukuran sepatunya?”

Saya hanya bisa tersenyum. Entah apa kata nanti ajalah. 😀

***

Kami dapet model yang kami tebus dengan harga 60RB. Si ibu buka rahasia, “Yang ini harga 60RB, soale saya kulakan putus Mbak… Kalo yang ini 90RB, soale ini konsinyasi. Kalo enggak laku saya bisa retur.”

Oooh… Ternyata biaya konsinyasi itu besar juga ya… Sampe 50% selisihnya. Wuih!

Cuman kalo itu model yang si Ibu kulakan putus banyak yang enggak laku, ya lumayan juga risikonya. Mana kami lihat tadi ada beberapa kardus lagi, dan satu kardus tampaknya isi dua lusin pasang sepatu. Ckckckckckck!

Inilah kaum wirausahawan, mereka berani menantang risiko, tentunya dengan perhitungan, pertimbangan, kalkulasi, dan keyakinan. Luar biasa!

***

Dilematis juga membelikan sepatu -dan baju- buat si kecil. Pertumbuhan badannya cepet banget.

Dulu Utinya pernah membelikannya celana cakep. Namanya celana cakep, dipakainya cuman buat kondangan aja. Dan yang kami ingat, itu celana cuman dia pakai beberapa kami aja, langsung enggak muat. 😦

Alhasil, pakpuh, budhe, bulik, dll. semuanya kami teriakin. “Sini kalo udah punya celana enggak muat!”

Beneran, koleksi celana pakpuh dan budhenya yang udah enggak muat, pas dipakai si kecil! Alamaaak!

Jadinya, kami mikir kalo membelikannya barang bagus. Sebentar udah enggak muat, sayang duit jadinya.

Akhirnya kami putuskan: kalo harus membelikannya pakaian/sepatu, kami belikan yang sekiranya daya tahannya selama muat dia pakai. Estimasi kami: setahun doang!

Namun kadang kami keterlaluan juga.

Dulu pernah nyarikan sepatu juga. Kami nyari di lapak sepatu kaki lima yang harganya lebih ekstrim lagi: mulai 15RB!

Kami membelikannya sepatu seharga 35RB. Ternyata cuman dalam hitungan sedikit bulan, itu sepatu sudah amburadul. Kulit sintetisnya mengelupas semua. Solnya siy bisa dijahitkan, cuman kulitnya yang kena jahitan pada sobek.

Trauma kami membelikan barang yang kelewatan murahnya gini.

Dan untuk sepatu yang barusan kami tebus, semoga bisa tahan setidaknya hingga setahun. Si Ibu pemilik lapak sepatu mencoba meyakinkan kami, “Kalo kuatnya kuat koq Mbak. Mungkin itu sepatu duluan sesaknya ketimbang rusaknya.”

Semoga.

Setidaknya untuk harga pengalaman kali ini adalah 60RB.

– Deasy Ibune Rahman

Advertisements

2 thoughts on “Sepatu 41

  1. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk memberikan review tentang pengalaman bertransaksi dalam grup LJB Kediri.
    Kami tim admin LJB Kediri tetap berusaha semaksimal mungkin agar grup tetap solid,aman,sehat,efektif dan berguna bagi pelapak dan pembeli,khususnya wilayah Kediri dan luar daerah pada umumnya.

    LJB Kediri akan selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik yang bersifat membangun.
    Terima kasih 🙂

    LJB Kediri

    Like

  2. Terima kasih mbak deasy ibu ne sicakep rahman udah sharing cerita dsini. Terima kasih sudah percaya untuk belanja ditempat kami. Mudah2an puas dg pelayanan dan produk kami. Kritik dan saran kami tunggu. Terima kasih tim LJB kediri yg sdh sgt membantu kami. Semoga terus jaya dan membawa bnyk manfaat untuk semua orang.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s