Tahu Bulat

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? (QS. 50:6)

Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. (QS. 50:7)

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS. 21:30)

Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (QS. 21:32)

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya, (QS. 21:33)

***

Saya 100% percaya ayat quran.

Tapi saya 100% ndhak tau apakah bumi ini bulat atau datar. Soalnya saya ndhak pernah ke ruang angkasa pun ke antartika.

Dan saya yakin, tentang persoalan bumi entah bulat entah datar, paling kaum muslimin-muslimin itu juga cuman debat doang, ndhak membuktikan ke ruang angkasa pun ke antartika.

Dengan kata lain, quran cuman jadi jimat kayak batu yg disimpan dan diyakini membawa tuah. Tanpa pernah diriset dan dibuktikan kinerja faktualnya.

Al Quran serasa jadi jimat: cukup sekedar diyakini, dan itu sudah membuat kita masuk sorga. Ndhak perlu lagi quran kita jadikan petunjuk: untuk kita melakukan dan membuktikan sesuatu. Pergi ke ruang angkasa pun antartika misalnya. Atau terus menerus melakukan riset dan pembuktian sgala isi dan kandungannya.

Namanya petunjuk, petunjuk apapun, adalah berlaku jika diaplikasikan dan diimplementasikan. Sebutlah petunjuk apa saja: petunjuk penggunaan ponsel, petunjuk ngisi jawaban soal ujian, petunjuk lalu-lintas, petunjuk masak, petunjuk meredam hati nan gundah, petunjuk menawar barang, petunjuk melalui keramaian kerumunan agar lolos sampai tujuan. Dan Quran adalah petunjuk kehidupan ini, mulai biologi-molekular hingga teknologi terapan sampai sistem ekonomi dan bagaimana membangun civil society/masyarakat madani.

Dan petunjuk itu cuman duduk di ranah teoritis. Seperti buku manual yg selalu kita baca namun gawainya ndhak kita operasikan. Seperti peta yg kita pelajari namun rutenya tidak kita lalui. Seperti rambu-rambu yg kita pahami namun jalanan tiada pernah kita lintasi.

Seperti seminar yg kita gelar tanpa hasil riset kita wujudkan. Seperti uji laboratorium kita tuntaskan namun penerapannya tiada pernah ada.

Al Quran telah kita penggal kekuatannya menggerakkan kaum muslimin untuk menguasai dunia: mulai biologi-molekular hingga teknologi terapan sampai sistem ekonomi dan bagaimana membangun civil society/masyarakat madani, semuanya tak ada di tangan kita.

Suka atau tidak, diakui atau tidak, pusat kekuasaan ekonomi, teknologi, informasi, bahkan kekuasaan dunia ada di tangan barat, sebutlah Amerika dan konco-konconya.

Termasuk kepastian apakah bumi ini bulat atau datar, ternyata semuanya cuman (kembali) wacana. Kaum muslimin yg dibekali Quran, secara khifayah tidak pernah memastikan secara saintifik dan faktual mana yg benar!

Dan sekali lagi, energi dan wawasan kaum muslimin yg dibekali Quran itu, sekali lagi dan lagi-lagi cuman terus-terusan habis untuk debat. Berwacana, tanpa ada hasil nyata yg mengubah dunia.

Dan akhir dari semua ini, tetep aja zionis -atau siapalah mereka entah- yg menang telak atas semuanya. Setidaknya mereka telah menang:

  • Diam-diam mengimplementasikan segala clue & manfaat ilmu pengetahuan dalam quran untuk kepentingan mereka sendiri,
  • Diam-diam membalik segala clue fakta ilmu oengetahuan dalam Quran untuk membuat mereka terus menguasai kita, membuat kita selalu bergantung pada mereka,
  • Menjadikan Quran laksana jimat yg cukup digenggam erat, dicium-cium, dan dibaca secara literal; bukan sebagai kitab yg perlu “diacak-acak” agar terkuak semua misteri isinya demi kemaslahatan umat manusia, kehidupan, & peradaban sepanjang masa.

Ini pendapat datar saya tentang bumi yg bulat. Pendapat dari saya yg ndhak becus agama. Maka, jangan percaya posting saya ini.

Percayalah hanya kepada Tuhan Sang Maha Kuasa.

– FHW

***

Advertisements

6 thoughts on “Tahu Bulat

  1. liat sepintas episode 4.. untung di android saya nggak ada google maps.. mau gps an ya make sygic atau here yang tetep bisa navigasi kala tanpa sinyal hp.. entahlah atau itu propaganda lain.. tapi akurat.. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s