Shadowmasochist

Namanya Ardian “Boeng” Satriyo Adi (Satriyadi). Tinggal di Kediri kerja di Trenggalek. Dulunya doi pengguna sebuah mobil merk Jepang bertipe 323 (namun tanpa ‘i’ tentunya).

Udah enak-enak pake itu mobil, eh lha koq dijual trus dituker sama BMW E30 M10 – si Item julukannya; mobil yang membuatnya buingung setengah waras karena mencari dimana posisi karburatornya. Dan besoknya doi tambah bingung setelah tau kalo mobilnya, yang keluaran era ’80an itu, udah injeksi.

Sejak itu, dimulailah satu demi satu petaka berkelanjutan dalam hidupnya.

Diawali dengan mesin kasar. Eh ternyata ndhak nyana: cuman karena filternya kotor. Sesuatu yang takkan terjadi di mobil kebanyakan: mesin kasar karena filter kotor.

Untunglah cuman filter. Bukan turun mesin. Well, solved.

Doi mulai meringis riang dan bergaya senang. Naik BMW cuy! Biarpun cuman mobmwil tua bmwangka, namun ternyata lebih nyaman ketimbang mini MPV 7 seater yang baru keluar dealer. Dan doi mulai bisa melaksanakan ritual sesat di jalan yang benar: perawatan rutin dan perbaikan berkala mobmwil tua bmwangka-nya.

***

Namun keceriaan ini tak berlangsung lama. Belakangan cobaan tak henti datang mendera, segala ujian tak kunjung berhenti menerpa. Masalah timbul silih berganti serasa tak lekang oleh waktu.

Setir si Item, mulai amburadul rasanya. Badan Lik Ardian kembali lemas lunglai meratapi nasib. Tapi doi tak mau terlalu lama menahan duka. Sepaket steering rack punya BMW E36 pun ditebus.

Solved. Doi kembali cengengesan di sepanjang perjalanan. Lebih cengengesan lagi saat doi mengkisahkan mobilnya yang hendak diangkat sama tukang parkir.

Ceritanya doi parkir di teras pertokoan, menghadap jalan. Eh dihalanglintangi sama mini MPV 7 seater yang diparkir pararel dengan hand brake aktif.

Melihat situasi yang lumayan genting dan khawatir jadi runyam, berpotensi menimbulkan chaos di masyarakat, sekawanan tukang parkir secepat kilat menggelar rapat dan membuat analisis serta memutuskan ketetapan: bahwa lebih mudah mengangkat moncong si Item agar menyerong sedikit, karena ada cukup celah untuk bisa meloloskan diri dari halangan dan rintangan si mini MPV.

Selanjutnya empat manusia perkasa bergelar tukang parkir bersatu padu melawan penjajah, eh mengangkat moncong si Item.

Hasilnya? Si Item tak bergeming sama sekali. Yang ada malah terdengar deru pacu nafas empat bapak yang bekerja keras untuk ngasih makan anak-istrinya di rumah: sekawanan tukang parkir yang ndhak sanggup mengangkat moncong si Item dan gagal menggesernya menyerong.

Jadilah waktu berhenti berdetak dalam diam. Dunia berputar sungguh lambat menanti kedatangan supir bajingan mini MPV tersebut.

***

Terakhir yang membuat Lik Ardian frustasi tujuh level langit adalah saat gearboxnya ambrol karena kehabisan oli transmisi karena bocor gradual (kita biasa menyebutnya: bocor alus).

Itu semua belom seberapa sebenarnya. Satu kisah yang paling epic, masih masa awal barusan meminang itu si Item E30 M10, power steering-nya bermasalah. Bocor sana sini.

Berkali-kali dipanggilkan tukang, dari yang sesumbarnya jaminan pijat urat hingga engsel keseleo (ini montir mobil apa tukang pijet badan ya yang dipanggil? Entahlah), nyatanya tak pernah solved.

Alhasil, itu power steering akhirnya diamput-asi, dilepas begitu saja dan jadilah sebuah BMW E30 M10 dengan powered sepiring. Eh, powered steering. Sintingnya, doi menikmati kegiatan “gym lengan by driving” ini. :O ~> Indikasi shadowmasochist.

Sepanjang hayat itu si Item jadi piaraannya, doi udah turing ke mana-mana, masih dalam batas karesidenan siy, tanpa PS (baca: power steering).

Mendadak

Tampaknya Lik Ardian lelah juga dengan derita hidup tak berkesudahan karena miara BMW. Parts harus pesan ke kota besar. Bengkel pun tak semua sanggup merawatnya. Meski ada satu orang gila sembunyi di pelosok pedalaman sini dan bisa menangani segala macam penyakit BMW; mulai panu kadas kurap dan kutu air, hingga meracik mobil balap yang sanggup jadi juara umum di Sirkuit Sentul. Namanya Abi Bintara, mekanik gila dari goa batu.

Singkat cerita, diiringi gemuruh angin dan gelegar ombak (padahal Kediri ndhak punya pantai), ditambah dentuman guntur dan keributan burung-burung di angkasa serta ribuan hewan berlarian di hutan, karena tak lagi kuasa menahan beban hidup ini, alhasil si Item dijual dengan rasa hati hampa:

… antara rindu dan dendam berbaur menjadi satu. Tangis dan tawa beraduk bercarut marut. Antara lega dan sesak berguling-guling dalam hati sang tuannya.

Begitu usai si Item dijual, dunia mendadak lengang. Pepohonan diam. Daun pun tiada bergoyang. Laut pun begitu tenang. Tiada ombak. Angin sungguh serasa tak bertiup.

Dunia mendadak tenang. Semua berbalik menjadi nyaman kala si Item dijual. Satu bimmerfan telah berhasil membebaskan diri dari masalah bawaan semua supir biem: parts mahal dan susah dicari, perawatan ndhak gampang, dijual kembali jeblok.

Dan sengkarut jiwa dan kegalauan batin Lik Ardian musti segera diakhiri. Hidup harus terus berlanjut dan tak boleh berhenti dalam keterpurukan. Begitu mungkin yang ada di pikiran Lik Ardian.

Hingga pada suatu hari dalam semua ketenangan dan kedamaian muka bumi ini, Lik Ardian beserta Istri sudah sepakat dan bulat hendak meminang sebuah mobil Jepang. Unit sudah dilihat, barang sudah dicek, kondisi sudah ditest.

Tinggal pulang untuk besoknya balik bawa duit dan kembali ke rumah bawa unit.

Eh lha koq besoknya, alih-alih tinggal mbayari itu mobil Jepang yang udah diliat sebelomnya, doi malah mendadak berbelok dan menebus sebuah E36! BMW E36 M52B25 MT!

Es di kutub langsung pecah terbongkah. Air di semua laut mendadak surut tersedot ke dalam palung-palung. Samudera Atlantik mendadak kering-kerontang, samudera Pasifik mendadak tampak dasarnya dan jadi hamparan pasir yang membentang tak berujung. Planet bumi mendadak mantul-mantul dari garis rotasinya. Rembulan pun sampai mencelat hingga mendekat Mars;

monyet dan simpanse serta orang utan langsung berhenti meloncat dan menjatuhkan buah pisang yang udah di depan mulut dan nyaris dilahapnya, moncong mereka semua menganga;

… jagad raya terkejut mendengar kabar si burung tentang perubahan keputusan yang maha mendadak ini!

***

Tampaknya Lik Ardian memang pengidap shadowmasochist. Doi justru menikmati kenikmatan sengsaranya miara BMW.

Baru beberapa waktu doi dapet itu E36, film-striptease di MAF-nya udah putus gara-gara sama doi dibersihkan pake cotton bud. Yakh, kadangkala pepatah para orang tua emang terbukti: niat baik (membersihkan MAF memang) belom tentu hasilnya baik.

Pfiuh… Goblok koq dipiara. Gila koq dipertahankan. Keblondhrok (terjerumus) koq diteruskan. Kecemplung koq dinikmati. Hadew weleh-weleh…

Udah sejurus mau jadi waras hidupnya, kini nasibnya kembali lagi seperti semula sediakala: edan miara BMW lagi.

NDHAK habis pikir saya dengan orang macam dia. Apalagi sama yang namanya Cak Rizal yang lantang mengepalkan tangan dan meneriakkan: “Rocker juga manusia!” Eh, “Saya kapok kalo ndhak miara BMW lagi!”

Udah gitu malah dunia tambah diyakinkan sama Lik Alka: “Let’s feel-free to keblondhrok!”

Maaak! Mereka semua kumpulan shadowmasochist! :O

Ya Maroon, lindungi aku dari godaan E36 yang lucu…

– Freema HW,
tukang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s