Puasa Dari Setan

Malem puasa semalem, berasa bener-bener penuh godaan bagi saya. Beberapa hari ini saya sering luar kota. Biasa, selalu ada aja mobil yang suka ulah: nyalip pake ngegunting, ini yang paling banyak.

Plus kemacetan yang bikin temperatur mesin naik, meski temperatur kepala saya tetep adem.

Tapi semalem, itu mobil-mobil tukang gunting kayaknya berasa beda. Kategorinya sudah bener-bener sangat membahayakan. Kalo bahasa Jawanya: ndrawasi. Ini godaan kesabaran bagi saya. Kalo sampe saya esmosi, gagal puasa esensial saya dalam sepanjang hidup ini, bukan cuman pada ramadan saja.

Dan kenyataannya, meski sering sukses menahan lapar dan dahaga di kala puasa, saya lebih sering gagal menjalankan puasa hakiki dalam hidup ini: menahan godaan buruk.

Dan saya pribadi paling ndhak demen dengan agama aliran ngeles: ‘yang penting kewajiban udah ditunaikan. Selebihnya biarlah Tuhan yang menentukan’.

Kewajiban koq kita persempit sesuai mau-maunya kita sendiri… Sementara kewajiban kita adalah berpuasa sebagaimana kaum-kaum sebelum kita: berpuasa dari seretan arus penguasa dzalim yang tidak bekerja untuk rakyat, berpuasa dari kartel (baca: mafia) ekonomi, berpuasa dari berdagang yang tidak jujur, berpuasa dari mengkooptasi dan menghegemoni hidup orang lain.

Sepanjang sejarang peradaban, inilah yang terus berlangsung dan berlaku: setan menggoda kita terseret arus penguasa dzalim dengan dalih “Kalo ndhak gini maka anak-istri saya ndhak makan.”

Setan menggoda kita ikut tim kartel: kalo ndhak ikut klub mafia ini maka saya ndhak dapet proyek, dagangan ndhak laku, ndhak ada orderan, dlsb.

Setan menggoda kita menjadi pedagang tidak jujur: alhasil biasa kita mencampur barang jelek ke tumpukan barang bagus dengan rapi dan tersembunyi.

Yang paling rame, setan sukses merayu kita untuk mengkooptasi dan menghegemoni hidup orang lain. “Ente kalo ndhak kayak gini maka ente salah! Cuman ini yang benar, yang kayak ente itu salah!”

Dan kalo kita gagal berpuasa, lantas setan yang kita salahkan. Padahal salah sendiri kita ikutan godaannya. Jos!

Setan emang kekinian: bukan lagi mengajak kita untuk menentang agama, melainkan dengan agama kita telah menentang esensi dan hakikat sesungguhnya dalam ber-‘jalan hidup’.

Tapi godaan terbesar sesungguhnya ada di dalam diri saya sendiri: udah tau BMW itu buorosss, partsnya muahalll, dijual kembali susah polll; koq ya saya beli. -_-

Selamat berpuasa bagi siapapun yang menghendaki berpuasa. Sebab berpuasa itu sesungguhnya memang menuju selamat.

– FHW

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s