Banjir = (Manifestasi Kelakuan) Rakyat

Kami sedang berada di suatu tempat. Suatu tempat yang banyak diisi kaum berpendidikan. Suatu tempat di mana ada parkiran luas yang penuh sesak dengan -dominan/mayoritas besar nyaris semua- mobil pribadi. Dan dari kebanyakan mobil pribadi yang ada adalah keluaran baru. Harganya tentu ratus jutaan rupiah.

Kami tidak akan menunjukkan ini tempat apa dan di mana. Kami hanya ingin menunjukkan deskripsinya semendekati mungkin, karena kami ingin menggambarkan fenomenanya, bukan sesiapanya.

Sayangnya dari tempat ini adalah, saat kami melongok selokannya, yang kebetulan ini di pinggir area parkir, astaghfirullah… Sampah lumayan bejibun!

Entah ini berlangsung common/biasa atau hanya terjadi pas kebetulan sekali ini saja, kami kurang paham. Namun semestinya, sekalipun ini cuman sekali/sesekali saja, bila semua orang menyadari bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, maka hal seperti ini niscaya tak akan jamak terjadi.

Dan tentu jadi pertanyaan lebih lanjut bagi kami: orang berpendidikan, bisa beli mobil puluhan-ratus jutaan, koq bisa-bisanya kelakuannya masih uneducated dan miskin naluri-nurani gitu: mbuang sampah sembarangan/di selokan?

Ataukah semua sampah di selokan itu, di sungai-sungai sana, atau di manapun yang bukan tempat sampah, itu semua hanya kelakuan satu-dua-segelintir orang saja?

***

Sampah, sekalipun kecil-kecil, saat dia menumpuk banyak, akan menyebabkan saluran air tersumbat. Jika saluran air tersumbat, banjir akan dengan senang hati datang menerjang kita.

– Itu salahnya pemerintah dong, ngapain drainasenya ndhak dibersihkan! Udah gitu sering tuh gorong-gorong dirusak karena penggalian!

Gini lho cuk! Pemerintah dibentuk memang dengan kewajiban melayani masyarakat, yakni melakukan pekerjaan yang bisa jadi justru kacau kalo masyarakat sendirian melakukannya.

Misal: bikin jalan, bikin saluran drainase, dll.

Bayangkan kalo orang bikin jalan sendiri-sendiri. Speknya bisa ndhak sama. Malah ndhak teratur. Malah semrawut. Alih-alih tertata, yang ginian ini malah bisa bikin kacau negara.

Nah, baru kalo di tingkat kewajibannya ini pemerintah lalai: aspal dibiarkan bolong-bolong yang bisa mengancam nyawa pengguna jalan, saluran drainase dibiarkan semplah/ambrol sehingga menghambat aliran air, marka jalan raya tak ada sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan, dll.; baru kita lepas aja itu kepala-kepala pemegang kebijakan dari lehernya. Sori, dari jabatannya. Rakyat sebagai pemegang kedulatan bangsa dan negara, berkuasa penuh atas hal ini.

Sama halnya kalo rakyat melanggar aturan negara yang notabene merupakan manifestasi kepentingan dan kebutuhan bersama tanpa memandang golongan dan berdiri setara di atas segala perbedaan status rakyat, rakyat juga bisa didenda dan dipenjara koq!

Nah, tentu sama halnya dengan kewajiban individual: membuang sampah pada tempatnya. Tentu ini tugas, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing individu dong!

So, kalo sekarang banjir melanda di mana-mana, coba introspeksi dulu kelakuan kita: sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya?

Kalo tau membuang sampah sembarangan itu bisa mengancam kondisi lingkungan, ada baiknya warga negara yang kayak gini dibuang pada tempatnya saja.

Biar negara jadi lebih tertata. Dan ini memang perlu aksi nyata. Yakni membersihkan sampah masyarakat dan sampah negara.

– FHW,
Manusia sampah.

Advertisements

Unlimited

Ini bukan promo, bukan mbantuin promo. Cuman share aja.

Awalnya kami beli paket tergedhe Indosat Freedom Combo (XXL) masih dengan batas kuota. Harga 100 plus bbrp belas ribu, dapetnya melebihi apa yang tertera di laman web mereka.

Jika di laman web mereka bilang dapetnya 3gb 3G + 3 6gb 4G plus bonus 10gb 4G; kami dapetnya 10gb 3G + 10gb 4G plus bonus 20gb 4G sama gratis kuota khusus Spotify – saluran buat ndengerkan lagu, saingan iTunes, sebesar 10gb!

Kebetulan di Kediri jaringan 4G Indosat udah beberapa lama on dan area kami udah terkover. Udah gitu, harga ponsel 4G sekarang udah bisa dibilang sama dengan ponsel 3G dengan fitur yang seimbang. Jadi, ini momen yang pas buat yang lagi butuh/perlu upgrade ponsel baru dan di areanya sudah terkover jaringan 4G.

Lainnya data, kartu Indosat Freedom Combo ini sebenarnya free nelpon dan sms untuk sesama Indosat. Tapi kartu ini kami fungsikan buat datanya saja.

Setengah bulan pemakaian, iseng ngecek kuota, lho 4G-nya koq jadi unlimited? Beneran niy? :O :gasp

Spekulasi, bapaknya AleefRahman mencoba mengunduh berkas dengan besaran sampai melebihi sisa kuota yang ada.

Ternyata beneran unlimited!

Wih! :O :gasp

Entah ini cuman gimmick atau emang paketnya berubah jadi begini, atau entah paket/promo ini berlaku sampai kapan, sementara kami nikmati aja dulu.

Lumayan, kecepatan rata-rata 5 mbps, dan kadang sering tembus juga sampai 15 mbps. Meski teorinya 4G LTE sanggup sampai 150 mbps.

BTW, jangan nanyak-nanyak kami tentang gimana-gimana detail paketnya, gimana proses kelanjutan atau isi ulangnya, paket/promo ini berlaku sampai kapan, dlsb. Sekedar info yang kami dapatkan di sebuah lapak jual-beli lokal Kediri, di Kediri sini harga jual produk internet Indosat adalah sebagai berikut:

  • 1 gb 3G + 10 gb 4G (24 jam) berlaku 1 bulan = 25RB
  • 1 gb 3G + 10 gb 4G (24 jam) berlaku 2 bulan = 28RB
  • 19 gb (3 gb 24 jam + 6 gb jam 00-06 + 10 gb 4G) berlaku 2 bulan = 50RB
  • Paket XXL 6 gb 3G + 6 gb 4G + Unlimited 4G + unlimited telpon/sms (24 jam) berlaku 1 bulan = 115 RB

Entah kebijakan ini nasional atau berbeda untuk tiap daerah/area lain, atau paket/promo ini berlaku sampai kapan, silakan tanyakan langsung ke Galery Indosat, atau cek laman web Indosat, atau unduh aplikasi myCare mereka.

Kami siy pinginnya paket unlimited ini terus berlangsung selamanya. Harga segitu gpp, udah worthed dan pas rasanya. Ntar kalo kemurahan, kasihan operatornya jadi dikit untungnya atau lama balik investasinya. Tapi kalo kemahalan, ya mana mau kustomer beli 😛

– Deasy & Freema,
lanjut browsing.

5K vs F25 LCI

Anda kira 5K saya mau ngejar itu F25 LCI?

Anda ngawur!

Kejadian sesungguhnya adalah, saya sudah menggos-menggos menghela 5K, mendadak makclurut ada itu F25 LCI dari belakang masuk depan saya sekaligus siap melumat itu si siti item.

Usai skuad dari arah berlawanan lewat, makclurut lagi itu F25 LCI menghilang.

Saya sempat ketemu lagi pas doi kejebak lampu merah. Dan begitu hijau, dia lenyap lagi dalam sekejap!

Sepintas di pintu samping ada angka 3.0i jika saya ndhak salah liat. Kecil font-sizenya, beda telak dengan font-size numenklatur belakang.

Dan jangan pernah berharap ada numenklatur kubikasinya di sisi belakang. X-Series emang bener-bener low-profile. Hanya Xn. Tak ada numenklatur kubikasi, apalagi tulisan krisis eksistensi: “automatic”, ” V6″, “2.0”, “vevete”, dll. yang serasa mindah brosur penjualan ke pintu belakang.

Cuman M-Series aja yang terpaksa dapet tambahan huruf. Seperti X5M atau X6M. Paling panjang X550d atau X650d. Dan tetep tanpa segala macam huruf dan angka krisis eksistensi.

BEBERAPA kali saya menggos-menggos “mengejar” biem baru. Dulu dua kali pake badak ngejar F02 730Li berikutnya lain hari ngejar E71. Kejadiannya sama: begitu mereka dapet jalan, langsung plasss ilang amblas.

Saya tak sanggup mengejar mereka, apalagi mengejar angka pajaknya.

Saya ikhlas…

– FHW, bukan F10

Codot

Pepaya di belakang rumah dimakan codot, si kelelawar pemakan buah (fruit bats). Sisa buah yang ndhak termakan kami biarkan masih bergelantung di pohon, hingga membusuk begitu saja. Biarin aja, ntar itu buah busuk jatuh ke tanah dan tetep bermanfaat: jadi pupuk. Bukan jadi sampah masyarakat. Eh….

Codot, yang tampangnya “item jelek ndhak eksotis” itu justru berlaku baik: codot dikenal memilih(kan kita) hanya buah yang manis dan enak. Kata wiki: “Kebanyakan bangsa codot memiliki mata yang besar, yang memungkinkan hewan tersebut melihat dalam suasana kurang cahaya di hutan, pada saat senja atau dini hari. Indra penciumannya pun bekerja dengan sempurna, membantunya menemukan buah-buah yang telah masak di kejauhan.

Walaupun kelelawar secara umum dapat ditemukan di seluruh dunia, codot hanya ditemukan di daerah-daerah tropis di Asia, Afrika dan Oceania.

Meskipun kadang-kadang dianggap sebagai hama, codot berperan penting sebagai pemencar biji aneka tetumbuhan, terutama di hutan hujan tropika. Kelelawar ini hanya memakan daging buah yang dikunyah-kunyah untuk diambil cairannya, sementara serabut buah dan bijinya dibuang.

Codot biasanya tidak memakan buah di pohonnya, melainkan dibawanya ke pohon lain atau tenggeran yang lain yang dianggap aman dan memakannya di situ. Sehingga secara tidak sengaja codot telah memencarkan biji buah-buahan makanannya itu.

Tenggeran semacam itu, yang ditandai oleh banyaknya kotoran kelelawar dan sampah serabut dan biji buah-buahan di bawahnya, acap kali dijumpai pula di bawah atap selasar gedung atau emperan rumah yang agak terasing.” Dan ini kejadian di rumah Uti-nya si kecil, ada codot yang bergelantung di rangka atap, serta meluluhlantakkan sisa buah melinjo samping rumah yang dia cemil. Untung “kotoran” ini ndhak bau sama sekali 😀

Dulu waktu saya kecil, buah bekas incipan codot malah jadi rebutan kami-kami yang demen mbolang. Karena memang pasti rasanya manis. Terutama mangga. Dulu kondangnya masih gadung, manalagi masih entah di mana.

Tentunya, buah hasil incipan codot gini cuman enak buat dikonsumsi sendiri. Mustahil kan buah yang udah krowak/bongkah gitu dijual?

Jangankan dijual, dikasihkan temen/tetangga aja mungkin kurang sopan banget.

***

Cuman kini memdadak selintas kami punya pikiran iseng: codot-codot masa kini masih maem buah yang manis ndhak ya?

Mengingat era kini tumbuhan udah pada campur-aduk unsur genetikanya. Kebanyakan direkayasa buat menghasilkan buah yang besar/banyak, sementara rasa alaminya udah pada ilang dan kacau.

Buah-buah yang bergelantungan di pohon pun pada dibrongsong/dibungkus agar tampilannya cantik, dan biar ndhak digigit hama kononnya.

Sementara bagi kami, buah yang lazis itu, katakanlah jambu air atau pisang, justru yang kulitnya boleng/belang. Biasanya rasa buah berkulit belang ini malah manis enak alami.

Tapi pasar konsumsi buah berkata lain.

Buah yang akan diiris atau dikunyah itu harus tampil cantik terlebih dulu. Dan entah apa hubungannya tampilan kulit buah yang cantik dan mulus ini dengan kecerdasan otak…. sori, kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya, khususnya hubungannya dengan kenikmatan buah yang sejati: rasanya.

Mungkin kulit buah yang cantik mulus itu bisa lebih menampilkan sugesti dan memberikan rasa manis saat buah dimakan, sementara kulit buah yang belang/boleng malah akan membuat lidah lupa pada rasa manis yang sesungguhnya, karena otak udah duluan merasa ill feel melihat itu boleng kulitnya.

Mungkin.

Entahlah.

-FHW,
mulus dan manis. Mungkin.

Pungli

Membaca sebuah postingan fesbuk yang isinya keluhan pungli jalanan oleh polisi pada sopir truk, saya teringat cerita seorang rekan yang bisnis angkutan/transportasi. Intinya sama & senada: uang pungli yang disiapkan buat sepanjang perjalanan ternyata emang lumayan jumlahnya. Dikalikan ribuan trip/perjalanan kendaraan, pasti super wow total akumulasi jumlahnya.

Cerita yang nyaris tak bisa dibuktikan terbuka, tapi sepertinya ini sudah jadi rahasia umum. Dan dengan kemajuan teknologi, satu per satu mulai muncul unggahan rekaman aneka ragam pungli di jalanan di linimaya.

Postingan di fesbuk tersebut memohon kepada penyelenggara negara: tegakkan regulasi batas tonase di jalan raya. Doi sang postinger yakin, para sopir dan pengusaha angkutan bakal menyambut kebijakan ini dengan tertawa riang gembira daripada aturan dibuat untuk dilanggar.

Saya juga 100% yakin, pengusaha ndhak akan ngresula/sambat (mengeluh) kalo aturan batas muatan diterapkan 100% secara fair, adil, tegas, dan konsisten.

Sederhana saja kita bayangkan: jika pungli hilang dan aturan batas tonase ditegakkan secara tegas, (mesin) truk akan bekerja lebih ringan, niscaya konsumsi bahan bakar akan lebih irit dan periode penggantian parts akan lebih panjang.

Atau setidaknya jika jatuh ongkos angkutnya tetep atau taruhlah jadi naik, rasanya pengusaha malah akan lebih “bernafas lega” karena hilangnya komponen biaya tanpa nota yang bikin tidur ndhak nyenyak.

Apes-apesnya, dengan beban muatan yang sesuai kemampuan kendaraan, mustinya akan berkurang cerita truk-truk lemot yang overtonnage yang menghambat kelancaran lalu-lintas itu.

Keselamatan dan kenyamanan bersama di jalan raya pun bisa lebih terjamin. Karena seperti kita tahu, truk-truk bermuatan berlebihan tentu sangat mengancam keselamatan di jalan raya, misalnya jika bannya meletus atau gardannya putus trus truknya terguling, kasihan kendaraan yang ketimpa plus seperti biasa: bikin kemacetan panjang yang bikin banyak bahan bakar terbuang sia-sia atau banyak mesin kendaraan overheat karena macet yang abnormal.

***

Perekonomian negeri ini kacau bukan karena manusia Indonesia tidak produktif. Melainkan: buuuanyakkknya elemen ekonomi biaya tinggi (high cost economy) yang masih mencekik roda ekonomi (pungli, infrastruktur/jalanan rusak, perijinan ndhak jelas dan ndhak pasti, dll.)

Saya 100% yakin, tanpa harus nyari ceperan ilegal, gaji aparatur pemerintah itu koq mustinya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka, namun memang sampai kapanpun ndhak bakal pernah cukup untuk memenuhi keinginan.

Ini bukan cuman berlaku buat mereka saja. Buat saya juga.

Yuk, seberat apapun untuk memulainya, mari kita semua mengakhiri tindakan gelap dan ilegal dalam bentuk apa saja yang merusak tatanan kebaikan kehidupan; kebaikan bersama, kehidupan bersama. Selain ini sudah merupakan perkara melanggar hukum secara esensial, di akhirat ntar juga berat pertanggungjawabannya. Jauh lebih berat malahan.

Ndhak percaya?

– FHW WTF

*Gambar ilustrasi, nyomot dari internet*