Bencong

Laki-laki harus (pem)berani. Berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Berani membasmi kebusukan. Berani merusak kebobrokan. Berani membela yang lemah dan tertindas.

Sekaligus laki-laki harus berani mengayomi yang tersakiti. Dan yang paling penting: berani menolak menyakiti.

Berani menolak menyakiti apapun: menyakiti lingkungan, menyakiti alam, menyakiti kehidupan, menyakiti tumbuhan dan hewan, pun menyakiti diri sendiri.

Satu yang paling utama: menolak menyakiti perempuan. Dengan alasan apapun!

Laki-laki harus berani. Berani nyari makan buat keluarga ~> berani ngasih makan halal buat anak-istrinya.

Laki-laki harus berani mencari materi untuk anak-istri, namun harus berani dan bisa, sanggup menolak materialisme. Perlu perjuangan, sifat dan sikap laki-laki, dan keberanian tinggi untuk melakukan ini semua.

Laki-laki harus bisa memberikan dunia dan menjadi dunia untuk belahan jiwa dan buah hatinya. Namun laki-laki harus berani dan bisa, sanggup menolak duniawi (hedonisme) pada kondisi apapun. Perlu perjuangan, sifat dan sikap laki-laki, dan keberanian tinggi untuk melakukan ini semua.

Laki-laki harus bisa menjadi sumber kapital untuk keluarga, untuk kehidupan, untuk peradaban. Namun laki-laki harus berani dan bisa, sanggup menolak kapitalisme.

Sepanjang hidup.

Laki-laki harus pemberani. Itulah tadi sederet list atau daftar bukti dan pembuktian keberanian laki-laki.

Bukan sekedar berani berkelahi dengan sebab gak penting, apalagi cuman berkelahi tanpa sebab, lebih-lebih “berani”-nya picisan banget: tawuran.

Mereka yang “beraninya” tawuran, sesungguhnya itulah calon bencong, bakalannya banci, bukan laki-laki.

Mereka yang sok berani turun tawuran, yakin gak pernah bakal sanggup apalagi kuat dapet menstruasi! Liat aja di akhirat nanti.

***

Sememahaminya laki-laki pada menstruasi, pada kenyataannya laki-laki tidak akan pernah mengalami dan merasakannya sepanjang masa.

Sesakit-sakitnya laki-laki menghadapi hidup dan kehidupan, tak akan pernah laki-laki mengalami sakitnya melahirkan; melahirkan buah hati, melahirkan kehidupan, melahirkan penerus peradaban.

Laki-laki cukup jadilah laki-laki. Bila ditakdirkan tidak mengalami sakitnya menstruasi dan melahirkan, jangan iseng nyari perkara dan persoalan dalam kehidupan: menyakiti diri sendiri, menyakiti istri, menyakiti keluarga, menyakiti orang lain, menyakiti konstitusi, menyakiti rakyat, menyakiti kehidupan, menyakiti peradaban.

Laki-laki yang menyakiti itu semua, sesungguhnya itulah bencong, banci.

Jadilah laki-laki yang laki-laki. Laki-laki yang bisa memberikan materi, dunia, dan kapital namun sanggup menolak materialisme, duniawi, dan kapitalisme.

Laki-laki sejati itu berani!

– Deasy & Freema
Post from mobile-phone.

Advertisements

One thought on “Bencong

  1. orang tua, guru dan semua tayangan berpengaruh pada perkembangan anak

    yang berusaha dekat dengan agama aja bisa kepeleset apalagi gaming hingga dini hari lupa waktu ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s