Leica

Rasanya (wajar jika) kita masih perlu banyak kata-kata untuk menerangkan/menjelaskan (apa itu) Audi, BMW, Mercy, Lexus, Cadillac, dan barisan kereta premium lain ke dunia sana.

Namun rasanya tak perlu ada kata-kata apa-apa untuk (menerangkan/menjelaskan apa) Leica ini.

Bagi yang belom pernah mendengarnya, mungkin – bisa jadi teramat susah untuk mengkata-katakannya, mempenetrasikan pemahaman hingga menyesap ke dalam benak. Kecuali sekedar mendeskripsikan secara harfiah bahwa itu adalah kamera.

Bagi yang sudah paham ini apa, tentu kita tak perlu kata-kata apa-apa untuk menjelaskannya, menjelaskan (Leica) ini apa, menjelaskan sensasinya. Cukup diam dan menatapnya, terbentuk dan terbangunlah sebuah bayang yang penuh nuansa dan hawa tersendiri. Bukan sebuah aura harfiah yang datar.

Cukup diam dan menatapnya, sontak runtuhlah kegaduhan segala bahasan berkosakata Nikon, Canon, Olympus, Pentax, Sony, Fujifilm, dan kawanannya. Mendadak mereka semua menjadi seperti Fiat, Opel, Peugeot, Toyota, Honda, atau Suzuki. Mendadak mereka semua menjadi kata yang harfiah, nuansa yang datar, namun membuat sesiapa penggunanya bersyukur. Terlebih jika kita megang pricelist Nikon, Canon, Sony, Olympus vs Leica.

Mungkin Mamiya atau Hasselblad atau Sinar akan sedikit mengganggu ketenangan & kenyamanan indulgensi kita saat dalam diam kita terlamat menatapnya, menatap Leica. Namun mereka semua bertarung di kamar yang berbeda. Bukan lawan sepanggung sepertandingan.

Rasanya (wajar jika) kita masih perlu banyak kata-kata untuk menerangkan/menjelaskan (apa itu) Audi, BMW, Mercy, Lexus, Cadillac, dan barisan kereta premium lain ke dunia sana. Bahkan Roll-Royce atau Bentley atau Pagani pun McLaren sekalipun!

Namun rasanya tak perlu ada kata-kata apa-apa untuk (menerangkan/menjelaskan apa) Leica ini. Kita cukup diam dan bersama-sama memandangnya.

Bahkan, diamnya serasa berbeda dengan diamnya Lamborghini atau Ferrari. Bahkan Koenigsegg atau Bugatti sekalipun. Dan ini juga bukan sebuah diskusi tentang Porsche atau Nissan GT-R.

Kalo saya bilang, sensasi sebuah Leica, jauh lebih sangar ketimbang sebuah BMW.

Dan kembali kita diam melamat sensasinya; Leica.

– FHW
# BelomPernahMegangLeica
# LevelStatus:Mimpi

Advertisements

3 thoughts on “Leica

  1. Saya sering pake leica, tapi alat alat lab dan alat alat survey, kalo kamera belum pernah 😀

    Liked by 1 person

  2. leica hasselblad.. lha itu bukan barang mainan biasa.. walau mungkin bagi awam mesti ada yang tanya, kenapa semahal itu.. 😀

    Like

    • Saya bukan potografer, apalagi pakar kamera. Tapi dikit-dikit saya ngertilah masalah kamera. Dan saya masih tetep terus bertanya (=ndhak terima): kenapa Leica muahalll banget terus!

      😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s