Kami

Kami bukan pendukung Jokowi. Tapi banyak penentang Jokowi yang menentangnya tanpa kecerdasan (sama sekali).

Yakni mereka yang cuman umbar gosip, miskin analisis, rendahan logikalnya. Bukan mengkalkulasi, memformulasi, dan mengolah data dan fakta untuk mengerucutkan hipotesis, tapi lebih banyak merangkai segala elemen pembenaran opini sendiri.

Bahkan ini yang pualinggg mengerikan: sampe kami pandang tiada cover-both-side-story (tabayyun) sama sekali pada banyak ulasan (baca: paparan murahan) yang beredar!

Menjadi penentang itu sesungguhnya bermartabat, jika kita bisa memberikan atau menunjukkan kebaikan bersama untuk semua. Karena menjadi cecunguk, itulah seapes-apesnya kita hidup. Ini cuman pandangan subyektif kami pribadi.

Kami tetep bukan pendukung Jokowi! Tapi kami juga males ngikuti polah mereka yang cuman umbar gosip, miskin analisis, rendahan logikalnya. Bukan mengkalkulasi, memformulasi, dan mengolah data dan fakta untuk mengerucutkan hipotesis, tapi lebih banyak merangkai segala elemen pembenaran opini sendiri.

Eman-eman otak kami, anugerah terbesar dari Sang Maha Besar yang Maha Pemberi ini. Udah otak kami ini pas-pasan kemampuannya, maka sayang kalo cuman kami pakai buat mem-forward berita gosip, miskin analisis, dan rendahan logikalnya.

Apalagi buat menghabiskan hari buat ngajak itung-itungan sama Tuhan. Kami bisa ngitung kayak gimana? Wong apa yang Dia berikan itu tak terhitung semuanya, sementara apa yang kami lanjutkan dari-Nya untuk (kebaikan) dunia dan kehidupan ini nyaris blass tak ada hitungannya.

Mending kami pakai (otak ini buat) menyerap segala hal yang meningkatkan taqwa hanya kepada Yang Maha Kuasa; untuk (memikirkan) sesuatu yang berguna, yang maslahat untuk semua manusia, yang bermanfaat untuk segenap kehidupan. Mumpung sekali-sekalinya kami hidup. Soale kalo sudah mati, semua ini jadi berhenti.

Kami berusaha menggapai sesuatu yang berguna aja susyahnya minta ampyun pake banget. Niat ada juga jalannya seringkali masih gagal. Apalagi kalo di awal isinya cuman menggunakan anugerah badan ini untuk merangkai segala elemen pembenaran opini sendiri.

Eman-eman. Sayang.

ATAU mungkin tepatnya: kami tidak menentang atau mendukung (baca: ndhak ambil peduli pada) Jokowi.

Kami cuman ingin selalu peduli kepada negeri ini. Negeri buah ridha Allah, yang marus memakmurkan dan mencerdaskan rakyatnya, serta berpartisipasi pada perdamaian dunia.

Indonesia, negeri yang mencari rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dengan menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi ini.

– Bismillah cinta Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s