Escape Go Further

Mendadak sore ini Indonesia gempar. Ford Motor Indonesia (FMI) menghentikan operasinya di Indonesia setelah akhir taon kemarin menghantikan pula operasinya di Jepang.

Padahal, di pameran akbar otomotif Indonesia taon silam, Ford meluncurkan serentak beberapa model plus tambahan sembilan dealer. Artinya ada sekitar 40an dealer (?) di seantero Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Ford tidak terdeteksi sebagai merk yang kelihatan susah. Bahkan dirilisnya dapur pacu EcoBoost pada beberapa modelnya barusan kemarin juga lumayan membuat gempar jagad otomotif kita. Mesin kecil namun bertenaga besar sekaligus irit.

Model-model produknya juga bisa dibilang populer di sini. Harganya juga tidak terlalu ‘mencerminkan mobil Amerika yang mahal’, alias 11-12 aja sama mobil Jepangan. Secara aslinya produk-produk Ford yang di sini merupakan kembaran produk-produk Mazda, yang mana Ford punya saham di situ.

Mengejutkan. Saya ikuti di lini massa semua tampaknya bener-bener terkejut. Detikoto sampe menulis: tak ada angin tak ada apa, mendadak ada berita ini. Meskipun Ford tetep meneruskan layanan pelanggannya. Namun mereka tak jualan produk (baru) lagi 😦 Pernyataan resmi pihak Ford Indonesia bisa disimak di sini http://www.ford.co.id/about/newsroom?article=1249195504702 atau di sini http://www.ford.co.id/about/newsroom?article=1249195504702.

Sepertinya, rasa-rasanya, berita tutupnya Ford Indonesia ini sedikit berbeda dengan tutupnya GM Indonesia sebelomnya, yang tidak ada berita bagus banget tentang penjualan Chevy Spin, kecuali Captiva yang justru cukup kondang.

Data-data angkawi tentang berapa jumlah dealer Ford, macam-macam produknya berikut harga jualnya, saat posting ini saya ketik masih bisa diakses di laman Ford.co.id atau banyak laman lainnya.

Saya tak ingin berbicara tentang angkawi ini.

Pertanyaan yang berkecamuk di benak saya adalah: dengan produk-produknya yang cantik, spesifikasi dan fitur yang memumpuni, dan harga yang worth to buy serta jaringan penjualan yang tak sedikit, kenapa penjualannya dianggap masih dinilai jeblok/tak menutupi operasional Ford Motor Indonesia?

Atau dengan kata lain, kenapa Ford tak laku di sini?

Jawaban klasik dari pertanyaan di atas mungkin: itulah nasib mobil Amerika/Eropa di sini. Tak bisa laris seperti mobil Jepang yang irit, murah, dan handal.

Sekali lagi: apakah Ford tidak irit, tidak (relatif) murah, dan tidak handal?

Tesis point ini mentah jika menurut saya. Ford yang masuk ke sini bukanlah F150, F250, Ford Explorer, E-Series, dll. yang buesarrr-buesarrr bodi dan mesinnya. Ford yang masuk sini menurut saya sudah Asia banget, Indonasia banget. Apalagi dengan basis teknis dari Mazda itu tadi.

***

Okey, kalo jawaban ini mentah, mungkin karena: dealernya tidak sebanyak Toyota/Suzuki.

Bisa, tapi apakah ini jaminan? Rasanya dealer Ford lumayan mendekati kantung-kantung pasarnya. Dan relatif mudah diakses dari kota-kota yang melingkupinya. Pembeli Ford di Kediri ini misalnya, bisa memilih ke Surabaya atau Malang untuk merawat Ford mereka. Lumayan memang jaraknya: 120an km. Tapi waktu tempuhnya tak jauh beda seperti dari Cinere/Blok M ke Ford Fatmawati

Saya masih kurang yakin dengan alasan jumlah dealer ini.

***

Kira-kira lagi: karena tampangnya yang kaku ala Amerika, sehingga orang sini ndhak suka.

Yakin? Emang Fiesta gitu jauh kerennya dari Mazda 2 atau Yaris? Emang ranger ndhak sekeren Hilux atau Strada? Serius tampangnya ndhak pas dengan kultur dominan masyarakat sini?

Terakhir, saya pribadi justru punya dua poin kenapa Ford mengenaskan nasibnya di sini. Pertama, mereka tak punya low-end MPV, khususnya 7-seater. Dulu kondisi ini menimpa Nissan dan Honda. Belakangan Nissan meluncurkan Livina dan sukses, sementara Honda yang sekian lama bertahan nafasnya dengan Jazz kemudian terus menguatkannya dengan Mobilio.

Suzuki yang kondang dengan Carry meneruskan nasib baiknya dengan Ertiga.

Toyota masih kaya-raya, usai merintis Kijang lantas menggariskan jamannya dengan Avanza. Daihatsu yang kondang dengan Zebra masih terus meringis girang dengan GranMax dan Xenia.

GM yang agak menyedihkan. Entah kenapa Spin-nya yang bagus speknya, punya varian diesel lagi, tetep sial nasibnya. Hyundai-KIA masih tertolong dengan city-car imut mereka, macam Visto atau i10 meski bukan 7-seater. Intinya: punya low-MPV.

Kedua, sekalipun punya low-MPV, kayaknya masalah desain memang sangat menentukan. Buktinya Aveo, Spin, juga tak terlalu laku. Bisa jadi karena desain mereka yang terlalu ‘kaku’ ala Amerika tadi.

Lantas kenapa masalah desain ini sangat berpengaruh?

Saya pribadi masih membantahnya sebenarnya. Xeniavansa terbaru ii desainnya amburadul. Innova juga gak keren menurut saya. Kerenan Innova generasi paling pertama.

Bisa jadi, alasan mobil-mobil yang tak laku itu kenapa tak laku, karena ada satu faktor pada konsumen yang saya tak bisa menelaahnya apa dan kenapa bisa muncul, yakni: latah.

Konsumen di sini membeli kendaraan bukan dengan pemikiran: formulasi kebutuhan kendaraan, perilaku mengendarai kendaraannya (=menyesuaikan diri dengan karakter masing-masing kendaraan), dan semacamnya.

Bisa jadi, konsumen di sini membeli mobil yang sama dengan kebanyakan orang, agar mereka merasa aman dan nyaman karena banyak temannya.

Teman untuk melakukan hal sama.

Sekalipun mereka belom tentu benar-benar membutuhkannya.

Mungkin, inilah kultur masyarakat di sini. Bisa jadi.

Well, yang pasti sekarang dengan lenyapnya GM dan Ford, Indonesia cuman bakal didominasi mobil-mobil Jepang yang tampangnya cuman cantik di depan namun langsung membosankan tak seberapa lamanya.

Semakin sedikit lagi penyeimbang mobil-mobil Eropa-Amerika yang masih mengusung kesan “kaku” namun ayu.

Jalanan Indonesia, mungkin akan semakin terasa menjemukan, isinya akan semakin seragam dan itu-itu saja yang terlihat; khususnya dalam pandangan mereka kaum minoritas penggemar pabrikan barat atau mereka yang menyukai keberagaman.

Ini semua cuman umek-uneg di benak saya yang maha dangkal analisis dan segala pertimbangannya.

Mohon tanggapan rekan-rekan.

– FHW,
terpesona pada Fiesta dan All New Everest.

Advertisements

One thought on “Escape Go Further

  1. Sangat disayangkan Ford harus menyerah di Indonesia… Mobil2 keren dengan teknologi & fitur terkini bakalan makin susah dicari 😀
    Yang lebih parah lagi harus berhenti berjualan di indonesia, yang mana masih lebih baik Chevy yang masih jualan,,,cuma pabriknya saja yang tutup

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s