Miara Biem di Pedalaman

Ada rekan yang komeng di posting sebelumnya https://freemindcoffee.wordpress.com/2016/01/06/e36-atau-e39/comment-page-1/#comment-395 tapi saya putuskan jadi posting baru, soale saya pikir pertanyaan+jawabannya bisa melahirkan tema baru: miara biem di pedalaman 😀

Saya copas komengnya:

“Yth. Mas Freema, Salam kenal. Saya Ovan dari Depok sekarang lagi berdinas di Tj. Balai Karimun (TBK). Mohon waktunya untuk berdiskusi masalah Biem.

Saya pernah merawat E30-M40 yang bisa dibilang cukup sukses, serta E46-N42 yang amburadul karena masalah transmisi matic, dan sampai hari ini masih trauma kalau bicara Biem matic.

Seperti yang saya sampaikan bahwa saat ini sedang bertugas di daerah antah berantah yang hampir tidak ada bengkel perawatan untuk Biem.

Tapi ada kekangenan yang amat sangat dari saya dan istri untuk kembali meminang biem.

Biem yang kita mau adalah yang bertransmisi manual dan CC yang cukup besar. Jatuhlah pilihan kepada E36-323i limited edition yang sudah 2500cc.

Rencananya mobil akan dicari di Jakarta, dan kirim pakai container ke TBK.

Bagaimana menurut Mas Freema? Mohon masukannya.”

Menurut subyektif saya pribadi: perfecto!

Pertama, E36 itungannya paling simpel dan murah maintenisnya. Untuk kondisi Om Ovan yang seperi itu, saya pikir sudah pas pilihannya. E36 (323i): tampangnya modis, tapi galaknya sadis, sementara maintenisnya ndhak bikin nangis. Performanya buas tenaganya bengis, namun irit bensinnya masih bisa bikin mringis, dan pajaknya terhitung ekonomis. Jadi mobil keluarga kecil pun terlhat manis. Pas gerimis, tebal plat bodinya -khas BMW- bikin kabin juga masih senyap syahdu romantis.

Elektrikalnya juga masih lumayan simpel meski 323i adalah opsi tertinggi yang -katakanlah- paling rumit dibanding varian bawah-bawahnya.

E46, apalagi mesin N-series, mungkin masih service-friendly kalo kita tinggal di Jakarta/kota besar Jawa. Di kota kecil Jawa kayak Kediri ginipun, rasanya masih serem-serem nikmat miara mesin magnesium gitu.

Tapi ya semua kembali ke (dompet) masing-masing siy… Tapi overall, menurut hemat saya, E36 adalah pilihan yang paling pas untuk kondisi sedemikian tadi. Sementara kalo E34, mungkin cuman orang-orang tertentu saja yang bisa memahami aura gagahnya. Kebanyakan menilai E34 biasanya terlalu jadul karena lampunya yang telanjang itu 😀

Restorasi Worry-Free

Kedua, Kalo bisa jangan cuman beli kemudian langsung dikirim ke TBK. Kalo bisa, restorasilah dulu biem pilihan Anda sampe pada kondisi dan status worry-free. Ini mengingat dan dengan asumsi seperti yang njenengan utarakan tadi: bisa dikata tak ada bengkel yang bisa nangani biem.

Daripada daripada, mendingan mendingan. Daripada ntar masih ada apa-apa pas mobil udah nyampe TBK, mending anggaran keluar buanyakkk untuk -katakanlah- menjamin itu mobil reay to run.

Beberapa otem yang perlu dipastikan dalam restorasi:

  • Buka cylinder-head bersihkan kerak-kerak dan ganti top-set. Termasuk ganti o-ring pada rumah (housing) filter oli dan ganti pula seal-seal klepnya. Sekalian lanjut tune-up: ganti oli, ganti busi, ganti filte rudara, ganti filter bensin.
  • Ganti packing girbok, kalter/bak oli (oil pan)
  • Ganti selang power-steering jika udah keras/gembung. Ganti seal-sealnya juga
  • Periksa cooling-system: ganti selang-selang yang udah tua, gembung, dan terlihat mulai getas pada ujung-ujungnya yang diklem. Ganti thermostat (berikut housingnya tentunya) dan water-pump. Ganti juga radiator jika keliatan buanyak keraknya. Setidaknya bersihkan sebersih mungkin dalemannya.
  • Ganti visco-fan, pake yang bagus/ori. Jangan pake yang KW, dijamin buang uang!
  • Cek/ganti engine-mounting.
  • Kuras freon AC: ganti drier dan katup akspansi. Termasuk oli kompresor tentunya. Kalo selang-selang AC udah bisul-bisul, ganti! Jangan lupa bersihkan evap, dan pasang lagi filter kabin yang baru,
  • Ini paling penting: cek kaki-kaki, ganti komponen yang rusak maupun yang setengah rusak. Jangan cuman ganti yang rusak aja. Contoh rusak: joint udah oblak. Contoh setengah rusak: joint bisa muter. Contoh masih bagus: joint bisa digoyang, tapi ndhak bisa diputer. Saat ngerestorasi kaki-kaki, jangan pernah lupa: support-shock wajib diganti.
  • Ini “sepele” tapi juga wajib normal: wiper musti berfungsi normal, washer bisa nyemprot(lebih aman kalo pompanya dimodif terpisah dari tabung pake pompa washer punya Jepangan), power-windows musti berfungsi normal, instrument-cluster berfungsi semua (cek pake scanner), lampu-lampu nyala/berfungsi semua termasuk tuas lampu parkir (gandeng sama tuas sein), dan upayakan headlight-levelizer masih bekerja normal. Kalo lampu low-beam diganti HID, upayakan pake barang branded dan cukup 4500 Kelvin (putih agak sedikit kuning) aja ya? Jangan yang 6000 Kelvin (putih tih tih) apalagi lebih dari itu (biru). Kasihan pengendara dari depan…

Merestorasi biem di Jakarta kemudian baru diboyong ke pedalaman Indonesia, demikian jika boleh saya simpulkan. Kalo seperti itu sekenarionya, saya pribadi jikalau diperkenankan berpesan: “jangan hemat ngabisin duit buat ngerestorasi total E36 pilihan Anda.”

Ngabisin duit bukan berarti menghamburkan tanpa perhitungan lho! Pilih bengkel yang cermat bekerja dan melayani dengan sepenuh hati, bukan sekedar sepenuh upah dan sepenuh gaji.

Jika udah siap, stock beberapa fast moving: filter oli, filter udara, busi, S-belt. Stock sekuat anggaran sampe mentok. Jangan cuman sebiji dua, kalo perlu setengah lusin setidaknya, khususnya filter oli.

Jadi di sana ntar mobil bener-bener tinggal dipake. Selanjutnya taati pakem 10.000 km ini https://www.facebook.com/notes/bimmerische-mataramen-werke/jadwal-perawatan-bmw/530192663732363.

NAH, berhubung restorasi tersebut bakal menyedot anggaran sederas air terjun, maka nyari biemnya yang setengah bahan aja, yang harganya sebisa mungkin luar biasa murah. Yang penting bodi utuh dan interior utuh rapi (dan surat ada tentunya). Toh nantinya mesin – kaki-kaki – cooling systempower-steering system – dll. tersebut bakal kita benahi total semuanya. Anggaran mending buat kita ludeskan di restorasi ketimbang di beli awalnya 😀

Nantinya di tahun ketiga – misalnya, jikamana kondisi medan…. eh, kondisi Tanjung Balai Karimun lumayan bikin sengsara kaki-kaki, anggarkan segera impor parts kaki-kaki.

Cari bengkel kaki-kaki, cek bushing/joint yang oblak sama parts yang setengah rusak tadi, kemudian minta pasang lagi dan kasih ongkos checking.

Selanjutnya impor kaki-kaki sepaket: jangan yang udah rusak aja, yang mulai rusak juga ganti sekalian.

Di depan, saya pastikan Om bakal sengsara dua belas. Anggaran bakal kesedot luar biasa sadis. Selanjutnya, jika udah terestorasi maka kerasalah yang namanya biem itu: nikmat, ganas, tapi yang E36 ini masih ekonomis 😉

Sedikit tambahan:

  • Audio, bagusan dipasang di Jakarta sekalian. Pasang ke instalatir yang biasa masang audio BMW. Ketimbang salah-salah ntar ngeganggu sistem kelistrikannya. Dan pastikan ndhak usah dikasih alarm tambahan yang cuit-cuit itu. Sistem anti-theft bawaan BMW udah jauh lebih canggih ketimbang alarm ndeso itu.
  • Oia, sekalian kalo bisa belilah oil-reseter, barangkali aja di sana toko olinya punya oil-changer tapi ndhak punya resetter-nya.


– OBD I Oil-Resetter.

Matic atau Manual?

Yang ini saya ndhak punya preferensi tersendiri. Kalo alasannya kemudahan perbaikan, memang transmisi manual memang juauh lebih gampang dan murah untuk diperbaiki.

Tapi kalo alasannya anggaran, well Om, transmisi matic sejauh ndhak telat mainteisnya (kuras oli); dia bisa awet sampe luuuama koq!

Tapi mengingat Om pernah punya preseden dengan matic, dan untuk njagani sisi psikologis keluarga, mending tetep manual aja gpp.

Penyakitnya tranmisi manual kalo di BMW sama kayak mobil kebanyakan koq: kopling abis, seal master bisa njeblos kalo telat ganti minyak kopling.

Menurut beberapa testimoni, sering master kopling atas di E36 diganti punyanya Seri 5 E34. Jadi tambah enteng nginjeknya.

Jeleknya transmisi manual BMW, saya belom denger master koplingnya gampang disubtitusi dengan punyanya Jepangan. Dan kalo misalnya jebol, biasanya musti beli master sepaket 😦

***

Sementara ini yang saya pribadi bisa ikut sumpang saran. Biar saran saya terfilter dan terverifikasi, saya sarankan Om rajin nimbrung dan posting pertanyaan dimari angkringan-online https://m.facebook.com/groups/bimmerfan.mataraman.

Itu dulu, selamat kembali berbiem!

– FHW,
mandi air anget trus tepar (lagi).

Advertisements

One thought on “Miara Biem di Pedalaman

  1. Bravo….
    Benar2 tulisan yang luar biasa. Terima kasih sudah menyempatkan untuk merespon pertanyaan saya.
    Jawabannya sangat2 jelas dan mudah dimengerti.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s