Jonru

Jonru memang fenomenal. Dari no-one sekarang -sejak pilpres kemarin- dia mendadak kondang. Dengan apalagi kalo bukan dengan posting-postingnya yang bisa dibilang kontroversial (karena cenderung berisi hujan opini ketimbang paparan data faktual otentik). Penggemar Jonru meng-share habis-habisan postingnya karena mereka menganggap itulah kebenaran; yang anti-jonru juga meng-share habis-habisan postingnya untuk mem-bully-nya. Apapun motivasi orang membagi posting-posting Jonru, yang pasti jadinya: Jonru tenar!

Bisa jadi, Jonru tidak membenci atau tidak menyukai Jokowi. Pun dengan Prabowo, mungkin saja Jonru tidak menentang atau tidak mendukungnya!

Kata Mbah Muhsin “James Bons(ai)” Riyadi -salah satu master blogger Indonesia yang saya berteman dengan akunnya- di sini http://bonsaibiker.com/2016/01/03/mau-sukses-ngeblog-cara-instan-tiru-jonru-komentarin-jokowi-benar-salah-perkara-belakangan/, Jonru (sekarang) cuman numpang ketenaran Jokowi (baik karena disuka maupun dibenci) dan menggunakan momen pilpres kemarin untuk sekedar menaikkan rating dan ranking lamannya.

Kalo dengan posting-posting kontroversialnya Jonru kemudian dipuji atau dimaki, itu sekedar konsekuensi dan sepertinya dia tidak ambil pusing dengan itu semua. Nampaknya yang Jonru peduli hanya satu: hit! (Hit = jumlah kunjungan di laman).

Yup, kayaknya yang Jonru cari cuman hit, hit, dan hit laman-nya. Saya juga tidak membenci atau menyukai Jokowi, sebagaimana saya juga tidak menolak atau menentang Prabowo. Gobloknya, saya tidak memanfaatkan fenomena pilpres dulu itu untuk nyari hit kayak Jonru. 😛

Kala itu, hingga sekarang, berkubu kepada Jokowi atau Prabowo akan sama-sama menguntungkan. Baik kubu yang kita “dukung” menang maupun kalah, laman-laman penuh buaian kita akan di-share ke mana-mana, baik oleh pendukung yang memuja maupun penentang yang membully dengan penuh frustasi. Hasil akhirnya = hit.

Nyari duit via dunia maya, hit itu = artinya duit. Semakin banyak hit di sebuah laman, maka potensi dipasangi iklan sangat besar. Dan iklan yang terpasang berpotensi dilihat banyak mata atau dibagi oleh banyak klik. Pemilik laman akan memperoleh bayaran lumayan hanya dengan duduk manis di depan monitor dengan cara ini. Jangan salah, revenue laman yang hit, baik di blog, youtube, dll. bisa buanyakkk juta rupiah lho kalo lamannya udah kondang.

YA, sepertinya ini bukan masalah kebencian atau kesukaan, ini murni masalah duit. Di hadapan duit; semua orang agama, ideologi, prinsip, dan kelakuannya akan mendadak sama.

So, jangan pernah gampang terbuai dengan segala informasi yang sejalan, searah, atau seprinsip dengan ideologi Anda. Selalu tabayyun – cek kebenarannya alias cover both side story.

Dan jangan pernah gampang membenci dengan segala informasi yang tidak sejalan, searah, atau seprinsip dengan ideologi Anda. Jadikan informasi itu sebagai bahan cover both side story.

Buanyak kejadian posting viral yang katanya tentang kerusuhan agama, belakangan muncul edisi klarifikasinya kalo ternyata gambar-gambar yang diviralkan tersbut bukan sebagaimana yang diviralkan. Padahal saat memviralkan posting-posting yang belum jelas kebenarannya tersebut, nama Tuhan dibawa-bawa. Kalo sudah seperti ini -menyebut-nyebut Subhanallah, Masya Allah, Astagfirullah, dll.- saat membagi atau mengomentari posting/berita yang belum tervalidasi keotentikan faktualnya ini masuk ranah/kategori melecehkan Tuhan bukan?

Padahal mustinya kalo datang suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kita tidak mencelakakan suatu pihak karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kita menyesali perbuatan itu. Gali data-data atau bukti-bukti faktual otentik sejelas-jelasnya dulu sebelum menelan informasi. Dan sekali lagi: tabayyun/cover both side stroy!

PILPRES kemarin, orang Indonesia kelihatan tabiat aslinya: mendadat buta pikiran. Bahkan buanyak rekan saya yang berpendidikan tinggi, mendadak seperti saya: menjadi sampah intelektual. Mereka semua menjadi manusia yang tidak bersedia meng-cover-both-side story.

Tentang adanya berita, kita tidak pernah tau yang benar yang mana sampai ada fakta otentik tentangnya.

Manusia Indonesia hawa-hawanya masih harus menemukan kebenaran dengan menciptakan kesalahan/penyalahan. Masih banyak yang belom sanggup menemukan dan mendapatkan kebenaran tanpa harus ada parameter kesalahan/penyalahan.

Alhasil, segala hal yang berbau bersekongkol/berkubu/bersekutu dengan apa yang satu persepsi/pandangan/ideologi/keyakinan menjadi fenomena/tindakan/aksi sehari-hari di masyarakat sini. Dengan kata lain, segala hal yang berbeda masih dianggap tabu dan harus dihindari/dilenyapkan.

Wujud nyata dari sangkaan subyektif saya di atas, masyarakat kita guuuaaampanggg banget terbelah/terpecah hanya karena perbedaan, bahkan sekecil apapun itu.

Ghibah/bergosip alias menguatkan pandangan nirfakta dan miskin otentifikasi menjadi sarana bagi itu semua.

Saya harus mengakui, Jonru sangat cerdik memanfaatkan fenomena ini. Fenomena tabiat asli rakyat Indonesia: ghibah (bergosip, tidak bertabayyun alias males covering both side story). Baik pendukung maupun penentang Jokowi/Prabowo, bisa jadi mereka semua cuman dikadali oleh Jonru buat menaikkan hit-nya saja, agar transfer pemasukan dari adsense, wordads, dll. jadi tinggi. Mungkin demikian.

SAYA tidak membenci atau menyukai (viral-viral) Jonru. Saya cuman memandangnya seperti Anda semua memandang (posting-posting) saya: (cuman bikin) malezzz aja…

Dan yang pasti, cek dulu kebenaran informasi dalam posting saya ini. Jangan langsung percaya pada apa yang saya tuliskan, apalagi sampai Anda percaya sama saya. Wong istri saya aja ndhak percaya sama saya. Tiap kali saya menjelaskan sesuatu kepadanya, selalu dia bilang, “Halah, gomballl!”

Percayalah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Advertisements

One thought on “Jonru

  1. Jonru Sudah Mati.

    Karl jayabaya Marx.

    Kediri-east java.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s