Ridwan Kamil for (Next) RI1

To the point aja judul posting saya kali ini: Ridwan Kamil for (Next) RI1. Maaf kalo keminggris, sekedar iseng aja.

Ridwan Kamil (Kang Emil). Arsitek yang jadi walikota Bandung ini kondang, khususnya di dunia maya. Alhamdulillah sejauh ini karena prestasinya. Nyaris semua mengenalnya via media massa/maya.

Saya tidak mengenal Kang Emil secara pribadi bahkan secara emosi: saya bukan warga Bandung/Jawa Barat, saya bukan alumni ITB. Saya hanya ingin mencermati kiprahnya sebagai pemimpin: wali kota Bandung. Via lalu-lintas berita di linimaya tentunya.

Di linimaya, berita-beritanya lumayan positif semua. Kang Emil dan Ibu keduanya juga aktif di linimassa, berinteraksi langsung dengan warganya/publik. Kata mereka, lini massa membuat komunikasi lebih ringkas dan sederhana. (Saya lupa dari mana ini asalnya, sepertinya dari laman web pribadi Bu Atalia Kamil. Bantu saya menemukannya, plz & tq).

Prestasinya bejibun, karya-karyanya yang terpampang di media maya sungguh cantik.

Satu lagi yang saya suka dan salut, Kang Emil (saya yakin beliau pribadi yang taat beragama) begitu cinta dan gigih membela Indonesia – bukan hanya sekedar membela (rakyat) Bandung atau Persibnya saja.

Bahkan -sebagai walikota- menjawab beberapa netizen berkomentar saat Kang Emil mengunjungi gereja ke gereja untuk memastikan umat kristiani bisa melaksanakan Natal dengan lancar:

– “Saya harap Pak Emil jaga bicara ya di atas panggung. ‘Untukmu agamamu, untukkulah agamaku’ Al-Kafirun : 6.”

– “Smoga pak wali bisa kaya Erdogan: ngajinya pinter, membela islam, toleransi boleh jangan ikut-ikutanan masuk greja lah pak.”

Kang Emil “marah” besar.

– “Gak usah maen ancam mengancam ama saya. Saya tau persis apa yg saya pertanggungjawabkan.”

– “… saya tidak mau kayak erdogan. saya mau jadi diri saya sendiri. Kalo saya seorang warga biasa, dalil tidak boleh itu bisa dipahami. Saya ini pemimpin semua umat beragama. Ada kewajiban melindungi. surga nerakanya pemimpin ada pada adil tidaknya keputusan untuk umatnya. Saya sudah disumpah untuk adil pada SEMUA warga Bandung. Kamu tau dari mana, bisa mengukur kadar akidah saya? …”

“Semoga damai selalu hadir di setiap diri kita.” Demikian ungkap Kang Emil dalam postingnya di akun fesbuknya https://www.facebook.com/RKbdg/posts/599838340167991

TERLALU dini mungkin menyimpulkan sosok Kang Emil hanya dari segelintir berita, posting, dan hanya dari linimaya. Namun saya merasakan memang seperti itulah hawanya: Kang Emil ini mirip Soekarno!

Sama-sama arsitek/insinyur dan jebolan ITB, sama-sama gigih membela rakyat, membela nusantara.

Dan saya juga teringat kisah Umar bin Khatab yang ‘mengancam’ gubernur Mesir Amru bin Ash yang hendak ‘menggusur’ gubuk reyot seorang Yahudi tua untuk pelebaran masjid.

Usai mendapatkan komplain dari si Yahudi tua, Umar mengirimkan goresan lurus pada sebongkah tulang untuk sang gubernur. Kiriman yang bermakna bahwa apa pun pangkat dan kekuasaannya, suatu saat sang gubernur akan bernasib sama seperti tulang itu, karena itu bertindak adillah seperti huruf alif yang lurus. Adil di atas dan adil di bawah. Sebab kalau tidak bertindak adil dan lurus seperti goresan tulang ini, maka Khalifah tidak segan-segan untuk memenggal kepala sang gubernur.

Atau kala Umar jalan-jalan. Dia mendengar seorang ibu miskin menenangkan anaknya yang lapar dengan merebus batu. Umar lantas memikul sendiri sekarung gandum untuk sang ibu dan anak-anaknya. Tindakan pemimpin yang memperhatikan rakyatnya. http://news.detik.com/berita/3060454/membandingkan-tindakan-kapolres-cianjur-dan-kisah-khalifah-umar-bin-khattab

Dan Kang Emil mengusung ‘gandum kebijakan’ ini dengan beberapa aksi nyata dalam pemerintahannya: dia tata Bandung lebih maknyusss lagi. Postingan-postingan Kang Emil saya pandang mencerminkan ke-Umar-an ini.

RASANYA, saya pribadi pantas jika berharap beliau menjadi RI 1 berikutnya, agar Indonesia lebih tertata lagi. Tertata pemerintahannya, kehidupan masyarakatnya, dan tertata lingkungannya: Indonesia menjadi negara yang cantik dan artistik. Indah dan menyamankan rakyatnya.

Ridwan Kamil for (Next) RI1, saya berharap Kang Emil bersedia dan Tuhan mengabulkan. Insya Allah, Allahuma aamiin.

– FHW,
posting subyektif ini murni suara pribadi, 100% bukan pesanan.atay

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s