Blog: Sejarah, Buat Apa?

Mengikuti banyak blog beredar di dunia maya, kami jadi tercekat sendiri. Blog-blog dengan trafik kencang, hits tinggi, dan like/share banyak itu rasanya dominan cuman semacam retype dari laman-laman berita atau postingan viral di media sosial!

Dan itu “laku” banget semuanya!

Koq bisa ya?

Pingin banget rasanya bisa bikin blog kayak gitu. Meski rasanya cuman penuh repost-repost dari laman yang aslinya cukup di-share langsung ke berbagai lini medsos, tapi para bloger itu pilih ngetik ulang ke blognya ketimbang langsung nge-share ke saluran medsos…

Udah gitu, meski cuman repsol-repsol gitu ternyata trafiknya bisa kencang, pengunjungnya buanyakkk, hitnya tinggi, yang komeng juga berderet, plus di-reshare berulang-ulang kali.

Koq bisa ya?

Pingin bikin blog yang kayak gitu. Yang isinya dominan cuman semacam retype dari informasi beredar yang udah ada. Sehingga isinya bisa ringan dan santai.

Tapi berulang kali mencoba, kami malah kesusahan sendiri. Susah bagi kami untuk me-retype informasi dari laman yang sudah ada ketimbang langsung meng-share-nya ke saluran medsos. Susah bagi kami untuk tidak mengungkapkan isi pikir sendiri, terlepas benar atau salah tuangan pemikiran kami.

Paling sekali-dua kami coba menyarikan ulang laman-laman berita/blog asing. Itu pun cuman berdasar ketertarikan kami pribadi pada kontennya, bukan berdasar apa yang sekiranya menarik dan diminati oleh banyak orang.

Sampai suatu saat seorang rekan bertanya, “Om Freema/Tante Deasy bikin blog tanpa ada yang membaca gitu, buat apa?”

Kami cuman bisa tersenyum. “Setidaknya buat anak kami. Agar kelak jika dia udah dewasa dan berkesempatan membaca blog kami ortunya ini, dia bisa menyelami apa yang jadi pikiran orang tuanya. Entah benar atau salah apa yang pikiran bapak-ibunya ini, setidaknya ada torehan sejarah yang bisa dia ikuti, untuk menjadi hikmah dan pelajaran dalam hidupnya. Tidak terputus begitu saja oleh jaman dan waktu…”

Dan kalau toh blog – tuangan pemikiran kami ini ada yang berkenan menyelami dan mengikutinya, kami berharap dan berdoa, semoga Tuhan melimpahkan rahmat pengetahuan, wawasan, ide, atau pemikiran bagi hidup Anda. Jika ada benarnya, itu semata karena Tuhan menuntun tangan kami mengetik. Jika ada salahnya pada segenap tuangan pemikiran kami melalui blog ini, itu murni karena bandelnya kami dan semoga itu menjadi bahan koreksi bagi Anda. Pun bagi putra kami.

Ini bukan blog sejarah atau sejarah blog. Ini bukan masalah benar atau salah. Ini tentang apa yang menjadi pikiran kami. Ini adalah potongan sejarah kami. Ini bagian dari hidup kami.

Bagi kami, tulisan-tulisan ini adalah harta kami. Harta yang kami nikmati dalam hidup ini. Tulisan-tulisan ini hidup dari jiwa kami, tulisan-tulisan ini menghidupi jiwa kami. Ini adalah bagian dari hidup kami.

Terima kasih bagi Anda dan sesiapa saja yang sudi-sudinya berkunjung dan membaca ungkapan-ungkapan kami. Ijinkan kami berbagi.

– Freema & Deasy
Bapak-Ibunya Aleef Rahman H.

Advertisements