Sprinter: We Like Mercedes-Benz!

Barusan, di kota Kediri yang kecil ini, boncengan motor sama si kecil dan melihat sebiji Mercedes-Benz Sprinter 2nd-gen (NCV3) face-lift baru/plat putih terparkir di halaman sebuah resto milik salah satu juragan di kota ini, resto masakan tradisional (tapi harganya modern) yang berada persis di seberang rumah sang juragan yang baik hati.

Rekan-rekan Kedirian pasti kenal siapa beliaunya.

Beliaunya emang terkenal sebagai kolektor mobil-mobil eksotik: W140 S600, Ferrari, dan buuuanyakkk lagi belom moge-mogenya (sepertinya Hummer juga). Anak-anaknya siy tunggangannya yang simpel-simpel saja: VW New Beetle atau Ford Fiesta. Simpel. Cuman jadi tak simpel lagi mengingat dealer kedua merk tersebut tak ada di Kediri!

Entahlah itu Mercy Sprinter baru dibeli sang juragan atau sekedar mampir, yang jelas sudah dari kemarin itu mobil besar terparkir manis di sana. Kata si kecil saat melihatnya, “Buuuesarrr ya Pak?” πŸ˜€

Yang pasti, Mercy Sprinter tadi -warnanya Maroon- semua jendelanya kaca, bukan panel/cargo van (berdinding plat semua tanpa jendela kaca). Atapnya tinggi (hi-roof) dan wheelbase-nya panjang. Saya menebak, ini versi trim tertinggi sprinter, (sekali lagi) jelas untuk passenger bukan panel/cargo-van.


– MB Sprinter 170″ hi-roof.


– MB Sprinter 170″ extended-length.

Mercedes-Benz Sprinter kalo saya bayangkan adalah Isuzu Elf-nya orang sono. Dia punya banyak varian, mulai chasis-cab, pikap, panel/cargo-van, crew-cab, sampe passenger-van dan minibus. Cuman, alih-alih hendak menggesur Isuzu Elf, rasanya Mercy Sprinter bermain di kelasnya sendiri(an) setelah melihat harganya yang sepertinya dua-tiga kali lipat dibanding Elf 😦

Untuk passenger-van-nya, tersedia dua wheelbase dan variannya: 144″ dengan standar atau hi-roof dan 170″ yang pasti hi-roof dengan standar atau extended-length.

Di sono, MB Sprinter di-rebadge juga jadi VW Crafter dengan mesin dari VW sendiri. Saya tidak tahu di Indonesia beredar versi yang mana aja, soale informasi dari laman Mercedes-Benz Indonesia begitu minim, bahkan foto MB Sprinter yang ada pun masih versi pre-facelifted.

Mercy Sprinter yang kami temui, tidak terlihat interiornya seperti apa, soale kaca-kacanya tertutup korden cantik semua. Mau kami dekati, takut diusir satpam. Maklum, kami bertampang acakadut dan cuman bermotor kucel, sangat berpotensi menimbulkan syak wasangka bagi pak Satpam πŸ˜€

Tapi baguslah tak kelihatan interiornya. Sebab bisa bikin kami ngompol andai itu Mercy Sprinter ternyata edisi business-lounge yang super muewah ruang dalemnya.

Dan melihat velg-nya yang (sebutlah)aluminium-alloy bukan kaleng serta (semoga ingatan saya tak salah) bumpernya yang sewarna bodi, sangat susah meyakini jika versi tersebut cuman versi transporter dengan buanyak seat.


– Macam di atas itu MB Sprinter yang kami lihat tadi. Dan bayangkan jika minibus-minibus yang beredar di jalanan negeri kita ini berubah menjadi kayak gini:

Kami -saya dan si kecil- emang suka Mercy juga.

Tapi Mercy yang kami sukai khususon yang dua pintu bermesin common-rail diesel Euro 5 bertenaga 250, 360, 420, atau 730 hp.

Bukan Klasse C, E, atau S. πŸ˜€

– FHW Sprinter,
Klasse-V Axor Actros.

Foto-foto ngelink dari internet.
REFS: http://www.mbvans.com/sprinter/home

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s