Konvoi Apa Balapan?

Kalo biasanya trending-topic tentang kelakuan ugal-ugalan di jalanan sering didominasi oleh bus, turing/konvoi moge yang seperti konvoi motor ucrit kelakuannya, kali ini Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) mendadak jadi trending-topic.

Ada video turing yang diunggah salah satu member mereka ke laman Fesbuk TKCI yang dinilai banyak pihak begitu ugal-ugalan dan membahayakan keselamatan bersama di jalan raya. Berkuasa makan jalan, menggunakan sirine/strobo dan mengeluarkan anggota badan/mengibas-kibaskan tangan kepada pengendara lain.

Tapi bukan sekedar itu masalahnya. Saat banyak yang komplain dan protes, justru ditanggapi dengan kesan arogan oleh member-membernya. Mereka merasa tindakannya sudah benar dan justru menjawab pertanyaan orang dengan kata-kata yang terlihat kasar.

Belakangan video tersebut hilang hari FB TKCI. Namun sempat ada yang mengunggahnya ulang di Youtube.

Beberapa screenshot postingan dari fesbuk juga terkoleksi di thread Kaskus ini http://m.kaskus.co.id/thread/5652ddfc5074109c188b4567/kelakuan-member-tkci-yg-arogan-serta-ugal—ugalan-membahayakan-pengguna-jalan-lain/

Saya bukan member TKCI. Namun saya yakin yakin, fenomena sebagian oknum yang mencoreng nama baik klub/komunitas ini bukan hanya menimpa TKCI saja. Mungkin klub/komunitas lain juga pernah harus sibuk duduk bersama membahas kelakuan anggotanya yang seperti itu.

Makanya, lebih baik peristiwa ini semua dijadikan koreksi bersama saja untuk tidak diikuti/tidak diulangi lagi untuk yang kedua kalinya.

***

Kepada TKCI atau semua klub/komunitas mobil apa saja, jika ada membernya membaca ini atau sesiapa mungkin bisa menyampaikan ke pihak TKCI dan klub/komunitas lain, mohon maaf sebelumnya jika ada salah kata:

coba deh itu yang ugal-ugalan di jalanan diarahkan buat turun ke sirkuit Sentul. Biar lebih terarah potensinya dan menjadi prestasi kemampuan nyetirnya.

Bukan menjadi sesuatu yang membahayakan nyawa orang lain, lebih dari sekedar mengganggu ketertiban atau kenyamanan orang lain.

Atau kalo pihak TKCI atau klub/komunitas apapun sudah biasa bikin track-day di Sentul, mungkin diperbanyak track-daynya. Biar semua bisa tersalurkan bakat mbejek gasnya.

Seperti TKCI yang punya 58 cabang dan buanyakkk anggotanya itu, mungkin akan lebih mudah meramaikan Sentul dan mungkin bisa diskon lebih banyak dari pengelola sirkuit kalo mau bikin track-day di sana.

“Yaaa… Rumah kita kan jauh dari Jakarta Gan…”

Ya koordinasilah dengan Polres & Pemda setempat, barangkali bisa nutup jalan untuk bikin track-day lokal sehingga ndhak perlu datang ke Jakarta.

Jika proposalnya layak, relatif aman dan relatif tidak mengganggu aktivitas masyarakat kota/wilayah setempat namun ijinnya ndhak dikasih sama Polres/Pemda, laporkan aja ke Menpora karena tidak serius memfasilitasi meratanya sirkuit olah raga otomotif di beberapa titik di Indonesia yang luas ini.

Intinya, lakukan langkah legal sampe mentok semuanya. Baru kalo pemerintah tetep mbisu-tuli, gunakan petisi massa agar suara Anda lebih didengar.

***

“Lho Gan, Kijang kan sesungguhnya bukan mobil balap melainkan mobil turing/keluarga?”

Ya sudah kalo begitu, jangan bikin kelakuan ala balapan di jalan raya. Mengendarailah sebagaimana semestinya jika memang itu mobil turing/mobil keluarga, bukan mobil balap yang memang punya kapabilitas & relatif bisa dikendalikan untuk menghadapi oversteer, understeer, rolling, spinning pada kecepatan tinggi.

Wong mobil sedan yang relatif siap untuk itu aja tetep ndhak patut koq berlagak ala balapan Sentul di jalan raya: duel di tikungan, overtaking dalam celah sempit, dan hanya dipacu untuk melaju menjadi paling terdepan tanpa harus memikirkan adanya kendaraan dari arah berlawanan. Kesemuanya adalah kondisi yang memang hanya disiapkan di sirkuit dan berbeda telak dengan kondisi nyata di jalan raya.

COBALAH turun atau ikuti dunia sirkuit. Biar Anda semua ngerti akan arti satu-satunya nyawa.

Pembalap-pembalap Sentul yang begitu liar dan ganas di sirkuit, justru mereka sangat ngerti artinya safety: paham perlu dan pentingnya perangkat safety minimal sabuk keselamatan di jalan raya serta paham perlu danpentingnya safety-driving di jalanan publik/jalan raya. yang mana the keyword is: jangan sampai membahayakan keselamatan orang lain.

Makanya meski mereka liar di sirkuit, mereka justru sangat santun dan bertata-krama di jalan raya.

WELL, semua peringatan yang Anda baca ini, sungguh sebenarnya khususon saya tujukan paling utama untuk diri saya sendiri.

Sebab saya kadang nge-pause kenormalan dan kewarasan pikiran sendiri saat berkendara santai-santai mendadak ada mobil yang nyalip dan memotong laju saya. Sesuatu yang bukan sekedar mengganggu kenyamanan -kalo masalah kenyamanan saya gampang melupakan- melainkan ini sudah menjurus ke sesuatu yang mengganggu keselamatan.

Regards,
– Freema HW,
belum merasa menjadi pengemudi yang baik, sopan, dan bertatakrama di jalan raya.

Advertisements

5 thoughts on “Konvoi Apa Balapan?

    • Kula dereng leres Lik…

      Umpami wonten leres saha saene wonten ing posting punika, sedaya namung krana hidayah saha pinaringane Gusti Allah.

      Kula namung saderma nglampahi kareping ati: ngetik sakenane…

      Like

  1. oalaahhh

    mbah freema toh?
    😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s