Semalam Bersama Rekan-Rekan

Ini kisah bersama rekan-rekan E30 Register, dan awalnya hendak saya juduli posting ini “Semalam Bersama Rekan-Rekan E30 Register”.

Tapi kisah yang saya alami ini bukan sekedar menunjukkan ke-E30-an atau ke-E30 Register-an, melainkan lebih dari itu: menunjukkan bagaimana kaum bimmerfan (seharusnya)!

Ada apa siy emangnya?

Jadi gini…

SORE 13 November. Saya sedang bermotor di jalanan kota Kediri untuk turut menyiapkan keperluan rekan-rekan Kedirian yang hendak menggelar acara gathering dengan para bimmerfan tetangga se-Jawa Timur lusa harinya. Silakan ke sini jika Anda punya waktu luang dan bandwidth berlebih untuk menyelami acara tersebut.

Mendadak ada telepun dari rekan Brian dari Blitarian, menanyakan apakah saya ikutan ke Pacitan menghadiri acara E30 Meet, atau sederhananya gathering E30 Register meski mengundang juga pengguna dan penggemar biem apapun kendaraannya. Kata Brian, nanti aku bisa dijemput sama bro Imam dari Malang.

Mendadak teringat, sebelumnya di angkringan-online: aku, Brian, Abi dikejar-kejar rekan-rekan E30 Register, diancam bakal bonyok kalo kami sampe ndhak datang ke Pacitan 😀

Maklum, mereka semua adalah sebagian dari semua rekan baik saya.

Terpaksa saya nyerah.

“Baiklah, Imam aku tunggu di Kediri…” Pesan saya ke Brian dan Imam.

Malam itu jam 10an malem, akhirnya saya dan Imam serta br Caesar OTW ke Pacitan. Menembus kegelapan malam melintasi jalur Trenggalek – Panggul – Lorok/Soge/Jalinsel (Jalur Lintas Selatan) yang berkelok-kelok sambil menanjak atau menukik tajam, sungguh mengasyikkan.

Dini hari sekitar pukul 3 kami nyampe di Pacitan. Dan bobok di parkiran pantai Teleng Ria karena semua rekan tampaknya pada terlelap di kamar penginapan masing-masing.

ADA sedikit kejadian yang kami turut sesali malam itu. Rekan Brian, Om Abi, bersama Pak No salah satu sesepuh Blitarian tersesat ke hutan lebat dengan jalanan super ekstrim menanjak dan super sempit. Justru mereka tersesat karena panduan GPS!

Saya beberapa kali pernah membantah GPS – global positioning system dan lebih suka mengandalkan panduan GPS – gunakan penduduk setempat atau info rute yang dipelajari dari awal. Karena tak terhitung banyaknya kabar dari banyak rekan yang “tersesat” justru karena GPS.

Tersesat di sini bukan berarti tidak sampe tujuan, nyampe siy pasti nyampe. Cuman rute yang dilalui kadang jalan kerbau dan sapi yang kondisinya sungguh ancur dan kurang layak dilalui kendaraan.

Maklum, GPS cuman menunjukkan rute (terdekat), tidak menunjukkan kondisi rute. Kecuali di kota besar, GPS online macam Google Maps sudah bisa menunjukkan kemacetan atau adanya aksiden d jalan. So, seumur-umur saya menggunakan GPS, saya pribadi hanya punya satu kesimpulan: GPS cuman berguna di kota besar yang kita bener-bener ndhak tau arah!

Alhasil, karena nyasarnya ekstrim dan lost-signal segala signal dan menyebabkan kondisi fisik Pak No drop mendadak, rombongan Om Abi akhirnya balik kanan balik ke Blitar – sekitar 4 jam dari Pacitan, padahal mereka tinggal 40an km dari TKP. 😦 Well, setidaknya Alhamdulillah ndhak terjadi suatu apa kepada mereka bertiga.

Pagi tanggal 14 barulah saya berkumpul dengan semua. Berformasi menjajar mobil di tepi pantai Teleng Ria, bercengkrama merajut kebersamaan dan persaudaraan.

Sorenya acara dilanjutnya mengintip hidden-paradise Pantai Soge, sekitar 30an km dari Pacitan atau sejam perjalanan karena medan yang berkelok-menanjak.

Di Soge, kami (saya, Imam, Caesar) pamit duluan cus ke Kediri, karena saya mau ikutan siap-siap bersama rekan-rekan Kedirian nyiapkan acara besok paginya. Nyampe Kediri sekitar 3 jam berikutnya atau jam 7an malam.

Dan rombongan rekan-rekan E30 Register menyusul nyampe ke Kediri dini harinya sekitar pukul 2! Karena beberapa jam mereka harus terhenti karena ada kendala rem di mobil Om Dodi yang kemudian diinapkan di Polsek Suruh, Trenggalek.

Minggu pagi tanggal 15 November, semua: rekan-rekan dari E30 Register, ada perwakilan pengurus pusat BMWCCI juga, bersama rekan-rekan dari Sidoarjo, Surabaya, Malang, Madiun, dan Kediri sendiri tentunya berkumpul bersama: bersilaturahmi dan saling berjabat erat.

Usai acara, saya sedianya bersama panitia Kedirian hendak beres-beres. Pasti perlu sekian jam ke depan untuk menuntaskannya. Tapi Om Abi dan rekan-rekan E30 nyeret saya agar ikutan kembali ke Trenggalek.

Kembali ke Trenggalek?

Ya, mobilnya Om Dodi Rasyid sempat jeblos rem-nya dalam perjalanan menuju Kediri dan diinapkan di Polsek Suruh, polsek terdekat kejadian. Lanjut Om Dodi + istri nebeng mobil rekan lain rombongan.

Dan usai acara di Kediri itulah Om Abi + Brian dikontrak buat mbenahi rem. Dan saya ikutan diseret, ditemani Lik Vaull dari Kedirian/Blitarian.

Saya mohon ijin ke Ki Lurah Kedirian: Pak Moe, dan Mas Fian sang Bendahara. Diijinkan. Lanjut cus ke Trenggalek namun sempat mampir isi perut dulu dan ngedrop Om Taufik yang musti ngelaskan knalpotnya di tukang las terdekat (dekat tempat makan siy). Belakangan Om Taufik lanjut ketemuan di Ngawi, ndhak perlu nyusul muter ke Trenggalek dulu.

***

Tiga jam menembus kepadatan lalu-lintas sore, kami sampe Suruh, Trenggalek.

Langsung Om Abi dan Brian mengeksekusi rem belakang E30 Om Dodi yang udah jadi cakram dari aslinya tromol.

Sepanjang dua rekan hangat kami sibuk dengan rem, semua rekan yang ada keluar tabiat aslinya: ngelawak abis-abisan!

Saya yakin, mereka semua pasti capek setelah menempuh perjalanan Jakarta – Pacitan via selatan. Kemudian Pacitan – Kediri yang lumayan bikin lemes. Dan malam itu mereka masih harus menyusuri (katakanlah nyaris) 1000 km lagi ke Jakarta.

Tapi semua kecapekan yang tak tersembunyikan itu dilibas oleh keguyuban mereka, keriangan mereka menjalani ‘apa yang harus dijalani’, dan kebersamaan mereka menghadapi banyak hal dan apapun.

Seperti kasus jebolnya seal rem Om Dodi tersebut. Mereka tetep keroyokan bareng-bareng muter ke Trenggalek lagi. Menemani rekannya sambil para ibu dan bapak sibuk menjaga dan menghibur anak-anak kecilnya bagi yang bawa anak-anak.

Terlebih, mereka semua bukan sekedar saling berbicara sendiri antar/sesama mereka yang sudah saling kenal. Mereka juga membangun komunikasi yang sederajat dan seimbang dengan kami: saya, Om Abi, Brian, Vaull yang ‘jarang mereka ketemui’ ini.

Hal ‘sepele’ tapi sungguh besar dampaknya bagi terjaganya kerukukan dunia! Saya haqul-yaqin ini!

***

Kejadian -kebersamaan nyata- ini memang tak akan mudah dibayangkan jika kita tak melihatnya langsung. Mungkin hanya bisa kita resapi saat kita pernah mengalami hal serupa demikian.

Harus menguatkan mental demi saling menemai. Bukan sekedar memastikan troubel rekannya tertangani kemudian kita tinggal teruskan perjalanan karena beragam alasan.

Hingga saya mengetik posting ini, saya masih merasakan hawa kebersamaan yang sama dengan malam tanggal 15 November kemarin ini.

Terlebih saat pulang, kami berempat dikasih kado (sisa) kaos E30 Meet. Yang mana yang kami terima sesungguhnya bukanlah kaos, melainkan sebuah hubungan yang tak ingin terputuskan.

***

USAI urusan rem, rekan-rekan lanjut cus ke barat via Ponorogo. Kami berpisah di persimpangan batas kota Trenggalek dan harus kembali mengarah ke (Karya) Timur. Melajukan kendaraan kami dengan tambahan aditif semangat persaudaraan yang susah untuk kami ungkapkan, hanya bisa kami resapi dan rasakan.

Dan entah bagaimana caranya kami bisa menggambarkan rasa persaudaraan yang kami rasakan ini sama kepada rekan-rekan, kami susah mencari caranya. Karena begitu mendalamnya ini semua.

Semua semangat ini bener-bener mengejawentahkan semangat #AllBimmerAreBrother, bukan (Not)AllBimmerAreBrother.

Rindu kami buat rekan-rekan E30 Register, semoga lain waktu kita bisa bersua dan ngelawak lagi.

# semua foto ngelink dari foto rekan-rekan (Om Bruse, Lik Aryono, Mas Agus, Lik Ardian, dkk.), hak cipta ada pada masing-masing pemilik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s