Diam-Diam

Ini bukan protes. Ini sekedar cerita saja.

Ternyata diam-diam -entah sudah berapa lama- Telkom meregister nomor telpun rumah ke paket bebas lokal/interlokal sekian menit yang abonemennya dari normalnya 27,5rb diam-diam -entah sudah berapa lama- jadi 45rb.

Ketauannya saat kami mutus langganan Speedy (Speedy-nya doang, bukan saluran PSTN-nya). Saat kami tanyakan komponen biaya (tetap) kami, oleh Mbak CS dijawab hanya koneksi Speedy sebesar sekian rupiah dan abonemen gratis bicara lokal/interlokal sekian menit sebesar 45rb.

“Lho, koq bisa kami diikutkan paket gituan Mbak?”

“Mungkin dulu ada penawaran dari 147 yang disetujui Bapak/Ibu…”

“Rasanya, kami enggak pernah menyetujui penawaran apapun dari 147 Mbak…”

Si mbak terdiam saja. Dan kami menandatangi form penghentian berlangganan Speedy mulai hari ini.

Tapi si Mbaknya tetep mengucapkan terima kasih kepada kami dan tersenyum saat kami pamitan, dan kami balas dengan senyum pula.

Koneksi Speedy yang sudah sekian tahun menemani hari-hari kami dalam kegetiran ini terpaksa dengan berat hati kami putus karena saat ini bisa dibilang sudah enggak terlalu useful: dengan koneksi kabel tua sering koneksi super lelet, jauh dari optimasi speed layak/wajarnya.

Mungkin inilah fungsinya istilah up-to dalam penawaran penjualan, yang artinya speed/bandwidth bisa dibagi hingga habis ke banyak pelanggan, bukan lagi dibagi secara wajar. Sehingga pelanggan hanya mendapatkan koneksi teoritis -hanya sekedar konek meski tanpa kecepatan- bukan koneksi realitis. Mirip dengan jalan tol yang (sering) macet, yang artinya pelanggan hanya menikmati jalan berbayar, bukan jalan yang lancar/bebas hambatan meski dipakai bersama-sama.

Sementara itu, mereka serasa tak berniat masang jaringan FO (fiber optic) dalam waktu dekat ini ke rumah (padahal 500 meter dari rumah sudah ada saluran FO – kami ngecek dari web indihome).

Bukan kami tak bersyukur: untung-untung ada koneksi internet sementara di banyak daerah di pelosok negeri ini masih buta koneksi. Bukan. Hanya saja, kalo semua hanya (sekedar) disyukuri tanpa ada penambahan/peningkatan (mutu koneksi) yang semakin cepat seiring pesatnya perkembangan jaman, apalagi ini fenomena komersial bukan sosial, ya malahan enggak worthed pelanggan seperti kami ini ngeluarkan duit.

Yakh, kami hanya bisa berdoa, semoga segera bermunculan ISP lokal/nasional yang bersedia memberikan penawaran koneksi broadband dengan tarif yang kompetitif dan produktif, mengingat harga teknologi sekarang semakin murah dan semakin murah.

***

Yth. Telkom Indonesia, bilamana ada rekaman bahwa kami pernah menyetujui ikutan paket abonemen gratis bicara sekian menit lokal/interlokal, kami tunggu konfirmasinya.

Silakan komen di bawah alamat email yang kami bisa menyebutkan nomor PSTN kami 🙂

Terima kasih dan mohon maaf jika ada salah kata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s