Biem Pertama

Salam kenal dari Balikpapan. Minta info dan arahannya om, karena baru mau cari-cari Biem buat ngabuburit dan lebaran πŸ˜€

Rosalina Eka Sari

@Yth. Tante Rosalina Eka Sari:

I. Background

Wah, kalo referensinya dari adik Tante, Om Andreansyah Syukur, brarti udah ndhak perlu ‘dinasihati’ ini πŸ˜€ Lha gimana ndhak, wong Om Andrenya mainannya dulu E32 sama E34 530i, dua biem yang di-antipati sama pengguna harian kecuali maniak biem sejati γ€€

E32, meski terhenti di tengah jalan, namun orang sekalipun punya duit akan pikir-pikir untuk meminang tipe ini, kecuali orang-orang gila keracunan biem macam Cak Rizal, Lik Alka, dan komplotannya.

Merekalah orang-orang yang wajib didengarkan petuah dan nasihatnya. Tapi ati-ati kalo ikut aliran mereka: biem yang dibela selalu tipe aneh-aneh soale, yang bisa-bisa bikin jantungan pengguna baru biem kalo ndhak konsisten mendengarkan nasihat mereka terus.

Gimana ndhak, bejibun pengguna biem senantiasa milih biem mesin kecil, yang irit, layak buat beredar secara rutin, mudah dan murah perawatannya, namun tetep punya kenyamanan dan keamanan/keselamatan khas biem.

Tentu ini akan menjadi pilihan banyak orang dan orang banyak.

Nah sementara tipe yang mereka bela adalah tipe yang aneh-aneh: Lik Alka miara se-skuadron mobil tua antik, yang salah satunya adalah E36 hatchback yang langka di sini dan harga pasarannya minimal tiga kali lipat E36 biasa;

sementara Cak Rizal cuman kegi (tergoda) dengan biem badan besar dan mesin besar. Itu kalo darahnya Cak Rizal diklasifikasikan golongannya, golongan darahnya bukan A, B, AB, atau O melainkan: (Seri) 5 πŸ˜›

Jadi sekali lagi, hati-hati dengan mereka, bisa-bisa menyesatkan kita: kita jadi maniak biem sejati ntar! πŸ˜€

Seperti kelakuan Cak Rizal yang katanya udah kapok ndhak beli biem.

II. Know What

Intinya sebelom beli biem, kalo tante emang belom pernah miara biem sebelomnya (kalo udah mungkin bisa dilupakan komeng saya ini), BMW punya range produk yang berbeda jenis penggunaan dan jenis kebutuhannya.

1. Ada seri kecil yang fokusnya adalah:

  • hemat
  • lincah
  • mudah dan murah perawatannya

Anggaplah ini diwakili tipe compact-sedan Seri 3. (Seri 1 sementara masuk kategori ini saja).

3. Hingga kemudian ada seri besar yang fokusnya:

  • kenyamanan super
  • ndhak terlalu ngitung biasa operasional (bensin dan perawatan/harga parts dan ongkos jasa bengkel)

Yang mana ini diwakili full-size sedan Seri 7.

2. Dan di tengah-tengahnya ada Seri kompromi, yakni mid-size sedan Seri 5 yang badannya proporsional: ndhak terlalu imut dan ndhak terlalu bongsor namun memberikan kelincahan dan kenyamanan super dengan harga operasional di tengah-tengah.

Dari sini, mungkin Tante tentukan dulu butuh yang kayak gimana.

LAINNYA itu kita kenal SUV BMW. Namun SUV ini kurang terlalu populer. Selain unitnya sedikit, tingkat fungsionalitasnya juga nanggung.

Buat off-road memble, buat kenceng juga ndhak seenak sedan tentunya.

Mana harga jual sekennya juga masih tinggi banget dibanding sedan segenerasi dg spek setara.

III. Type

Dari masing-masing kategori (compact, midsize, atau full-size) masih dipecah lagi menjadi beberapa varian yang lebih memfokuskan kebutuhan kita.

Seri 3 ada yang mesinnya kecil, irit, dan tetep nyaman khas BMW. Ada juga yang mesinnya gedhe buat kuencenggg. Masing-masing tentu beda di running-cost-nya.

Bagusnya manajemen BMW mengkreasi produknya, pengguna masing-masing varian ini pun bisa berklasifikasi sendiri-sendiri tanpa bersinggungan.

Penggemar Seri 3 cc kecil yang irit ndhak akan pernah tergoda dengan kencengnya Seri 3 cc gedhe. Karena mereka memang punya definisi kebutuhan yang sudah dicukupi oleh seri 3 cc kecil: irirt, jalan nyantai saja. toh senyantai-nyantainya Seri 3 cc kecil tetep saja bisa melaju seratus sekian puluh kmh; dan perawatannya murah.

Sementara penggemar Seri 3 cc gedhe juga bisa bener-bener fokus di kendaraan pilihan mereka. Siap dg bensin yang sedikit lebih boros, namun puas karena mendapatkan performa yang luar biasa.

Pun dengan Seri 5.

Ada Seri 5 cc kecil yang paling irit diantara keseluruhan Seri 5 namun jalannya nyantai (nyantai untuk ukuran BMW) sementara kenyamanannya khas seri 5.

Ada Seri 5 cc gedhe yang bensinnya bujubuneng tapi performanya di highway begitu menyenangkan.

Nah untuk penggemar Seri 7, ini sudah merupakan orang yang ndhak perlu dinasihati. Bensinnya jelas minta ampun, maintenisnya jelas minta ampun, dan segala halnya pokoknya minta ampun.

Bahkan nyari tempat parkir pun minta ampun!

Tapi mereka punya kepuasan tersendiir juga: jadi lirikan banyak orang! “Ini mobil koq gedhe banget siy?”

Begitu gambarannya.

IV. Suggest

Berhubung Tante tinggal di Balikpapan, yang meskipun ada bengkel resmi BMW, namun di belantara dunia maya kurang terkenal adanya bengkel spesialis khusus BMW, sementara Tante maunya milih BMW yang sekenan saja, kalo saya boleh sarankan:

restorasi total biem pilihan Tante!

Apapun tipe yang Tante pilih, restorasilah sebelom dipakai, jangan sekedar dibenahi apa yang harus dibenahi.

Restorasi ini mencakup nyaris kesemuanya parts aktif mobil:

  • Mesin, minimal turun setengah untuk membersihkan kerak-kerak tersimpan, dan otomatis penggantian segala gasket/packing mesin yang udah tua dan rawan rembes oli, sehingga kondisinya bersih seperti barunya mobil keluar dari pabrik.

    Termasuk turun setengah mesin ini akan diganti segala parts yang kemungkinan getas meskipun masih bisa running, semacam sensor-sensor yang sudah tua kepalanya (biasanya kabelnya sudah mengeras dan bisa mati mendadak); cek alternator dan motor starter (biasanya giginya udah mulai aus); dll.

  • Power-steering system: dicek kesehatannya, biasanya akan diganti selang-selangnya yang udah mengeras berikut seal-seal-nya, sehingga pompanya bisa bekerja lagi dengan enteng dan sempurna.

    Termasuk dalam power-steering system ini umumnya akan diganti seal pada steering-rack sehingga kemudia bisa bekerja dengan presisi dan bebas kekhawatiran jebolnya seal steering-rack sewaktu-waktu.

  • Cooling-system: ini nyaris semua sistem harus diganti: radiator, selang-selang, water-pump, thermostat+housing-nya. Termasuk visco-fan jika masih menggunakan visco-fan. Sehingga mobil bebas dari ancaman overheat karena tuanya perangkat.
  • Kaki-kaki. Ini parts aktif paling mahal jika diukur usianya yang paling cepet diganti dibanding parts aktif lain. Semua pernagkat kaki-kaki akan diganti: shock-absorber, bushing-bushing, joint, bahkan per jika dinilai perlu.
  • Aksesoris: macam lampu-lampu atau pembersihan bidang lampu.
  • Detailing/salon biar mobil kinclong saat mulai dipakai.
  • Tambahan lain biasanya macam knalpot yang udah mulai keropos di berbagai titik.

Restorasi bakal ndhak murah biayanya. Namun dengan restorasi, kilometer kendaraan bisa diangap nol, bahkan dijadikan nol kilometer pemakaian beneran. Karena memang semua parts aktifnya baru dan bekerja mulai dari nol.γ€€

V. Focus

Nah ini yang paling krusial: apa tipe paling pas?

Untuk Balikpapan yang -maaf- jauh dari peradaban dan hiruk-pikuk dunia belepotan oli BMW, saran saya, tipe apapun, usahakan yang menggunakan electric-fan, bukan visco-fan.

Kenapa harus demikian?

Sebenarnya ndhak harus. Cuman biem yang udah menggunakan electric-fan, meski ndhak mutlak tapi bolehlah bisa dikatakan dia udah lebih mapan teknologinya dan lebih siap kinerjanya.

Sayangnya pilihan biem yang pakai fitur ini justru terbatas untuk biem tua, ia cuman E36 318i M43/2nd-gen (1995-) dengan harga pasaran sekitar 40-70jt dan ini hanya tersedia versi manual resminya di sini; atau Seri 3 E46 yang 4 silinder dengan harga pasaran sekitar 75-150jt.

Untuk E46, bagus lagi 318i generasi pertama yang pakai mesin M43, teknologinya masih simpel untuk ukuran E46 dan mesin tersebut terkenal tahan banting. Kelemahannya hanyalah modelnya belom facelift (kadang model jadi preferensi nomor 1, nomor 2, dan nomor 3 untuk beberapa pengguna).

Seri 5 baru dapet di E60 yang harga sekennya masih 200an jt. dan teknologinya masih terlalu canggih untuk kondisi sekarang sekalipun umur si mobil udah 10 taon.

Yakh inilah BMW, teknologinya memang hadir 10 taon lebih cepat dari kebutuhan jaman.

BMW Seri 3 E36 (1992-1999) 318i, 320i, 323i

Masing-masing tersedia transmisi automatic maupun manual, kecuali 318i 2nd-gen (mulai 1995) hanya tersedia transmisi manual. Harga pasaran rata-rata belom terestorasi sekitar 40-70jt.

BMW Seri 3 E46 (2000-2004): 318i, 320i, 323i

Hanya tersedia pilihan transmisi steptronik, yaknis transmisi otomatis yang menyediakan fitur bisa dipindahgigigkan secara manual juga. Harga pasaran rata-rata belom terestorasi sekitar 75-150jt.


WELL, koq pilihannya seri compact semua?

Jika Tante pingin seri proporsional: Seri 5 yang luasan kabinnya udah lega namun kelincahannya juga masih dapet sebagaimana yang dipakai oleh Om Andre kemarin-kemarin ini, terpaksa harus ikhlas dengan visco-fan.

Tapi santai, sejauh perawatannya terjaga, ia tetep saja sanggup bekerja mumpuni koq.

Jika Tante suka Seri 5, saran saya pilihlah E39, jangan E34.

Kenapa?

E39 masih cakep banget untuk dibawa ketemu klien. Kalo E34, kadang tampang jadulnya bikin dia dijauhi oleh semua penggemar biem.

Namun di sisi lain, E34 kadang juga bener-bener mencerminkan orang yang hobi dan cinta bener dengan BMW, sehingga bisa jadi E34-nya dirawat dengan anggaran yang luar biasa juga.

Atau sebaliknya, orang yang beli E34 (biasanya 520i) mungkin pengguna pertama biem yang pingin punya BMW namun dengan budget yang super ngepas, dan budgetnya belom cukup untuk beli 318i yang sesungguhnya inilah incaran pengguna pemula biem. Karena E34 itu tipe pualing ndhak laku dan pualing dijauhi oleh semua penggemar biem. γ€€

Hehehehe…

BMW Seri 5 E39 (1996-2003): 523i, 528i (1st-gen/prefacelifted); 520i, 525i, 530i (2nd-gen/facelifted)

Harga pasaran rata-rata belom terestorasi 50-150jt, tergantung varian (taon, tipe model, kondisi). Hanya tersedia transmisi steptronik kecuali 523i yang juga tersedia manual.

BMW 7-Series E38

Hanya tersedia transmisi steptronik, tersedia versi short dan banyakan long wheel-base. Harga pasarannya siy relatif murah: 50jt-200jt. Cuman maintenisnya yang minta ampyun…

Kalo memang suka Seri 7 tipe apapun, ya semua hal angaran dll. bypass. Asumsinya Tante emang siap dan harus siap dengan segala biayanya jika perawatan dan penangannya diserahkan kepada bengkel.

Biem hobi: BMW 5-Series E34

>Jadul, ndeso, culun, tapi justru keren (hanya) bagi yang bisa memahami. πŸ˜€

Biem hobi: BMW 3-Series E30

Resminya di sini atau kebanyakan beredar (hanya) tersedia 318i dan transmisi manual. Harga pasarannya udah morat-marit. Ada yang 8jt ada yang 80jt. Pokoknya udah mulai gelap tanpa patokan. Maklom, udah mulai tua. Kalo ndhak kondisinya ancur, biasanya udah direstorasi sama penggunanya.

Hehehehe…

VI. Conclusion

Jika Tante butuhnya cepet dan mendesak untuk lebaran ini, carilah E36 yang siap atau minim perbaikan. Atau E46 318i 1st-gen/pre-facelift yang juga lumayan mudah diperbaiki dengan waktu yang cepat.

Lainnya itu, mungkin Tante harus menggunakannya untuk lebaran taon mendatang πŸ˜€

Dan clue beli biem selalu konsisten: pilih biem yang minimal:

  • Bodi & sasis utuh ndhak patah atau robek. Dan ada blok mesinnya.
  • Usahakan interior seutuh-utuhnya: dashboard ndhak pecah, jok ndhak sobek. Kelihatannya sepele, tapi kadang melengkapi pernak-pernik interior yang retak/pecah gampang-gampang susah. Jok sobek memang bisa diretrim ualng. Tapi kalo ndhak pake bahan seperti aslinya kendaraan keluar dari pabrik, asli rasanya kayak ilang aja ke-BMW-annya πŸ˜€
  • Surat lengkap sekalipun mati puluhan taon.
  • Lainnya itu:mesin ambrol masih bisa dicari, kaki-kaki lenyap juga gampang dipasangi kembali.

Ini sedikit saran ndhak komplit dari saya. Sedikit tambahan dari posting ini ada di sini Memilih BMW atau Bimmer: The Series

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
MEMILIH BMW – THE SERIES

Untuk ulasan, diskusi santai dan chit-chat silakan login ke sini http://www.facebook.com/groups/323699264381705

Memilih BMW Pt. I https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/04/11/memilih-bmw/
Memilih BMW Pt. II https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/05/01/bimmer-the-series-memilih-mobil-pertama-kita/
Memilih BMW Pt. III https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/08/bimmer-the-series-memilih-bmw-pt-iii/
Memilih BMW Pt. IV https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/23/bimmer-the-series-m5-murah-meriah-mewah-mangstabs-maknyusss/
Memilih BMW Pt. V https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/27/bimmer-the-series-sebuah-bmw-tua/
Memilih BMW Pt. VI https://freemindcoffee.wordpress.com/2012/01/14/bimmer-the-series-bmw-e36-318i-vs-320i/
Memilih BMW Pt. VII https://freemindcoffee.wordpress.com/2013/04/24/bimmer-the-series-alhamdulillah-thanks-allah/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s