Dahlan Iskan

Dahlan Iskan jadi tersangka korupsi.

Siapakah Dahlan Iskan/Pak DI? Googling saja.

Punya hubungan apa saya dengan Pak DI?

Tidak ada hubungan apapun. Saya bukan kerabatnya. Bukan anak buahnya atau mantan anak buahnya. Pokoknya ndhak kenal sama sekali.

1. Saya tak pernah berlangganan jawa Pos, dari dulu sampe sekarang dan mungkin esok lusa atau di lain hari.

2. Pak DI memang kontroversif: bisnis listriknya di Kalimantan, tuduhan keanggotaan Lion Club yang konon berafiliasi dengan zionis, sampe rumor cara Jawa Pos nyari duit (konon wartawannya doyan jualan slot berita ke institusi pemerintahan).

3. Saya bukan warga Surabaya, sehingga saya ndhak punya korelasi emosional, baik pro maupun kontra, yang berlebih.

4. Saya ndhak kenal apalagi dekat dengan Pak DI, atau kenal dan dekat dengan orang-orangnya Pak DI, atau kenal dan dekat dengan orang-orang lawannya Pak DI. Saya taunya cuman orang-orangan sawah 😛 So, saya ndhak punya korelasi emosional, baik pro maupun kontra, yang berlebih karena faktor kenal/dekat dengan Pak DI atau lawannya Pak DI.

Saya pribadi baru mengamati beliau setelah kondang di kancang politik. Intinya, saya mencoba mengenalnya secara pemikiran, bukan secara personal. Ini poin pertama.

Terlepas dari kontroversi yang ada, sejak PLN beliau pegang, pada kenyataannya kita harus mengakui, lumayan banyak perubahan dan perbedaan yang signifikan. Pusat layanan PLN jadi berbenah, nyambung listrik jadi mudah.

Meski listrik masih byar-pet, tapi kayaknya emang frekuensinya relatif jauh berkurang.

Kemudian setelah beliau jadi menteri, banyak wacana, ide, atau pemberitaan implementasi ide yang brilian dari beliau.

Maksud saya begini, Pak DI tetep bukan orang suci di mata saya. Pak DI tetep kayak saya bisa kayak Anda: bisa benar bisa salah, dan mungkin lebih banyak benarnya ketimbang salahnya atau lebih banyak salahnya ketimbang benarnya; seperti biasa itu tetep orang lain yang menilai namun tetep Tuhan yang memutuskan.

Saya tak hendak membahas masalah benar dan salah ini; benar-salah personal Pak DI-nya atau benar-salah tentang kasusnya.

Tapi yang saya pribadi dapat dari beliau yang tidak saya kenal sama sekali sebelum beliau jadi politikus: saya mendapatkan banyak inspirasi dari sosok bernama DI.

Sekalipun nanti taruh kata dia memang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi atas kehendak pribadi, saya tetep tak akan membuang torehan inspirasi yang bisa saya jadikan aspirasi pribadi dari orang bernama Pak DI.

Sederhana kata, intan keluar dari mulut anjing teteplah intan.

Apalagi jika ternyata kemudian Pak DI jadi tersangka hanya karena korban sistem belaka, maka tak ada yang berubah: saya akan terus mengkliping semua ide-ide, wacana, dan inspirasi darinya.

SAYA tak hendak mengagitasi Anda semua untuk membela atau menolak eksistensi, status hukum, status politis, atau personal Pak DI. Pun saya juga tak hendak mengagitasi Anda untuk mengikuti atau menolak pikiran-pikirannya: pikiran-pikiran sosok DI yang sudah mengkampanyekan gulung lengan baju dan kerja, kerja, kerja jauh lama sebelum presiden Jokowi menggunakannya sebagai jargon pada masa kampanyenya.

Saya hanya ingin menyuarakan apa yang menjadi isi pikir subyektif saya pribadi.

Yang pasti sekali lagi, taruh kata memang Pak DI korupsi atas kehendak pribadi, saya tetep akan membaca terus tulisan-tulisannya, wacana-wacananya, ide-idenya, atau apa yang udah dibikinnya. Yang kata seorang rekan, Pak DI itu ibarat katalis: tidak perlu tampak keberadaannya tapi nyata manfaatnya untuk membangkitkan semangat.

Saya pribadi mendapatkan manfaat dari itu semua, dan saya bersyukur tidak mengenalnya secara emosional kepadanya, jadi saya cukup mengamati pemikirannya ketimbang personalnya. Ini keren ketimbang nyimak ceramahnya Ustadz Guntur Bumi apalagi Ustadz Feliz Siauw.

Posting ini murni preferensi pribadi. Yang mungkin apa yang saya rasakan ini bisa sama atau berbalik berbeda dengan yang Anda rasakan.

Regards,
– Freema HW,
bukan pengamat politik.

*Gambar nge-link dari internet.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s