Public Friends

Saya sebenarnya jarang banget meng-setting status/posting di FB saya dengan setting-an publik. Biasanya setting-an friends saja. Karena saya pribadi memang ingin menggunakan fesbuk untuk menjembatani jarak dan waktu serta berdialektika tentang dunia dengan rekan-rekan baik saya saja:

tentang dunia & kehidupan, tentang masa depan peradaban, temtang bumi dan alam raya, tentang anak-anak bangsa dan hari-hari riang mereka, atau sekedar mengata-ngatai pelaksana pemerintahan yang ndhak pecus memegang sumpah-amanah dan mentertawai diri sendiri karena kita persis kayak mereka.

Dan tentunya untuk membicarakan mimpi dan khayalan, yakni sesuatu yang mewarnai ikhtiyar dan tawakal dalam kehidupan ini.

Tapi belakangan saya jadi banyak-banyak membuka setting posting-an jadi publik.

Sebab ada reaksi yang harus saya suarakan, mengingat mulai enegnya alur posting yang mengalir di tembok ratapan… eh, wall fesbuk saya yang sepertinya memang seolah sengaja memancing reaksi orang alih-alih menyuarakan ide untuk diskusi dan diskursus.

Mereka membanjiri wall fesbuk dengan beragam posting dogmatis. Yang jika dilawan dengan diskursus dan diskusi berbasis obyektivitas, jawabnya selalu semacam fatwa; yakni segala jawaban yang mematikan fungsi dan kinerja otak – bagian tubuh anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa ini.

SAYA tak tau kapan setting publik untuk posting-posting saya ini harus berakhir.

Mungkin jika sudah tidak ada akun picisan (=anti diskusi dan diskursus) yang memancing reaksi lagi di timeline/wall saya, saya akan kembali menutup setting publik -atau membukanya hanya pada posting tertentu saja- dan cukup posting silaturahmi online dengan seluruh kawan terbaik saya dengan setting-an friends saja;

serta kembali cukup menyibukkan diri dan memfokuskan penggunaan fesbuk untuk mengikuti membicarakan fenomena seputar dunia BMW/otomotif di group-group otomotif yang nyaman saya ikuti itu saja.

Saya sungguh berharap demikian ini, saya sungguh berharap setting-an public pada posting-posting saya segera berakhir (atau muncul untuk post tertentu saja) dan kembali ke setting-an friends yang menyenangkan.

Saya sungguh berharap demikian ini.

Maaf curcol, terima kasih bersedia membaca. Semoga kita semua dilimpahi kesehatan senantiasa, allahuma aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s