Pisang

Sejumlah warga di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menanam belasan pohon pisang di tengah jalan antarkampung di wilayah mereka yang rusak parah karena tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah setempat.

“Kami terpaksa melakukannya karena jalan rusak ini sudah berkali-kali mencelakakan pengguna jalan,” kata seorang warga. … titik penanaman pisang tidak diatur secara rapi. Warga menanam di setiap ruas jalan yang berlubang cukup dalam.

“Kami kecewa, karena sudah setahun lebih jalan ini rusak parah tapi tak kunjung diperbaiki,” timpal warga lainnya tak mau kalah.

Yang di benak saya: warga yang bersedia menyumbangkan pohon pisangnya untuk ditanam di kubangan jalan ini bener-bener dermawan! Semurah-murahnya pisang, andai itu pohon dibiarkan terus tumbuh dan berbuah di pekarangan, harga setandannya bukan lagi lumayan, tapi asoy geboy!

Dengan dimigrasikannya kawanan pohon pisang oleh komplotan warga menjadi rambu alam untuk melindungi para pengendara dari potensi kecelakaan (saya mau nulis sebagai bentuk protes dari warga setempat kepada pemerintah, koq ndhak tega; ndhak tega kepada warga setempat kalo sampe mereka tau bahwa protes mereka biasanya diabaikan dan cukup jadi angin lalu. Atau kalo toh diperbaiki, biasanya nunggu anggaran periode pasca-kiamat) maka bisa jadi kelangsungan hidup si pohon pisang jadi terancam.

Sebab memang habitat si pohon pisang itu ada di pekarangan/perkebunan, bukan di tengah jalan.

Kasihan; manusia yang punya polah dan kehendak, pohoh pisang yang jadi korban…

Ketimbang warga repot nanem pohon pisang, mending di kubangan jalan pasangi aja mercon bumbung. Tapi tungguin, dan sumet (nyalakan) pas ada plat merah nopol satu angka lewat.

Itu juga kalo lewat siy… Biasanya, bakal sia-sia juga penantiannya warga.

Entahlah… Wong saya ini keparat, bukan aparat yang punya kewajiban, tugas, dan tanggung jawab ngerawat dan menjaga jalan raya agar ndhak bikin pengendara sekarat meregang nyawa.

Serius, saya ini keparat yang kewajiban saya cuman nyacat. Kalo ndhak nyacat, artinya saya gagal dong jadi keparat? (Atau jika dibalik, kalo ndhak menjaga dan merawat jalanan tempat orang-orang lewat, gagal dong Anda jadi aparat?)

Sebab kalo ndhak ada keparat macam saya, trus siapa yang dijadikan sasaran laknat? Atau jika dibalik, kalo ndhak ada aparat macam Anda, siapa yang meneruskan anugerah nikmat dari Sang Maha Berkat?

Ref. http://www.antarajatim.com/lihat/berita/150325/warga-tanam-pohon-pisang-di-jalan-rusak Foto http://beritagar.com/p/tanam-pisang-di-jalan-protes-ala-rakyat-19306

Advertisements

2 thoughts on “Pisang

  1. sebaiknya menanam pohon pisang di kebun saja, agar tidak mengganggu pengguna jalan

    Like

    • sebaiknya lagi jalannya dijaga agar tidak berlubang dan mengancam nyawa Anda… maksud saya, pengendara yang lewat.

      Sehingga warga ndhak perlu capk nanam pisang di jalan raya 😀 Hehehehe….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s