Indonesia

Kasihan negeri ini, Indonesia.

Para pendiri negeri ini sudah jelas meletakkan dasar negara yang paling tepat dan sempurna: kita ini negara berketuhanan. Artinya, agama harus hidup di negeri ini. Artinya: kita ini sadar adanya kekuasaan Sang Maha. Artinya, negara ini bukan negara yang menolak Tuhan.

Sekaligus, kerukunan antar umat wajib dijaga. Semua warga negara punya posisi sama di mata negara. Negara akan membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selanjutnya sudah dinyatakan dengan jelas dan tegas dalam Undang-Undang Dasar: kekayaan alam dipergunakan sebesar-besarnya unutk kemakmuran rakyat. Bahwa negara punya kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsanya. Sekaligus, negara ini bukan negara yang mengalienasi diri dari pergaulan internasional. Dan negara ini, Indonesia bergaul untuk menciptakan perdamaian dunia.

Artinya, kita menyadari untuk berbangsa dengan adanya satu persamaan peradaban: perlu perdamaian, dalam keragaman berbagai kelompok manusia yang berbangsa.

Eh, entah gimana ceritanya, mendadak datang entah siapa yang tiba-tiba menyebar antitesis kenegaraan Indonesia yang sungguh mulia dan indah ini.

Mereka mencatut nama Tuhan kemudian seperti memfatwa: bahwa Indonesia ini seolah negeri yang kelirulah, kafirlah, thogutlah, dan sebagainya. Indonesia mendadak seperti negara yang salah punya dasar dan landasan bernegara.

Indonesia yang masih tertatih-tatih dan berantakan memperjuangkan nasibnya, mendadak malah hendak dijegal langsung dari depan. Kekayaan alam kita masih disebot antek asing. Dan kini ideologi kita hendak diberangus juga oleh penyusup asing.

Jadi sekarang gimana enaknya ini:

Yang saya pikir sebagai orang awam hanya sederhana saja:

kalo mereka orang-orang Islam pendatang entah dari mana itu lantas memfatwa atau menyebut atau menyatakan atau apalah istilah bahwa Indonesia adalah bukan negara yang Islami,

maka para ulama HOS Tjokroaminoto, Agus Salim, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyhari, Bung Hatta, Wachid Hasyim, Gus Dur, dkk. yang sejak awal membentengi dan membela keras bangsa kemudian negara ini adalah bukan ulama yang Islami?

– Freema HW,
Wong goblok yang ndhak ngerti apa-apa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s