1000 hp

BMW S85 V10

Saya pernah baca trit luuuama di modcom. Intinya kurang lebihnya, ada yang pingin mobilnya dibikin gini-gitu dengan perfect. Trus sama TS (thread-starter, pemula sebuah thread/trit) dijawab kurang lebihnya:

“Pabrikan itu bikin segala sesuatu (= parts teknis) dengan robot, dengan presisi tinggi, dengan toleransi yang ukurannya sepersekian mili atau mikron.

Lha ini kamu pingin dibikinin ini-itu pake tangan manusia, apa ya bisa sama dengan apa yang dibikin oleh pabrikan?”

Di lain kesempatan, saya pribadi pernah komen bertanya lagsung di trit fesbuk salah satu pembalap kondang di negeri ini.

Kurang lebihnya: “Pada mobil balap, transmisi manual murni (yang pake pedal kopling) kan lebih enak ya Bang: supirnya bisa involve lebih intens dengan kendaraannya, sehingga kendaraan bisa dikendalikan sesuai kebutuhan dan kehendak si sopir?”

Dia jawab kurang lebihnya: “Transmisi manual-elektris, yakni transmisi manual yang mekanisme pergantian/shifting giginya pake kendali elektronis akan lebih cepat waktu jeda (pergantian antar gigi)nya sehingga akan lebih berguna bagi pembalap…”

Saya terdiam. Kesimpulannya, apa yang dibikin oleh pabrikan ternyata sudah benar-benar diperhitungkan secara matang. Jika toh masih ada kekurangan yang sifatnya prinsipal, mungkin itu adalah batas akhir dari kesempurnaan yang bisa dicapai, setidaknya untuk hari ini.

MENDADAK saya jadi teringat maraknya modifikasi mesin buatan Jepang yang gampang di-upgrade tenaganya dari standar 275-an hp (horse power/tenaga kuda) jadi 1000 hp dengan mudah dan murah.

Sejauh yang saya dengar, di kalangan aliran modifikasi sangat kondang digunakan mesin-mesin sport standar buatan Jepang untuk di-push up habis tenaganya, semacam mesin Toyota (2JZ-GTE) atau mesin Nissan RB Series DETT dll.

Sepintas yang saya dengar, secara teknis konon karena mesin-mesin tersebut serasa siap bersedia untuk diperas habis seperti itu. Dengan ganti parts spek performance, pasang turbo, setel durasi dan sudut/derajat-nya timing/bukaan klep, pun ganti engine/electrical-control unit (ECU) dan seterusnya.

Whoila, mesin yang kubikasinya cuman 2600-2800an cc dan tenaga standarnya cuman 270an hp (horse power) langsng bisa melonjak hingga 1000 hp dengan mudah dan murah!

Meski bukan sama sekali ndhak ada beritanya, mesin pabrikan barat (Amerika/Eropa) sepertinya jarang nongol eksistensinya dan jikalau ada sepertinya tenggelam oleh kebuasan modifikasi mesin buatan Jepang seperti ini.

Konon, memodifikasi mesin pabrikan barat hingga seribu hp tenaganya gitu selain susah menemukan formula/setingan-nya yang pas, mungkin termasuk juga karena sedikit parts kompetisi yang tersedia di pasaran, dan biayanya konon juauh lebih mihil ketimbang ngoprek habis mesin buatan Jepang.

Saya kurang paham, jadinya fokus persoalan kesulitan memodifikasi mesin pabrikan Amerika/Eropa ini sebenarnya persoalan teknis atau persoalan ekonomis?

Sebab dari banyak berita dari luar negeri pun, mereka yang tinggal di kawasan barat (Amerika/Eropa) juga banyak yang pake mesin buatan Jepang buat bakal modifikasinya. Sampe-sampe tidak sedikit juga mobil pabrikan barat malah diisi mesin Jepangan tersebut demi mendapatkan tenaga yang superrr.

Saya jadi berpikir, jangan-jangan pabrikan Amerika/Eropa itu sebenarnya bukan ndhak mampu membuat mesin yang gampang dioprek melainkan dengan dengan berbagai pertimbangan sengaja ndhak mau bikin?

Yang saya pikirkan:

Ferrari, Porsche, atau BMW M-Series bikin bikin model yang “CUMA” 500 hp = diitung, diukur, dan diuji oleh pihak pabrikan dengan rancang bangun yang luar biasa detail dan presisi; segenap riset yang lengkap dan mendalam; serta pengujian ketat dan berulang-ulang.

Orang bikin 2JZ-GTE jadi 1000 hp = diitung, diukur, dan diuji sendiri.

Bahkan untuk mesin oprekan, mesin sport standar yang di-push up sampe beberapa kali lipat tenaganya pun, pabrikan (barat) tetep perlu semacam LeMans 24 Jam sebagai ajang testing-nya.

Lebay ndhak ya yang ada di pikiran saya ini? Mohon ulasan dan koreksinya. 🙂

——————————————
MEMILIH BMW – THE SERIES

Untuk ulasan, diskusi santai dan chit-chat silakan login ke sini http://www.facebook.com/groups/323699264381705

Memilih BMW Pt. I https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/04/11/memilih-bmw/
Memilih BMW Pt. II https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/05/01/bimmer-the-series-memilih-mobil-pertama-kita/
Memilih BMW Pt. III https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/08/bimmer-the-series-memilih-bmw-pt-iii/
Memilih BMW Pt. IV https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/23/bimmer-the-series-m5-murah-meriah-mewah-mangstabs-maknyusss/
Memilih BMW Pt. V https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/27/bimmer-the-series-sebuah-bmw-tua/
Memilih BMW Pt. VI https://freemindcoffee.wordpress.com/2012/01/14/bimmer-the-series-bmw-e36-318i-vs-320i/
Memilih BMW Pt. VII https://freemindcoffee.wordpress.com/2013/04/24/bimmer-the-series-alhamdulillah-thanks-allah/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s