Koperasi

Koperasi dikatakan sebagai perwujudan pondasi perekonomian bangsa. Namun koperasi malah tenggelam dilibas oleh bisnis partikelir, baik kelas personal maupun pemodal kakap. Dan koperasi yang ada sekarang cuman kayak dijadikan penghalusan bisnis rentenir, atau cuman semacam kelas kantin/toko kecil tanpa punya/memiliki pengaruh dan kekuasaan siginifikan terhadap kekuatan perokonomian bangsa.

Beberapa koperasi sekali-dua dikabarkan prestasinya oleh media massa. Namun kabar ini susah terekam dalam semangat dan benak publik, setidaknya saya pribadi.

Saya kurang paham tentang kondisi koperasi sekarang dan perubahan apa pada undang-undang koperasi sekarang seiring berubahnya logonya. Ini hanya bayangan saya pribadi tentang koperasi:

SUMBER DAYA & PROFITABILITAS

Koperasi bermodalkan kebersamaan. Para warga koperasi patungan setor modal, kemudian modal tersebut diproduktifkan bersama, dan hasilnya dinikmati bersama secara proporsional.

Dimungkinkan ada suntikan/bantuan modal dari pihak lain/investor, namun proporsinya seimbang.

Dengan kata lain, skalabilitas profit-sharing koperasi benar-benar fleksibel sesuai dengan tingkat produktivitas si koperasi. Sumber daya: produktivitas si koperasi, yang artinya ini linier dengan produktivitas warga koperasi, adalah profitabilitas itu sendiri.

Sementara modal partikelir tidak memiliki skalabilitas pembersamaan. Modal dan sumber daya adalah hal yang “terpisah”.

PINJAM MEMINJAM

Modal yang dipinjamkan oleh koperasi kepada warganya adalah hasil dari patungan bersama. Koperasi kemudian berbagi hasil dengan profit yang diperoleh dari produktivitas si warga. Tidak ada klausul/penetapan persentase margin, atau sebutlah bunga, secara tetap di depan.

Klausulnya harus bagi hasil secara proporsional berdasarkan produktivitas. Tinggal proporsinya disepakati di depan.

Dengan demikian, koperasi akan dan harus terlibat secara aktif dalam gerak, laju, dinamisme, dan pengembangan serta perkembangan produktivitas si debitur.

Saya membayangkan, koperasi dan debitur jadinya akan seperi dewan direksi dan staffnya: ada rapat penentuan langlah bisnis, jenis-jenis risiko dan antisipasinya, dst. sehingga keterlibatan ini benar-benar riil, bukan (sok) keterlibatan yang sekedar (sok) pengawasan belaka; hanya bentuk keterlibatan ini memang sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Dengan kiasan lain, keterlibatan koperasi dan warga yang sedang menjadi nasabah/debitur adalah seperti profesor dan mahasiswa yang sedang melakukan penelitian bersama. Bukan seperti mahasiswa dan dosen pengujinya.

Korelasi Sosial

Koperasi tentu bisa melingkupi beragam usaha: pertanian, kerajinan, benkel, pabrik besar, dll. Intinya yang penting:

  • semua pembagian apapun, khususnya pembagian (sharing) profit harus berdasarkan sumber daya;
  • tidak ada tetapan fix apapun di depan. Semua harus fleksibel dan skalabel.

Berkaitan dengan kemampuan koperasi untuk melingkupi usaha apapun, maka demi memajukan usahanya sendiri juga, maka selain murni berkiprah sebagai entitas usaha maka koperasi juga akan sekaligus menjalankan fungsi edukasi: pengembangan profesionalitas dan profesionalisme pada semua warganya.

Sederhananya, jika profesionalitas warganya rendah, maka gain/revenue koperasi juga akan rendah.

Caranya tidak sedang saya bayangkan bentuk teknisnya. Namun prinsip ini tentu, rasanya dan mestinya, include dalam keseharian koperasi.

Mungkin di sinilah perlunya kiprah nyata dunia edukasi/padepokan keilmuan dalam membimbing secara implementatif tentang profesionalitas (warga) koperasi.

***

Yang pasti, jika cara-cara koperasi ini sungguh-sungguh, benar-benar dijalankan, rakyat belom tentu akan terjamin kekayaannya tapi semestinya bakal terjamin kemakmurannya.

Kesenjangan sosial (=rasio gini – sederhananya adalah kesenjangan antara si kaya dan si miskin) akan tereduksi.

Modal tidak akan berkumpul ke segelintir pihak saja melainkan akan menyebar ke dominasi rakyat/warga koperasi.

Tidak akan ada yang namanya target dalam segala hal, khususnya target nominal. Yang ada hanyalah pencapaian. Lebih spesifik lagi adalah pencapaian produktivitas.

Koperasi inilah mungkin yang bisa menjadi implementasi dari filosofi: produktivitaslah yang menghasilkan uang, bukan uang (=modal) sebagai penjamin produktivitas.

Lainnya itu, dengan koperasi maka kita akan kuat karena bersama, bukan kuat karena beruang.

Dengan karakter koperasi yang sedemikian ini, tentu kapitalisme akan benci luar biasa sekali.

Maka dari itu:

==> koperasi wajib dijepit. Koperasi jangan dibunuh, karena itu akan membuat kapitalisme kelihatan langsung kedok setannya. Koperasi cukup dieliminasi dan dipinggirkan saja, hidupkan tapi jangan berikan dominasinya. Terus ada/tumbuhkan tapi reduksi habis fungsinya; ubah koperasi menjadi kuperasi.

==> selanjutnya agar bangsa dan rakyat negeri ini selalu bisa dikendalikan: dengan tumbuhnya ketergantungan pada kapital (jika ndhak punya uang maka kita akan susah hidup), bukan ketergantungan pada produktivitas.

==> karena tidak selamanya produktivitas perlu diukur dengan nominal/uang. Tapi produktivitas harus bisa diukur dalam fungsionalitasnya sebagai penjamin kehidupan ini.

Jika koperasi bisa tumbuh subur, maka dengan sendirinya adanya penyelewengan terhadap uang: uang bisa dijual-belikan, kita beli uang pake uang dan uang dijual untuk dapet uang, mungkin bisa diberangus dan uang akan kembali pada fungsi mutlaknya sebagai alat pembayaran (belaka).

Sebab koperasi tidak mengenal yang namanya target dalam segala hal, khususnya target nominal. Yang ada hanyalah pencapaian. Lebih spesifik lagi adalah pencapaian produktivitas.

Bila sama, mirip, atau mendekati bayangan saya tersebut dengan apa yang dicita-citakan oleh Bung Hatta, maka Bung Hatta ternyata sungguh luar biasa membentengi negeri ini dari kehancuran sosial karena sergapan kapitalisme. Dan kita berjamaah mendepak niat luhur Bung Hatta untuk negeri ini.

Yang membuat kita semua susah adalah bukannya tak ada uang, tak ada ini-itu, karena desakan kebutuhan, karena kompetisi ekonomi, persaingan usaha, dll; melainkan karena kita telah menolak semangat koperasi melingkupi perekonomian negeri ini dengan berbagai dalih dan alasan.

Dengan koperasi, mungkin akan terjadi pemerataan ekonomi secara alamiah, bukan karena subsidi.

Dengan koperasi, mungkin tidak akan cerita terjadinya krisis ekonomi karena ambruknya pasar finansial atau gonjang-ganjing ngganjingi jaran kondisi moneter. Karena kita semua bekerja berbasiskan resources, bukan berbasiskan kapital.

Koperasi kini seperti tak punya pengaruh dan kekuasaan siginifikan terhadap kekuatan perokonomian bangsa. Jika dikatakan runtuhnya koperasi adalah pangkal runtuhnya kekuatan perokonomian negara, maka benar adanya jika perekonomian Indonesia memang sudah runtuh.

Saat ini kita memang punya cadangan devisa, GDP, dan segala lini perekonomian. Namun kita tidak punya penangkal jika dalam sekejap kita langsung dilanda krisis moneter-ekonomi.

Koperasi harusnya mampu mencegah ancaman dan potensi bahaya ini.

Namun memang, sebelum koperasi menangkal hancurnya ekonomi bangsa, maka koperasi harus lebih dulu ditangkal dominasinya. Koperasi cukup dieliminasi dan dipinggirkan saja, hidupkan tapi jangan berikan dominasinya. Terus ada/tumbuhkan tapi reduksi habis fungsinya.

Ini hanya bayangan saya pribadi. Tentang koperasi.

– Freema HW,
hanya bayangan.

Ref http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

Advertisements

2 thoughts on “Koperasi

  1. luar biasa mbah, suwer aku ra ngapusi… sampean luar biasa

    Like

    • sampeyan pancen ora ngapusi yen lagi ngapusi 😛

      kayal po aku koq luar biasa ki? 😛

      Kita semua luar biasa koq Lik, dalam kapasitas dan fungsi kita masing-masing, pokok ndhak berbuat kerusakan dan berlaku adil 🙂

      Wallahualambisawab.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s