Kernel

Dalam bahasa yang sangat awam, yakni bahasa (untuk) saya pribadi; komputer, henpun, dan segala perangkat yang memiliki sistem operasi dalam bekerja hanyalah seonggok barang mati tanpa kernel.

Kernel adalah inti sistem operasi, atau bisa juga disebut bahwa kernel adalah sistem operasi itu sendiri.

Kernel yang membuat sebuah perangkat komputasi/ponsel bisa bekerja: menerima input, menyimpan data, memproses data, membuat keluaran/output.

Untuk lebih nyamannya, programmer kemudian menciptakan GUI (graphical user interface) atau tampak antarmuka. GUI inilah yang kita hadapi sekarang-sekarang ini.

GUI ini pengembangan dari command-line interface, kemudian berkembang menjadi text user inface, dan kemudian munculah graphical user interface/GUI ==> tampangnya komputer sudah pake gambar/grafis.

GUI awalnya masih berupa window manager sederhana. Window manager ini banyak dikenal pada jaman Mac OS classic atau Windows 3.x.

GUI yang sekarang ini lebih kompleks, artistik, dan canggih, yang kemudian disebut dengan desktop envirenment. Inilah yang kita lihat pada komputer dewasa ini.

Tanpa GUI, maka kita seperti kembali ke jaman command-line interface macam DOS/Terminal. Jaman dimana untuk menjalankan komputer kita harus mengetik perintah-perintah secara manual.

GUI dipopulerkan oleh Apple Computer melalui sistem operasi Macintosh meski ditengarai awal-awal adanya GUI adalah para perangkat radar, dimana operator radar bisa berinteraksi dengan sistemnya dengan tampilan grafis.

Saat ini, nyaris semua perangkat komputasi pasti dilengkapi dengan GUI. Mulai ATM dengan GUI yang sederhana, MP3 player/PDA/ponsel/beragam handheld, dll.

Sistem operasi Windows atau Macintosh memiliki GUI yang default dan tidak bisa diubah. Dibikin ya ‘cuman gitu itu’ oleh produsen pembuatnya. Paling yang bisa diubah cuman theme/tema-nya aja.

Sementara kernel/sistem operasi Linux membebaskan siapa saja untuk bikin GUI/desktop-environment (DE).

Makanya dari satu kernel Linux, kemudian user berinteraksi bisa dengan berbagai macam GUI/DE: ada Gnome, KDE, CDE, XFCE, IceWM, JWM, dll.

Banyaknya desktop environment (DE) pada Linux ini tentu membingungkan bagi pengguna Windows yang hanya mengenal satu desktop environment, yakni GUI default-nya Windows itu. Inilah hal yang bagi kalangan awam meng-stigma bahwa sistem operasi adalah = GUI itu sendiri 😦

Coba umpama Windows mengijinkan siapa saja boleh memasang GUI/DE sendiri, pasti keren. Sebagaimana banyak sistem operasi lain juga bisa dipasangi beragam DE. Sebutlah Solaris OS

Android, si sepupunya Linux – karena berasal dari kernel Linux yang disesuaikan, nuansanya mirip Linux namun tidak sama. Google sang pemilik Android sudah memberikan GUI default. Pabrikan kemudian memodifikasinya sendiri, belom sampe membuatnya secara independen.

DARI dunia sistem operasi pada sudut pandang awam, sayangnya publik hanya mengenal seolah sistem operasi adalah = GUI itu sendiri. Padahal sama sekali bukan.

Ini rasanya… mungkin rasanya menunjukkan tentang dunia yang selama ini telah dikooptasi oleh Windows dan Apple: dunia yang tidak mengenal kernel dan hanya mengenal GUI, dunia yang tak peduli proses dan hanya melihat tampakan belaka. Rasanya.

Apple siy agak baik hati. Mereka meng-open kernelnya namun tidak untuk GUI-nya. Tapi ini masih mending ketimbang Windows yang ekstra ketat menyembunyikan teknologinya.

Hanya saja, populasi penyandu Mac memang tidak se-massif Windows. Makanya dunia per-Mac-an ini tidak sekondang dunia per-Windows-an.

Apple pun ‘baru’ kondang setelah menciptakan iPod dan kemudian iPhone: menciptakan generasi (cuman) pengguna benda bukan pemaham (atas)apa yang digunakannya. Sesuatu yang sama sekali tidak salah dalam kepentingan industrialis-kapitalisme, di mana target utama adalah melindungi dan membiakkan modal.

Di Windows, kita baru akan melihat ‘penampakan’ kernel Windows saat terjadi Blue Screen of Death.

***

Komputer bisa berjalan tanpa GUI/DE. Namun komputer ndhak bisa berjalan tanpa kernel.

So, kasihan banget si kernel ini. Ia yang mati-matian membuat komputer/ponsel bekerja, namun kebanyakan penggunanya hanya memuji interface/GUI-nya saja.

Inilah mungkin gambaran kita semua: hanya memandang apa yang tampak, tidak berusaha memandang apa yang sesungguhnya di belakangnya.

Maaf, bukan kita melainkan saya.

– Freema HW, manusia ber-GUI item manis, dan berkenel… ah, saya sedang kernel panic.

CMIIW, CMIIW, CMIIW.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s