Pencetakan Kustom

Bolehkah saya bertanya? Kalo mau Cetak e-book yang murah dimana ya? Untuk 1000 buku yg rata-rata 500 pages lebih.

Apakah mending beli mesin sekalian? Or any idea?

Saya butuh buku yang murah, untuk teman yang belajar di Ciheras. Kalo beli yg ori dari Singapore or Malay mahal banget.

Ricky Elson

- Gambar dari internet.

Saya tertarik dengan pertanyaan di fesbuk salah satu anak bangsa, tokoh de-facto negeri ini.

Ricky Elson adalah pejuang energi terbarukan, khususnya berbasis energi angin.

Dia saat ini terus diminta oleh korporasi dari Jepang untuk bekerja pada mereka – tentunya dengan nominal pendapatan yang tak perlu ditanyakan menggiurkannya; namun sejauh ini masih terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara tanpa dukungan signifikan dari pihak pemerintah, bahkan dukungan dari media massa sekalipun.

Maklum, ide-idenya yang benar-benar riil dan sepenuhnya bermanfaat itu mungkin dianggap terlalu idealis, atau terlalu melawan kepentingan industrialis yang harus menomorduakan kebutuhan rakyat sebenarnya di bawah kebutuhan cash-cow bagi pemilik kapital.

Hanya jutaan rakyat yang terus menyimpan cita-cita dan cinta untuk Indonesia inilah yang di bawah tanah, melalui medsos, terus menggulirkan dukungan semangatnya untuk dia agar terus berkarya.

Terlepas bentuk bukunya apa dan bagaimana cash-flow untuk produksi buku tersebut (asumsi buku ini dibeli/dibayar entah oleh siapa dan dengan cara bagaimana), saya tergelitik untuk turut sumbang pendapat alakadarnya dan pastiya lebih banyak ngawurnya 😀

Jangan Beli Mesin Cetak (Offset) Sendiri Kalo Ndhak Main Percetakan.

Biaya bahan nyetak sendiri emang murah, jauh lebih murah ketimbang nge-print ato poto-copy. Tapi biaya operasional lain-lain bisa jadi mbengkak kalo cuman dipake sendiri, sekalipun jumlah eksemplar yg mau dicetak banyak.

Di dunia percetakan, mesin cetak itu sering diposisikan sebagai deposit, bukan investasi yang pake ROI (return of investment). Atau, ROi yang diperhitungkan sangat kecil nilainya dan dalam jangka yang super panjang skemanya, nyaris unlimited.

Sederhananya, dalam kalkulasi biaya nyetak, kadang harga investasi mesin cetak ndhak dimasukkan. Percetakan kadang hanya ngitung harga kertas, tinta, litrik ongkos pekerja, dll, dan biaya pengembalian investasi mesin cetak sangat kecil dimasukkan.

Kenapa? Sebab jika dijual kembali, harga mesin cetak bisa dibilang relatif stabil.

Penurunannya pun proporsinya ndhak terlalu signifikan. Apalagi mesin cetak buatan Jerman (Heidelberg). Heidelberg taon 70-80an pun kadang masih diperjualbelikan di pasaran mesin cetak seken dan dengan harga yang masih lumayan.

Maklum, untuk percetakan kelas banting harga, beli mesin cetak baru itu memang cuman angan-angan. Itu kelasnya pemain kakap yang ngeladeni korporasi gajah aja mainnya: yakni kustomer yang cuman peduli kualitas dan bernai bayar mahal.

Dan jika mesin seken sekalipun, ROI-nya dimasukkan ke komponen kalkulasi biaya cetak, maka jatuhnya mereka ndhak kompetitif lawan kompetitornya.

DUNIA percetakan low-end terbiasa harus menyalakan mesinnya non-stop. Ini untuk mengejar volume profit dikarenakan margin yang memang kecil tadi. Jika ndhak banyak volume cetak yang dikerjakan, sudah sering terdengar berita: percetakan njual mesin cetakknya.

Itungan rekan-rekan saya yang pemain dunia offset, perlu lima taon bagi mereka untuk bisa mengembalikan investasi mesin cetak, itu pun mereka bener-bener ndhak ngambil margin profitnya.

Dengan kata lain: seluruh keuntungan dari kinerja si mesin cuman buat ngembalikan harga perolehan (ROI) mesin!

Perih memang dunia percetakan offset ini.

Jika Mencetakkan di Percetakan

Kalo nyetakkan ke percetakan, ini efisien, tapi harus jelas breakdown-nya. Upayakan jangan sampe nyetok buku. Misal nyetak 1000, ternyata cash-flow yang masuk cuman 500. Ini bisa berabe.

Lain kalo cash-flow untk 500 buku sudah mengkover 1000 eksemplar cetak. Masih mending. So sisa buku yang gk terbayar (or somewhat) bukan menjadi beban keuangan.

Risikonya, maka harga end-user per eksemplar akan naik.

Cetak Sendiri

Kalo untuk kebutuhan internal, sekalipun kuota produksinya tinggi, bisa diakali dengan main mesin printer laser. Bukanb printer inkjet lho ya! Bisa jebol ntar itu printer 😀

Untuk kuota besar, cari printer laser yang yield/page per month-nya tinggi. Biasanya, produsen akan mengkategorikan printer ini ke dalam segmen business printer, bukan home-office printer.

Mesin printer laser untuk kuota super banyak mungkin harga breakdown-nya akan di atas percetakan.

Namun akan ada beberapa efisiensi di sini:

  • Kita bisa nyetak secara gradual, tidak mendadak langsung dalam jumlah banyak.
  • Cocok untuk pencetakan kustom: misal 1000 eksemplar buku dengan beberapa judul. Percetakan offset yang ndhak bakal sanggup demikian.
  • Operasionalisasinya mudah ditangani, berbeda dengan mesin offset yang perlu keahlian tertentu.
  • Printer laser sekarang bisa diregenerasi sendiri. Telah tersedia bahan konsumabel: serbuk isi ulang dan spare-part aktif cadangan (yakni spare-part yang haru diganti rutin-periodikal, semacam roller/penggulung/penarik kertas dan development-drum atau image transfer-kit yang mentransformasikan citra digital ke temporary-image buat ‘dicetakkan’ kek kertas. Harganya sudah sangat kompetitif dhitung dengan breakdown-nya.
  • Kadang tidak harus beli baru. Di Jakarta banyak yang jual mesin printer laser dari lelangan perusahaan gedhe. Kondisinya masih pada perferct (normal banget secara teknis) dengan harga yang sepertiga bahkan seperempat dari barunya. Biasanya hanya perlu rekondisi pada toner dan parts aktif tertentu. Masih sangat worthed secara ekonomis dan teknis.
  • Bahkan tersedia laser warna. Menarik bukan?

Penghitungan harga produksi mesin printer laser tentu bukan hanya didasarkan pada bahan konsumabel (toner+chip resetter dan kertas) sematam melainkan juga operasionalnya (listrik, roller, drum, image transfer kit). Namun sekali lagi, breakdown-nya panjang dan masih sangat worthed, khususnya untuk pencetakan yang tidak dituntut harus ngejar volume tinggi sebagaimana percetakan low-end, dan sekali lagi ia bisa digunakan untuk mencetak secara gradual dan kustom. Ditambah lagi ini semua bisa dikerjakan sendiri.

Persoalan Yang Mungkin Muncul

Investasi mesin printer laser harus dibarengi dengan:
– Pemahaman troubel-shoting ringan, dan
– Cadangan supplies (bahan konsumabel + parts aktif cadangan).

Secara sederhana, jika menggunakan printer laser untuk kebutuhan tinggi, siapkan di gudang:
– Serbuk toner refil/pengisi ulang termasuk chip resetter-nya,
– Catridge cadangan,
Parts aktif konsumabel periodikal (roller, drum, imae transfer kit).

Parts tersebut yang biasanya akan habis di tengah jalan dan diperlukan segera penggantian mendadaknya.

Penjual printer laser, baik baru maupun bekas, biasanya sudah siap dengan supporting/dukungan ini. Jika tidak menyediakan langsung, mereka biasanya akan menunjukkan ke mana kita musti mencari. Biasanya, tempat-tempat tersebut memang sudah jadi tempat rujukan para pemain industri grafika.

Dan akan lebih seru lagi jika mesin printer lase ryang tersedia ada dua unit, untuk fungsi redundant.

Fungsi redundant ini bukan berarti sau mesin ngagur bekerja semenara satunya kerja terus. Dia bisa saja di-shift kerjanya. Gantian 12 jam sekali, atau sehari sekali, atau seminggu sekali.

TROUBEL-SHOOTING ringan mutlak diperlukan. Yang paling pati adalah mengisi ulang sendiri toner pada katridge.

Umumnya, jenis printer populer seperti pada HP akan sangat gampang diisi ulang. Hanya saja, tiap tipe punya metode sendiri-sendiri sehingga tetap perlu dipelajari. Umumya, guidansi untuk kebutuhan ini tersedia melimpah di internet.

Mengisi ulang toner bukan hal yang sulit namun perlu kesabaran dan ketelatenan tersendiri agar tidak tumpah-tumpah.

Beberapa hal lain yang harus dipahami adalah maintenis rutin, biasanya cuman cleaning aja. Prosesi ini sedikit lebih makan kesabaran danketelatenan, namun guidansi tetap melimpah di internet.

DEMIKIAN jika boleh ikut urun rembug. Ini semua cuman pendapat pribadi dan tidak mewakili apapun/siapapun. Mohon koreksi sebesar-besarnya jika ada kesalahan.

Regards,
Freema HW
Pengecer Jasa Ide dari AwindoCreative

Referensi http://www.techcrates.com/why-choose-laser-printer-for-effective-printing/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s