Food-Truck

Foodtruck, truk yang menjual makanan, sebagai bagian dari street-food/kaki lima adalah hal biasa di luar negeri sono. Sebiasa kita mendapati gerobak kaki lima di sini. Dan entah kapan food-truck dimulai di muka planet ini, saya tak berkeinginan mencari tau 😛

Di Natgeo, acara yang melibatkan food-truck ini udah nongol sekian taon lamanya kemarin. Di sini, saya minimal udah beberapa taon ini melihat penjual bubur ayam dan penjual nasi pecel yang memanfaatkan pikap atau motor roda tiga. Jualan ala food-truck.

Satu persamaan food-truck di Natgeo maupun penjual pecel atau bubur ayam di sini adalah: food-truck = street + take-away fast-food. Kalo toh bisa makan di tempat, space-nya terbatas.

Di negeri ini, saya yakin food-tuck juga udah ada sejak lama. Tapi kayaknya barusan sekarang-skarang ini booming, populer, dan menyeruak – mendadak di kenal di mana-mana oleh sesiapa saja.

Acara-acara TV atau event-event komersial off-line di sini mulai menjadikan food-truck sebagai bagian dari konsep acaranya, sebagai bagian dari isi acaranya. Banyak yang mulai membicarakan food-truck, dalam persepsi yang berbeda/melebihi gerobak makanan pinggir jalan.

Berbicara tentang bentuk fisik food-truck, barusan ini Peugeot merilis salah satu konsep food-truck-nya.

Desainnya keren. Agak senuansa dengan VW Transporter/Caravelle atau Suzuki APV siy, cuman karakter rodanya lebih nge-SUV.

Apa yang ditawarkan Peugeot Food-Truck Concept ini? Tentu selain fungsionalitas, adalah kegantengan tampangnya. Buat apa? Value added!

IDE BISNIS

Melihat desain kereta tjap singa asal kampungnya D’Artagnan ini, buat yang yang punya APV, mungkin bisa pergi ke karoseri dan memulai bisnis baru yang menyenangkan: food-truck yang keren dan punya value-added/nilai tambah dari sekedar yang biasa-biasa saja!

Bukannya menu unik kita adalah nilai tambah itu sendiri?

Yup! Dan bagaimana jika ditambahkan lagi value-added-nya dengan tampilan food-truck kita nan mempesona? 😀

ANDA bisa nyari tempat yang strategis untuk menempatkan food-truck ini. Tempat yang ramai dilalui orang namun tidak mengganggu lalu-lintas. Dan jangan lupa, ajukan ijin kios di UPPT setempat. Ada koq ijin kios ginian. Murah pun tarifnya.

Jual fast-food pada food-truck Anda. Jual makanan yang sesuai karakter yang lewat: pekerja/anak sekolah yang sambil berangkat nyari sarapan. Atau lalu-lalang orang yang hendak pergi ke pasar atau mall. Atau para pekerja yang sore hari dalam perjalanan pulang hendak membungkus oleh-oleh buat keluarga di rumah. Atau sesiapa pangsa pasar di lokasi yang Anda tempati.

Apa menunya?

Kreativitas atau keahlian Anda yang berbicara.

Menu apapun, food-truck mustinya menyajikan sesuatu yang fast-food. Rasanya tidak salah juga Anda menyajikan nasi goreng seperti di kereta api: nasi goreng yang sudah dimasak dirumah, dan dihangatkan di tabung penghangat.

Tinggal disajikan/dibungkus saat ada yang pesan.

Ingat, nasi goreng adalah makanan yang multi-waktu: pagi – siang – malam tetep enak dinikmati; multi-penggemar: dari anak-anak sampe orang dewasa semua suka, tergantung tingkat pedasnya aja; dan multi-kreasi: banyak kreasi modifikasi nasi goreng yang itu sangat bikin kaya menu dan kaya rasa.

Intinya: ambil menu yang sederhana (untuk disajikan/dibungkuskan) namun perhitungkan konsep ini masak-masak.

Sebab, food-truck tentu beda karakter kehadirannya dengan warung/kedai/depot.

Di warung/kedai/depot, pembeli akan cenderung menikmati makanan dengan duduk, melihat-lihat menu, kemudian melakukan pemesanan, dan menikmatinya.

Di food-truck, makanan musti disajikan siap saji, atau tinggal goreng, atau apapun yang intinya itu ‘tidak perlu ditunggu’, atau sangat cepat dalam penyajiannya.

Jika Anda melakukan improvement untuk menu food-truck Anda, sepertinya kaidah fast-food ini wajib diikuti.

HARUSKAH YANG LAIN ATAU SAMA SAJA?

Tergantung Anda. Food-truck itu sendiri sudah keunikan. Mungkin sekedar menjual gorengan yang sama seperti yang biasanya ada di gerobak gorengan, namun dengan bungkus dari kertas recycle dengan label “truk gorengan” sudah akan membuat gorengan Anda berbeda dengan yang lain.

Apalagi jika di situ Anda bold: “minyak bersih bebas segala bahan tambahan”. Keren!

Dengan sensasi branding yang simpel namun sungguh memikat, jaminan bahan sehat/tanpa pengawet, dan pilihan bahan (ubi, ketela, pisang, dll.) yang segar, harga yang sedikit premium tidak akan membuat konsumen bergeser. Justru citra/branding Anda akan lebih kuat.

Jika Anda berani menambahkan delivery-order, beberapa karyawan kantor tentu akan langsung mengingat Anda saat hendak mencari cemilan buat temen kerja atau temen rapat kecil.

Bagaimana jika ingin berjualan soto atau semacamnya yang perlu juga untuk dinikmati di tempat?

Mungkin food-truck Anda akan menjadi perangkat teknis pendukung yang memudahkan mobilitas ketimbang Anda mendorong gerobak. Toh ini tetep merupakan nilai tambah yang sangat luar biasa dalam operasional kegiatan usaha Anda, meski bukan lagi berkonsep food-truck = street + take-away fast-food.

Jualan soto dengan food-truck, Anda akan membebaskan pelanggan dari risihnya melihat jejeran bak air pencuci mangkuk. Ini penyakit permanen penjual kaki lima.

Sekaligus, dengan food-truck, Anda bisa menghemat sewa kios nan mulai mahal di kota. Pun jika ada event-event tertentu, keramaian di lapangan misalnya, akan sangat mudah bagi Anda untuk bergerak.

Food-truck memang memerlukan modal. Saya hanya berasumsi bahwa modal pengadaan food-truck di sini sudah tersedia. Namun, food-truck itu sendiri adalah nilai tambah (value added) yang sangat mengena untuk kekuatan citra usaha Anda.

Dan bukan cuman buat makanan, food-truck ini juga bisa dijadikan mobile-tenant untuk barang jualan lain: boneka, sablon kaos, handycraft, dll. Banyak, sebatas kreativitas Anda bisa merangkainya dalam angan dan bayangan.

Lantas apa bedanya dengan mobile-tenant sebagaiman ayang sudah ada saat ini? Sekali lagi: value-added! Dan Anda harus bisa menjadikannya sebagai value-added.

Sederhana, sama-sama jualan boneka, tapi ketika sekujur tubuh kendaraan Anda di-branding dengan gambar boneka yang cantik dan lucu, itu akan sekian kali lipat menggugah keinginan pembeli untuk berhenti dan membeli ketimbang hanya melihat tumpukan boneka yang hanya bisa diidentifikasikan satu-dua jenisnya saja.

So, berani memulai bisnis baru?

Jangan lupa, jika Anda menjual makanan, jual-lah selalu makanan sehat penuh nutrisi, dominan berasal dari bahan lokal, dan bebas pengawet.

Juga, jangan makan trotoar pejalan kaki. Parkir food-truck Anda di pinggir jalan/bahu jalan nan layak dan memadai. Mengambil space trotoar sama artinya mencuri hak orang lain/pejalan kaki.

Usaha tidak akan berkembang lancar atau uang yang kita peroleh tidak akan adem jika masih ada cara-cara demikian.

Semoga sukses senantiasa menyertai Anda dan kita semua.

– Freema HW
Project Director pada Awindo Creative. Tulisan ini adalah pendapat pribadi.

Foto-foto dari http://www.peugeot.com/en/news/the-peugeot-foodtruck-the-lion-launches-a-bistro Referensi: Desain food-truck keren niy http://www.gandoza.com/food-truck-on-the-fly.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s