Akun Fesbuk Saya Hilang!

Hari ini jadi hari yang agak bikin galau. Akun fesbuk saya mendadak non-aktif, deactivated.

Akun saya lenyap dari peredaran fesbuk, saya tidak bisa mengakses, dan semua rekan juga tidak bisa melihat akun saya. Isinya, termasuk yang saya publish dalam setting-an ‘Public’ pun tak terlihat sama sekali.

Intinya, akun saya lenyap total dan serasa tak pernah ada sebelumnya.

Hanya beberapa posting di forum-forum yang masih bisa dibaca, dengan nama akun saya yang non-aktif.

CERITA kejadiannya siy, tidak ada kejadian apa-apa… Saya biasa membiarkan akun saya dalam kondisi logged-in di kompie maupun di ponsel. Eh tapi pas saya tinggal terima telepon sekian lama, pas balik ngadep kompie, layarnya seperti saya barusan logout, terpampang wellcome-screen.


– Facebook wellcome screen, foto dari internet.

Saya coba login, lhadalah, ada pemberitahuan bahwa nama(akun) saya tidak riil, tidak sesuai dengan standar fesbuk. Dialog-box tersebut meminta kita memasukkan nama depan, tengah, dan belakang.

Saya masukkan dengan nama pada akun lama: Freema + Bapakne + Rahman.

Ditolak! Dikatakan bahwa nama tersebut tidak bisa dipakai/tidak sesuai standar.

Saya coba beberapa konfigurasi: Bapakne + Rahman, Freema + HW, dll. sejenisnya tetep ditolak.

Hingga muncul pemberitahuan dengan kolom sama: saya diminta memasukkan nama asli plus melampirkan/attach scan ID-Card yang valid, bisa KTP (ID Card), SIM (Driving license), Paspor, atau akta lahir.

Pemberitahuan yang sama juga masuk ke email. Pengirimkan facebook.com. Bukan scam/spam brarti.

Akhirnya saya reply itu notifikasi di dashboard fesbuk pun yang via email. Langsung ada auto-report, yang isinya ucapan terima kasih dan tim fesbuk akan mereview kiriman konfirmasi + scan ID saya.

Browsing-browsing, ternyata kejadian seperti ini bukan barusan. Posting tahun 2010 ini https://gingerliu.wordpress.com/2010/08/08/facebook-demands-government-id-before-shut-down/ juga menceritakan akunnya dinonaktifkan oleh penguasa fesbuk, tanpa peringatan terlebih dahulu.

Si pemilik akun beberapa kali nge-email pihak fesbuk, namun mendapat tanggapan yang negatif. Pihak fesbuk keukeuh kalo akunnya menyalahi standar komunitas fesbuk.

Untungnya sebulan kemudian ada berita positif, akunnya dikembalikan (aktif) lagi oleh pihak fesbuk.

Pikir-punya pikir, sambil menunggu nasib yang seolah berada di tangan fesbuk dan bukan di tangan saya sendiri, akhirnya saya bikin akun baru lagi dulu untuk sementara waktu sambil menunggu nasib akun lama. Tapi akun(baru) saya tersebut sementara saya bikin strict: tidak bisa menerima permintaan pertemanan dan tidak ada konten yang saya publish. Baru nanti saya putuskan nasib akun ini.

Akun (baru) tersebut saya bikin untuk tetep berkomunikasi dengan rekan-rekan, khususnya dengan rekan-rekan di Angkringan-online Bimmerfan Mataraman dan beberapa forum lain yang perlu untuk saya ikuti.

Jika nanti tim fesbuk mengembalikan/mengaktifkan lagi akun lama saya, maka akun baru itu akan saya non-aktifkan. Jika nanti tim penguasa fesbuk tidak mengembalikan akun lama saya, ya terpaksa akun tersebut akan terus saya lanjutkan. Dan baru saya buka untuk umum.

SEBENARNYA agak khawatir jika akun lama saya sampe ndhak direaktivasi oleh tim fesbuk. Selain ada foto-foto yang memang saya hapus dari kompie/ponsel setelah saya upload di fesbuk (namun yg tidak ada cadangan offline-nya gini biasanya poto ndhak terlalu penting siy, justru) yang terpenting adalah di situ banyak ceceran torehan posting-an/tulisan yang belom sempat saya dokumentasikan ulang di cloud-storage lain plus tidak tersimpan di kompie, karena saya mengetiknya langsung pada textbox di fesbuk, bukan di kompie dulu kemudian saya ekspor ke fesbuk.

Namun saya tetep bersyukur. Karena beberapa tulisan panjang, khususnya tulisan-tulisan bimmerfan the series yang awalnya hanya saya simpan di akun fesbuk, sudah sempat saya migrasikan semuanya ke WordPress ini.

Alhamdulillah… alhamdulillah….

MUNGKIN bagi rekan-rekan, tulisan-tulisan saya nan panjang kali lebar itu bikin eneg dibacanya. Tapi bagi kami pribadi, tulisan-tulisan itu adalah salah satu harta tiada ternilai harganya. Sebab, selain di situ, melalui tulisan-tulisan itu kami bisa berbagi kepada siapapun yang yang bersedia membaca atau menghendaki; …

… pada tulisan-tulisan itulah jiwa kami hidup.

Jiwa kami (bisa) hidup, dalam tidak penting kami punya harta apa.

Harta/materi/kebendaan belum tentu menjaga nyala semangat dan jiwa kami. Bahkan kadang kala, urusan harta/materi/kebendaan malah bisa bikin buram dan suram keadaan.

Namun tulisan-tulisan itu, selalu menyalakan jiwa dan semangat kami: saya dan istri yang kebetulan koq ditakdirkan sama-sama suka nulis 😀

Saat semangat hidup mulai redup, kami akan menulis untuk kembali mengobarkannya.

Sebab dengan tulisan itulah kami bisa terus menorehkan jalan Tuhan yang masih terseok-seok kami lalui sebagai pengingat diri melalui berbagai catatan tentang hidup, tentang dunia, tentang jiwa, tentang apapun.

Dan dengan tulisan-tulisan itulah kami bisa menertawakan dan misuhi diri sendiri: introspeksi berdiam hati di tengah hiruk-pikuknya keadaan duniawi.

Beruntung, bimmer the series selamat dari ancaman kelenyapan.

Kini, kami sedang mikir cloud-backup lain untuk backup/cadangan, sebab saat ini storage offline: harddisk atau optical-disc juga sudah tidak terjamin durabilitas dan reliabilitasnya untuk jangka panjang.

“Jangan banyak omong, tulis saja!” – HB Jasin-

– Freema HW,
Deg-deg plasss…

Advertisements

4 thoughts on “Akun Fesbuk Saya Hilang!

  1. karena dianggap akun palsu mungkin Gus..qiqiqiqi…

    Like

  2. Pingback: Akun Fesbuk Lenyap Pt.2 – Mind & Coffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s