Head Unit, Radio Mobil


– Gambar nyomot dari internet.

Setiap kendaraan selalu dilengkapi dengan head-unit/car audio. Minimal slot-nya buat diisi head-unit sendiri.

Bahkan banyak dan jamak yang melengkapinya dengan in-car-entertainment (ICE), audio mobil yang di-extend lebih lengkap lagi. Misal: speaker-systemnya menjadi lebih lengkap item perangkatnya, ditambahi sub-woofer, sampai layar video. Entah cuman di head unit-nya, atau ditambah ke head-rest, atau mungkin nempel di plafon/roof.

Maklum, banyak yang mengemudikan kendaraan tanpa hiburan itu serasa garing rasanya.

Apalagi di kota besar yang macet. Car-entertainment alih-alih sebagai perangkat tambahan untuk hiburan, kadang fungsinya justru menjadi alat pokok untuk memenuhi kebutuhan psikologis: jadi teman biar ndhak stress kala macet panjang.


– Gambar nyomot dari internet.

Mungkin kami aja yang sedikit berbeda. Ini murni preferensi pribadi. Karena kalo bawa mobil biasanya kami cuman pas turing AKAP (antar kota antar provinsi) bersama keluarga, senengnya malah ndengerkan radio. Biasanya kami pilih radio yang tema siarannya khas lokal. Radio lokal yang gaya siarannya ala elu-gue Jakartanan, haram kami puter.


– Gambar nyomot dari internet.

Ndengerkan radio lokal itu serasa kita uluk (hatur) salam dengan daerah yang kita lalui dan berbaur dengan kondisi/nuansa setempat. Ibara kata, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, di mobil radio diputer 😛

Bayangkan, dari Kediri, masuk Jateng kemudian ketemu radio dengan isi siaran gending-gending Jawa dan dengan gaya siaran Jawa alus. Kemudian masuk Pemalang, Tegal, dapet saluran radio dengan gaya bahasa ngapak. Seru! 😀

Masuk Cirebonan, search siaran dengan nuansa/bahasa khas Cirebonan. Bahasa Cirebonan masih sedikit bisa kami ngerti.

Kemudian masuk Indramayu, Subang, atau Bandung kalo ke Bandung, searching siaran dengan nuansa/bahasa Sunda meski ndhak ngerti, namun bisa di-feel nangkap-nangkap apa maksud ucapan si penyiarnya.

Pun kalo lewt jalur selatan, tetep nyari siaran dengan nuansa lokal setempat. Nuansa Yogya, Banyumasan, hingga masuk Pasundan.

Hingga masuk Jakarta, yang kami puter pasti radio berita (Trijaya, Elshinta, KBR68H), sama kalo ke Surabaya, cuman muter Suara Surabaya. Hehehehe…

Yang seru pas semingguan keliling Sulawesi Selatan-Barat beberapa tahun silam. Bener-bener asyik mendengarkan siaran dengan nuansa lokal yang kental, meski kadang kurang ngeh apa yg lagi disiarkan. Tapi tetep aja asyik, jadi lebih mengenal Indonesia gitu!

Cuman kalo pas keluar kota, trus pas melewati kawasan hutan-hutan gitu, siaran radio jadi ilang. Alhasil, kepingan CD harus bergangsing di dalam drive pemutarnya.

So biar ndhak bosan (karena mendengarkan lagu yang udah sering kita denger), biasanya kami akali: kami beli CD baru yang belom pernah kami dengerkan sebelomnya. Dan kalo mau murah/gampang nyarinya, asal ada suara aja di mobil terlepas kita suka atao ndhak lagunya, beli aja di Indomaret/Alfamart. Hehehe…

Bagaimana dengan si kecil?

Biasanya biar ndhak bosan, dia kalo ndhak main game di gadget, ya bobok. Atau kalo sama Uti-nya, biasanya berpanjang-panjang waktu perjalanan mereka berdua akan saling bercerita di bangku belakang. 😀

***

Lainnya itu, kalo penumpang lagi pada tidur, saya milih konsentrasi nyetir dan ngecilkan volume radio (kadang cuman speaker depan yang saya nyalakan, fader belakang off).

Nyaris jarang, meski bukan berarti ndhak pernah, kami muter lagu di mobil. Muter lagu gitu rasanya membosankan aja siy kalo di preferensi kami pribadi.

Itu tadi, enakan ndengerkan radio, lebih dinamis. Lebih mengenali nuansa daerah setempat yang sedang kita lintasi.

Atau kalo yang diputer lagu-lagu, kita ndhak ngerti lagu apa yang bakal diputer. Begitu ketemu lagu enak, langsung deh seneng 😀

Ini serupa dengan kita berusaha mencari kuliner lokal saat singgah. Jadi memperkaya nuansa, tambah menyenangkan dan ngurangi capek perjalanan, dan bikin kita lebih bikin kita cinta Indonesia!

Bagaimana dengan (musik) pada perjalanan Anda?

Salam! 😀

– Freema HW
Sopir keluarga.

Advertisements

One thought on “Head Unit, Radio Mobil

  1. sami kang saya kalo keluar kota sering nyetel radio yang sering radio yang mengabarkan berita lalu lintas he he he

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s