Martabak Tahu

Ceritanya sebenarnya sederhana saja. Suatu hari sepulang sekolah, dia pingin martabak tahu. Dia hanya bisa mendekati pak penjual martabak yang ada di luar pagar sekolah. Mengamatinya sambil menahan perasaan, kemudian entah dengan isi hati seperti apa dia meninggalkannya.

Selain karena uang sakunya hanya kami jatah 2rb saja per hari (ya, dua ribu rupiah!) yang biasanya udah dia belikan susu segar bantal kecil itu, ia juga tunduk terhadap larangan kami untuk jajan sembarangan di sekolah.

Ia tidak mau membeli penganan di luar list yang telah kami approve. Sebagian besar yang masuk dalam black-list kami tentunya chiki-chikian yang murmer itu.

Di rumah akhirnya dia meminta saya untuk mewujudkan keinginannya.

Martabak tahu yang sederhana.

Cukup siapkan tahu dicacah dicampur telor dalam mangkuk. Tambahkan irisan daun bawang.

Gelar kulit pangsit di minyak sedang. Tuangkan sesendok cacahan tahu, lipat kulitnya seperti tukang martabak melipatnya. Goreng sampai matang.

Alhamdulillah, jajanan murmer sehat terhidang untuknya.

Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang hendak kami dustakan?

Alhamdulillah wasyukurillah…

– Deasy Ibune Rahman
Ibu rumah tangga yang berbahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s