Jalan Rusak

- Foto: Andika FM Kediri

Ratusan warga dari tiga desa, Bedali, Kunjang dan Manggil, kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, memblokade jalan perbatasan Kediri Blitar tadi pagi. Mereka memprotes kerusakan jalan raya yang disebabkan oleh truk bermuatan pasir melebihi tonase. Dalam aksinya, warga memasang spanduk dari kain putih dan pohon bambu, tepat di tengah jalan raya desa Bedali. Mereka menghentikan setiap kendaraan roda empat yang melintas di jalan tersebut.

Menurut Tegel – koordinator aksi, ada sekitar 20 hingga 30 kilometer jalan yang rusak parah, dan menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu-lintas. Warga sebenarnya sudah sering melaporkan kerusakan jalan tersebut, tetapi tidak ada respon tegas dari pemerintah. Tegel mengakui, aksi protes jalan rusak ini sebenarnya sudah berulang kali dilakukan olah warga. Tetapi para sopir truk pasir bermuatan melebihi tonase bandel.

Sesuai pantauan Radio Liiur FM, aksi blokade jalan ini menyebabkan arus lalu-lintas penghubung kabupaten Kediri dan kabupaten Blitar lumpuh selama kurang dua jam. Bahkan, sejumlah aparat kepolisian dan TNI yang ada di lokasi kejadian tidak bisa berbuat banyak. Sementara warga terus memberhentikan setiap kendaraan roda empat yang melintas, hingga menyebabkan penumpukan kendaraan dari dua arah.

http://news.detik.com/surabaya/read/2015/01/21/102340/2809297/475/jalur-alternatif-kediri-blitar-rusak-warga-blokade-jalan http://www.liiurfm.com/rusak-akibat-akibat-truk-pasir-ratusan-warga-perbatasan-kabupaten-kediri-blitar-memblokade-jalan/ http://www.andikafm.com/news/detail/10446/1/ribuan-warga-blokade-jalan-cegat-truk-muatan-pasir

Ini adalah jalanan yang rutin saya lewati saat perjalanan Kediri – Blitar PP. Bukan jalan utama dan hanya jalan alternatif, dari Kediri ke arah timur, melewati kaki gunung Kelud, kemudian mengarah ke selatan menuju Blitar. Pemandangannya indah. Sementara jalan utama dari Kediri ke selatan, kemudian mengarah ke timur hingga sampai Blitar.

Meski KTP saya Kediri, keluarga saya berasal dari Blitar. Separuh darah saya ada di Blitar.

Beberapa bulan silam, kala masih musim kemarau, saat berhenti dalam antrian/giliran gantian jalan dengan kendaraan lain karena rusaknya jalan, saya ngomong dengan warga setempat, “Kalo saya jadi penduduk sini, Pak, saya sudah tanami ini jalanan depat rumah dengan pohon pisang.”

Sebab kala musim kemarau, debu di sini terbang luar biasa tebal, menutupi lantai-lantai rumah penduduk. Saat musim hujan, jalanan licin dan membahayakan. Padahal jalanan ini bukan jalanan khusus untuk kebutuhan dan keperluan khusus.

Dan kini, penduduk setempat sudah pada batas kesabarannya.

INI cuman peristiwa lokal, namun fenomena jalan rusak ini sering kita lihat dan dengar banyak terjadi, merata, di seantero Indonesia. Ini bukan cerita baru, yang kayak ginian ini udah jadi cerita basi di negeri ini. Sayangnya, cerita basi ini masih saja selalu kembali hadir terulang kembali.

Berkali-kali velg saya peyang gara-gara aspal bolong. Biasanya bolongnya yang pola kebakan betmen. Aspal overall mulus. Eh mendadak ada lobang dalam menganga yang susah kita menghindarinya.

“Jedhaggg!!!”

Peyanglah ini velg.

Berkali-kali.

Ban pecah juga sering.

Ini masih saya, belom orang lain…

***

Jalanan kita dibiayai pembangunan dan perawatannya dari pajak yang kita bayar. Ingat, jika kita telat sehari saja membayar pajak, denda langsung terpampang di depan mata.

Namun ketika pemerintah telat berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun melunasi kewajibannya kepada rakyat, semua serasa lenyap sirna hilang dari depan mata. Termasuk lambatnya segera menangani jalan rusak.

Tidak perlu harus segera di-layering kembali, cukup 1×24 jam aspal bolong langsung ditambal, itu sudah hal yang luar biasa. Maaf, seharusnya ini hal yang semestinya.

INI memang peristiwa lokal, namun semoga ini bisa menginspirasi Indonesia. Menginspirasi pemerintah negeri ini agar tidak terus-terusan mendzalimi rakyatnya.

Semoga dalam lima tahun pemerintahan yang sekarang ini, negara ini benar-benar berubah.

Semoga rusaknya infrastruktur akan menjadi hal yang langka didapati di negeri ini.

Ya Allah, berkatilah negeri ini.

– Freema HW,
bukan pembayar pajak yang baik, hanya seorang rakyat keparat pengkhianat negara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s