Sekolah – Berjamaah di Kantin

Saat kami berbagi posting kami ini https://freemindcoffee.wordpress.com/2015/01/15/anakku-kularang-ikut-pengajian/ di sebuah group, beragam pendapat muncul.

Jika Anda cermati, sedikit di situ yang menyuarakan kegalauan yang sama dengan kami, namun sepertinya lebih banyak lagi yang “sewot” gara-gara suara cerita isi hati kami (dan kami-kami yang bersedih karena gempuran fenomena rokok di sekitaran).

Salah satunya adalah komen ini: “jangan terlalu dilebarkan kalau perokok itu enggak punya etika, seakan-akan perokok itu pembangkang dan radikal enggak bisa diomongin (agar tidak) ngerokok di depan anak-anak. Bekomunikasilah dengan baik, pasti perokok juga ngerti dan malu. Kalo ngelarangnya sinis dan kasar, bukannya mereka berhenti tapi (bakal) malah disengajain. Suruh tutup pabriknya dan enggak boleh ada petani tembakau ‘kan beres, enggak (akan) ada perokok.”

Well, kami punya pengalaman begini.

Ya, para perokok memang kebanyakan bersedia mematikan rokoknya jika diperingatkan.

Tapi begini. Kalo memang mereka beretika, maaf beribu maaf, bukannya tanpa harus diperingatkan, jika memang di sekitar mereka ada orang lain, ada anak-anak, bukankah semestinya itu automate mereka-mereka dengan sendirinya tidak akan menyalakan rokok dan mencari tempat yang tidak mengkontaminasi orang lain?

Kenapa harus nunggu dikasih tau duluan?

Barusan ini tadi saya pulang pertemuan wali murid. Apa yang saya lihat? Para bapak berkumpul di kantin dan berjamaah mereka menyalakan rokok, DI DALAM SEKOLAH!

Naudzubillah….

Apakah hal seperti ini harus nunggu diperingatkan?

Bukankah jika mereka kaum perokok itu beretika, hal demikian mestinya otomatis: ini sekolahan, tempat para murid menempuh pendidikan, kenapa bisa mereka para wali murid yang terhormat itu masih dengan santainya dan berjamaah merokok?

Kejadian barusan saja sebelum saya posting, dan fenomena ini bukan sekalinya kami menjumpai di berbagai konteks.

Belom lagi, sangat tidak jarang kami melihat para perokok membuang puntung (filter) rokok mereka sembarangan. Menjentikkan dengan jari ke tempat terbuka. Tindakan yang kami artikan: mengundang Tuhan untuk memberikan banjir demi membersihkan puntung-puntung itu dari area terbuka.

KAMI tidak ingin memprotes, kami hanya ingin bercerita saja.

Yang kami pikirkan adalah sederhana: kami berusaha mengajarkan ke si kecil, bahwa perbuatan baik itu biasanya bisa diawali dengan ucapan basmallah dan diakhiri dengan ucapan alhamdulillah.

Misal:

– Bismillah nawaitu belajar kelompok. Alhamdulillah belajar kelompok hari ini selesai.

– Bismillah pergi berangkat kerja, alhamdulillah hari ini pekerjaan kelar/nyampe rumah.

– Bismillah mau merbaiki rumah. alhamdulillah sejauh ini sudah selesai setengah.

Nah, yang ini kami hanya tidak tau: bisakah merokok diawali dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah?

Anda-anda sekalian yang jauh lebih paham ketimbang kami. Kami hanya mampu berpikir sedemikian saja https://freemindcoffee.wordpress.com/2014/03/18/alhamdulillah-saya-tidak-sakit-meski-saya-perokok/

Saya, kami sekeluarga, adalah manusia yang jauh dari sempurna. Kami juga bermasalah dengan orang lain dan diri sendiri. Dan kami sekedar tidak ingin menambah beban kehidupan kami ini dengan membiarkan anak kami, dan Insya Allah anak-anak penerus negeri ini, menyaksikan para bapak yang sesungguhnya adalah panutan dan idola masa depan kehidupan mereka para putra kita tersebut mengajarkan tata-cara merokok di tempat umum yang mana kaum bukan perokok memiliki hak otomatis yang sama dan sepenuhnya.

Kami para ibu hanya memberikan kehangatan jiwa bagi putra-putri kami, Anda para Bapaklah yang memberikan pondasi masa depan kepada mereka, putra-putri kehidupan kita ini.

Cara dari Gus Mus ini http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/25/tips-sederhana-berhenti-merokok-ala-gus-mus-562974.html mungkin bermanfaat.

Kami turut mendoakan bagi para perokok kiranya segera bisa segera terlepas dari kecanduan dan ketergantungan ini. Aamiin.

– Deasy Ibune Rahman
Ya Allah kami mohon perlindungan-Mu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s