Imam

Hal terbaik dalam menyikapi persoalan adalah diam. Namun diam saja kadang justru tak menyelesaikan persoalan. Pada beberapa kasus, diam malah justru akan menambah/memperbesar persoalan.

Dalam banyak hal, sesuatu harus memiliki keputusan, diputuskan.

Bagi sesiapapun yang memutuskan sesuatu, bagi kami dia/mereka adalah pemimpin/imam.

Pemimpin/imam yang hebat bukanlah pemimpin/imam yang selalu benar saat membuat keputusan. Kadangkala, pemimpin/imam yang hebat adalah ketika ia berani mengambil keputusan meskipun belakangan itu salah; dan kemudian atas keputusannya yang salah itu kita mendapatkan petunjuk, mendapatkan langkah yang benar, menemukan bagaimana benarnya, bagaimana seharusnya.

Kadangkala kesalahan tersebut justru lebih baik ketimbang dia/kita diam saja saat dunia memerlukan keputusannya/keputusan kita; ketimbang dia/kita diam saja padahal sebenarnya kita/dia mampu membuat keputusan.

Kepada Bapakne Rahman, imam/pemimpin keluarga kami, dunia kecil kami yang kita banyak memutuskan banyak hal bersama namun kadangkala kamu justru harus memutuskan beberapa hal sendirian dan kami berdua cukup mengimammu:

… cinta, sayang, semangat, dan dukungan kami senantiasa tercurahkan dan terlimpahkan selalu untukmu.

– Kami berdua yang mencintaimu, mencintai dunia, mencintai Tuhan. Karena Tuhan mencintai kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s