Aplikasi

“Misal aku ganti Linux, untuk program kerjaku seperti office, potoshop, corel draw bisa diinstal di Linux gak?” Kata seorang temen

Dan tiba-tiba saya punya pikiran ngawur.

*Lanjutan dari https://freemindcoffee.wordpress.com/2014/12/28/linux-aman-bekerja/*

I

– Linux dan Windows itu, katakanlah ibarat Android sama Symbian atau Blackberry.

Ada aplikasi yang dibuat untuk berjalan di masing-masing platform. Misal: Whatsapp ada di Android, ada di Windows phone, ada di Blackberry.

Di Linux atau Windows juga ada yg kayak gitu. Misal Firefox atau Google Chrome ada versi Windows, versi Linux, versi Macintosh. OpenOffice/LibreOffice bisa berjalan di Windows, Linux, Mac, atau SolarisOS.

Namun ada aplikasi yg oleh produsennya hanya dibuat di platform tertentu saja. Misalnya Photoshop hanya dibuat di Mac dan Windows saja.

QuarkEXpress hanya dibuat di Mac dan Windows.

Corel hanya dibuat di Windows saja. Bahkan di Mac pun ndhak bisa.

Sementara FinalCut Editor, aplikasi editing movie/video yang banyak digunakan oleh industri perfilman kelas kakap (kalo ndhak salah Lord of The Ring juga difinishing pake aplikasi ini) malah hanya bisa diinstall di Mac. Versi Windowsnya pun gak ada.

Dll.

Jadi kalo ada yg bilang, “Ini gak bisa diinstall di Windows.”

Lebih tepatnya sebenarnya bukan gak bisa, melainkan produsennya gak mau.
Umumnya, aplikasi yg gak dibuat versi Linuxnya adalah aplikasi yg aslinya dijual ribuan dollar, misal Photoshop atau Corel.

– Di muka bumi ini, ada aplikasi lain yang setara fungsi. Misal, untk mengetik selama ini kita mengenal MS Office. Nah, di muka bumi ini ada banyak aplikasi untuk mengetik juga, misal OpenOffice/LibreOffice, Kingsoft Office, dll.

Fungsionalitasnya sama. Hanya bentuk beda-beda.

Kebetulan beberapa aplikasi hanya bisa berjalan di platform tertentu, misal MS Office hanya bisa berjalan di Windows dan Macintosh, namun tidak bisa berjalan secara native di Linux.

Karena Microsoft hanya membuat Office mereka untuk versi Windows dan versi Macintosh.

Sementara aplikasi office-suit lain oleh produsennya dibuat di versi Windows, versi Macintosh, versi Linux juga.

II

– Ada beberapa aplikasi berbeda nama namun sama fungsi namun tidak terkoneksi. Misal Blackberry messenger dan Whatsapp. Keduanya berbeda, namun fungsinya kurang lebih sama.

Kebetulan dua aplikasi tersebut ndhak terkoneksi. Namun fungionalitasnya sama. Jadi kalo ada orang yang hapenya ndhak bisa diinstall BBM, dia bisa pake Whatsapp untuk terkoneksi dengan dunia. Atau pake Telegram.

Telegram dan Whatsapp adalah aplikasi yang sama fungsi namun tidak terkoneksi. Artinya, data yang masuk ke Whatsapp gak bisa dibuka via Telegram dan sebaliknya.

Di Linux dan Windows juga ada fenomena kayak gini. Ada aplikasi yang berjalan hanya di Windows only, misalnya MS Visual Basic. Dan ada aplikasi yang hanya berjalan di Linux namun tidak bisa berjalan di Windows. Biasanya yg ginian cuman game yg khusus Linux.

– Ada aplikasi yang beda bentuk namun sama fungsi dan bisa terkoneksi. Misal OpenOffice vs KingsoftOffice vs MS Office.

Ketiga aplikasi ini memiliki tipe document masing-masing. Namun kebetulan OpenOffice/LibreOffice dan Kingsoft Office juga dirancang untuk bisa/sanggup membuka dokumen MS Office.

Hanya MS Office yg gak dibuat untuk bisa membuka dokumen pada format lain.
Biasanya, akan ada plugin dari pihak ketiga yang menyediakan kemampuan tambahan untuk ini.

III APLIKASI SUBTITUSI/ALTERNATIF

– Di muka bumi ini, ada aplikasi lain yang setara fungsi. Misal, selama ini kita mengenal Photoshop untuk mengolah gambar. Kita mengenal Corel untuk membuat ilustrasi. Kita mengenal PageMaker/Quark/InDesign untuk menata letak halaman.

Nah, di muka bumi ini ada banyak aplikasi lain yang fungsionalitasnya sama.

Ada GIMP yang fungsinya sama kayak Photoshop. Ada Inkscape yang fungsinya mirip kayak Adobe Illustrator atau CorelDRAW. Ada Blender 3D yang fungsinya sama kayak 3Ds Max. Ada Bluefish Editor yang fungsinya kayak Macromedia/Adobe Dreamweaver.

Ini yang jarang diketahui atau dipahami orang.

– Pernah denger kan, menginstall apk-nya Android ke Windows? Atau menjalankan game PlayStation ke Windows? Orang menggunakan engine tambahan yang disebut emulator. Jadi dengan android emulator apk tersebut seolah-olah diinstal ke Android yang ditanamkan ke Windows. Atau game PS tersebut seolah-olah berjalan di PS dengan menggunakan PS Emulator.

Emulator bukan cuman itu. Ada Windows emulator yang bisa diinstall ke Linux atau Mac. Jadi aplikasi yang hanya berjalan di Windows bisa dipasang di Linux atau Mac.

Sebaliknya, juga ada Linux dan Mac emulator di Windows. Jadi aplikasi yang hanya dibuat untuk Linux dan Mac bisa dipasang ke Windows.

Hanya saja, karena ini tidak berjalan native (langsung), biasanya kinerja emulator tidak akan pernah sesempurna aplikasi yang dipasang native.

Berhijrah, migrasi, dari Windows ke Linux memang bukan perkara mudah. Saya pribadi biasanya hanya berani berdakwah hijrah meninggalkan Windows (yg digunakan secara bajakan) pagi pengguna komputer yang hanya melakukan pekerjaan ‘ringan’, misalnya sekedar mengetik, ngenet, dan memutar lagu/video.

Yg lebih dari itu, saya pribadi masih belom berani.

Memang konsekuensinya nantinya jika kita hijrah adalah, kita seolah seperti ndhak bisa. Seperti biasanya ngoprek Android kemudian ngoprek Symbian.

Namun kalo kita memaui, kita sebenarnya pasti mampu.

Jadi kuncinya adalah di kemauan, belom tentu masalah kemampuan.

Meskipun memang, ada beberapa aplikasi berbayar yang memang versi alternatifnya di Linux mungkin belom pernah bisa menandingi kemampuan/kompetens dan kapabilitasnya.

Namun biasanya yang sudah kelas ginian, itu sudah digunakan oleh industri superbesar yang nilai perputaran uangnya banyak milyaran hingga triliunan rupiah.

Apakah kita kemudian perlu berpindah ke Linux?

Tidak harus.

Semuanya pilihan. Sebagaimana kita memilih beli Honda bekas atau BMW bekas.

Termasuk memilih Linux untuk membantu negara menghemat keluarnya devisa atau membeli Windows legal dan membiarkan jutaan dollar uang kita lari e luar negeri.

Secara hukum, semuanya sah. Kecuali kayak saya: pake bajakan.

Pertimbangannya masing-masing.

CMIIW.

Freema HW,
– pengguna Mac, Linux, dan Windows haram (bajakan).

Bajakan adalah maling. Maling itu dosa. Dosa itu bikin masuk neraka. Dan saya pengguna bajakan.

*Lanjut ke https://freemindcoffee.wordpress.com/2015/01/13/hijrahmigrasi/*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s