Printer Pt. I

FENOMENA INFUS/ISI ULANG

Hai rekans!

Saat sekarang ini, printer inkjet (printer dengan tinta cair) jamak dipakai siapa saja, dan jamak pula dipasangi sistem tinta infus/CIS (continuous ink system). Jadi tidak perlu ganti catridge bila tinta habis, cukup resume atau catridge yg terpasang sudah autoreset sehingga kita serasa tidak akan pernah kehabisan tinta.

Metode infus ini memang membuat keuntungan produsen printer berkurang, karena dari penggantian katrid itulah sebenarnya mereka mendapatkan keuntungan dominan. Sebab printernya sendiri relatif dijual murah, seolah hanya untuk trigger (pemicu) saja.

Namun metode infus ini juga membawa keunggulan positif yang luar biasa. Printer infus banyak diklaim lebih ramah lingkungan karena sedikitnya katrid yang dibuang.

SAKING maraknya fenomena sistem infus ini, bahkan Epson, salah satu produsen printer dan peralatan elektronik lain sampai rela meluncurkan printer sistem infus langsung. Tampaknya, ketimbang capek melawan ‘pembajakan’ katrid dengan maraknya sistem infus, Epson memilih berkompromi dengan meluncurkan langsung printer dengan sistem infus (inktank system).

Selain Epson, sistem infus ini dibuat dan disediakan oleh ketiga. Saat ini, nyaris semua penjual printer bisa langsung memasangkan/memodifikasikan printer standar dengan tambahan perangkat sistem infus ini.

Epson Inktank

Cuman Epson tetap tak membiarkan sistem infusnya terbuka begitu saja. Saat mengisi ulang (refill), Epson mempersyaratkan pengisian dengan tinta original dari Epson, yang mana dalam setiap botol kemasan tinta ini ada nomor seri yang harus diinput secara sistemis saat refilling.

Meskipun harga tinta Epson ini masih terhitung mahal ketimbang tinta infus tanpa merk ndhak jelas yang banyak beredar di pasaran, harganya bisa 2-3 kali lipatnya bahkan lebih, namun solusi dari Epson ini tetaplah super murmer sekali buanget jika dibandingkan dengan mengganti katrid/tanki tinta (inktank) kecil.

Belom lagi kualitasnya. Kami menggunakan Epson dengan tinta isi ulangnya. Hasil cetaknya memang beda. Tajam khas orisinalan. Beda lumayan dengan tinta isi ulang merk ndhak jelas.

Epson Inktank Refill

Lainnya itu, dengan tinta asli Epson, printer relatif aman dari kemacetan head saat tak terpakai pada beberapa hari. Ini yang membedakan dengan tinta isi ulang abal-abal. Entah karena terlalu banyak alkoholnya dan sedikit pigmentnya atau entah apa, tinta isi ulang yang murah-meriah kadang malah bikin sakit hati. Ringannya, ia macet saat tidak dipakai beberapa hari. Beratnya, print-head gampang sowak kena tinta yang diburu & dibeli hanya karena murahnya saja.

Alih-alih mau ekonomis, yang ada malah sakitnya tuh di sini karena kita musti ganti print-head.

Jadi kesimpulannnya: murah siy murah, tapi jangan kebangeten. Tetep carilah pada batas optimal kemurahan harga yang bisa kita dapat dengan memperhitungkan keawetan perangkat. Mahal dikit harga tintanya ndhak apa-apa, yang penting perangkat kita bisa relatif panjang masa pakainya.

Epson

PRINTER LASER

Printer Laser

Selain printer inkjet yang jamak kita kenal, dewasa ini printer laser juga mulai marak.

Jika printer inkjet bekerja dengan menyemprotkan tinta dalam volume yang sangat sedikit (picoliter) untuk ‘menulis’ huruf-kata-kalimat dan ‘menggambar’ imaji/foto, maka printer laser bekera dengan cara berbeda.

Printer laser bekerja dengan menempelkan bubuk toner secara elektrostatis ke kertas untuk membentuk kata dan gambar.

Bubuk toner disimpan dalam katrid, yang dikeluarkan melalui drum yang berputar. Kertas kemudian menempel pada drum tersebut. Nah, di belakang si kertas ada sebuah lembaran film yang disebut dengan Image Transfer Kit. Image transfer kit inilah yang dibentuk menyerupai plat dengan mekanisme elektrostatis yang membentuk citra (kata-kata/gamabr sesuai yang kita bikin di komputer) yang kemudian akan menarik suplai bubuk ke kertas. Jadilah bubuk menempel di kertas dalam bentuk tulisan/gambar.

Setelahnya, kertas akan dipanaskan untuk merekatkan dan menguatkan citra yang ada.

Itulah kenapa kertas yang keluar dari printer laser selalu hangat.

Mesin foto kopi pada dasarnya juga printer laser juga. Sama mekanismenya.

DENGAN mekanismenya yang hanya ‘menempelkan serbuk toner langsung ke kertas’ ini, printer laser dapat bekerja sangat cepat. Bisa beberapa kali lipat bahkan hingga belasan-puluhan kali lebih cepat ketimbang printer inkjet.

Karena performanya tersebut, printer laser selama ini banyak dipakai di kalangan korporasi. Jarang dipakai di kalangan rumahan sejamak printer injket. Itu salah satu kelebihannya.

Kelebihan lain, karena serbuk toner hanya ditempelkan di kertas, maka meski dicetak pada kertas tipis, gambar tidak akan tembus sampe belakang/baliknya kertas. Ini bedanya dengan printer inkjet yang hasil cetaknya sampe tembus ke belakang.

Lainnya itu, serbuk toner printer laser jarang macet meski lama tak dipakai meski tetap bukan berarti bebas dari ancaman kerusakan. Lembab adalah musuh utama perangkat ini. Dan sebenarnya juga musuh utama semua perangkat elektronika. Sejauh penyimpanan/peletakannya wajar sesuai kriteria yang dipersyaratkan, maka printer laser dan juga serbuk tonernya akan awet dari potensi/ancaman kerusakan.

Tinggi pohon kencang anginnya. Segala keunggulan printer laser tersebut harus ditebus dengan kelemahan yang dibawa. Yang paling kelihatan adalah harga perangkat. Harga jual barunya printer laser sangat mahal. Dalam spek yang dianggap setara, harga baru printer laser bisa 5-10 kali lipat dari printer inkjet.

Sebagai gambaran, jika saat ini harga rata-rata printer inkjet (saat ini semua printer inkjet sudah full-colour, sudah tidak ada yang tipe hitam putih seperti era Canon BJC) sekitar 500an ribu, maka printer laser warna masih bertengger di angka 3-5 jutaan (normalnya 5 jutaan).

Beberapa printer laser masih mengusung fitur monokrom/hitam-putih (B/W – black and white) saja. Menyesuaikan dengan kebutuhan, semisal mencetak dokomen ketikan yang tidak terlalu memerlukan warna. Sehingga harganya bisa ditekan sangat murah.

Berbeda dengan printer inket yang bisa dipasangai katrid hitam saja untuk mencetak monokrom atau katrid komplet untuk mencetak full-clour, printer laser monokrom tidak bisa dipasangi katrid toner full-colour.

Tipe perangkat (printer)nya sudah berbeda sepenuhnya.

Rata-rata harga printer laser monokrom hanya sejutaan, banyak yang kurang dari sejuta saat ini. Namun ke depannya, trendnya rasanya harga printer laser (warna) ini akan semakin murah.

Printer Laser Warna

Selain harga perolehan yang mahal, harga suplies-nya pun juga sadis. Setara dengan perbandingan harga perangkatnya, harga katrid toner printer laser juga 3-5 kali lipat katrid tinta printer inkjet.

Cuman, dengan mahalnya harga suplies printer warna tersebut, mereka memberi kuota cetak yang sedemikian banyak. Jika dihitung, efisiensi printer laser justru relatif lebih tinggi ketimbang printer inkjet.

SAMA dengan fenomena infus pada printer inkjet, pada printer laser pun ada fenomena isi ulang toner. Tujuannya tetap dan sama: untuk penghematan dan efisiensi.

Bedanya, dalam printer laser, tidak ada sistem infus. Karena ini pakai serbuk bukan cairan yang bisa dirambatkan.

Cara refill/isi ulang untuk katrid toner printer laser adalah dengan mengisikannya langsung ke badan katrid.

Metodenya beragam, tergantung merk dan tipe printer. Ada yang dengan gampang diisikan ke lubang pengisian yang bertutup seal; ada yang harus membongkar beberapa part/komponen mekanis toner; bahkan ada juga yang harus dilubangi dengan solder untuk kemudian ditutup lagi.

Kualitas toner pada printer laser juga beragam sebagaimana kualitas tinta pada printer inkjet.

Toner kualitas rendah harganya sangat murah. Namun biasanya serbuknya kurang lebut sehingga kadang tidak menempel erat pada kertas/rontok.

Lainnya itu, toner kualitas rendah yang berharga sangat murah juga berpigmen rendah. Warnanya jadinya kurang tajam (puyeh kalo kata orang Jawa, seperti pewarna yang dicampur terlalu teramat sangat kebanyakan tambahan air).

***

Sementara ini dulu tentang fenomena printer inkjet dan laser. Nanti akan kita sambung lagi tentang cara pengisian toner ke ketrid.

Salam!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s