Antara Aku, Kamu, dan Masyarakat

Chevy Spin

Chevrolet dari dulu sampe sekarang ndhak pernah mau menipiskan plat bodinya. Chevy Kalos terkenal platnya lebih tebel ketimbang kompetitornya yg sejenis.

Chevy spin punya ketebalan plat bodi 0,6 – 0,8 mm; kompetitornya hanya 0,4 – 0,6 mm. Chevy Spin punya 6-speed AT, kompetitor cuman 4-speed (ini paling banyak) atau 5-speed AT.

Namun dengan keunggulan teknisnya, penjualan Chevy tak pernah bisa menandingi Toyota di sini. Toyota banyakan gak bagus-bagus amat speknya. Kalo membandingkannya dengan kompetitor, harga Toyota cenderung overpriced.

Sayangnya, dengan kondisi demikian, Toyotalah yang merajai penjualan kendaraan di sini. Di Brasil yg econografisnya kurleb (kurang-lebih) sama dengan di Indonesia, Toyota hanya urutan ketujuh; lima besar atasnya semua pabrikan bule: Fiat, VW, GM/Chevrolet, Ford, Renault. Baru Honda, Toyota, Nissan, Hyundai, Citroen.

ANTARA Chevy vs Toyota vs masyarakat; menggambarkan kondisi kustomer Indonesia secara umum. Bukan hanya di mobil belaka.

Sering kita lihat, publik membeli sesuatu, dan faktualnya sesuatu yg dibeli itu bukan kebutuhan pokok/primer, kemudian berorientasi dengan harga murah ketimbang manfaatnya.

Contoh yang sering kami lihat adalah kala ibu-ibu membelikan snack untuk anak-anaknya. Yang penting murah!

Bahwa kemudian di snack/kudapan tersebut terlalu banyak mengandung bahan kimia yang sangat kurang baik (baca: berbahaya) untuk kesehatan anaknya, itu urusan belakangan.

Dan masih banyak barang dibeli dengan fungsi yang tak termanfaatkan. Padahal dengan cukup membeli fungsi (=kebutuhan), kita sebagai keluarga atau masyarakat luas ini bisa menghemat pengeluaran yang tidak perlu: membeli fugsi yang tak termanfaatkan.

ADA apa dengan (pola pikir) kustomer di sini? Mereka mencari barang berkualitas atau barang yang latah?

Kami mirisnya, kalo pola pikir latah kustomer produksi di sini mencerminkan pola pikir (baca: isi otak) dalam berperilaku di masyarakat. Sesuatu dianggap benar jika banyak dilakukan oleh banyak orang, bukan karena komparasi/spesifikasi obyektifnya.

Yakh, faktor pendidikan memang menjadi penyebab semua ini. Salahnya, regulasi pemerintah sangat tidak ketat untuk melindungi warganya yang (maaf) kurang well-educated.

Yang bisa kami lakukan hanyalah menjadi individualis, selamatkan anak kami sendiri. Perkara anak orang mati, itu bukan urusan kami.

Kami sudah bukan manusia lagi. Hiks…

Freema HW,
– Sok bijak.
Abaikan saja, tulisan ini mungkin tak berguna, apalagi menghadapi ribuan kustomer yg membeli mobil, atau barang mahal lainnya, yang tanpa ngeh specs teknisnya gitu.

REFS: http://www.fleetcare.com.au/news-info/fleet-beat-blog/july-2013/top-10-car-series-brazil-s-top-selling-cars-update.aspx

Ini dari Top Gear 03/2013:

Top Selling Car in Brazil 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s