Masa Sulit

Bersyukurlah untuk masa sulit, karena di masa seperti itulah kita “tumbuh”.

Tumbuh

Kami sepakat dengan petuah ini. Masa sulit akan membuat kita kuat. Pelaut yang handal lahir dari terjangan ombak besar.

Namun perlu kita perjelas dulu masa sulit itu yg seperti apa.

Menurut kami, masa sulit adalah ketika alam menguji kita dengan topan yang memporak-porandakan permukiman dan persawahan/perkebunan.

Masa sulit adalah ketika tsunami menghunjam kehidupan kita tanpa tersisa.

Masa sulit adalah ketika matahari berada pada titik terdekatnya sehingga suhu bumi naik sedemikian tajam dan banyak tanaman/persawahan yang mati dan gagal panen; sehingga bahan pangan langka drastis.

Masa sulit adalah ketika gempa menggoyang keimanan kita, apakah kita akan semakin kokoh bertakwa atau menderakan pesimis dalam dada.

Masa sulit itu adalah ketika kita sedang memperjuangkan kebaikan sementara dunia menolaknya: kita menyodorkan ide renewable-bioenergy sementara pemerintah mencampakkannya; dsb.

Masa sulit itu adalah ketika kita bersama-sama mengajak tetangga untuk membuat kebun toziga sementara semua lebih suka bergosip.

Masa sulit itu adalah ketika kita harus berjuang melawan kanker, tumor, atau penyakit ganas lainnya yang kita serasa tak tau sebabnya.

Termasuk datangnya serbuan gadget yang bisa kita beli tanpa kita butuh fungsinya, adalah masa sulit yg harus dilawan dengan kekuatan mental pada jaman ini.

NAMUN ketika pemerintah terkooptasi dan dikendalikan kemauan asing misalnya;

atau hutan kita babat habis sehingga tiada tersisa cadangan air untuk musim kemarau atau longsor melanda di musim hujan;

atau kita suka menebang pohon sembarangan sehingga suhu di lingkungan permukiman kita tinggal jadi panas karena kurangnya suplai oksigen;

atau kita lebih suka mengekspor bahan mentah ketimbang bahan jadi;

atau jika pendidikan dasar lebih memprioritaskan rumus ketimbang budi pekerti, sehingga para siswa kurang mengenal yang namanya:

  • meminta tolong
  • meminta maaf
  • berterima kasih
  • antri
  • membuang sampah pada tempatnya

atau rakyat hanya dijadikan komoditas politik oleh segolongan pihak,

atau para pakar cendekia kita sampai tidak diperhatikan negara dan lebih dipiara oleh negeri asing;

atau kebutuhan hajat hidup orang banyak tidak dipenuhi oleh negara, atau sumber daya alam kita setorkan begitu saja ke antek asing;

atau kita merokok sembarangan sehingga otak anak-anak kita terkontaminasi racun yang luar biasa ganasnya mereduksi kesehatan atau kecerdasan mereka;

atau kita suka membuang sampah sembarangan sehingga sungai meluap dan banjir melanda;

atau kita tidak menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar sebelum berbahasa asing;

kami rasa itu bukan masa sulit. Kasarnya ngomong, itu kekonyolan kita. Mungkin demikian. IMHO CMIIW.

-Ortu yang sulit…-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s