Kami (Bukan) Orang Miskin

JKN

Ada sedikit hal yg membuat galau kami.

Sebelumnya ingin kami sampaikan, posting ini bukan merupakan ketidaksukaan atau anti atau apa apalagi kebencian kepada presiden RI tercinta. Ini hanyalah murni suara kami sebagai warga negara yang (kurang)baik.

Catat ini!

Jika Anda masih berpikiran lain, maka Anda perlu melakukan sesuatu yang sama dengan apa yang harusnya kami lakukan: membersihkan pikiran negatif dari otak.

Sekali lagi, ini hanya galau.

SAAT ini, pemerintah memiliki program Kartu indonesia Sehat (KIS), yang mana masih simpang-lima….maaf simpang-siur beritanya.

Ada yang mengatakan anggarannya dari APBN, ada yang mengatakan anggarannya dari CSR perusahaan; ada yang mengatakan terburu-buru, ada yang mengatakan harus cepat bertindak; ada yang mengatakan ini tumpang-tindih dan salah fokus, ada yang mengatakan bahwa ini adalah upaya langsung kepada sasaran; dsb.

Kami pribadi, kami memang bukan orang kaya. Sering gak pegang uang sama sekali dalam hari-hari kami. Namun kami tak mau dianggap sebagai orang miskin yang disuap dengan ‘lolohan’ (suapan) begitu saja.

Entah itu dengan BLT/BLSM, Kartu Indonesia Sehat, atau apapun bentuknya dan apapun alasannya.

Tapi kami adalah warga negara. Kami, kita semua, punya kewajiban: membayar pajak, mentaati hukum dan regulasi tata-tertib, dan seterusnya.

Sekaligus kami punya hak: diperhatikan dan dijamin kelangsungan kehidupan publik kami oleh negara, khususnya/termasuk dalam hal ini adalah jaminan mencerdaskan kehidupan bangsa (pendidikan) dan jaminan kesehatan.

Negara sejauh ini telah mencanangkan dan menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjamin (pelayanan) kesehatan terhadap warganya.

Implementasi JKN ini dilakukan secara operasional oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

JKN telah tegas melindungi kesehatan warga negara republik ini. Termasuk rakyat miskin (baca: tidak mampu (secara ekonomi)).

Jaminan Kesehatan Nasional sistemnya menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan.

Jadi, semuanya sudah termaktub.

Lantas, untuk apa lagi adanya sistem jaminan lain yang susah dicari perbedaannya dan tampaknya hanya sekedar dibeda-bedakan saja?

Pendidikan dasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa pun telah dijamin oleh negara. Implementasinya, pemerintah menggratiskan biaya pendidikan dasar, dan ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Pendidikan tinggi pun juga difasilitasi banyak-banyak oleh negara. Beasiswa bertebaran untuk adik-adik mahasiswa. Bahwa sistem terbaru ini pun sudah mengakomodasi sesiapa yang berprestasi namun tak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah.

Jika toh ada kekuarangan pelaksanaan di sana-sini, kami melihat dan memandangnya sebagai hal yang harus dibenahi dan terus diperbaiki ketimbang menunjukkan kesimpulan kegagalan sistem.

INI bukan mempertanyakan, ini hanya kegalauan dan merupakan sebuah pertanyaan.

Pertanyaan yang perlu dicari jawabannya, bukan dijawab-jawabkan.

Silakan bagi yang bisa memaparkan dengan fokus, tegas, dan tepat. Terima kasih telah membaca kegalauan hati kami ini, terima kasih telah memberikan respon/jawaban.

Semoga posting ini/penjelasan Anda bermanfaat kepada masyarakat, nusa, bangsa, dan negara Republik Indonesia tercinta.

Minimal jika posting ini tidak bermanfaat, kita mendapatkan manfaat tahu adanya hal yang tidak bermanfaat. Hihihihihi…

Sekali lagi ingin kami sampaikan, posting ini bukan merupakan ketidaksukaan atau anti atau apa apalagi kebencian kepada presiden RI tercinta. Ini hanyalah murni suara kami sebagai warga negara yang (kurang)baik.

Catat ini!

Jika Anda masih berpikiran lain, maka Anda perlu melakukan sesuatu yang sama dengan apa yang harusnya kami lakukan: membersihkan pikiran negatif dari otak.

CMIIW.

Orang tuanya Aleef Rahman,
– Warga negara RI, peserta BPJS.

Apa itu JKN & BPJS, bagaimana dengan asuransi swasta, bisa Anda simak di sini http://health.liputan6.com/read/788613/pertanyaan-pertanyaan-dasar-seputar-jkn-dan-bpjs

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s