(Ekonomi) Pancasila Syariah

Strong-sustainability

Sementara ini, saya hanya bisa meyakini, bahwa para (muslim) founder negeri ini adalah muslim smart & brilian dg kualitas jempolan A1 plus-plus; bukan muslim KW sekalipun KW super atau king-copy.

Kecerdasan dan kebrilianan mereka sebagai muslim justru dicerminkan dengan merumuskannya Pancasila sebagai dasar negara instead-of syariat Islam, meskipun banyak yg mengatakan bahwa meski dg “syariat Islam”, umat/pemeluk agama lain tetap terlindungi dsb. dst.

Termasuk perumusan sistem demokrasi-ekonomi Pancasila, yg mana ekonomi dijalankan dg azas kebersamaan/kekeluargaan; dan negara berhak menguasai sumber kekayaan alam namun sekaligus wajib menggunakannya untuk sebesar-besarnya memakmuran rakyat.

Sesungguhnya mereka telah menancapkan satu proses mutlak sistem ekonomi syariah: bahwa perekonomian harus dijalankan ‘based-on resources’ instead-of ‘based-on capital’.

Perekonomian dipondasikan pada proses: menggapai kepastian bersama (bahwa Tuhan hanya akan mengubah nasib kita jika kita berusaha mengubahnya) dan menghindari memastikan hal yg tidak bisa dipastikan (ribawi).

Hanya sekali lagi, prinsip syariah ini justru disembunyikan dengan halus alih-alih ditampakkan terbuka.

KENAPA mereka para muslem pendiri bangsa ini justru ‘menyembunyikan’ sistem syariah ini dan meng-rename-nya dengan nama demokrasi-ekonomi Pancasila?

Sebab mereka ingin negeri ini menjadi negeri yg Islami, mengimplementasikan nilai Islam: semua manusia berdiri sejajar untuk berproses mengejar masa depan, mengedepankan keadilan bersama, bermusyawaroh dalam merumuskan dan menetukan mufakat, menjaga kerukunan – persatuan dan kemanusiaan;

bukan menjadikan Indonesia negeri yg Arabi yg (menterjemahkan pola pandang Islam yg) dibangun dengan kekuasaan dinasti.

PARA pendiri negeri ini telah memagari negeri ini dari potensi adzab: kemiskinan, kemunduran peradaban, dst. dll. dsb. yg itu bisa datang melanda hanya karena polah-tingkah kita sendiri.

Kitalah yg kemudian berbuat kerusakan atas cita-cita itu: kita menyerahkan kekayaan alam dan SDM berkualitas ke antek asing, dan menggunakan sistem ekonomi yg based-on capital bukan yg based-on resources.

Kita telah berbuat kerusakan di muka bumi ini, merusak ‘sistem syariah’ berupa demokrasi-ekonomi Pancasila yg telah dipondasikan oleh para founding-fathers negeri ini.

Alhasil, krisis moneter & finansial dg enteng memporak-porandakan negeri kita dan menjerat setiap anak bangsa yg lahir dari rahim Ibu Pertiwi ini dengan tanggungan utang luar negeri yg nyaris mustahil terbayarkan jika tidak ada langkah revolusioner yg ‘super ekstrim’.

Itu hanya bayangan dan keyakinan saya, tanpa saya bisa menjelaskannya secara deskriptif, analitif, dan ilmiah.

Dengan kata lain, saya hanya asal njeplak ini.

Namun saya meyakininya sejauh ini.

Freema HW,
– pingin jadi kapitalis sayangnya gagal total telak. Hiks…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s