Menjadi (Manusia) Supporter Bola

Korban anarkisme supporter bola

Supporter bola dikabarkan anarkis lagi. Di berita, salah satu korbannya adalah sebuah mobil BMW.

Pertama, saya berempati kepada E46 tsb. sebagai sesama bimmerfan khususnya atau penggemar otomotif pada umumnya dan sesama anak bangsa pada luasnya. Saya tidak hendak/bukan sedang mengupas peristiwanya (apa, siapa, mengapa, kapan, dimana, bagaimana, dsb.) di sini. Apalagi mencari yg salah dan yg benar.

Kedua, saya tidak menyebutkan sama sekali subyek dan predikat pelaku. Meskipun pada foto ini kemudian bisa diidentifikasi siapa pelakunya.

Saya pribadi hanya meyayangkan fenomenanya.

Fenomena spt itu: supporter bola yg anarkis, atau lebih luas lagi aksi masyarakat yg mengedepankan perilaku hewani ketimbang manusiawi dg dalih dan pembenaran apapun itu masih bisa dikatakan marak di negeri ini.

Inilah titit…eh titik tekan yg mesti kita garis bawahi.

Ini mencerminkan apa?

Hanya mencerminkan satu hal saja rasanya: bapak yg gk hangat dg anaknya, alias penguasa yg jauh dg rakyatnya. Sehingga ada sebagian anak (=rakyat) yg akhirnya liar dalam mengungkapkan ekspresinya.

Salut kepada provincial/city-goverment jabar/bdg yg cepat merespon kejadian ini.

Ini adalah contoh nyata betapa bijaknya pemerintah setempat.

Namun demikian, fenomena seperti ini tidak cukup dan tidak berhenti di tindakan reaktif saja. Perlu tindakan preventif (oleh semua pihak) yg lebih intens lagi untuk mencegah dan menangkal terjadinya fenomena seperti ini di seluruh negeri.

Dan saya yakin semuanya kita mengiyakan: fenomena aksi anarkis-hewani-barbarian ini bisa saja terjadi di daerah kita masing-masing juga. Bukan hanya di satu tempat di TV.

Apalagi sejauh ini santer muncul di berita, adanya tindakan anarkis dari sekelompok supporter bola dari suatu daerah yg sampai dilakukan di banyak tempat, nyaris di mana-mana dan sudah menjadi pangkal keresahan akut di banyak masyarakat.

***

Karena itu, saya cuman bisa mengajak diri saya sendiri atau mungkin anda yg kebetulan menyepakati ajakan saya:

yuk kita tetap dan terus (berusaha menjaga diri) untuk selalu/terus menjadi manusia.

Apa bedanya manusia dg hewan?

Bedanya ‘hanya satu’:

Hewan menggunakan ototnya. Dan mereka tidak memiliki persoalan hidup kecuali menjalankan sunatullah (garis hidup dari Tuhan).

Manusia menggunakan akalnya dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan, tugas, dan persoalan hidup dan kehidupannya sebagai proses menjalani sunatullahnya.

Yuk, mari kita senantiasa menjaga diri & berusaha untuk terus menjadi manusia.

CMIIW.

Freema Bapakne Rahman
– punya bola namun bukan penyuka sepak bola.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s