Bidah

Di kalangan muslim, banyak berkembang tentang fenomena bidah: bahwa hari sekarang ini banyak sekali terjadi bidah. Dengan pengertian sederhana: sesuatu yg mengada-ada, yg di jaman Rasulullah ndhak ada tuntutan syariatnya, dan kita ada-adakan sendiri.

Bentuk pencontohan paling populer tentang fenomena ini adalah tahlilan, yg mana prosesinya adalah copas dari prosesi Hindu.

Lainnya itu beragam bentuk selamatan lainnya. Yg selain bidah, ini juga dianggap syirik.

Kalo kategorinya bidah adalah sesuatu yg bukan syariat tapi dilakukan seakan-akan itu syariat dan itu banyak diadopsi dari agama Hindu, saya agak sangsi dengan klasifikasi ini.

Kalo Hindu: sembahyangan di tempat khusus yg disucikan (Pura), muslim juga sembahyangan di tempat khusus yg disucikan (masjid).

Kalo Hindu menyembah patung, muslim juga menyembah batu besar kotak hitam.

Pendukung anti-bidah (yg kategorinya kayak tadi) pasti marah dan ndhak setuju, lho kita kan menyembah Tuhan, bukan menyembah Kabah!

Mungkin di internal umat Hindu juga, mereka menyembah Tuhan yang esa, bukan menyembah patung.

Kitalah yg secara sepihak memfatwa mereka menyembah patung, jika demikian kita juga harus legowo jika difatwa oleh pihak yg tidak tau kita, bahwa kita menyembah batu kubus besar hitam πŸ™‚

Kalo Hindu baca-baca mantra-mantra ghaib, muslim juga suka komat-kamit baca mantra-mantra yg itu entah apa, katanya siy buat mohon ampun dosa dan minta pertolongan Allah agar kita selamat dan masuk sorga.

Pendukung anti-bidah (yg kategorinya kayak tadi) pasti marah dan ndhak setuju, lho kita kan beneran berdoa kepada Allah SWT?

Mungkin kita juga tidak paham, bahwa umat Hindu juga berdoa kepada Tuhan Yang Esa.

“Lho, tuhan mereka kan bukan Allah SWT?”

Mungkin itu cara mereka menyebut Tuhan Yang Maha Esa, dengan nama yg baik-baik dari mereka. Allah kan suka disebut dengan nama yang baik-baik to?

“Wah, mas Freema ini sesat, mencampur-adukkan agama, liberal, dst.”

Alhamdulillah, silakan dicerca saya sebanyak dan setinggi mungkin, jika itu bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan Anda, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan membuat Anda menjadi orang yg semakin bisa berbuat dan menebar kebaikan, semakin berlomba-lomba dalam kebaikan, dst.

Tapi jika Anda mencerca dengan kebencian: memvonis orang lain sementara kita bukan hakim, nanti urusannya sama Gusti Allah lho… πŸ™‚ Berat lho itu πŸ™‚

TADI saya mengatakan, bahwa memang banyak terjadi bidah jaman sekarang ini.

Iya, saya berani membuktikannya!

Bidah dalam pengertian dasar adalah mengada-ada, hal yg tidak ada di jaman rasululullah kemudian kita ada-adakan sekarang.

Apa saja itu? Apakah kalo dulu rasulullah naik onta sekarang kita bidah karena naik mobil?

Bukan πŸ™‚ Karena pada dasarnya kita bertransportasi. Bentuknya aja yg berkembang. Karen apara ulama (=ilmuwan) di muka bumi ini menggunakan akalnya untuk semakin memudahkan kehidupan kita.

Para ulama itu menciptakan mobil, pesawat, kereta api, dst.

Lho, mereka kan bukan ahli agama? Kenapa disebut dengan ulama?

Astaga, ulama itu kan ilmuwan to? Jadi semua yg menggunakan ilmuanya adalah ulama!

Jangan mempersempit diri!

Mereka kan bukan orang islam! Mereka kan kristen!

Okey, kalo mereka kristen dan Anda tidak menyukainya, jangan gunakan semua produk mereka! Apapun!

Hayo, yg konsisten jadi orang Islam!

Jangan apa yg tidak disukai disalah-salahkan kemudian apa yg disukai dibenar-benarkan, dicari benarnya!

Ini kelakuan muslim yg kayak gini, malah jadi bahan olok-olokan dunia laho! Muslim itu plin-plan. Muslim itu maunya sendiri. Muslim itu begini-begitu!

Ibu Sina juga dulu yg diurus adalah masalah medis dan kedokteran. Itu ‘bukan islam’ kan?

Itu kan sama to kaya para dokter sekarang?

“Lho, tapi Ibnus Sina kan Islam?”

Trus apa bedanya kedokteran islam dengan non-islam? Bukankah mereka sama-sama melakukan proses penyembuhan terhadap penyakit?

-_-

*Silakan dipikir dengan pikiran terbuka, jangan pikiran sempit*

JADI, apa saja bidah jaman sekarang?

– BIDAH SHIDDIQ

Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.

Sekarang kita banyak menghembuskan isu. Hal yg belom diverifikasi kebenaran dan buktinya, kita sudah main fatwa aja.

Rasulullah juga shiddiq dalam berdagang: beliau menunjukkan jika ada ujugn karpet yg beliau jual ada cacatnya, bukan disembunyikan sebisa mungkin.

Bagaimana dengan kita?

Pakah kita sudah menjaga syariah shiddiq ini atau telah membidahkannya sehingga banyak hal yg harusnya disampaikan kepada kustomer malah kita sembunyikan?

Benarkah kita sudah memverifikasi bahwa kustomer yang hendak kita beri kredit benar-benar mampu membayarnya hingga kredit lunas?

Benarkah kita sudah menyampaikan dengan segamblang-gamblangnya akad kredit dan kontrak kerja dengan klien/kustomer sehingga tidak menimbulkan selisih paham di kemudian hari?

Benarkah kita sudah shiddiq dalam menjual produk: spesifikasinya sesuai kita sampaikan, tidak ada yg tertutupi, dan ada jaminan purna jual atas produk yg salah spesifikasi/produksi?

Benarkah kita sudah melaksanakan juklak dan juknis tanpa ada sesiapa yg mengawasi kita selain Tuhan YME; ALlah SWT?

Benarkah gaji yg kita terima sudah sesuai dengan kinerja yg kita hasilkan?

Jangan melakukan bidah: kerja baca koran, gaji kelebihan beban. Yang penting target kustomer terpenuhi, kontrak kerja asal ditandatangani. Buah spek rendah dicampur kemudian dijual dengan buah spek tinggi.

Buat naik haji duitnya?

-_-

– BIDAH AMANAH

Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar β€œAl Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.

Saat ini, kita umat muslim yg dipercaya meneruskan khittah Quran dalam menebar rahmat bagi semesta alam, menciptakan masyarakat yg ihsan, islah, dan madani semakin terkaburkan amanah kita.

Kita semakin suka bertikai.

Kita malah suka mengkafir-kafirkan orang, sementara kafir kita sendiri lewat untuk kita koreksi sendiri.

-BIDAH TABLIGH

Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

Itu keyoword-nya: sampaikan segala firman Allah! Lain tidak!

Jangan CUMAN sampaikan apa yg kita sukai dan kita anggap benar sendiri, lantas yg lain kita anggap salah, dosa, dan masuk neraka.

Kita ini tabligh atau mau jadi Allah itu sendiri, yg berani menyampaikan apa yg hanya Allah yg bisa menyampaikan?

Kalo mau jadi Allah (=aku adalah Allah), caranya kita bukan bertidak serupa Dia: main kuasa, main hakim, main adzab, dst.

Melainkan jadilah sebagaimana Dia: berlomba-lomba jadi manusia paling pengasih lagi paling penyayang, berlomba-lomba jadi manusia yg paling pemurah, dermawan, dan memberi, berlomba-lomba jadi manusia paling pemaaf dan pengampun, dan seterusnya.

Itu kalo kita mau tabligh.

Jangan Tabligh ini kita bidah dengan memaksa dan paling membenarkan sudut pandang kita sendiri dalam menyampaikan apa yg dari Allah πŸ™‚

– BIDAH FATHANAH

Fathonah artinya cerdas.

Ini yg paling marak terjadi saat ini. Kita banyak bergunjing dan lupa menggali kecerdasan. Alhasil, barang-barang kebutuhan sehari-hari sampe impor terus-terusan.

Kalo muslim itu cerdas, kenapa kita kembali gagal swasembada pangan?

Kalo muslim itu cerdas, kenapa bukan kita semua kaum muslimin ini yg menciptakan handphone, satellite, mobil, blender, rice-cooker, mesin-cuci, lensa, cetakan gelas, printer, laptop, dsb?

Kalo muslim itu cerdas, kita tidak akan terjebak dan terjerumus ke permainan suku bunga dan selisih kurs yg tidak mengandung asas keadilan di dalamnya!

Kemana fathonahnya muslimin? Malah koq Fathanah ditangkap KPK?

Rasulullah juga cerdas menjaga badan/kesehatan, lingkungan, dan alam sekitar. Pernah dengar rasulullah sakit? Padahal rasulullah adalah jagoan berpuasa karena saking miskinnya dia.

Inilah fathanahnya rasulullah. Yg kecerdasan sekarang ini bisa kita kembangkan ke metode menjaga kesehatan badan/tidak melakukan aktivitas yg merusak/menyakiti badn sendiri dan orang lain, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang sampah ke sungai, memilah sampah organik dan anorganik, tidak menebang pohon semena-mena, dst.

Inilah fathanah!!!

“Hey, bukankah muslimin hafal Quran?”

Alhamdulillah, saya senantiasa bahagia setiap kali mendengar ada hafiz baru muncul di muka bumi ini.

Setidaknya, mushaf Quran akan terus terjaga sepanjang masa, sebagaimana janji Allah bahwa Dia sendiri yg akan menjaga Quran. Janjinya diwujudkan dalam banyak hal.

Sekarang tinggal janji kita untuk mengimplementasikan Quran: tidak membuat kerusakan, tidak mengurangi timbangan, dan lakum dinukum waliyadin.

JADI, benar bukan bahwa saat ini banyak terjadi bidah?

Freema HW,
– Pelaku bidah paling melenceng dari syariah.

Advertisements

2 thoughts on “Bidah

  1. ~ Kitalah yg secara sepihak memfatwa mereka menyembah patung, jika demikian kita juga harus legowo jika difatwa oleh pihak yg tidak tau kita, bahwa kita menyembah batu kubus besar hitam πŸ™‚ ~

    Aku pernah dihakimi nonmuslim seperti itu juga, hehehhe,,, padahal aku gak bilang mereka menyembah patung di salib,,,, terlebih lagi aku gak ngajak dia membahas soal ibadah,,, πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

    Like

    • mereka hanya mengatakan secara refleks dari apa yg sebelumnya (senantiasa) mereka dengar.

      Yg itu mungkin bukan dari sista.

      Jika mereka kemudian mengatakannya tiba-tiba kepada sista, alhamdulillah saja… mereka mempercayai sista bisa mendengarkan suara hati mereka.

      Yuk ayomi mereka semua, semua umat manusia tanpa terkecuali.

      Beri dukungan dan penguatan kepada mereka 9untuk senantiasa berbuat baik), dan mari kita koreksi diri dan kaum kita snediri untuk tidak lagi menyakiti orang lain, siapapun, dan apapun.

      Wallahu’alam…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s