Safety Features, (After)Life Features

ABS System

ABS System – Gambar nemu dari internet.

Begini, sepintas kalo kita bandingkan, orang-orang barat (Eropa, Amerika) terkenal dengan “nilai-nilai” keagamaannya yg “kurang”.

Tingkat “ibadah” mereka rendah, sedikit yg Islam, bahkan atheisnya besar jumlahnya.

Di sisi lain, kalo kita perhatikan, kualitas-kualitas barang atau pola kehidupan mereka justru manusiawi sekali.

Saat membuat mobil, mereka memaksakan diri membuat mobil ndhak murah, tapi harga mahal yg ada sarat diimbangi dengan berjibun fitur keselamatan. Banyak sensor yg memantau terus kondisi mobil sehingga jika ada fault/fail bisa ketahuan sehingga bencana lebih lanjut bisa dicegah;

fitur safety seperti ABS, EDC, dll. yg intinya untuk mengendalikan mobil tergelincir pada kondisi jalan licin atau pada kondisi pengereman yg kacau bisa diatasi dan ditangani secara sistemik sehingga potensi celaka lebih besar bisa dikendalikan atau diminimalisir.

Kenapa mereka yg “kurang beragama” malah bisa semanusiawi itu?

Ini belom kalo kita bicara tatanan sosial atau hal lain.

Orang barat yg terkenal “kurang beragama” itu justru terkenal mengerti antri dan ndhak suka main serobot.

Mereka terkenal ndhak mbuang sampah sembarangan. Di mana-mana bersih dilihatnya.

Belom lagi Linux itu, perangkat lunak komputer yg bebas (dan gratis) dicopy oleh siapa saja, dan sangat usefull untuk aktivitas komputasi sehari-hari.

Kenapa mereka sampai sebegitunya? Padahal mereka “kurang beragama”?

Atau sebenarnya mereka justru lebih beragama ketimbang kami, kita?

Apakah dengan menyematkan safety-features yg berjibun itu mereka takut akan kematian? Atau justru sebenarnya mereka hanya sekedar menyadari lemahnya menjadi manusia dan sekedar berusaha (=ikhtiar) untuk mempertahankan kehidupan?

Kami justru menemukan logika bahwa mereka sedang berikhtiar mempertahankan kehidupan, bukan menolak kematian. Sebab dengan budaya antri, budaya bersih, dst.; itu semua sangat menunjukkan bahwa kehidupan ini akan berlangsung terus (=diteruskan oleh generasi berikutnya).

Kalo menolak kematian, mungkin mereka akan sibuk membuat bunker dsb.

Sebuah canal.

Sebuah canal. – Gambar nemu dari internet.

ISLAM mengajarkan umatnya untuk sangat menghargai kehidupan.

Di Islam terkenal dengan jargon kebersihan merupakan sebagian dari iman. Tapi yg ada, di negeri ini jamak kita lihat sungai yg penuh sampah.

Islam menjamin derajat orang berilmu lebih tinggi ketimbang lainnya. Tapi implementasi dan aplikasi keilmuan di sini koq kami lihat (mudah-mudahan kami salah lihat) rendah sekali.

Mobil-mobil yg banyak terjual di sini adalah mobil yg miskin fitur safety-nya.

Barang-barang produksi yg kita kenal sehari-hari yg dibuat dengan implementasi keilmuan pun juga banyak yg bikinan luar negeri.

Lantas, kemana larinya ajaran Islam sejauh ini?

Kami yakin, Quran si guideline itu sebenarnya dipatuhi oleh umat Islam. Namun dalam bentuk apa?

Apa implementasinya? Ke mana aplikasinya?

Apakah membangun kehidupan yg manusiawi, dengan implementasi teknologi itu bukan hal yg Qurani dan Islami?

Kami yakin banyak sebenarnya yg menterjemahkan Quran ke dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi kenapa yg kami dengar cuman seputaran Bung Ricky Elson yg mati-matian membuat kincir angin energi terbarukan untuk rakyat negeri ini? Dan Ricky Elson-Ricky Elson lain yg menemukan ini itu namun kemudian (di)hilang-lenyap(kan) beritanya tanpa kita melihat wujud nyata penemuannya?

Ayo, tunjukkan kepada kami, kepada Indonesia, kepada dunia, bahwa kita (umat Islam) ini sungguh mengimplementasikan ilmu yg sarat dan penuh dalam Quran untuk kehidupan ini. Yg kami pahami, bahwa cara kita menjalankan kehidupan ini adalah bentuk persiapan untuk akhirat.

Mohon pencerahannya.

Freema HW
– Kurang beragama.

Advertisements

One thought on “Safety Features, (After)Life Features

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s